alangalangkumitir

Javanese Manuscripts

MUTIARA ILMU MAKRIFAT (Bagian 05)


sujud-tahajudKanjeng Nabi Khidir berhenti sejenak, lalu berkata “matahari berbeda dengan bulan, perbedaannya terdapat pada cahaya yang dipancarkannya. Sudahkah hidayah iman terasa dalam dirimu? Tauhid adalah pengetahuan penting untuk menyembah pada Allah, juga makrifat harus kita miliki untuk mengetahui kejelasan yang terlihat, ya ru’yat (melihat dengan mata telanjang) sebagai saksi adanya yang terlihat dengan nyata. Maka dari itu kita dalami sifat dari Allah, sifat Allah yang sesungguhnya, Yang Asli, asli dari  Allah. Sesungguhnya Allah itu, allah yang hidup. Segala afalnya (perbuatanya) adalah bersal dari Allah. Itulah yang demaksud dengan ru’yati. Kalau hidupmu senantiasa kamu gunakan ru’yat, maka itu namanya khairat (kebajikan hidup). Makrifat itu hanya ada di dunia. Jauhar awal khairat (mutiara awal kebajikan hidup), sudah berhasil kau dapatkan. Untuk itu secara tidak langsung sudah kamu sudah mendapatkan pengawasan kamil (penglihatan yang sempurna). Insan Kamil (manusia yang sempurna) berasal dari Dzatullah (Dzatnya Allah). Sesungguhnya ketentuan ghaib yang tersurat, adalah kehendak Dzat yang sebenarnya. Sifat Allah berasal dari Dzat Allah. Dinamakan Insan Kamil kalau mengetahui keberadaan Allah itu. Bilamana tidak tertulis namamu, di dalam nuked ghaib insan kamil, itu bukan berarti tidak tersurat. Ya, itulah yang dinamakan puji budi (usaha yang terpuji). Berusaha memperbaiki hidup, akan menjadikan kehidupan nyawamu semakin baik. Serta badannya, akan disebut badan Muhammad, yang mendapat kesempurnaan hidup”.

Syekh Malaya berkata lemah lembut, “mengapa sampai ada orang mati yang dimasukkan neraka? Mohon penjelasan yang sebenarnya”.

Kanjeng Nabi Khidir berkata dengan tersemyum manis, “Wahai Malaya! Maksudnya begini. Neraka jasmani juga berada di dalam dirimu sendiri, dan yang diperuntukkan bagi siapa saya yang belum mengenal dan meniru laku Nabiyullah. Hanya ruh yang tidak mati. Hidupnya ruh jasmani itu sama dengan sifat hewan, maka akan dimasukkan ke dalam neraka. Juga yang mengikuti bujuk rayu iblis, atau yang mengikuti nafsu yang merajalela seenaknya tanpa terkendali, tidak mengikuti petunjuk Gusti Allah SWT. Mengandalkan ilmu saja, tanpa memperdulikan sesama manusia keturunan Nabi Adam, itu disebut iman tadlot. Ketahuilah bahwa umat manusia itu termasuk badan jasmanimu. Pengetahuan tanpa guru itu, ibarat orang menyembah tanpa mengetahui yang disembah. Dapat menjadi kafir tanpa diketahui, karena yang disembah kayu dan batu, tidak mengerti apa hukumnya, itulah kafir yang bakal masuk neraka jahanam.

Adapun yang dimaksudkan Rud Idhafi adalah sesuatu yang kelak tetap kekal sampai akhir nanti kiamat dan tetap berbentuk ruh yang berasal dari ruh Allah. Yang dimaksud dengan cahaya adalah yang memancar terang serta tidak berwarna, yang senantiasa meserangi hati penuh kewaspadaan yang selalu mawas diri atau introspeksi mencari kekurangan diri sendiri serta mempersiapkan akhir kematian nanti. Merasa sebagai anak Adam yang harus mempertanggungjawabkan segala perbuatan. Ruh Idhafi seudah ada sebelum tercipta. Syirik itu dapat terjadi, tergantung saat menerima sesuatu yang ada, itulah yang disebut Jauhar Ning. keenamnya jauhar awal. Jauhar awal adalah mutiara ibaratnya. Mutiara yang indah penghias raga agra nampak menarik. Mutiara akan tampak indah menawan. Bermula dari ibarat ketujuh, dikala mendengarkan sabda Allah, maka Ruh Idhafi akan menyesuaikan, yang terdapat di dalam Dzat Allah Yang Mutlak. Ruh serba psrah kepada Dzatullah, itullah yang dimaksudkan Ruh Idhafi. Jauhar awal itu pula, yang menimbulkan Shalat Daim. Shalat Daim tidak perlu mengunakan air wudhu, untuk membersihkan khadas tidak disyaratkan. Itulah shalat batin yang sebenarnya, diperbolehkan makan tidur syahwat maupun buang kotoran. Demikianlah tadi cara shalat Daim. Perbuatan itu termasuk hal terpuji, yang sekaligus merupakan perwujudan syukur kepada Allah. Jauhar tadi bersatu padu menghilangkan sesuatu yang menutupi atau mempersulit mengetahui keberadaan Allah Yang Terpilih. Adanya itu menujukkan adanya Allah, yang mustahil kalau tidak berwujud sebelumnya.

Kehidupan itu seperti layar dengan wayangnya, sedang wayang itu tidak tahu warna dirinya. Akibat junub sudah bersatu erat tetap bersih badan jisimmu. Adapun Muhammad badan Allah. Nama Muhammad tidak pernah pisah dengan nama Allah. Bukakah hidayah itu perlu diyakini? Sebagai pengganti Allah? Dapat pula disebut utusan Allah. Nabi Muhammad juga termasuk badan mukmin atau orang yang beriman. Ruh mukmin identik pula dengan Ruh Idhafi dalam keyakinanmu. Disebut iman maksum, kalau sudah mendapat ketetapan sebagai panutan jati. Bukankah demikian itu pengetahuanmu? Kalau tidak hidup begitu, berarti itu sama dengan hewan yang tidak tahu adanya sesuatu di masa yang telah lewat. Kelak, karena tidak mengetahui ke-Islaman, maka matinya tersesat, kufur serta kafir badannya. Namun bagi yang telah mendapatkan pelajaran ini, segala permasalahan dipahamilebih seksama baru dikerjakan, Allah itu tidak berjumlah tiga. Yang menjadi suri tauladan adalah Nabi Muhammad. Bukankah sebenarnya orang kufur itu, mengingkari empat masalah prinsip. Di antaranya bingung karena tiada pedoman manusia yang dapat diteladani. Kekafiran mendekatkan pada kufur kafir. Fakhir dekat dengan kafir. Sebabnya karena kafir itu, buta dan tuli tidak mengerti tentang surga dan neraka. Fakhir tidak akan mendekatkan pada Tuhan. Tidak mungkin terwujud pendekatan ini, tidak menyembah dan memuji, karena kekafirannya. Seperti itulah kalau fakhir terhadap Dzatullah. Dan sesungguhnya Gusti Allah, mematikan kefakhiran manusia, kepastianny ada di tanga Allah semata-mata. Adapun wujud Dzatullah itu, tidak ada stu makhluk pun yang mengetahui kecuali Allah sendiri. Ruh Idhafi menimbulkan iman. Ruh Idhafi berasal dari Allah Yang Maha Esa, itulah yang disebut iman tauhid. Meyakini adanya Allah juga adanya Muhammad sebagai Rasulullah. Tauhid hidayah yang sudah ada padamu, menyatu dengan Tuhan Yang Terpilih. Menyatu dengan Gusti Allah, baik di dunia maupun di akhirat. Dan kamu harus menyatu bahwa Gusti Allah itu ada dalam dirimu. Ruh Idhafi ada di dalam dirimu. Makrifat itu sebutannya. Hidupnya disebut Syahadat, hidup tunggal didalam hidup. Sujud rukuk sebagai penghiasnya. Rukuk berarti dekat dengan Tuhan Pilihan. Penderitaan yang selalu menyertai menjelang ajal tidak akan terjadi padamu, jangan takut menghadapi sakaratil maut. Jangan ikut-ikutan takut menjelang pertemuanmu dengan Allah. Perasaan takut itulah yang disebut dengan sekarat.

Ruh Idhafi tidak akan mati. Hidup mati, mati hidup. Akuilah sedalam-dalamnya bahwa keberadaanmu itu, terjadi karena Allah itu hidup dan menghidupi dirimu, dan menghidupi segala yang hidup. Sastra Alif (huruf alif) harus dimintakan penjelasannya pada guru. Jabar jer-nya pun harus berani susah payah mendalaminya. Terlebih lagi poengetahuan tentang kafir dan syirik! Sesungguhnya semua itu, tidak dapat dijelaskan dengan tepat maksud sesungguhnya. Orang yang menjelaskan syariat itu berarti sudah mendapatkan anugrah sifat Gusti Allah. Sebagai sarana pengabdian hamba kepada Gusti Allah. Yang menjalankan shalat sesungguhnya raga. Raga yang shalat itu terdorong oleh adanya iman yang hidup pada diri orang yang menjalankannya. Seandainya nyawa tidak hidup, maka Lam Tamsyur (maka tidak akan menolong) semua perbuatan yang dijalankan. Secara yang tersurat, shalat itu adalah perbuatan dan kehendak orang yang menjalankan, namun sebenarnya Allah-lah yang berkehendak atas hambanya. Itulah hakikat dari Tuhan penciptanya. Ruh Idhafi berada di tangan orang mukmin. Semua ruh berada di tangan-Nya. Yaitu terdapat pada Ruh Idhafi. Ruh Idhafi adalah sifat jamal (sifat yang bagus atau indah) keindahan yang berasal Dzatullah. Ruh Idhafi nama sebuah tingkatan (maqom), yang tersimpan pada diri utusan Allah (Rasulullah). Syarat jisim lathif (jasad halus0 itu, harus tetap hidup dan tidak boleh mati.

Cahayanya berasal dari ruh itu, yang terus menerus meliputi jasad. Yang mengisayaratkan sifat jalal (sifat yang perkasa) dan sekaligus mengisyaratkat adanya sifat jamal (sifat keindahan). Jauhar awal mayit (mutiara awal kematian) itu, memberi isyarat hilangnya diri ini. Setelah semua menemui kematian di dunia, maka akan berganti hidup di akherat. Kurang lebih tiga hari perubahan hidup itu pasti terjadi. Asal mula manusia terlahir, dari adanya Ayah, Ibu serta Tuhan Yang Maha Pencipta. Satu kelahiran berasal dari tiga asal lahir. Ya, itulah isyarat dari tiga hari. Setelah dititipkan selama tujuh hari, maka dikembalikan kepada yang meninipkan (yang memberi amanat). Titipan itu harus seperti sedia kala. Bukankah tauhid itu sebagai srana untuk makrifat? Titipan yang ketiga puluh hari, itu juga termasuk juga titipan, yang ada hanya kemiripan  dengan yang tujuh hari. Kalau menangis mengeluarkan air mata karena menyesali sewaktu masih hidup. Seperti teringat semasa kehidupan itu berasal dari Nur. Yang mana cahayanya mewujudkan dirimu. Hal itulah yang menimbulkan kesedihan dan penyesalan yang berkepanjangan. Tak terkecuali siapun yang merasakan itu semua, sebagaimana kamu mati, saya merasa kehilangan.

Mati atau hilang bertepatan hari kematian yang keempat puluh hari. Bagaimanakah yang lebih tepat untuk melukiskan persamaan sesama makhluk hidup secara keseluruhannya? Allah dan Muhammad semuannya berjumlah satu. Seratuspun dapat dilukiskan seperti satu bentuk, seperti diibaratkan dengan adanya cahaya yang bersember dari cahaya Muhammad yang sesungguhnya. Sama hal pada saat kamu memohon sesuatu. Ruh jasad hilang di dalamnya, kehadirat Tuhan Yang Maha Pemberi. Tepat pada hari keseribu, tidak ada yang tertinggal. Kembalinya pada allah sudah dalam keaadaan yang sempurna. Sempurna seperti mula pertama dalam keadaan yang sempurna. Sempurna seperti mula pertama diciptakan”.

Syekh Malaya terang hatinya, mendengarkan pelajaran yang baru diterima dari gurunya Syekh Mahyuningrat Kanjeng Nabi Khidir. Syekh Malaya senang hatinya sehingga beliu belum mau keluar dari dalam tubuh Kanjeng Nabi Khidir. Syekh Malaya menghaturkan sembah, sambil berkata manis seperti gula madu. “Kalau begitu hamba tidak mau keluar dari raga dalam tuan. Lebih nyaman di sini saja yang bebas dari sengsara derita, tiada selera makan tidur, tidak merasa ngantuk dan lapar, tidak harus bersusah payah dan bebas dari rasa pegal dan nyeri. Yang terasa hanyalah rasa nikmat dan manfaat”. Kanjeng Nabi Khidir memperingatkan, “yang demikian tidak boleh kalau tanpa kematian”.

Kanjeng Nabi Khidir semakin iba kepada pemohon yang meruntuhkan hatinya. Kata Kanjeng nabi Khidir, “kalau begitu yang awas sajalah terhadap hambatan upaya. Jangan sampai kau kembali. Memohonlah yang benar dan waspada. Anggaplah kalau sudah kau kuasai, jangan hanya digunakan dengan dasar bila ingat saja, karena hal itu sebagai rahasia Allah. Tidak diperkenankan mengobrol kepada sesama manusia, kalau tanpa seizin-Nya! Sekiranya akan ada yang mempersolakan, memperbincangkan masalah ini! Jangan sampai terlanjur! Jangan sampai membanggakan diri! Jangan peduli terhadap gangguan, cobaan hidup! Tapi justru terimalah dengan sabar! Cobaan hidup yang menuju kematian, ditimbulkan akibat buah pikir. Bentuk yang sebenarnya ialah tersimpan rapat di dalam jagadmu! Hidup tanpa ada yang menghidupi kecuali Allah saja. Tiada antara lamanya tentang adanya itu. Bukankah sudah berada di tubuh? Sungguh, bersama lainnya selalu ada dengan kau! Tak mungkin terpisahkan! Kemudian tidak pernah memberitahunakan darimana asalnya dulu. Yang menyatu dalam gerak perputaran bawana. Bukankah berita sebenarnya sudah ada padamu? Cara mendengarnya adalah denga ruh sejati, tidak menggunakan telinga. Cara melatihnya, juga tanpa dengan mata. Adpun telingannya, matanya yang diberikan oleh allah. Ada padamu itu. Secara batinnya ada pada sukma itu sendiri. Memang demikianlah penerapannya. Ibarat seperti batang pohon yang dibakar, pasti ada asap apinya, menyatu dengan batang pohonnya. Ibarat air dengan alunnya. Seperti minyak dengan susu, tubuhnya dikuasai gerak dan kata hati. Demikian pun dengan Hyang Sukma, sekiranya kita mengetahui wajah hamba Tuhan dan sukma yang kita kehendaki ada, diberitahu akan tempatnya seperti wayang ragamu itu. Karena datanglah segala gerak wayang. Sedangkan panggungnya jagd. Bentuk wayang adalah sebagai bentuk badan atau raga. Bergerak bila digerakkan. Segala-galanya tanpa kelihatan jelas, perbuatan dengan ucapan. Yang berhak menentukan semuanya, tidak tampak wajahnya. Kehendak justru tanpa wujud dalam bentuknya. Karena sudah ada pada dirimu. Permisalan yang jelas ketika berhias.

Yang berkaca itu Hyang Sukma, adapun bayangan dalam kaca itu ialah dia yang bernama manusia sesungguhnya, terbentuk di dalam kaca. Lebih besar lagi pengetahuan tentang kematian ini dibandingkan dengan kesirnaan jagad raya, karena lebih lembutseperti lembunya air. Bukankah lebih lembut kematian manusia ini? Artinya lembut kesirnaan manusia? Artinya lebih dari, karena menentukan segalanya. Sekali lagi artinya lembut ialah sangat kecilnya. Dapat mengenai yang kasar dan yang kecil. Mencakup semua yang merangkak, melata tiada bedanya, benar-benar serba lebih. Lebih pula dalam menerima perintah dan tidak boleh mengandalkan pada ajaran dan pengetahuan. Karena itu bersungguh-sungguhlah menguasainya. Pahamilah liku-liku solah tingkah kehidupan manusia! Ajaran itu sebagai ibarat benih sedangkan yang diajari ibarat lahan.

Misal kacang dan kedelai. Yang disebar di atas batu. Kalau batunya tanpa tanah pada saat kehujanan dan kepanasan, pasti tidak tidak akan tumbuh. Tapi bila kau bijaksana, melihatmu musnahkanlah pada matamu! Jadikanlah penglihatanmu sukma dan rasa. Demikian pula wujudmu, suaramu. Serahkan kembali kepada yang Empunya suara! Justru kau hanya mengakui saja sebagai pemiliknya. Sebenarnya hanya mengatasnamai saja. Maka dari itu kau jangan memiliki kebiasaan yang menyimpang, kecuali hanya kepada Hyang Agung. Dengan demikian kau Hangraga Sukma. Yaitu kata hatimu sudah bulat menyatu dengan kawula Gusti. Bicarakanlah manurut pendapatmu! Bila pendapatmu benar-benar meyakinkan, bila masih merasakan sakit dan was-was, berarti kejangkitan bimbang yang sebenarnya. Bila sudah menyatu dalam satu wujud. Apa kata hatimu dan apa yang kau rasakan. Apa yang kau pikir terwujud ada. Yang kau cita-citakan tercapai. Berarti sudah benar untukmu. Sebagai upah atas kesanggupanmu sebagai khalifah di dunia. Bila sudah memahami dan menguasai amalan dan ilmu ini, hendaknya semakin cermat dan teliti atas berbagai masalah.

Masalah itu satu tempat dengan pengaruhnya. Sebagai ibaratnya sekejap pun tak boleh lupa. Lahiriah kau landasilah dengan pengetahuan empat hal. Semuanya tanggapilah secara sama. Sedangkan kelimanya adalah dapat tersimpan dengan baik, berguna dimana saja! Artinya mati di dalam hidup. Atau sama dengan hidup di dalam mati. Ialah hidup abadi. Yang mati itu nafsunya. Lahiriah badan yang menjalani mati. Tertimpa pada jasad yang sebenarnya. Kenyataannya satu wujud. Raga sukma, sukma muksa. Jelasnya mengalami kematian! Syekh Malaya, terimalah hal ini sebagai ajaranku dengan senang hatimu! Anugrah berupa wahyu akan datang kepadamu. Seperti bulan yang diterangi cahaya temaram. Bukankah turnya wahyu meninggalkan kotoran? Bersih bening, hilang kotorannya”.

Kemudian Kanjeng Nabi Khidir berkata dengan lembut dan tersenyum. “Tak ada yang dituju, semua sudah tercakup haknya. Tidak ada yang diharapkan dengan keprawiraan, kesaktian semuanya sudah berlalu. Toh semuanya itu alat peperangan”. Habislah sudah wejangan Kanjeng Nabi Khidir. Syekh Malaya merasa sungkan sekali di dalam hati. Mawas diri ke dalam dirinya sendiri. Kehendak hati rasanya sudah mendapat petunjuk yang cukup. Rasa batinya menjelajah jagad raya tanpa sayap. Keseluruh jagad raya, jasadnya sudah terkendali. Menguasai hakekat semua ilmu. Misalnya bunga yang masih lam kuncup, sekarang sudah mekar berkembang dan baunya semerbak mewangi. Karena sudah mendapat san Pancaretna, kemudian Sunan Kalijaga disuruh kelura dari raga Kanjeng Nabi Khidir kembali ke alamnya semula”.

Lalu Kanjeng Nabi Khidir berkata, “He, Malaya. Kau sudah diterima Hyang Sukma. Berhasil menyebarkan aroma Kasturi yang sebenarnya. Dan rasa yang memanaskan hatimu pun lenyap. Sudah menjelajahi seluruh permukaan bumi. Artinya godaan hati ialah rasa qonaah yang semakin dimantapkan. Ibarat memakai pakaian sutra yang indah. Selalu mawas diri. Semua tingkah laku yang halus. Diserapkan kedalam jiwa, dirawat seperti emas. Dihiasi dengan keselamatan, dan dipajang seperti permata, agar mengetahui akan kemauan berbagai tingkah laku manusia. Perhaluslah budi pekermu atau akhlak ini! Warna hati kita yang sedang mekar baik, sering dinamakan Kasturi Jati. Sebagai pertanda bahwa kita tidak mudah goyah, terhadap gerak-gerik, sikap hati yang ingin menggapai sesuatu tanpa ilmu, ingin mendalami tentang ruh itu justru keliru. Lagi pula secara penataan, kita itu ibaratnya busana yang dipakai sebagai kerudung. Sedangkan yang ikat kepala sebagai sarungmu. Kemudian terlibat ingatan ketika dulu. Ibarat mendalami mati ketika berada di dalam rongga ragaku.

Tampak oleh Sunan Kalijaga cahaya. Yang warnanya merah dan kuning itu, sebagai hambatan yang menghadang agar gagal usaha atauu ikhtiar atau cita-citanya. Dan yang putih di tengah itulah yang sebenarnya harus diikuti. Kelimanya harus tetap diwaspadai. Kuasailah seketika jangan sampai lupa! Bisa dipercaya sifatnya. Berkat kesediaanku berbuat sebagai penyekat. Untuk alat pembebas sifat berbangga diri. Yang selalu didambakan siang dan malam. Bukankah aku banyak sekali melekat atau mengetahui caranya pemuka agama yang ternyata salah dalam penafsiran. Dan penyampaian keterangannya? Anggapannya sudah benar. Tak tahunya malah mematikan pengertian yang benar. Akibatnya terperosok dalam penerapannya. Ada pemuka agama yang ibaratnya menjadi murung. Ia hanya sekedar mencari tempat bertengger saja. Yaitu pada batang kayu yang baik rimbun, lebat buahnya, kuat batangnya. Untuk kemuliaan hidup baru. Ada orang yang berkedudukan, ada yang ikut orang kaya. Akhirnya di masyarakatkan. Ibaratnya seperti sekedar memperoleh kemuliaan sepele. Jadinya tersesat-sesat. Ada pula yang justru memiliki jalan terpaksa.

Menumpuk kekayaan harta dan istri banyak. Ada pula yang memilih jalan menguasai putranya. Putra yang bakal menguasai hak asasi orang per orang. Semuanya ingin mendapatkan yang serba lebih di dalam memiliki jalan mereka. Kalau demikian halnya, menurut pendapatku, belumlah mereka disebut pemuka agama yang berserah diri sepenuhnya kepada Allah, tapi masih berkeinginan pribadi atau berambisi. Agar semua itu menjunjung harkat dan martabat. Tatanan yang tidak pasti, belum bisa disebut manusia utama. Yang demikian itu menurut anggapannya dan perasaannya mendapatkan kebahagiaan, kekayaan dan mengerti hak yang benar. Bila kemudian tertimpa kedudukan, terlanjur terbiasa. Memilih jalan sembarang tempat, tanpa mengahasilkan jerih payahnya dan tanpa hasil. Dalam arti mengalami kegagalan total. Setidak-tidaknya menimbulkan kecurigaan. Apa kebiasaan ketika hidup didunia. Ketika menghadapi datangnya maut, disitulah biasanya tidak kuat menerima ajal. Merasa berat meninggalkan kehidupan dunia yang tersangkal lagi. Pokoknya masih lekat sekali pada kehidupan duniawi. Begitulah beratnya amencari kemuliaan. Tidak boleh lagi merasa terlekat kepada anak-istri. Pada saat-saat menghadap ajatnya. Bila salah menjawab pertanyaannya bumi, lebih baik jangan jadi manusia! Kalau matinya tanpa pertanggungjawaban. Bila kau sudah merasa hatimu benar. Akan hidup abadi tanpa hisab. Akibatnya, tubuh bumi itu keterdiamannya tidak membantu. Kesepiannya tidak mencair. Tidak mempedulikan pembicaraan orang lain yang ditujukan kepadanya. Yaitu bagaimana hilang dan mati bersama raganya ialah diidamkannya. Sehingga mempertinggi semedinya, untuk mengejar keberhasilan. Tapi sayang tanpa petunjuk Allah, apalagi hanya semedi semata. Tidak disertai dukungan ilmu.

Bersambung……….

————————–
Alang Alang Kumitir

About these ads

1,388 Comments

  1. AGUST

    Apa itu pahala,apa itu dosa,Apa itu Surga,Apa itu Neraka,Apa itu Iblis,Apa itu Malaikat bagi saya semua itu Nonsen………………….SEMUA ITU SKENARIO ALLAH……………”Semua orang kena tipu,semua orang kena tipu”…………Kata KASINO WARKOP.

  2. AGUST

    Saya berkata atas nama Allah karena Allah benci pada Manusia yg menyekutukannya…Itu adalah Dosa BESAR……..Karena Allah tidak pernah mengazab mahluknya.Manusia itulah yg mengazab dirinya sendiri,Anda lihat Bencana yg terjadi di Aceh dan Padang…………Itu adalah akibat dari pergeseran lempeng bumi kata BMKG…Itu karena Alam sudah tidak mau lagi bersahabat dengan Kita itu kata Mas Ebieth,kalo kaga percaya,Tanya pada rumput yg bergoyang…………….Lalu bagaimana menurut Anda………SAYA TAU……..Saya tau……………Pasti anda akan berkata “TAKDIR PAK”……………………..

  3. iblis ,,,,,,,,,,,,,syetan……..dan…………balatentaranya adalah musuh yang nyata bagi manusia…………………..

  4. hahahahahah hihihihihihiii huuuuuuuuhuhuhuhuhu hehehehehehehheh hohohohohohohoho
    tenang—– tanya aja sama agus………………..kalau kurang puas tanya Sama ALLAH
    Kejawen tanya sama yg ahli Kejawen kalau kagak Puas Tanya ame ALLAH
    Penonton gak usah kelabakan…………tenang…………..tenang……………tenang…………..
    Tafakuri lagi apa yg telah kita perbuat………….untuk semua tak terkecuali diri saya sendiri
    Memang benar jika kita bekerjasama dengan jin maka jin itu akan meminta bayaran……….
    bekerjasama dengan manusia pun manusia akan memminta bayaran……………
    jika kita mengabdi pada ALLAh maka ALLAH akan membayara KIta………………………..
    Waspada………….waspada……………..waspada

  5. Penonton

    Hehe..Masya Allah..Astagfirullah..Bersihkan hati, Tenangkan hati, tenangkan Jiwa..Kita sama2 Hamba Allah pemeluk Islam ( Rohmatan lilalamin)Pemberi Rahmat(kasih sayang) kpd seluruh alam semesta beserta seluruh isinya. Mari kita saling mengasihi menyayangi, kita wajib saling membantu & memberi & mengingatkan kepada semua mahluk, baik yg salah maupun yg benar, baik yg Islam, yahudi, nasrani, hindu, budha dll, bahkan yg tdk beragama sekalipun bahkan binatang & tetumbuhan. Kenapa kita saling menyerang, menfitnah, mengolok-olok, menyindir dsb.Ingat kita pengikut Muhammad ( Terpuji) Jadikanlah seluruh diri kita menjadi terpuji. Allah berfirman Wahai jiwa yg “TENANG” datanglah engkau kepadaku. Jd hanya jiwa yg tenang yg Di panggil utk bisa meghadapNYA.Bersihkan hati..bersihkan jiwa..!! Singkirkan emosi..kendalikan ego..Tenangkan jiwa..Rendahkan Hati di HadapanNYA..Maaf..maaf..beribu maaf…

  6. joe marsayansah

    knp masih mau mengadili????????????????????????????

  7. AGUST

    Bagi anda yg tidak mengerti maksude Inyong sebaiknya tanyakan langsung pada Inyong jangan komentar yg macem2 takut salah paham……..NGGEH….

  8. AGUST

    Makrifatnya Manusia dng Allah hanya terbatas masalah dunia,Karena manusialah yg menguasai urusan dunia dia adalah Kholifah dibumi…………..Kejawen kejawen…ada apakah dengan dirimu Ndo,kenapa kamu tidak mau pergi dari tanah jawa,apa yg membuat kamu betah tinggal dihati mereka……Bencana ditanah Jawa,jawa timur Lapindo,jawa tengah gempa…….itu semua akibat dari ilmu kamu……..Tak maukah kamu berhadapan dengan ku Wahai Ilmu Kejawen…….Tak tunggu kedatangan mu DI Tangerang……..

  9. AGUST

    Amalan yg dibaca dlm jumlah tertentu contoh Kalimusodo atau kalimudoso Itu semua mengandung Khodam yg Lambat laun akan meminta tumbal,besar kecilnya tumbal tergantung dari berat ringannya kerja Khodam itu,Anda tidak menyadari,karena anda sudah pewe dng amalan anda,dialah(Khodam) yg sebenarnya tau tentang alam ghaib bukan anda.karena pada hakekatnya yg tau alam ghaib adalah yg ghaib itu sendiri.yg namanya manusia selamanya tak akan pernah bisa liat jin apalagi mengetahui tentang alam ghaib…………..Jin mengajukan 3 syarat pada allah kalo allah mau menurunkan dia kebumi……1.tidak mau mati sampai akhir zaman,,,2tiadak mau tua seperti manusia,,3.tidak mau terlihat oleh manusia…dan semua itu dikabulkan oleh allaah……..HIDUP ALLAH..

  10. ass……..

    kulo nuwun…….

  11. nih kang agus ane masih gembel boleh dibilang Rajanya Gembel…..tuh benar yg dikatakan oleh yg berwujud manusia…………….ane gmebel (rajanya para gembel).
    Saya hanya baru dikasih tau apa itu PENA (Qalam) Allah……..dan beda dengan pengetahuan dari kebanyakan yang disini…………..
    itulah kang agus ane dah buka ane siapa ane………………saat ini ……
    seorang raja walaupun raja para gembel pasti punya sesuatu…………..hehehehhh………..salam……salam…….salam

  12. AGUST

    Saya masih bingung Ama Kong Darno cs.Kalo emang Ilmunya udah tinggi Mestinya Kong Darno cs kaga usah takut dng ketinggian donk,beberapa kali saya ajak terbang Kong Darno liat lagi liat lagi kebawah……..Kayaknya tingginya ilmu Kong Darno cs ada yg bantu nih…..Coba kalo boleh saya tau sebutin atas jasanya siapa yg membuat Kong Darno bisa berilmu tinggi.Dari bangsa apa IBLIS,MALAIKAT atau MANUSIA,….karena Beda banget ama saya,Saya bisa tinggi sendiri tanpa perlu bantuan mereka………Baik dari Istri saya Nyi roro kidul, maupun temen saya para malaikat apalagi Manusia………..Ngga banget deh…

  13. Wahai agus godaanmu sungguh mantap……..tapi sebenarnya kaupun telah tegoda………….dan ngikut…hehehehe
    salam dah mudah-mudahan nama ,jasad, amalan,rukun imanmu …….sampai…..setelah sampai laksanakan lah tugas….dari yang telah anda makrifatkan………….salam……………salam…….salam
    Untuk penonton sama-sama ya…………
    Untuk animous benar yg anda katakan………semua itu kehendaknya….
    ingat kebebasan manusia untuk kafir,musrik,ingkar,patuh itupun kehendak NYA……………saat ini kita ada didunia kebebasan itu kita mau gunakan kemana silahkan………………..
    tapi kalo untuk dibahas kagak ada habisnya…tetapi saya ucapkan terimaksaih pada semuanya…………puji dan sukur pada Tuhanku
    biar gimana pun aku dah dpt oleh-oleh dari kalian……..maksih

  14. AGUST

    Sare’ot,Tarekot,Hakekot,Ma’erot…HEHEHE…Makanan apa itu ya.. Syahadat,Sholat,Puasa,Zakat and Naek Haji(Rukun Islam)….Ko bisa sih dng ritual badan kaya gitu kita bisa Wussul ke Allah…Aneh,Setau Saya yg bisa Wussul ke Allah adalah amalan bathin kaya Rukun Iman gitu deh………….

  15. AGUST

    Kalo Jin Islam biasanya Berkiblat pada SI Abdul khodir zaelangkung,Kalo Jin Kafirun wal dajjalun wal musrikun biasanya berkiblat pada Istri Saya tuh(Nyi Roro Inul)…….Jadi kebanyakan orang skrg make jasanya Om Jin supaya nyampe kepada Ilmu Makrifat ritualnya biasa deh lewat Tawassulan get00…setelah mereka tau tentang alam ghaib mereka pikir SI Abdul khodir zaelangkung udah nyampein permohonan mereka ke Allah…Padahal Mereka tidak tahu bahwa semua itu berkat jasanya Om Jin…Kasian Om Jin,Die yg berjasa SI khodir yg dapet nama… …Kumaha ieu teh.

  16. AGUST anonymous

    Kong Darno salah baca saya ngetiknya JIN bukan IBLIS,Kalo Jin Islam dia juga Sholat,malah adanya juga di Masjid ko.kalo Iblis saya kaga tau…Sumpah

  17. Anonymous

    Buat yg berwujud Manusia….Allah itu sombong,Allah itu Ego,Allah itu Marah,Allah itu membenci..Kalo Anda lihat sombong adalah ciri rendahnya suatu Ilmu..berarti Anda telah Salah BESAR…Bukankah Anda yg menulis Orang yg sudah mati rasa artinya dia tidak memiliki rasa….Dan secara otomatis juga Marahnya Dia karena Allah,sayangnya dia karena Allah,bencinya dia karena Allah…..Lalu Apa sombong karena Allah itu tidak boleh……Pantesan Namanya berwujud Manusia Lawong Prilaku Anda seperti Manusia…Tak kasih tau nih..Ilmu Makrifat itu Patoknya hanya Allah.Sedangkan ilmu sare’at patoknya Alqur’an…………….Orang bisa masuk surga semata mata karena Ridho Allah….Lalu bagaimana dng Amal ibadah anda…….KE LAUT AJE DEH

  18. Penonton

    Aaamiiin..Mbah Darno, itu tujuan kita yg sebenarnya, Memang Nabi Muhammad mengajarkan kita sholat agar kita bisa kembali se utuh2nya kepada Allah & menyatu masuk kedalam Cahaya Kasih sayangnya yg abadi& sejati, Tetapi Nabi mengajarkan sholat Rahasia: Ru’yat & Daim ( sebelum isro’ mi’roj) dan sholat lahir( dg gerakan)semuanya bertujuan agar kita lebih dekat dg Allah krn ketaqwaan kita kepada Allah sukur2 bisa melebur mjd satu dg Dzat nya, krn kita memang berasal dr Dzat nya. Bila sholat kita yg secara sareat dg gerakan ini kita thorikhoti dengan Daim & hakikati dg Ru’yat maka mudah2an kita bener2 dpt melebur dg Dzat nya yg Maha Suci & sejati baik secara lahir maupun batin. Maaf kalo penonton ada salah mengartikan, dan menafsirkan. Sekali lg Salam Mati

  19. agus kuliat kamu banyak memahami hakikat sebenarnya.tapi sayang pemahaman itu tak pernah ter amalkan..apabila dia sudah dijalani kepemahamannya tidak ada lagi amarah, sombong sedih, bahagia,senang, susah,bodoh,maupun pintar,semua sama tiada bedanya dan dia tidak tersentuh rasa apa pun ,karna dia yg punya rasa,disini kulihat ego dan sombongmu masih tinggi.semakin tinggi ilmu nya semakin harus lah berhati2 jangan timbulkan pitnah bagi yg belum sampai kepadanya,,..memahami tidak mengamalkan sia2 namanya,,berarti tidak ubahnya sama gelandangan

  20. Mudah-mudahan yang saya lakukan adalah saya memasuki gajahnya. Jadi tidak memandang gajah dari sisi kiri atau dari sisi kanan.
    salam damai semua semoga apa yang kita cita-citakan sebagai……
    tercapai amin………………amin…..amin…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: