07.04.09

MUTIARA ILMU MAKRIFAT (Bagian 05)

Ditulis dalam SULUK LING LUNG pada 8:41 am oleh Mas Kumitir

sujud-tahajudKanjeng Nabi Khidir berhenti sejenak, lalu berkata “matahari berbeda dengan bulan, perbedaannya terdapat pada cahaya yang dipancarkannya. Sudahkah hidayah iman terasa dalam dirimu? Tauhid adalah pengetahuan penting untuk menyembah pada Allah, juga makrifat harus kita miliki untuk mengetahui kejelasan yang terlihat, ya ru’yat (melihat dengan mata telanjang) sebagai saksi adanya yang terlihat dengan nyata. Maka dari itu kita dalami sifat dari Allah, sifat Allah yang sesungguhnya, Yang Asli, asli dari  Allah. Sesungguhnya Allah itu, allah yang hidup. Segala afalnya (perbuatanya) adalah bersal dari Allah. Itulah yang demaksud dengan ru’yati. Kalau hidupmu senantiasa kamu gunakan ru’yat, maka itu namanya khairat (kebajikan hidup). Makrifat itu hanya ada di dunia. Jauhar awal khairat (mutiara awal kebajikan hidup), sudah berhasil kau dapatkan. Untuk itu secara tidak langsung sudah kamu sudah mendapatkan pengawasan kamil (penglihatan yang sempurna). Insan Kamil (manusia yang sempurna) berasal dari Dzatullah (Dzatnya Allah). Sesungguhnya ketentuan ghaib yang tersurat, adalah kehendak Dzat yang sebenarnya. Sifat Allah berasal dari Dzat Allah. Dinamakan Insan Kamil kalau mengetahui keberadaan Allah itu. Bilamana tidak tertulis namamu, di dalam nuked ghaib insan kamil, itu bukan berarti tidak tersurat. Ya, itulah yang dinamakan puji budi (usaha yang terpuji). Berusaha memperbaiki hidup, akan menjadikan kehidupan nyawamu semakin baik. Serta badannya, akan disebut badan Muhammad, yang mendapat kesempurnaan hidup”.

Syekh Malaya berkata lemah lembut, “mengapa sampai ada orang mati yang dimasukkan neraka? Mohon penjelasan yang sebenarnya”.

Kanjeng Nabi Khidir berkata dengan tersemyum manis, “Wahai Malaya! Maksudnya begini. Neraka jasmani juga berada di dalam dirimu sendiri, dan yang diperuntukkan bagi siapa saya yang belum mengenal dan meniru laku Nabiyullah. Hanya ruh yang tidak mati. Hidupnya ruh jasmani itu sama dengan sifat hewan, maka akan dimasukkan ke dalam neraka. Juga yang mengikuti bujuk rayu iblis, atau yang mengikuti nafsu yang merajalela seenaknya tanpa terkendali, tidak mengikuti petunjuk Gusti Allah SWT. Mengandalkan ilmu saja, tanpa memperdulikan sesama manusia keturunan Nabi Adam, itu disebut iman tadlot. Ketahuilah bahwa umat manusia itu termasuk badan jasmanimu. Pengetahuan tanpa guru itu, ibarat orang menyembah tanpa mengetahui yang disembah. Dapat menjadi kafir tanpa diketahui, karena yang disembah kayu dan batu, tidak mengerti apa hukumnya, itulah kafir yang bakal masuk neraka jahanam.

Adapun yang dimaksudkan Rud Idhafi adalah sesuatu yang kelak tetap kekal sampai akhir nanti kiamat dan tetap berbentuk ruh yang berasal dari ruh Allah. Yang dimaksud dengan cahaya adalah yang memancar terang serta tidak berwarna, yang senantiasa meserangi hati penuh kewaspadaan yang selalu mawas diri atau introspeksi mencari kekurangan diri sendiri serta mempersiapkan akhir kematian nanti. Merasa sebagai anak Adam yang harus mempertanggungjawabkan segala perbuatan. Ruh Idhafi seudah ada sebelum tercipta. Syirik itu dapat terjadi, tergantung saat menerima sesuatu yang ada, itulah yang disebut Jauhar Ning. keenamnya jauhar awal. Jauhar awal adalah mutiara ibaratnya. Mutiara yang indah penghias raga agra nampak menarik. Mutiara akan tampak indah menawan. Bermula dari ibarat ketujuh, dikala mendengarkan sabda Allah, maka Ruh Idhafi akan menyesuaikan, yang terdapat di dalam Dzat Allah Yang Mutlak. Ruh serba psrah kepada Dzatullah, itullah yang dimaksudkan Ruh Idhafi. Jauhar awal itu pula, yang menimbulkan Shalat Daim. Shalat Daim tidak perlu mengunakan air wudhu, untuk membersihkan khadas tidak disyaratkan. Itulah shalat batin yang sebenarnya, diperbolehkan makan tidur syahwat maupun buang kotoran. Demikianlah tadi cara shalat Daim. Perbuatan itu termasuk hal terpuji, yang sekaligus merupakan perwujudan syukur kepada Allah. Jauhar tadi bersatu padu menghilangkan sesuatu yang menutupi atau mempersulit mengetahui keberadaan Allah Yang Terpilih. Adanya itu menujukkan adanya Allah, yang mustahil kalau tidak berwujud sebelumnya.

Kehidupan itu seperti layar dengan wayangnya, sedang wayang itu tidak tahu warna dirinya. Akibat junub sudah bersatu erat tetap bersih badan jisimmu. Adapun Muhammad badan Allah. Nama Muhammad tidak pernah pisah dengan nama Allah. Bukakah hidayah itu perlu diyakini? Sebagai pengganti Allah? Dapat pula disebut utusan Allah. Nabi Muhammad juga termasuk badan mukmin atau orang yang beriman. Ruh mukmin identik pula dengan Ruh Idhafi dalam keyakinanmu. Disebut iman maksum, kalau sudah mendapat ketetapan sebagai panutan jati. Bukankah demikian itu pengetahuanmu? Kalau tidak hidup begitu, berarti itu sama dengan hewan yang tidak tahu adanya sesuatu di masa yang telah lewat. Kelak, karena tidak mengetahui ke-Islaman, maka matinya tersesat, kufur serta kafir badannya. Namun bagi yang telah mendapatkan pelajaran ini, segala permasalahan dipahamilebih seksama baru dikerjakan, Allah itu tidak berjumlah tiga. Yang menjadi suri tauladan adalah Nabi Muhammad. Bukankah sebenarnya orang kufur itu, mengingkari empat masalah prinsip. Di antaranya bingung karena tiada pedoman manusia yang dapat diteladani. Kekafiran mendekatkan pada kufur kafir. Fakhir dekat dengan kafir. Sebabnya karena kafir itu, buta dan tuli tidak mengerti tentang surga dan neraka. Fakhir tidak akan mendekatkan pada Tuhan. Tidak mungkin terwujud pendekatan ini, tidak menyembah dan memuji, karena kekafirannya. Seperti itulah kalau fakhir terhadap Dzatullah. Dan sesungguhnya Gusti Allah, mematikan kefakhiran manusia, kepastianny ada di tanga Allah semata-mata. Adapun wujud Dzatullah itu, tidak ada stu makhluk pun yang mengetahui kecuali Allah sendiri. Ruh Idhafi menimbulkan iman. Ruh Idhafi berasal dari Allah Yang Maha Esa, itulah yang disebut iman tauhid. Meyakini adanya Allah juga adanya Muhammad sebagai Rasulullah. Tauhid hidayah yang sudah ada padamu, menyatu dengan Tuhan Yang Terpilih. Menyatu dengan Gusti Allah, baik di dunia maupun di akhirat. Dan kamu harus menyatu bahwa Gusti Allah itu ada dalam dirimu. Ruh Idhafi ada di dalam dirimu. Makrifat itu sebutannya. Hidupnya disebut Syahadat, hidup tunggal didalam hidup. Sujud rukuk sebagai penghiasnya. Rukuk berarti dekat dengan Tuhan Pilihan. Penderitaan yang selalu menyertai menjelang ajal tidak akan terjadi padamu, jangan takut menghadapi sakaratil maut. Jangan ikut-ikutan takut menjelang pertemuanmu dengan Allah. Perasaan takut itulah yang disebut dengan sekarat.

Ruh Idhafi tidak akan mati. Hidup mati, mati hidup. Akuilah sedalam-dalamnya bahwa keberadaanmu itu, terjadi karena Allah itu hidup dan menghidupi dirimu, dan menghidupi segala yang hidup. Sastra Alif (huruf alif) harus dimintakan penjelasannya pada guru. Jabar jer-nya pun harus berani susah payah mendalaminya. Terlebih lagi poengetahuan tentang kafir dan syirik! Sesungguhnya semua itu, tidak dapat dijelaskan dengan tepat maksud sesungguhnya. Orang yang menjelaskan syariat itu berarti sudah mendapatkan anugrah sifat Gusti Allah. Sebagai sarana pengabdian hamba kepada Gusti Allah. Yang menjalankan shalat sesungguhnya raga. Raga yang shalat itu terdorong oleh adanya iman yang hidup pada diri orang yang menjalankannya. Seandainya nyawa tidak hidup, maka Lam Tamsyur (maka tidak akan menolong) semua perbuatan yang dijalankan. Secara yang tersurat, shalat itu adalah perbuatan dan kehendak orang yang menjalankan, namun sebenarnya Allah-lah yang berkehendak atas hambanya. Itulah hakikat dari Tuhan penciptanya. Ruh Idhafi berada di tangan orang mukmin. Semua ruh berada di tangan-Nya. Yaitu terdapat pada Ruh Idhafi. Ruh Idhafi adalah sifat jamal (sifat yang bagus atau indah) keindahan yang berasal Dzatullah. Ruh Idhafi nama sebuah tingkatan (maqom), yang tersimpan pada diri utusan Allah (Rasulullah). Syarat jisim lathif (jasad halus0 itu, harus tetap hidup dan tidak boleh mati.

Cahayanya berasal dari ruh itu, yang terus menerus meliputi jasad. Yang mengisayaratkan sifat jalal (sifat yang perkasa) dan sekaligus mengisyaratkat adanya sifat jamal (sifat keindahan). Jauhar awal mayit (mutiara awal kematian) itu, memberi isyarat hilangnya diri ini. Setelah semua menemui kematian di dunia, maka akan berganti hidup di akherat. Kurang lebih tiga hari perubahan hidup itu pasti terjadi. Asal mula manusia terlahir, dari adanya Ayah, Ibu serta Tuhan Yang Maha Pencipta. Satu kelahiran berasal dari tiga asal lahir. Ya, itulah isyarat dari tiga hari. Setelah dititipkan selama tujuh hari, maka dikembalikan kepada yang meninipkan (yang memberi amanat). Titipan itu harus seperti sedia kala. Bukankah tauhid itu sebagai srana untuk makrifat? Titipan yang ketiga puluh hari, itu juga termasuk juga titipan, yang ada hanya kemiripan  dengan yang tujuh hari. Kalau menangis mengeluarkan air mata karena menyesali sewaktu masih hidup. Seperti teringat semasa kehidupan itu berasal dari Nur. Yang mana cahayanya mewujudkan dirimu. Hal itulah yang menimbulkan kesedihan dan penyesalan yang berkepanjangan. Tak terkecuali siapun yang merasakan itu semua, sebagaimana kamu mati, saya merasa kehilangan.

Mati atau hilang bertepatan hari kematian yang keempat puluh hari. Bagaimanakah yang lebih tepat untuk melukiskan persamaan sesama makhluk hidup secara keseluruhannya? Allah dan Muhammad semuannya berjumlah satu. Seratuspun dapat dilukiskan seperti satu bentuk, seperti diibaratkan dengan adanya cahaya yang bersember dari cahaya Muhammad yang sesungguhnya. Sama hal pada saat kamu memohon sesuatu. Ruh jasad hilang di dalamnya, kehadirat Tuhan Yang Maha Pemberi. Tepat pada hari keseribu, tidak ada yang tertinggal. Kembalinya pada allah sudah dalam keaadaan yang sempurna. Sempurna seperti mula pertama dalam keadaan yang sempurna. Sempurna seperti mula pertama diciptakan”.

Syekh Malaya terang hatinya, mendengarkan pelajaran yang baru diterima dari gurunya Syekh Mahyuningrat Kanjeng Nabi Khidir. Syekh Malaya senang hatinya sehingga beliu belum mau keluar dari dalam tubuh Kanjeng Nabi Khidir. Syekh Malaya menghaturkan sembah, sambil berkata manis seperti gula madu. “Kalau begitu hamba tidak mau keluar dari raga dalam tuan. Lebih nyaman di sini saja yang bebas dari sengsara derita, tiada selera makan tidur, tidak merasa ngantuk dan lapar, tidak harus bersusah payah dan bebas dari rasa pegal dan nyeri. Yang terasa hanyalah rasa nikmat dan manfaat”. Kanjeng Nabi Khidir memperingatkan, “yang demikian tidak boleh kalau tanpa kematian”.

Kanjeng Nabi Khidir semakin iba kepada pemohon yang meruntuhkan hatinya. Kata Kanjeng nabi Khidir, “kalau begitu yang awas sajalah terhadap hambatan upaya. Jangan sampai kau kembali. Memohonlah yang benar dan waspada. Anggaplah kalau sudah kau kuasai, jangan hanya digunakan dengan dasar bila ingat saja, karena hal itu sebagai rahasia Allah. Tidak diperkenankan mengobrol kepada sesama manusia, kalau tanpa seizin-Nya! Sekiranya akan ada yang mempersolakan, memperbincangkan masalah ini! Jangan sampai terlanjur! Jangan sampai membanggakan diri! Jangan peduli terhadap gangguan, cobaan hidup! Tapi justru terimalah dengan sabar! Cobaan hidup yang menuju kematian, ditimbulkan akibat buah pikir. Bentuk yang sebenarnya ialah tersimpan rapat di dalam jagadmu! Hidup tanpa ada yang menghidupi kecuali Allah saja. Tiada antara lamanya tentang adanya itu. Bukankah sudah berada di tubuh? Sungguh, bersama lainnya selalu ada dengan kau! Tak mungkin terpisahkan! Kemudian tidak pernah memberitahunakan darimana asalnya dulu. Yang menyatu dalam gerak perputaran bawana. Bukankah berita sebenarnya sudah ada padamu? Cara mendengarnya adalah denga ruh sejati, tidak menggunakan telinga. Cara melatihnya, juga tanpa dengan mata. Adpun telingannya, matanya yang diberikan oleh allah. Ada padamu itu. Secara batinnya ada pada sukma itu sendiri. Memang demikianlah penerapannya. Ibarat seperti batang pohon yang dibakar, pasti ada asap apinya, menyatu dengan batang pohonnya. Ibarat air dengan alunnya. Seperti minyak dengan susu, tubuhnya dikuasai gerak dan kata hati. Demikian pun dengan Hyang Sukma, sekiranya kita mengetahui wajah hamba Tuhan dan sukma yang kita kehendaki ada, diberitahu akan tempatnya seperti wayang ragamu itu. Karena datanglah segala gerak wayang. Sedangkan panggungnya jagd. Bentuk wayang adalah sebagai bentuk badan atau raga. Bergerak bila digerakkan. Segala-galanya tanpa kelihatan jelas, perbuatan dengan ucapan. Yang berhak menentukan semuanya, tidak tampak wajahnya. Kehendak justru tanpa wujud dalam bentuknya. Karena sudah ada pada dirimu. Permisalan yang jelas ketika berhias.

Yang berkaca itu Hyang Sukma, adapun bayangan dalam kaca itu ialah dia yang bernama manusia sesungguhnya, terbentuk di dalam kaca. Lebih besar lagi pengetahuan tentang kematian ini dibandingkan dengan kesirnaan jagad raya, karena lebih lembutseperti lembunya air. Bukankah lebih lembut kematian manusia ini? Artinya lembut kesirnaan manusia? Artinya lebih dari, karena menentukan segalanya. Sekali lagi artinya lembut ialah sangat kecilnya. Dapat mengenai yang kasar dan yang kecil. Mencakup semua yang merangkak, melata tiada bedanya, benar-benar serba lebih. Lebih pula dalam menerima perintah dan tidak boleh mengandalkan pada ajaran dan pengetahuan. Karena itu bersungguh-sungguhlah menguasainya. Pahamilah liku-liku solah tingkah kehidupan manusia! Ajaran itu sebagai ibarat benih sedangkan yang diajari ibarat lahan.

Misal kacang dan kedelai. Yang disebar di atas batu. Kalau batunya tanpa tanah pada saat kehujanan dan kepanasan, pasti tidak tidak akan tumbuh. Tapi bila kau bijaksana, melihatmu musnahkanlah pada matamu! Jadikanlah penglihatanmu sukma dan rasa. Demikian pula wujudmu, suaramu. Serahkan kembali kepada yang Empunya suara! Justru kau hanya mengakui saja sebagai pemiliknya. Sebenarnya hanya mengatasnamai saja. Maka dari itu kau jangan memiliki kebiasaan yang menyimpang, kecuali hanya kepada Hyang Agung. Dengan demikian kau Hangraga Sukma. Yaitu kata hatimu sudah bulat menyatu dengan kawula Gusti. Bicarakanlah manurut pendapatmu! Bila pendapatmu benar-benar meyakinkan, bila masih merasakan sakit dan was-was, berarti kejangkitan bimbang yang sebenarnya. Bila sudah menyatu dalam satu wujud. Apa kata hatimu dan apa yang kau rasakan. Apa yang kau pikir terwujud ada. Yang kau cita-citakan tercapai. Berarti sudah benar untukmu. Sebagai upah atas kesanggupanmu sebagai khalifah di dunia. Bila sudah memahami dan menguasai amalan dan ilmu ini, hendaknya semakin cermat dan teliti atas berbagai masalah.

Masalah itu satu tempat dengan pengaruhnya. Sebagai ibaratnya sekejap pun tak boleh lupa. Lahiriah kau landasilah dengan pengetahuan empat hal. Semuanya tanggapilah secara sama. Sedangkan kelimanya adalah dapat tersimpan dengan baik, berguna dimana saja! Artinya mati di dalam hidup. Atau sama dengan hidup di dalam mati. Ialah hidup abadi. Yang mati itu nafsunya. Lahiriah badan yang menjalani mati. Tertimpa pada jasad yang sebenarnya. Kenyataannya satu wujud. Raga sukma, sukma muksa. Jelasnya mengalami kematian! Syekh Malaya, terimalah hal ini sebagai ajaranku dengan senang hatimu! Anugrah berupa wahyu akan datang kepadamu. Seperti bulan yang diterangi cahaya temaram. Bukankah turnya wahyu meninggalkan kotoran? Bersih bening, hilang kotorannya”.

Kemudian Kanjeng Nabi Khidir berkata dengan lembut dan tersenyum. “Tak ada yang dituju, semua sudah tercakup haknya. Tidak ada yang diharapkan dengan keprawiraan, kesaktian semuanya sudah berlalu. Toh semuanya itu alat peperangan”. Habislah sudah wejangan Kanjeng Nabi Khidir. Syekh Malaya merasa sungkan sekali di dalam hati. Mawas diri ke dalam dirinya sendiri. Kehendak hati rasanya sudah mendapat petunjuk yang cukup. Rasa batinya menjelajah jagad raya tanpa sayap. Keseluruh jagad raya, jasadnya sudah terkendali. Menguasai hakekat semua ilmu. Misalnya bunga yang masih lam kuncup, sekarang sudah mekar berkembang dan baunya semerbak mewangi. Karena sudah mendapat san Pancaretna, kemudian Sunan Kalijaga disuruh kelura dari raga Kanjeng Nabi Khidir kembali ke alamnya semula”.

Lalu Kanjeng Nabi Khidir berkata, “He, Malaya. Kau sudah diterima Hyang Sukma. Berhasil menyebarkan aroma Kasturi yang sebenarnya. Dan rasa yang memanaskan hatimu pun lenyap. Sudah menjelajahi seluruh permukaan bumi. Artinya godaan hati ialah rasa qonaah yang semakin dimantapkan. Ibarat memakai pakaian sutra yang indah. Selalu mawas diri. Semua tingkah laku yang halus. Diserapkan kedalam jiwa, dirawat seperti emas. Dihiasi dengan keselamatan, dan dipajang seperti permata, agar mengetahui akan kemauan berbagai tingkah laku manusia. Perhaluslah budi pekermu atau akhlak ini! Warna hati kita yang sedang mekar baik, sering dinamakan Kasturi Jati. Sebagai pertanda bahwa kita tidak mudah goyah, terhadap gerak-gerik, sikap hati yang ingin menggapai sesuatu tanpa ilmu, ingin mendalami tentang ruh itu justru keliru. Lagi pula secara penataan, kita itu ibaratnya busana yang dipakai sebagai kerudung. Sedangkan yang ikat kepala sebagai sarungmu. Kemudian terlibat ingatan ketika dulu. Ibarat mendalami mati ketika berada di dalam rongga ragaku.

Tampak oleh Sunan Kalijaga cahaya. Yang warnanya merah dan kuning itu, sebagai hambatan yang menghadang agar gagal usaha atauu ikhtiar atau cita-citanya. Dan yang putih di tengah itulah yang sebenarnya harus diikuti. Kelimanya harus tetap diwaspadai. Kuasailah seketika jangan sampai lupa! Bisa dipercaya sifatnya. Berkat kesediaanku berbuat sebagai penyekat. Untuk alat pembebas sifat berbangga diri. Yang selalu didambakan siang dan malam. Bukankah aku banyak sekali melekat atau mengetahui caranya pemuka agama yang ternyata salah dalam penafsiran. Dan penyampaian keterangannya? Anggapannya sudah benar. Tak tahunya malah mematikan pengertian yang benar. Akibatnya terperosok dalam penerapannya. Ada pemuka agama yang ibaratnya menjadi murung. Ia hanya sekedar mencari tempat bertengger saja. Yaitu pada batang kayu yang baik rimbun, lebat buahnya, kuat batangnya. Untuk kemuliaan hidup baru. Ada orang yang berkedudukan, ada yang ikut orang kaya. Akhirnya di masyarakatkan. Ibaratnya seperti sekedar memperoleh kemuliaan sepele. Jadinya tersesat-sesat. Ada pula yang justru memiliki jalan terpaksa.

Menumpuk kekayaan harta dan istri banyak. Ada pula yang memilih jalan menguasai putranya. Putra yang bakal menguasai hak asasi orang per orang. Semuanya ingin mendapatkan yang serba lebih di dalam memiliki jalan mereka. Kalau demikian halnya, menurut pendapatku, belumlah mereka disebut pemuka agama yang berserah diri sepenuhnya kepada Allah, tapi masih berkeinginan pribadi atau berambisi. Agar semua itu menjunjung harkat dan martabat. Tatanan yang tidak pasti, belum bisa disebut manusia utama. Yang demikian itu menurut anggapannya dan perasaannya mendapatkan kebahagiaan, kekayaan dan mengerti hak yang benar. Bila kemudian tertimpa kedudukan, terlanjur terbiasa. Memilih jalan sembarang tempat, tanpa mengahasilkan jerih payahnya dan tanpa hasil. Dalam arti mengalami kegagalan total. Setidak-tidaknya menimbulkan kecurigaan. Apa kebiasaan ketika hidup didunia. Ketika menghadapi datangnya maut, disitulah biasanya tidak kuat menerima ajal. Merasa berat meninggalkan kehidupan dunia yang tersangkal lagi. Pokoknya masih lekat sekali pada kehidupan duniawi. Begitulah beratnya amencari kemuliaan. Tidak boleh lagi merasa terlekat kepada anak-istri. Pada saat-saat menghadap ajatnya. Bila salah menjawab pertanyaannya bumi, lebih baik jangan jadi manusia! Kalau matinya tanpa pertanggungjawaban. Bila kau sudah merasa hatimu benar. Akan hidup abadi tanpa hisab. Akibatnya, tubuh bumi itu keterdiamannya tidak membantu. Kesepiannya tidak mencair. Tidak mempedulikan pembicaraan orang lain yang ditujukan kepadanya. Yaitu bagaimana hilang dan mati bersama raganya ialah diidamkannya. Sehingga mempertinggi semedinya, untuk mengejar keberhasilan. Tapi sayang tanpa petunjuk Allah, apalagi hanya semedi semata. Tidak disertai dukungan ilmu.

Bersambung……….

————————–
Alang Alang Kumitir

& Komentar »

  1. japra berkata,

    marifat harus mengawali seseorang dalam beribadah karena tanpa marifat bisa saja kita salah dalam menyembah, marifat bi sifat , af’ad, dzat alloh, awwaludini marifatullohi ta,ala

  2. rejo berkata,

    TULISANNYA KOK TIDAK ADA DALILNYA DARI AL QUR’AN DAN HADIST…..

    MAS… AGAMA INI BUKAN KARANGAN MANUSIA DAN BUKAN CERITA MANUSIA. PERLU DALIL BUKAN DONGENG SEAKAN-AKAN ANDA MENYAKSIKAN PERKATAAN NABI KHIDIR…..

    ANTUM DAPAT PERCAKAPAN ITU DARI MANA ???? MINIMAL DASAR…. APAKAH DARI BUKU APA ???… LALU DIKARANG OLEH SIAPA ????

    KALO ANTUM TAU, EMANGNYA ANTUM HIDUP DARI ZAMAN APA ???

    • joyo kusumo berkata,

      PERLU DI INGAT MAS REJO, ISLAM ITU BUKAN ARAB DAN ARAB ITU BUKAN ISLAM. ISLAM ITU SIFATNYA UNIVERSAL. SIAPAPUN BOLEH MEMAHAMI ATAUPUN MEMELUKNYA DAN MENGAMALKANNYA. KALO ANDA HANYA BERPEGANG DALIL AQLI, NISCAYA TDK AKAN NYAMBUNG. KALO ANDA MENGGUNAKAN NURANI YG CERAH NISCAYA AKAN DAPAT MENGAMBIL KESIMPULAN TULISAN2 DIATAS. COBALAH BUKA KITAB IHYA’, AL HIKAM, FUTUHIYYAH, DAN LAIN LAIN. DIZAMAN INI ANDA JANGAN TERLALU ORTODOKS KAYAK GITU. PALING ANDA DARI LDII YA?

      • Nur-Pati berkata,

        Rejo….. Rejo…. anda kasihan banget ya… hidup itu hanya untuk “Ngaji” atau meng”kaji”, alias belajar, termasuk belajar dari siapapun itu, yang penting adalah menambah rasa Iman dan Taqwa kita kepada wahai Rabb, Raja dari pada segala raja, pemilik dan penguasa alam hidup dan maya, dan belajar adalah kapanpun dan dimanapun, untuk menumbuhkan rasa Cinta, ma’rifat marang Gusti Allah SWT… Islam adalah system, dan bagi Allah yang Tunggal, mustahil baginya menciptakan lebih dari satu Agama. Sejak pertama kali Adam diciptakan, Adam sudah membawa Agama Islam, namun Allah berkehendak memberi nama Islam adalah pada masa Rosullullah SAW, yang mana beliaulah Kekasih Allah yang haqq, maka berSholawatlah kepda beliau niscaya Allah akan memberimu, seperti halnya bagi kita yang akan senang sekali menyebut-nyebut nama kekasih kita. Cinta adalah Seruan Jiwa yang artinya kapanpun dan dimanapun maka kita akan selalu mengingatNya, menyebutNya, oelh karana itu, maka jatuh Cinta adalah Tujuan Hidup. Cinta kepada sang Kekasih Sejati. Dan “mati” adalah satu-satunya jalan untuk bertemu dengan sang Kekasih Sejati. So, bagaimanakah cara kita agar menjadi kekasih Allah, seperti halnya para Nabi, para Rossul dan para Wali……?

    • Kuswanto berkata,

      mas rejo………! Betul itu yang dikatakan den bagus joyo kusumo, jadi mas rejo harus banyak belajar dan belajar biar tidak dikatakan orang ORTODUCK, gitu lo……………………Oke……………………. harus giat belajar lagi ya……………….?

  3. ALEX berkata,

    Oke.Tanpa petunjuk tanpa dukungan ilmu.tidak akan nyantol. Ibarat sekolah belum punya ijasah. Saya tunggu sambungannya mas kumitir.oke

  4. m4stono berkata,

    tulisan yg bagu sekali dari mas alang2, saya tidak terlalu memperdulikan darimana asal tulisan ini spt kata mas rejo, yg penting bagi saya tulisan ini sangat bermanfaat, karena kebenaran hanya datang dari Allah SWT….

    nabi khidir as memang misteri…beliau adalah seorang guru para nabi dan wali….beliau juga merupakan jembatan dari hakekat menuju makrifat…maka dari itu setiap calon waliyullah biasanya akan bertemu beliau terlebih dahulu sebelum benar2 menjadi waliyullah…

    nuwun

  5. Sugeng ndalu Mas Wong Alus, kulo mampir nggih ?!!.

    Sebelumnya, saya mohon ma’af yang sebesar-besarnya atas kata-kata saya yang telah melukai perasaan panjenengan, demi Rabbku, saya minta ma’af yang sebesar-besarnya.

    Kelancangan mulut saya dan kesombongan saya, yang telah mengumbar kata-kata yang tidak pantas dan tidak patut, telah melukai hati saya sendiri.

    Saya telah mengaca pada diri saya sendiri, mas, betapa sakitnya dilukai dan disakiti perasaan kita, terutama oleh orang-orang yang tidak sepaham dengan saya. Saya minta ma’af ya Mas Wong Alus.

    Dan semoga panjenengan mau melupakan ketidak sopanan saya, sungguh mas, saya malu dihadapan Rabbku, Allah Sang Rabbul Allamin.

    Semoga juga, panjenengan diparingi Istiqomah ingkang kiyat, malah semakin kuat oleh Rabb kulo inggih Rabb panjenengan (Insya Allah).

    Sepuntene nggih, mas…

    Cekap sementen, nggih. Kulo badhe nerusaken lampah…….

    Si Penunggang Keledai Bodoh
    Mochtar Wibowo.

  6. arifin kurniawan berkata,

    suwun mas.

  7. KangBoed berkata,

    Dahulu kala kita adalah PEMUJA CINTA dalam Penyaksian dan menatap langsung.. sekarang hanya sedikit yang keluar dari formalitas kosong belaka dan melangkah menjadi PEMUJA CINTA
    Salam Sayang

  8. abimanyu82 berkata,

    untuk melindungi adat jawa darikpunahan,mohon alang-alang kumitir menyajikan kitab-kitab kraton,agar semua orang bisa memahami adat atau ungah-unguh.demikian terimakasih

  9. Salam….

    Saat seseorang telah berjumpa dengan mata air yang jernih, dia tak perlu informasi dari pihak lain untuk bisa mengetahui seperti apa air yang jernih itu….

    Orang yang sudah merasakan kebenaran…tak perlu lagi akan dalil jika hanya ingin mengetahui sesuatu itu kebenaran atau bukan…

    Dalil itu hanya petunjuk untuk menemukan kebenaran, tapi bukan kebenaran itu sendiri….

    Karena kebenaran yang sejati adalah apa yang kita rasakan, alami, sesuatu yang langsung kita kenali….

    Apa yang disampaikan mas kumitir adalah kebenaran versi mas kumitir, tak perlu dalil untuk mendukung kebenarannya, karena ia sudah benar dengan kebenarannya sendiri….Dan saya pribadipun bisa merasakan kebenarannya…karena yang dikatakan mas kumitir ibarat air jernih, langsung terasa menyegarkan..saya tak membutuhkan orang lain untuk mengatakan pandangan mas kumitir itu benar atau salah….saya sudah bisa merasakannya sebagai kebenaran.

    Mas rejo..yang masih butuh dalil…silakan saja seperti itu…tapi banyak orang yang tak seperti Anda….Jika Anda berputar-putar dengan petunjuk kebenaran….Kami – orang-orang yang mirip dengan mas kumitir – sedang belajar merasakan kebenaran dan berbagi tentang apa yang kami rasakan…

    Jika Anda mengatakan kami sesat..ya tak apa-apa, karena penilaian dari sesama manusia tak berpengaruh-apa, kecuali memberi pelajaran lebih akan makna kesabaran….

    Setyo Hajar Dewantoro

    • Kuswanto berkata,

      Wah……….wah ………….! mas setyo hajar dewantoro, saya sangat senang dengan kata-kata mas, lanjut mas………………!

  10. samingan berkata,

    Kulo nuwun mas kumitir…ini pendatang baru dari arek blitar,padepokan gunung kelud.

    Sobat semua seihkwan saya akui memang hal-hal yang dipaparkan disitus ini pengetahuan dari syariat biasa sampai syariat kelas tinggi bahkan sampai tingkat ilmu makrifat,jadi mungkin jika ada yang mengomentari kontra wajar saja ya mas kumitir karena memang apa yang sangup dicerna baru semampunya sesuai ilmu yang dipunyai,karena hanya seujung kuku ilmu Allah yang diturunkan ke dunia…itu saja sudah hebat dan mungkin kita2 ini belum sampai seujung kuku yang kita selami ,apalagi kalau sudah menemukan Quran asli yang sejati mungkin tidak akan protes dalil & hadist

    Dan kalau sudah tahu aslinya ternyata tidak gampang untuk menjadi orang “islam” itu, melalui proses yang panjang,berliku-liku dan berat (iman,tauhid,ma’rifat baru islam ) ….

    Salam,
    S.Asidik

    • Kuswanto berkata,

      Maaf telat sekali mas……………!Gini lo mas…..! sebenarya orang Islam itu tidak ada, jadi yang ada itu adalah agama, dan menurut pandangan saya, kalau agama islam belum tentu orang-orangnya Iman. tapi kalau orang-orang nya Iman itu sudah pasti Islam. begitulah kira-kira mas……………….! tapi itu pasti

  11. hitam berkata,

    وَالْعَصْرِ
    [103:1Demi masa.

    انَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ
    [103:2 Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

    إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
    [103:3 kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

  12. Achmad berkata,

    kulo nuwun
    sebelum belajar tentang agama islam terlebih dahulu Tauhid-nya harus khatam (tamat), khususnya sifat wajib Gusti Alloh Ta’ala itu sudah mencakup semua 4 Ilmu Alloh (1 Syariat, 2 Toreqot, Hakekot, Ma’rifat), karena tauhid adalah dasar dari segala dasar Ilmu pengetahuan (ilmu paling tua)

    • hitam berkata,

      Sdr.Achmad,tlg jelaskan maksud sdr ttg Tauhid harus khatam kpd pembaca dan jg tauhid adl dasar ilmu pengetahuan,agar sy dan kawan2 jadi tambah tahu.

  13. enoi berkata,

    kebenaran itu tidak hanya berasal dari buku ataupun alkitab, ada ilmu yang tidak didapat semua orang, yaitu ilmu laduni, ilmu yg langsung diberikan allah kedalam hati seseorang yang Tuhan kehendaki, jadi kebenaran itu tidak hanya berpatokan pada buku ataupun alkitab

    • agung s pujianto berkata,

      bener juga….kitab yg tersurat sama kitab yg tersirat…yg tersurat contohnya Al Quran..kitab yg tersirat ya “gebyare alam donya”….maaf kl aq lancang n sok tahu..mohon bimbingannya…

      • ki Joyo Kusumo berkata,

        BENAR MAS AGUS, LAIN DARI ITU JASAD ATAU DIRI INI JUGA AYAT ALLOH. COBALAH BEDAH DIRI, DI DALAMNYA BANYAK SEKALI HAL-HAL YANG BELUM KITA KETAHUI. JALANILAH “MATI SAK JERONING URIP, LAN URIP SAK JERONI MATI”. ITU SAJA PESAN DARI ; KI JOYO. TRIMS!!!!.

  14. Hilmy berkata,

    Sgeng dalu..ngapunten kg ktah mas kumitir, kebenaran hakiki adalah, kbenaran ilahi yg dipruntukkan pada hambany yg mendpatkn hidayah robby, ridho ilahi trgangtung dr ridho ummii..(ibu)

  15. dedelnian berkata,

    hujan dimusim kemarau,
    ditengah seoknya langkah…
    alhamdulillah…

    (lonjak-lonjak sambil geleng-geleng “nyipratke” rambut sing teles)

    matur suwun

  16. abu amili berkata,

    yth.Ki…Alang Alang Kumitir.

    Terima kasih sudh berbagi kasih melalui media tulisan,dan tulisan ini sangat berarti khususnya buat saya sebagai khasanah keilmuan dalam mencapai Ke Ridhoann Allah SWT… Amin….Masih banyak lagi misi hidup di Dunia Fana” ini saya sebagai orang awam yang Al Fakir Al Haqqir ,seperti pepatah orang bijak mengatakan bahwa ‘ Jangan Engkau Lihat Orang yang Berkata- kata, maka lihatlah apa yang dikatakan :’ khususnya dalam tulisan ki saya hanya melihat banyak yang bermanfaat buat saya.

    Terima kasih ki….. lanjutkan tulisan yang bermanfaat untuk kemaslahatan umat manusia yang hanya mau berbuat baik terhadapp dirinya mencapai pencerahan dari Allah SWT….Amin.

  17. hamba ALLAH berkata,

    Assalamualaikum
    Para hamba Allah jgn lah berdebat …sy tdk menyalahkan siapapun dan merendahkan siapapun..ini adalah ilmu makrifat tingkat tinggi jika anda sdh tahu tak mslh tp jk tdk tahu berbahaya krn dasar ilmu yg belum tahu makna n sejatinya diri sendiri..sebelumnya sbg saran bagi pembaca yg msh bingung sy tdk salahkan anda tp perkuat ilmu syariat dulu baru makrifat krn jk lsg mempelajari kuatirnya bs salah kaprah tdk bisa memfilter isinya…thank buat penulis sy tunggu lanjutannya..

  18. Angin Malam berkata,

    Ngapunten sak derenge
    Mas Alangalangkumitir mau tanya
    Yang kembali ke Allah itu pada manusia apa mas ya…

  19. adyn berkata,

    gedhening iman lan gedhening hawa bakalane nentoake nalika ruh ucul saka wadhag..ewodhene wadhag kuwi akeh nglakoni ala yo howo,mengko naliko wadhage uwis dadi lemah dipangan para kewan lan ruh uwis nora gumatuk maneh karo wadhag, yo aja nyalahake pangeran nek bakal dadi ruh sing kebak hawa lan bakal ngrumbyang goleki tetulung..kamongko uwis ora nono sing iso nulungi..lan sewalikane…

  20. adyn berkata,

    mulo…aja seneng ngujo hawa ning dunya..ndak siro kabeh bakal dadi ruh sing grumbyangan hawa ning alame kono…

  21. adyn berkata,

    mas kumitir..nek panjenengan selo,kulo mang di beber babakan tribhawana..gathuk napa mbotene kito sareng-sareng sinau..

  22. nanang hari berkata,

    teori emang mudah tapi prakteknya minta ampun sulitnya’

  23. Sunan berkata,

    Assalamu’alaikum Wr. Wb
    Salam kenal buat semua, saya wong sundo selalu asik mengikuti jauhar-jauhar mas alangkumitir ini, semoga semua bisa faham, amiin…
    Dan buat mas alang kalo bisa tulisan boso jowonya ada terjemahnya biar saya dan seperti saya bisa menikmanikmatinya…

    Wassalam
    Hamba yang masih tersesat

  24. MrGonjol berkata,

    Mas,bgmana bhg 1,2,3 & 4….????ingin baca nieee

  25. tommy berkata,

    mas aku mau nanya klu orang yang sudah mau mempelajari ilmu ma’rifat…dan sudah sering ngelakoni…tapi tergoda sama wanita gmn mas??
    apakah sia2…. atau smuanya blik kenol

    • agung s pujianto berkata,

      jelas mas….krn dimakrifat dah menutup 4 nafsu (aluamah, amarah, sufiah, mutmainah)..krn godaan terbesar ada di wanita..makanya di Quran (dlm islam) tubuh wanita smuanya dianggap aurat. maaf kl saya lancang sekedar berbagi pengertian saja….

  26. Kresna berkata,

    Serat yang di tulis mas alang alang kumitir merupakan cuplikan serat suluk dari Sunan kalijaga…mohon hati hati dalam mengungkapkannya..karena hanya yang pernah mendalami dan orang orang laku saja yang memahami…untuk mengerti dan memahami saja teramat sinengker dan perlu hati hati..harus ada guru yang membimbing apalgi untuk mengalami bahkan mengamalkan dan menemukan…karena merupakan hakikat ilmu Ketuhanan yang tertinggi…jadi ya harapan saya jangan diperdebatkan, lebih baik di amalkan dalam sehari 2…

  27. Cuex berkata,

    para sahabat, mohon kiranya jangan memperebutkan kebenaran..kiranya tulisan dari Mas Kumitir ini adalah suatu yang bermanfa’at bagi yang hendak memperluas wawasan. Mas Kumitir …Lanjutkan ! . :) :)

  28. hitam berkata,

    Sgt mengherankan,ini blog maunya apa ? Berbeda pendapat seolah jd masalah rumit,ilmu2 disimpan, mengganggap org lain tolol,yg ada cuma pemujaan,pujian kpd makluk,bgamana mas ?

    • TUHAN berkata,

      biarin aja repot2 ama c . . .

  29. jaini berkata,

    mas kumitir suwun yo tulisannya ini adalah ilmu ini adalah tambahan wawasan yang berending pada ketaukitan kata katanya penuh dengan makna dan kesimpulanya ,bagaimana cara pandang masing masing pembaca yada yang hijau,merah unggu dan lain lain terserah tapi bagi saya bila kita yakin bahwa dunia ini ada 2hal salah satunya ilmu inilah terserah pembaca amin

  30. Ki Darmo puro berkata,

    Klo tinkatnya ilmu masih tk g bakal nymbung klo d ajak ngobrol ilmu perguruan tinggi ibarat bumi n langit. Tngkatan sareat aja msih blang bentong mo ngobrol tingktn hakekat ataupn ma’rifat terlalu n sangaaaat jauh sekali maf nih bkanya mnyakiti hati anda tp kasih sdikit wawasan. Perlu d kthui bhwa ‘aku ini siapa dan siapa aku ini’ coba anda cari diri anda sendiri. Insya Alloh bisa + mawas diri n menghormati org lain. Amien

    • hitam berkata,

      Nah,betulkan ? Tiada beda sakit hati atau senang hati,semua dariNya,tak terkecuali jadi penari latar atau backing vokal……semua tetap Dia,jadi anak tk ?………. ,uh senangnya hijab2 belum numpuk he he he

  31. jaini berkata,

    alkhamdhulillah wasyukurlillah karena Allah semuanya jelas dan gamblang sebuah proses dimana yang dukisahkan oleh sunan kali dengan nabi khidir ini sebuah proses kematangan seseorong dlam memahi hakekat hidup dan tujuan hidup amin muga muga ini bermakna bagi kita yang masih di titipi zatnya Allah .amin amin yarobbal alamin

  32. ariesprahara berkata,

    biasa terjadi bahwa semua orang akan merasa expert dalam bidangnya masing2 termasuk dalam wilayah spiritual. namun secara jujur aku agak kecewa dengan sodara2ku khususnya OKNUM YANG BERAGAMA ISLAM. aq hanya ingin bertanya simple aja, KENAPA SAUDARA2 BERAGAMA ISLAM? bukan kristen atau buddha? dan aq juga dibingungkan kenapa jika ada satu postingan harus dipertanyakan berdasarkan hadist atau Al Qur’an dsb?saya cm bertanya pada sendiri mungkinkah kalam Allah itu bisa dibatasi hanya dengan 30 juz tersebut, dan terakhir aku juga bertanya kenapa sampai saat ini personifikasi Rassululah tdk ada?apakah Rassululah pernah bersabda bahwa “jangan sampai sebarkan foto2ku.mohon pencerahanya pada mas2 dan mas alang2 kumitir khususnya.mohon maaf jika ada kata yang tdk berkenan dari orang yang masih bodoh dan terlalu muda ini, mohon dimaklumi jika terlalu vulgar.

    • hitam berkata,

      saya coba jawab:
      saya beragama islam karna ibu bapa kakek nenek agamanya islam,bukan beragama kristen atau budha.Anda bingung knapa postingan hrs dipertanyakan berdasarkan hadist atau Al Quran,karna anda bingung maka ambil postingan berdasarkan nurani hati anda,menurut keyakinan sdr.Buat saya karna saya beragama islam tentu sy meyakini setelah menyelidiki/menafakuri apa itu hadist jg Al Quran.Rasulullah tdk bersabda ttg foto beliau,menurut saya beliau tidak narsis dan beliau sadar hanya sebagai penyampai,bkn berfirman.
      Sdr kritis dan tdk bodoh,masih muda lagi,itu baik untuk kemajuan islam
      sebagai agama.
      mungkin yg lain bisa nambah ?

      • hitam berkata,

        Tentang mungkinkah kalam Allah itu bs dibatasi hanya dgn 30 juz,tiada yg membatasi,.sdr coba buat suatu ayat,sekiranya anda bisa dan sggh blm ada didlm juz yang 30 tsb,maka sy kira itu suatu perubahan yg revolusioner…………….

    • agung s pujianto berkata,

      ga usah sipusingin mas…mereka kan berbicara dgn “bahasa yg mereka mengerti”…..disini kita ambil yg bermanfaat n yg sesuai takaran yg Allah/Tuhan/Gusti Pangeran berikan ke kita sambil memohon trs dlm setiap tarikan nafas kita diberikan petunjuk n ilmu yg paling pas menurun Allah buat kita…org jawa bilang “sak dermo nglakoni titahing Pangeran”…….maaf kl saya lancang…..

  33. Wong Jowo berkata,

    Ini soal RAHSA (rasa) dan hanya orang yang sudah merasakan saja yang tahu RASAnya.
    Contoh simpel: bagaimana bisa bercerita tentang SEX bila belum pernah menikah(melakukan/merasakan SEX)?

  34. a berkata,

    1__

  35. EMAN berkata,

    saya pendatang baru, saya ingin memberikan sebuah ayat dari alquran untuk mas rejo bahwa “Siapa yang mengenal diri maka ia akan mengenal Allah” itu kata tersingkat namun bermakna dalam, saran buat mas rejo perkuat ilmu syariat anda dan melangkah ke tingkatan selanjutnya.

    balas

  36. EMAN berkata,

    Syariat tanpa mari’fat kesasar, mar’rifat tanpa syariat sama aja tong kosong berbunyi nyaring, maaf kalo saya salah

  37. Wong Bagoes berkata,

    Mak Ginem berkata,”Ngger…..anak2 ku kabeh……sliramu kok yo podo umyek nggagas perkoro Mak Rifat, ngelingono ngger…..makmu wis rong ndino gak mangan….leren disek olehmu nggagas mak rifat……angur nggagas Makmu disek ae….aku kirimono beras yo…..matur suwun Nggeeeer……”

  38. Dewa berkata,

    Tiada dinding yang terbuka kecuali atas izinNya, tiada ilmu yang terlimpah kecuali atas ridha-Nya. Adalah hak Allah Yang Maha Haq untuk menyampaikannya kepada hamba-Nya. Dengan Rahman dan Rahim-Nya kita diberi petunjuk, tiada kebodohan dan kepintaran karena semua dari Allah.
    Kehidupan yang kita alami saat ini adalah suatu bentuk simbol-simbol adanya Dzat Yang Maha Ghaib dan dengan rasa kasih dan sayang-Nya pulalah diberikanlah petunjuk melalui kitab-kitabNya al. AlQuran kepada hamba-hambaNya agar mempersaksikan EsensiNya menggunakan akal, rasa, kalbu dan ruh dalam lingkup jasmani untuk mengurai apa yang tersirat dari yang terserat dibantu oleh tuntunan hamba-hambaNya yang mencinta dan dicintai-Nya.
    Semoga Allah memberikan hidayah kepada hamba-hambaNya yang mencariNya.

  39. Ricky berkata,

    Assalamualaikum Wr Wb..
    Salam Kenal Mas

    Awaluddin Ma’rifatullah Wa Ma’rifaturrasul
    Awal mengenal agama dengan mengenal Allah dan mengenal Rasul

    Man ‘arofa nafsahu — faqod’ arofa robbahum,
    Wa man ‘arofa robbahu — faqod jahila nafsahu

    siapa yang mengenal dirinya — maka dia kenal akan tuhannya,
    dan siapa yang mengerti tuhannya — maka “bodoh/mati” dia itu.

  40. gun@di berkata,

    Nuwun sewu Kang Mas…
    Yap begitulah ngelmu urip yang berilmu Nguripi yang urip sumber Ilmu

    Monggo Dimas….
    Semangat ..!!! Nguripi Ilmu dan Ngelmu Urip…

    I Love You Full

  41. Ammar laduni berkata,

    Hnya sglintir org yg mgrti ttg ilmu hkikat n ma’rifat.
    Kpd yg blm mmahami mhon kra@ utk mmprdlam hukum syari’at dhulu.
    Org yg msuk surga itu sdikit.
    Pnjankn doa agr kta dlm glongan yg sdikit itu..
    “Brangsiapa mgnal diri ssungguhnya ia mgnal akn Tuhannya,dn jka ia knal akn Tuhannya maka hncur binasalh ujud diri….

    Kpd mas alang…
    Lanjutkan….

  42. HU berkata,

    biarkan marifat tetep terjaga selagi kalian menceritakan rahasiaku bukan lah kalian seorang yang bermarifat.karena marifat ada lah ilmu siri rahasia tentangku,tentangmu
    apalagi untuk memposting rahasiaku biarlah mereka mencari sendiri akan keberadaan ku kebenaranku. jagan membicarakan kepada orang yang bukan ahlinya apalagi tanpa adanya pondasi keimanan. sirik,fitnah,itu sudah pasti terjadi jika kadar iman mu masih 1/2

  43. fatkur berkata,

    bagus kok mas kpn sambungannya dimuat

  44. erwin firdaus berkata,

    assalamualaikum

    saya senang punya saudara yang rukun,
    masih sangat perduli dengan urusan hati
    semoga ALLAH selalu melimpahkan rahmad buat saudara semua,dan terteteskan air hidup yang menghidupkan,
    meski setetes demi setetes INSYA ALLAH bisa mengikis “batu”…
    amien.
    buat mas kumitir salam kenal,terima kasih banyak,lanjutkan lampahipun mas
    wassalam


Tinggalkan sebuah Komentar