alangalangkumitir

Javanese Manuscripts

RAHASIA KALIMAT SAHADAT DAN HANACARAKA (CARAKAN)


Bab 6

RAHASIA KALIMAT SAHADAT DAN
HANACARAKA (CARAKAN)

Sebenarnya Ma’rifat itu terdapat pada kata kehendak, itu kehendaknya Allah, gerak, sabda, semua itu kemauan Allah (Makarti – Jawa), menurut kenyataan yang dikehendaki sebelum dikerjakan sudah siap, sebelum ditunggu sudah datang; umpama orang akan pergi ke Yogyakarta, baru berfikir mencari angkot, angkot datang mencari sewa dan tanya dimana Yogyakarta ya mas?, lalu orang tadi naik angkot ke Yogya, perjalanan itu berarti kehendak Allah, orang itu menyatu dengan Dat tadi (Allah), sehingga satu sama lain tidak merasakan hanya menurut kehendaknya. Jadi Dat yang ada pada orang tadi tidak susah-susah. Yang tadi sudah diterangkan bila Hakikatnya Dat itu ya Afhngal dan Asmanya, artinya ya aku ya kamu adalah satu, maka tidak mengherankan bila orang itu dikuasai oleh Dat Allah, kuasa mempercepat, kuasa membelokan tujuan, maka dari orang sebenarnya utusan Dat (sifat Dat), maka dari itu merasa menjadi utusan, lalu memiliki sifat kuasa-Nya, jadi harus menyembah dan memuliakan terhadap Dat Allah.

Bisa melaksanakan apa saja dasar kekuasaan, jika makhluk itu utusan Dat yang wajib adanya. Dibawah ini adanya Wiridan itu artinya kalimat Sahadat yang sudah cocok dengan kebudayaan Jawa akan diterangkan untuk rumah tangga (tingkatan).

Ucapan Rasullullah terhadap Muaz : “Ma Min Ahadin Yashaduan la illaha illallahu washadu anna muhammadan rasullullahi sidqan min qalbihi illa ahrramahu allahu alla annari “, satu-satunya orang yang mengucapkan kalimat Sahadat samapai kehati terhadap Allah pasti tidak akan tersiksa dineraka.

Wiridan (ajaran) Sahadat begini : “Asyhadu alla illaha illallah wa asyhadu anna muhammadan rasullullah”, yang artinya aku bersaksi sebenarnya tidak ada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi sebenarnya Muhammad itu utusan Allah.

Wiridan (ajaran) rahasia Carakan HO-NO-CO-RO-KO; “Honocoroko Dotosowolo Podojoyonya Mogobothongo”, artinya ada utusan dua, laki dan perempuan (wanita) berebut kekuatan, sama saktinya (kuatnya) bergumul mati sama-sama menjadi bangkai (terpuruk) lunglai.

Yang akan diterangkan terlebih dahulu tentang dua kalimat Sahadat dulu, dan selanjutnya disusul dengan Carakan;

I. Kalimat Sahadat

Di tanah Jawa jika ada temukan (mempertemukan) pengantin umumnya mengucapkan Kalimat Sahadat, walaupun bukan bahsa Jawa tetapi sudah tradisi menjadi kebudayaan dari masa terdahulu pada zaman para wali. Dan kalimat Sahadat itu ucapan orang Islam yang belum mengetahui (pelajaran) rukun-rukun Islam. Jadi mengakui menyembah kepada Allah itu harus mengetahui arti kalimat Sahadat, lalu di zaman wali kalimat Sahadat itu dipakai pertamanya mendapat wejangan terhadap siapapun orangnya yang mau berguru, walaupun bahasa Arab kalimat Sahadat itu menjadi saksi Dat Maha Agung dan Muhammad itu utusan-Nya, arinya sudah meliputi alam semesta. Di tanah Jawa bahasa Arab itu tinggal memakai (pinjam) dan bisa dengan bahasa apa saja yang artinya sama. Dan bahasa-bahasa tadi hanya sebagai tanda. Di kalimat tadi ada kata Muhammad yan mempunyai makna sendiri, sebenarnya Nabi Muhammad namanya ada 4, dan kata syair kata Hamdun (memuji) Hamida (di puji) lengkap nama-nama tadi seperti dibawah ini :

a. Hamid, artimya yang di puji.
b. Mahmud, artinya yang mendapat pujian.
c. Ahmad, artinya yang lebih di puji.
d. Muhammad, artinya yang memiliki pujian.

Di dalam kalimat Sahadat tadi Muhammad tidak bisa di ganti dengan kata lain, walaupun ada akan tetapi artinya yang dipakai ada 2 (dua) unsur :
1. Mengartikan Umpama.
2. Mengartikan Nama.

Diwirid disebut kata-kata (nama-nama) tadi Nur Muhammad, artinya cahaya yang terpuji atau cahaya yang sempurna. Kata Muhammad itu sifat yang mempunyai pujian. Kalimat mengatakan Muhammad Rasullullas, siapa yang menjadi utusan Allah , apa Muhammad putra Sayidina Abdullah di Mekah (Arab), apa Muhammad atau Nur Muhammad?. Keterangannya : pada citra (Hakikat Allah) dan pecah-pecah hanya orang hidup. Sebenarnya yang dipuji itu sifat orang hidup yang memiliki sifat 20. jadi yang begitu para Nabi, Wali, Ulama yang mukmin, orang itu semua sifat Muhammad. Dan keterangan tentang utusan (Rasul) seperti dibawah ini :

Muhammad lalu menjadi utusan Allah , dan Allah itu bisa menjadi Allah-ku, Allah-mu, Allah kita semua dan seluruh alam. Jadi yang disebut utusan itu ialah utusan Allah-nya sendiri-sendiri, langsung mengakui mempunyai Allah. Utusan itu sifat hidup, kalau sudah mati (meninggal) tidak bisa menjadi utusan karena orang mati tidak mempunyai Allah. karena sifat-sifat Dat yang menghidupi sudah musnah (lihat keterangan Bab Sifat 20).

Di kitab Injil Mutheus 22 (31,52,33) disebut begini : belum pernah membaca kata-kata Allah kepadamu, Allah ini Allah-nya Abraham, Ishak dan Yakub, Allah itu bukan Allah-nya orang mati tetapi Allah-nya orang hidup.

Yang menjadi pertanyaan, walaupun mempunyai sifat Muhammad atau Rasul, kenapa bisa menjadi utusan Nafsu (Syetan) makhluk halus (perewangan-Jawa) atau utusan angkara murka. Semua itu bagi orang yang belum dalam ilmunya hanya sok (merasa sudah) tahu saja, hanya baru mencapai tingkat Tarikat, lalu umpama benar mengerjakan membuktikan bahwa menjadi Utusan Allah, dan harus menjadi Ma’rifat (Islam). Jadi orang itu sebetulnya sudah At-tauhid (menyatu dengan kehendak Allah), kemudian disebut seorang Islam Sejati (sarino batoro – Jawa) dan juga menjadi utusan, zaman dulu disebut Nabi, Wali dan cukup disebut Ma’rifatullah.

Pendapat yang salah golongan Wirid mengatakan Muhammad diartikan sebenarnya Muhammad itu sifatku, Rasul itu rasaku (Rahso-sangsekerta). Rasul itu utusan asal dari bahasa Arab, Rahso (rasa) asal dari bahasa Sangsekerta (sang sekrit) jadi tidak sesuai. Muhammad itu Rasul tetapi rasa (rahso) itu rasaku jadi tidak sama. Maka dari itu sudah jelas kalau Muhammad itu sifat hidup yang lengkap dan menjadi utusan.

Sifat Muhammad sudah lengkap, memiliki sifat 20; Rasa, Perasaan, Pekerjaan, Pikiran (akal yang sempurna) dan lain-lain. Kenapa bermacam-macam diartikan, Allah itu tidak bisa disamakan dengan makhluk-makhluk/benda-benda lain, jadi pendapat-pendapat yang salah harus dijauhi.

Kata-kata tadi terdapat juga di Hidayat jati (buku hidayat jati). Jadi pengarang Hidayat jati mengutip pendapat para Wali.

Kalau begitu pendapat para Wali tadi yang sudah dianut pada zaman sekarang itu apakah salah atau tidak? Tetapi semua itu harus bersandar kepada hukum Qiyas (meneliti) pendapat itu begini :

Muhammad = Rasul.
Rasul = Sifatnya Muhammad.
Sifat Muhammad = Sifatnya Dat.
Sifatnya Dat = menyertai sifat seluruh yang diciptakan dan hidup (kayu, batu, manusia dan lain-lainnya).
Sifatnya Dat = Hakikatnya Dat.
Hakikatnya Dat = Wujud Sempurna.
Wujud Sempurna = Manusia Hidup.
Manusia Hidup = Memiliki sifatnya Dat / Sifat 20.

Jadi yang merasakan orang hidup (utusan) yang diutus. Jadi bukan salah satunya sifat-sifat tadi yang disebut utusan, Rasa sejati (Rosone Ingsun – jawa), sifat pribadi (Sipate Ingsun-jawa), semua itu milik Dat yang wajib adanya (Allah). Kalau diteliti atau dikaji-kaji kata-kata yang diatas tadi sama dengan Qiyasan Esa, Widhatul Wujud, artinya Chaliq dan makhluk itu satu (lihat keterangan Bab Dat, Sifat, Asma, Afhngal terdahulu)

II. Carakan.

Sampai sekarang masih menjadi bahan pertanyaan para sejarah dan belum mendapat yang tepat, contohnya tentang Aji Saka itu siapa dan apa? Apa maknanya Carakan itu?, walaupun jumlah huruf hanya 20 (dua puluh) tetapi kenyataan bisa mencakup semua makna huruf bahasa sendiri dan bahasa asing,, karena kata-kata itu berhubungan dengan kalimat Sahadat maka jumlahnya 20, bisa dijelaskan dengan sifat 20, maka artinya kalimat Carakan seperti dibawah ini :

a. Wiridan (Pelajaran)
Aku bersaksi tidak ada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi Muhammad utusan Allah.

b. Carakan, ada 2 utusan; laki dan wanita asik perang tanding sampai mati:

Keterangannya begini: ada 2 utusan laki dan perempuan (hidup laki dan perempuan) sama menjadi utusan Allah supaya berkembang anak beranak. Laki dan perempuan (wanita), bukan manusia saja tetapi seluruh makhluk didunia ini semua berpasang-pasang menjadi saksi Dat (Allah), maka dari itu tidak ada barang yang tidak ada, artinya keadaan DAT itu kekal adanya. Sebenarnya utusan dua jumlahnya, sama jaya, artinya lebih sempurna dari pada makhluk lain, tidak lain adalah manusia yang diluhurkan dari sifat kekurangan, lengkap terhadap sifat 20 sama-sama memiliki, disebut juga sama kuatnya, artinya walaupun laki atau perempuan sama-sama umat luhur dan sempurna.

Carakan tadi mengatakan sama-sama tidak berdaya (kehabisan tenaga) atau mati, apa sebabnya sama-sama menjadi bangkai (tidak berdaya), sehabis perang tanding atau bersetubuh, tusuk menusuk hingga mati tanpa ada yang melerai, jadi sama mati seperti bangkai, terpuruk kehabisan tenaga tidak bergerak dan lemas. Laki dan perempuan jadi sumbernya manusia berkembang. Mengembangakan manusia itu tidak ada putusnya, berdasarkan Qodrat dan Irodat (sifat 20), lalu menghasilkan kenikmatan (merasakan enak). Keadaan seperti itu tidak berlangsung lama, jadi mati seperti bangkai itu sebentar kalau terus mati itu bukan utusan untuk mengembangkan manusia (umat-Nya). Orang Jawa setiap saat menyebut kata-kata (Kalimat-kalimat jawa) yang terdapat pada Carakan, terbukti setiap berkata pasti memakai kata HA. NA. KA. PA. RA. WA. Jadi orang Jawa setiap hari tidak ketinggalan mengatakan Carakan, setiap kata pasti memakai salah satu dari Carakan tentang berfikir, bertengkar tetap memakai huruf yang 20 / Carakan seperti ini : HA-NA-CA-RA-KA DA-TA-SA-WA-LA PA-DA-JA-YA-NYA MA-GA-BA-THA-NGA.

Rahasia yang tersimpan dicarakan itu tidak akan hilang tetapi tetap laki perempuan semua menyebutkan kata-kata yang ada pada Carakan 20 (jumlah 20 itu sifat Allah).

Keadaan nama Muhammad itu Hakikatnya DAT itu yang mencari orang yang sudah mempunyai ilmu atau orang yang sudah mengetahui rahasia hidup, artinya begini : apa saja yang yang tertulis dikitab-kitab suci (Al-Qur’an, Injil, Jabur dll) pasti bisa dicari, dipelajari, diteliti karena kitab itu untuk orang-orang yang hidup. Jadi artinya pendapat itu sangat sulit, susah sekali. Rahasia isi kitab Qur’an dan kitab-kitab lainnya bisa diketahui oleh orang yang berilmu. kita ulang lagi tentang kalimat Carakan, semua itu kalau bukan orang kaya ilmu tidak bisa mencari (meneliti). Kalimat Sahadat untuk agama Islam itu sebenarnya kalimat yang tidak abadi, oleh karena menurut umum orang-orang kalau menyebut kalimat Sahadat itu hanya bertepatan pesta perkawinan, mengkhitankan (sunat) anaknya, kalau tidak, tidak pernah diucapkan. Kalau kata Carakan tiap menit tiap detik diucapkan selama hidup, maka untuk menjadi utusan lalu memiliki sifat Muhammmad atau menjadi penanam, penangkar, mengadakan, membuktikan adanya utusan-utusan itu abadi, dan kalau perlu harus di ingatkan;

1. Kalimat Sahadat, rukun Islam itu saksi adanya Dat Allah, walaupun tidak dipanggil, di bicarakan, dipikir-pikir dan lain-lain. Dat tetap adanya dan berubah-ubah dan sifat Muhammad itu tetap ada dan pasti ujud (bentuk nyata), tetapi jika masih hidup bergerak-gerak. Jadi yang memngucap dan menyaksikan itu orang hidup.

2. Carakan itu rahasia, sulit, artinya rahasianya yang mengatakan; ada Muhammad, ada ujud sifat 20. adanya abadinya Dat (Allah) tetap tarik menarik dan setiap hari kita merasakan, kita buktikan tetap bergerak (makarti – Jawa), tidak mati, masih bisa berberbicara dan melanjutkan dua-duanya yang tersebut diatas tadi saling bantu membantu, satu diantara dua bersatu (Widhatul Wujud), Esa, artinya tidak ada, dua tetapi satu (menyatu-At’tauhid).

Rahasia yang terdapat di Carakan, sebuah buku karangan seorang Mangku negaran, diterangkan begini :

1. Hananira Sejatine Wahananing Hyang,
2. Nadyan ora kasat-kasat pasti ana,
3. Careming Hyang yekti tan ceta wineca,
4. Rasakena rakete lan angganira,
5. Kawruhana ywa kongsi kurang weweka,
6. Dadi sasar yen sira nora waspada,
7. Tamatna prahaning Hyang sung sasmita,
8. Sasmitane kang kongsi bisa karasa,
9. Waspadakna wewadi kang sira gawa (sipat Rasul / Muhammad),
10. Lalekna yen sira tumekeng lalis (sekarat) (5),
11. Pati sasar tan wun manggya papa,
12. Dasar beda lan kang wus kalis ing goda; (Islam / Ma’rifat),
13. Jangkane mung jenak jenjeming jiwarja,
14. Yitnanana liyep luyuting pralaya (angracuta yen pinuju sekarat ),
15. Nyata sonya nyenyet labeting kadonyan,
16. Madyeng ngalam paruntunan (?) aywa samar,
17. Gayuhane tanalijan (tan ana lijan) mung sarwa arga,
18. Bali Murba Misesa ing njero-njaba (Widhatulwujud, Esa, Suwiji),
19. Tukulane wida darja tebah nista,
20. Ngarah-arah ing reh mardi-mardiningrat.

Artinya :

1. Asalmu karena kehendak Allah,
2. Walaupun tidak nampak tetapi ada,
3. Allah yang Kuasa tidak bisa ditebak (dinyatakan),
4. Rasakan dalam tubuhmu,
5. Ketahui sampai kurang waspada,
6. Jadi salah kalau kurang waspada,
7. Nyatakan Allah memberi petunjuk,
8. Petunjuk sampai bisa merasakan,
9. Waspadalah rahasia yang kau bawa (sifat Rasul/Muhammad),
10. Lupakan sampai sekaratil maut (menjelang ajal/koma),
11. Mati yang salah menjadi susah,
12. Dan beda bagi yang tidak tergoda (Islam/Mari’fat),
13. Tujuannya hanya tentram jiwanya,
14. At’tauhid atau khusyuk waktu sekaratil maut,
15. Ternyata sepi (hilang) sifat dunia,
16. Dalam alam barzah ternyata samar (gaib),
17. Tujuan tidak lain hanya satu,
18. Pulang menguasai Lahir Batin (Esa),
19. Tumbuhnya benih menjauhkan aniaya,
20. Hati-hati manuju jalan kedunia.

Bersambung…………………….

Sumber buku Wedaran Wirid I, Ki R.S. Yoedi Parto Yoewono. Surabaja : Djojobojo, 1962-64.
—————————
Alang Alang Kumitir

About these ads

54 Comments

  1. jefri

    tauhid kataku ,kata allah belum.iya kataku enggak kata allah.

  2. jefri

    tauhid tauhid.semua tergantung pada guru pembimbing atau pelatih spiritual yang bener dan amanah dari Allah.ciri cirinya banyak dan tidak menyeleneh,tujuanya ibadah n hidup karena izin n ridho Allah .bnyk guru yang tidak mau ilmu nya di saingin murid padahal hal hakekatnya ilmu dunia n akhirat yang punya allah.hati n kemurnian pengamalan jadi sedetik aja jadi syirik .kalo anda kebingungan belajar agama tauhid .hati hati ..konon dilangkat banyak aliran menuju takwa di langkat .alhamdulillah saya temukan hamba allah yang mengajar sangat sederhana tanpa pamrih dan terpercaya.

  3. Assalamualaikum kang kumitir..

    matur nembah nuwun mugi2 forum meniko dadoso seduluran kang saget nambahi ilmu lan nambahi iman dateng Gusti ALLOH.mbok bilih kerso kawulo usul mbok bilih komenipun kyai sebrang lor empun mboten usah di dawak2ke.Maju terus Kang Kumitir…kawulo rantos tulisan2 kang anyar..

    mbok bilih lepat nyuwun ngapunten..

  4. Bayeim rine, ayem atine/ku. mhn ijin untuk koleks, mtr suwun

  5. sigit

    selamat malam semua.
    dari komentar yang saya baca di atas, lebih baik kita tidak usah saling menyalahkan, menggurui, mencela dll, kita hidup di dunia ini untuk saling berbagi. saya hanya orang kecil yang ingin belajar ilmu jawa (kejawen) tanpa menghilangkan agama yang saya anut, karna saya merasa ilmu itu (kejawen) sekarang sudah berangsur hilang.
    jadi kalo ada perbedaan pendapat, sebaiknya di forumkan di cari bagaimana baiknya, jangan salung menghujat. toh pada akhirnya kita yang akan rugi.
    kalo ada kata2 saya yang salah, mohon maaf.
    “buat mas alang kumitir, makasih untuk artikel yang telah anda tulis, semoga sll sukses, lanjutkan tulisan anda”. “‘SEBAGAI ORANG JAWA, JANGAN SAMPAI KEHILANGAN JAWA-NYA'”

  6. bengawan.candhu

    asswrwb…..
    @kyai seberang lor……kyai…nyuwun sih agunging samudra pangaksami,mbok bilih mangkeh wonten klenta klentunipun atur…..amargi kawulo ingkang taksih lare alit lan bocah bade urun rembug…..
    ki,klo mnrt hemat sy pribadi…kebenaran mutlak&hakiki diatas dunia ini tdk ada kecuali kitabullah….alngkah baeknya adanya forum ini jadikan u/mnambah perbendaharaan ilmu&kawaskitan….bs mnambah wawasan&paseduluran…kiranya tdk prl mngedepankn siapa yg paling benar…siapa yg paling pintar…siapa yg paling mateng…bhkn mperebutkn siapa yg paling sepuh…yg ada dlm forum ini klo mmg krg lengkap ya dlengkapi…krg bagus ya diperindah….krg layak ya dbangun spy layak u/dnikmati&layak u/dibagi2 dtengah poro sedulur…..kedepankanlah paseduluran&kedepankan slg percaya…saling menghormati…..inikan ilmu pemahaman dr para sesepuh dr berbagai sudut pandang&berbagai perjalan hidup jg perjalanan spiritual msg2 yg tdk sama&bhkn tahapan perjalanan tsbt sama skl tdk sama&beda…klo artikel&postingan ini smkn byk..smkn dalam..smkn luas&smkn lengkap…alangkah smkn indahnya…itulah indahnya KEDEWASAAN&KASEPUHAN SEJATI…bs dnikmati smua org…tdk hnya krn mrasa bhw diri kt mrasa LEBIH TAU….toh,diatas langit masih ada langit….kt ini siapa to??la wong dtitipi sdikit amanah sj kt mrasa sdh layak menghakimi…..lbh baek kdepankn slg percaya slg menghormati…..salam hormat…salam takzim…salam paseduluran saking kawulo ingkang taksih bocah……nuwun…..

  7. dead man

    @gareng,,,,,, maksud anda, klo anda mendukung si kiayi seberang lor???

  8. wong netral

    ass.. nyuwun perso dateng sedoyo mawon ingkang wonten forum. saya ditanya sama temen saya tentang perjalanan kanjeng nabi waktu isro miroj. dia bertanya kanjeng nabi waktu naik kelagit tujuh dan menghadap allah itu dengan seluruh tubuhnya ato ruhnya saja..? sakderengipun matur nuwun wass..

  9. iwan

    saya belum banyak mengerti tentang ilmu hakikat tapi menurut saya semua manusia adlah utusan.. bagaimana bisa mengemban tugas sehingga dengan baik

  10. mas gareng

    ass WENIG PANCEN WENING ,TANGGAP SASMITO… salam Gareng

  11. mas gareng

    ass dead man,wadoh…sabar dulu.Tiak ada seorang Kiyai atau guru yg mengatakan dirinya itu kiyai atau guru.Tiada orang jelek atau cakep hanya orang lain yg menilai.itu adalah sifat ujub/takabur/sombong. ada pepatah mengatakan; KALAU ORANG BEDAKAN PASTINYA DI MUKA BUKAN DI PANTAT.oke…he…Lanjut terus kang kumitir …wss

  12. dead man

    @naruto one,,,,,,,thanks dukungannya.
    @ si kiayi seberrang lor katanya kiayi tapi kok sifatnya masih anak2 toh. klo anda ingin berbuat jahat sama mas kumitir se2puh saya harus berhadapan dengan saya dulu,,,,,, mau dialam gaib apa dialam nyata,,,,!!! janganlah sombong,,,,,,, smua hanya kembali kpd gusti Allah swt.

  13. wong netral

    ass.. sing ngerti durung tentu mangerteni sing mangerteni durung tentu biso nglakoni wss…. l

  14. ane dukung ente @dead man, 2 kyai seberang lor….kita di sni cuma berbagi ilmu yang cuma setetes..dari masing-masing yang punya????kalau anda merasa bisa ya lengkapi yang kurang bisa. gitu azaaa kok repot…… ga perlu komentar miring masukan dihati yang baik dibuang kekali yang tidak baik. jangan cuma bisa cari masalah..lah..lah. terus kan mas kumitir jangan dengarkan suara sumbang,ane dukung…

  15. dead man

    @kyai seberang lor,,,,,, klo anda bermasalah sama mas kumitir!!! anda harus hadapi saya dulu,,,,,,,jngan seenaknya pandang enteng orang,,,,,,

  16. wong netral

    sumonggo kerso gusti

  17. Budiana

    menafsirkan ide(gagasan mutlak) melalui kata-kata (bahasa Indonesia) yang miskin(leksikografnya terbatas) akan menimbulkan intitas,kesan dan persepsi yang berbeda dari tiap pembaca. selamat berjuang mas kumitir.

  18. yudha aditya

    saya suka dan ingin tau lebih tentang SAHADAT dan HANACARAKA,sekilas memang membingungkan.tp klo bs mencermati dan menghayati isi dan tujuanya,baru terasa…. ……….

  19. assalamu’alaikum.wr.wb
    melihat semua komentar di atas ..saya jd prihatin…yang lelas saya tidak membela siapapun…dan saya juga malas membaca segala hal yg sifatnya ber tentangan….
    dan saya mohon maaf sebelumnya..saya menganggap mas alang-alang kumitir dan mas Kyai sebrang lor biar pada ingat semua dan tidak saling berdebat…
    tolong dijelaskan makna lafal dan huruf dari بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ kepada saya….
    matur nuwun sak derengipun….
    rahayu..
    wasallam.

  20. Assalamualaikum wr.wb
    Terima kasih kang..untuk tulisan2nya semaoga manfaat bagi orang2 yang bingung…dan dapat sebagai rambu2 bagi orang2 pencari…???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: