alangalangkumitir

Javanese Manuscripts

RESEP HERBAL KLINIK DHANDHANGGULO


SEKAPUR SIRIH

Puji sukur kami sampaikan kehadirat Allah SWT yang telah berkenan memberikan taufik dan hidayahnya, serta kesempatan sehingga kami mampu menyusun buku sederhana ini.

Artikel ini kami susun untuk dipakai sebagai pedoman pengobatan tradisional bagi siapa saja yang membutuhkannya. Kami berharap meski sederhana dan masih banyak kekurangan, tidak mengurangi arti dan makna diterbitkannya artikel ini.

Kami sampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam Klinik Herbal “Dandhanggula”. Klinik ini didirikan murni untuk kegiatan sosial kemanusiaan yang bersifat terbuka untuk siapa saja tanpa memandang suku, bangsa, ras, maupun agama. Klinik ini juga sebagai wahana belajar dan pengobatan pasien dengan semboyan “NAMBAH SEDULURAN SARONO JAMU”.

Bagi pembaca yang ingin mengetahui secara lebih jauh tentang klinik dan pengobatan herbal silahkan datang ke Klinik Herbal Dandhanggula dengan alamat : Jln. Mbah Soleh 103, Desa Prasung, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo.

Terima kasih dan salam seduluran sarono Jamu.

Pimpinan Dandhanggula
Ki Camat Krian.

@@k

RESEP HELBAL KLINIK DHANDHANGGULO

DIABET

Bahan Ramuan :
21 lembar Daun Dandanggula.
3 buah Jagung dan kulitnya.
3 buah Wortel.
3 lembar Daun Dewa.

Cara Meracik :
– Direbus dengan 3 liter air dijadikan 1½  liter.
– Dibuat 1 kali dala 1 Minggu.

Aturan Minum  :
Pagi jam 9
Sore menjelang Maghrib.
Malam menjelang tidur.

Apabila :
a.  Mengalami Diare (mencret) diharuskan minum air hangat di tambah dengan gula tapi jangan langsung tidur minimal 1 jam.

b.  Mengalami luka diharuskan makam tape singkong secukupnya 1 hari 2 kali dan ditempel ke bagian yang luka.

Kalau menanak nasi ditambahkan 2 lembar daun pandan dan nasi ditaruh diwakul  banbu serta ditutup dengan daun pisang.

c.  Bila sudah terkena suntika insulin :

10 daun dandanggulo.
3 buah jagung.
3 empu temu lawak.

Cara Meracik :
Direbus dengan 3 liter air dijadikan 1 liter.

Aturan Minum :
Diminum 1 hari 2 kali pada waktu istirahat Siang dan Malam.

Konsumsi tambahan :
1. buah pepaya.
2. buah anggur hitam.
3. pisang kepok.

DIABET KOMPLIKASI

Bahan Ramuan :
1 ikat akar alang-alang.
21 lembar daun dandanggulo.
17 lembar daun cocor bebek.
3 lembar daun dewa.
12 biji kapulogo.
3 buah sawo mentah.
3 siung bawang putih lanang.
1 genggam jenggot jagung.
1 biji temu lawak sebesar telur ayam.

Cara Meracik :
– Direbus dengan 3 liter air dijadikan 1 liter.
– Dibuat 1 kali dalam 1Minggu.

Aturan Minum :
jam 7 pagi setelah sarapan.
jam 5 sore.
malam menjelang tidur.

DARAH TINGGI

Bahan Ramuan : 

 

1 ikat akar alang-alang.
11 pohon meniran.
3 buah sawo mentah.
7 lembar daun jambu klutuk / isi.
1 dompol temu lawak.

Cara Meracik :
– Direbus denga 3 liter air dijadikan 1 liter.
– Dibuat 2 kali dalam  1 Minggu.

Aturan Minum :
Diminum 3 kali sehari sesudah makan.

GATAL-GATAL / HERPES

Bahan Ramuan :
17 buah bunga kenanga.
7 lembar daun cocor bebek.
1 butir belerang sebesar biji jagung.

Cara Meracik :
– Direbus / diulek.
– Tambahkan ½ gelas agua kemudian disaring.
– Tambahkan pula 2 sendok madu, tunggu 5 menit baru diminum.
– Dibuat 3 kali dalam 1 Minggu.

Aturan Minum :
Diminum 2 kali sehari, sebelum tidur.

ASAM URAT / KOLESTEROL

Bahan Ramuan :
1 ikat akar alang-alang.
11 pohon meniran.
1 sendok pulo waras.

Cara Meracik :
– Direbus dengan 3 liter air dijadikan 1 liter.
– Dibuat 1 kali dalam 1 Minggu.Aturan Minum :
Sewaktu meminum tambahkan 2 sendok madu.
Diminum 3 kali sehari.

KEGEMUKAN / OBESITAS

Bahan Ramuan :
2 ikat akar alang-alang.
1 genggam teh.

Cara Meracik :
Direbus dengan 4 liter air dijadikan 2 liter.

Aturan Minum :
Diminum menjelang tidur.

Pantangan :
Kurangi minum es.

V E R T I G O

Bahan Ramuan :
2 ikat akar alang-alang.
7 pohon meniran.
3 butir bawang putih lanang.
5 biji cengkeh.
1 dompol kunir muda.
1 dompol kencur.
3 buah sawo mentah.

Cara Meracik :
– Direbus dengan 3 liter air dijadikan 1 liter.
– Dibuat 2 kali dalam 1 Minggu.

Aturan Minum :
Diminum 2 kali sehari.

POLIP / ALERGI DEBU

Bahan Ramuan :
7 lembar dau selada
3 pupus daun kates / pepaya gantung.

Cara Meracik :
Daun selada dibiarkan mentah.
Pupus daun katen gantung direbus sampai lunak.
Dikonsumsi pagi, sore dan malam selama 1 minggu.

S T R U K

Bahan Ramuan :
3 ikat akar alang-alang.
7 lembar daun apukat.
7 lembar daun sirih temu rose.
7 lembar daun jambu klutuk / isi.
3 buah sawo mentah.
3 dompol kencur.
3 pohon meniran.

Cara Meracik :
– Direbus dengan 3 liter air dijadikan 1 liter.
– Dibuat 2 kali dalam 1 Minggu.

Aturan Minum :
Diminum pagi, siang dang malam.

Tambahan :
7 daun selada mentah dikonsumsi setiap makan.

MAAG / ASAM LAMBUNG

Bahan Ramuan :
1 ikat akar alang-lang.
1 sendok adas.
1 dompol temu lawak.
1 dompol kunir.
1 gula aren.

Cara Meracik :
Direbus dengan 3 liter air dijadikan 1½ liter.

Aturan Minum :
Diminum setiap jam 4 sore dan jam 4 pagi (waktu subuh).
1 minggu 3 kali.

Untuk pengonsumsi alkohol tinggi :
3 buah pisang kapok merah.
1 botol 7-UP 3 kali sehari selama 1 minggu.

Pantangan :
Selama proses pengobatan dilarang makan bakso.
Kurangi minum paitan.

Tambahan :
Biasakan mengkonsumsi rambak kulit kambing

MAAG AKUT

Bahan Ramuan :
– Singkong.
– Garam secukupnya.
– Madu secukupnya.

Cara Meracik :
Singkong dibakar, lalu setelah masak dibelah, lalu taburi garam dan madu secukupnya, lalu tutup kembali dan setelah itu di panggang. Dan setelah dirasa sudah meresap lalu diangkat dan siap untuk dimakan.

A M B I E N

Bahan Ramuan :
12 lembar daun cocor bebek.
7 lembar daun sirih.
1 batang lidah buaya diambil dalamnya saja.
2 sendok madu.

Cara Meracik :
– Digerus dan setelah itu disaring lalu ditambahkan air hangat.
– Dibuat 4 kali dalam 1 Minggu.

Aturam Minum :
Diminum pada malam hari 1 kali sehari.

D I P T E R I

Bahan Ramuan :
12 lembar daun cocor bebek.
3 lembar daun sirih temu rose.

Cara Meracik :
– Digerus lalu Tambahkan ½ gelas air aqua.
– Dibuat 4 kali dalam 1 Minggu.

Aturan Minum :
– Sebelum diminum tambahkan 2 sendok madu.
– Diminum 2 kali sehari.

MATA MIN

Bahan Ramuan :
5 buah wortel.
1 buah apel manalagi.
1 dompol kunir muda.
1 buah jeruk nipis diperas.

Cara Meracik :
Dibuat jus.

Aturan Minum :
Diminum 1 hari 2 kali
1 minggu 3 kali

GONDOK DAN AMANDEL

Bahan Ramuan :
1 biji jahe.
2 sendok madu.
1 butir garam sebesar jagung.

Cara Meracik :
– Digerus / diulek.
– Dibuat 4 kali dalam 1 Minggu.

Aturan Minum :
Diminum 2 kali sehari.

Tambahan  :
Untuk penyakit amandel tambahkan 1 biji kunir.

E N C O K

Bahan Ramuan :
1 ikat akar alang-alang.
1 genggam kumis kucing.
1 buah temu lawak sebesar telur.

Cara Meracik :
– Direbus dengan 3 liter air dijadika 1 liter,
– Dibuat 3 kali dalam 1 Minggu.

Aturan Minum  :
Diminum sebelum tidur, 2 kali sehari.

R H E M A T I K

Bahan Ramuan :
1 ikat akar alang-alang.
1 dompol jahe.
1 dompol kencur.
1 genggam kumis kucing.
1 genggam keci beling.
1 empu temu lawak.

Cara Meracik :
– Direbus dengan 3 liter air dijadikan 1½ liter.
– Dibuat 1 kali dalam 1 Minggu.

Aturan Minum  :
Diminum 2 kali sehari
– jam 9 pagi, dan jam 9 malam.

INFEKSI PARU-PARU / SESAK NAPAS

Bahan Ramuan :
1 ikat akar alang-alang.
12 biji kapulogo.
1 empu kunir putih.
1 bungkil suket teki (empole).
2 sendok adas – untuk badan yang kekar / 1 sedok adas untuk badan yang kurus.
12 daun cocor bebek.

Cara Meracik :
Direbus dengan 3 liter air dijadikan 1 liter.

Aturan Minum  :
– pagi setelah bangun tidur.
– sore menjelang maghrib.
– malam sebelum tidur .

Untuk Penanganan Darurat  :
12 lembar daun cocor bebek.
1 batang lidah buaya.

Cara Meracik :
Di jus dengan air mentah (aqua).

Bila kambuh (kumat), segera ambil air hangat dan garam lalu celupkan handuk kedalam air tersebut lalu tempelkan pada punggung penderita.

T H Y P U S

A.  Versi Mentahan :
Bahan Ramuan :
12 lembar daun cocor bebek.
7 lembar daun selada.
1 batang lidah buaya diambil tengahnya.
2 sendok madu.

Cara Meracik :
– Digerus lalu tambahkan 1 gelas aqua lalu disaring.
– Dibuat 4 kali dalam 1 Minggu.

Aturan Minum  :
Diminum sehari 2 kali.

B.  Versi Godokan (direbus) :
Bahan Ramuan :

17 lembar daun cocor bebek.
1 batang lidah buaya dengan kulitnya.
1 dompol kunir muda.
5 lembar daun sirih temu rose.
2 gula aren (dimasukkan 15 menit sebelum jamu diangkat).

Cara Meracik :
– Direbus dengan 3 liter air dijadikan 1 liter.
– Dibuat 3 kali dalam 1 Minggu.

Aturan Minum  :
Pagi jam 9, sore jam 3 dan malam jam 9 sesudah makan.

C.  Versi Hewan :

Bahan Ramuan :
5 ekor cacing tanah keluarkan tanahnya.
7 lembar daun cocok bebek.
3 lembar daun sirih.
½ buah jeruk nipis.
1 dompol kunir muda.

Cara Meracik :
Digerus lalu tambahkan air hangat agak panas 1 gelas lalu disaring, dan sebelum diminum tambahkan 1 sendok madu.

Aturan Minum :
Diminum 1 kali 1Minggu.

Tambahan  :
Bila susah buang air besar makan pisang.

S T E P

A.  Versi Godokan (direbus) :

Bahan Ramuan :
2 ikat akar alang-alang.
1 dompol kunir muda.
1 buah temu ireng sebesar 2 jari yang masih muda.
2 gula aren (dimasukkan 15 menit sebelum jamu diangkat).

Cara Meracik :
– Direbus dengan 1 liter air dijadikan ½ liter.
– Dibuat 4 kali dalam 1 Minggu.

Aturan Minum :
Diminum 2 kali sehari, pagi seduah makan dan malam sebelum tidur.

B.  Versi Buah :

Bahan Ramuan dan Cara Meracik :
1 buah kelapa hijau yang masih muda di kupas (dibuka) atasnya lalu masukan 2 sendok madu dan perasan kunir yang masih muda. Tunggu 15 menit baru diminum.

Aturan Minum :
Diminum selagi masih hangat.

Larangan  :
Selama dalam penanganan pengobatan si anak dilarang makan HONGKUE.

C.  Penanganan STEP waktu darurat
Lepaskan semua pakaian dan tidurkan dilantai lalu siram dengan air dingin.

D.  Penanganan Dengan Pijat
Pijat telapak kaki bagian tengah dengan minyak tawon atau minyak angina selama 10 menit.

E P I L E P S I

Terapi dengan air dingin dan air hangat :
– siapkan 1 ember air hangat maksimal 15 liter.
– siapkan 1 ember air dingin (es).

Cara  :
– Dibuat mandi yang hangat dulu baru kemudian yang dingin – jangan sampai ada tengangnya.
– Di lakukan diwaktu pagi, sedangkan pada waktu sore pada jam 3.

HERNIA + GINJAL + PROSTAT

Bahan Ramuan :
1 ikat akar alang-alang.
3 buah lobak.
5 lembar daun puring.
15 biji kapulogo.
1 buah temu lawak sebesar telur.
1 genggam daun kumis kucing.
1 genggam daun keci beling / pecut kuda.
1 sendok pulo waras.

Cara Meracik :
– Direbus dengan 3 liter air dijadikan 1 liter.
– Dibuat 2 kalai dalam 1 Minggu.

Aturan Minum  :
Diminum 1 hari 2 kali.

HERNIA PLUS TAMBAH STAMINA PRIA

Bahan Ramuan :
1 ikat akar alang-alang.
1 genggam daun kumis kucing.
1 genggam daun keci beling.
1 buah lobak.
1 sendok adas.
2 sendok pulo waras.
3 buah empu temu lawak.
3 buah empu kunir.
3 butir telur ½ matang (diminum sebelum minum jamu).

Cara Meracik :
– Direbus dengan 3 liter air dijadikan ½ liter.
– Dibuat 3 kali dalam 1 Minggu.

Auran Minum  :
Diminum 2 kali sehari.

KEPUTIHAN

Bahan Ramuan :
3 biji bunga mawar merah.
21 biji bunga kenanga hijau.
12 biji bunga melati.

Cara Mecarik :
– Direbus dengan 1½  liter air dijadikan ½ liter.
– Dibuat 1 kali dalam 1 Minggu.

Aturan Minum :
– Yang paling bagus diminum setelah “MENSTRUASI”.
– Diminum 2 kali sehari, pada waktu istirahat siang dan malam menjelang tidur.

Penanganan Darurat  :
Diminum 1 minggu 3 kali pada saat menjelang tidur.

KANKER PAYUDARA

Bahan Ramuan :
1 genggam benalu teh.
13 biji bunga kenanga hijau.
11 biji bunga melati yang belum mekar.

Cara Meracik :
Direbus dengan 3 liter air dijadikan 1½ liter, direbus mengunakan kemaron.

Aturan Minum :
– Pagi jam 9, sore menjelang maghrib dan malam menjelang tidur.
– Sebelum diminum tambahkan 2 sendok madu pada saat pagi dan malam.

TBC / PARU-PARU

Bahan Ramuan :
2 ikat akar alang-alang.
1 buah empu kunir putih.
12 lembar daun cocor bebek.
1 sendok jinten ireng.
1 genggam krorot jangkrik.

Cara Meracik :
Direbus dengan 3 liter air dijadikan 1 liter.

Aturan Minum  :
Pagi jam 9, sore jam 3 dan malam menjelang tidur.

Untuk Bobok/di oleskan :
1 sendok minyak wijen.
1 sendok minyak tawon.
1 sendok perasan jahe.

Larangan  :
Jangan makan ikan laut dan makanan yang mengandung santan.

PARU-PARU BOCOR

A.  Versi Godokan (direbus) :
Bahan Ramuan :
1 ikat akar alang-alang.
3 buah empu kunir putih.
2 buah empu kunir.
12 biji mrica bolong.
21 lembar daun cocor bebek.
5 biji bunga suko warna kuning / merah 7 biji.
9 buah bawang putih lanang.
– Kayu manis secukupnya.
– Gula batu sebesar telur dimasukan 10 menit sebelum jamu di angkat.

Cara Meracik :
Direbus dengan 3 liter air dijadikan ½ liter.

Aturan Minum :
Diminum sebelum tidur.

B.  Versi Mentahan :
Bahan Ramuan :
14 lembar daun cocor bebek.
½ batang lidah buaya.
½ bonggel pisang kepok sebesar telur angsa.
4 sendok madu.

Cara Meracik :
Digerus dan tambahkan 1 gelas air aqua lalu disaring.

Aturan Minum :
1 hari 2 kali.

KELENJAR GETAH BENING

Versi I

Bahan Ramuan :
7 batang tapak dara beserta bunganya.
44 lembar daun sirih temu rose.
1 sendok pulo waras.

Cara Meracik :
– Direbus dengan 3 liter air dijadikan 2 liter (harus memakai kendil).
– Dibuat 2 kali dalam 1 Minggu.

Aturan Minum  :
1 hari 2 kali.

Versi II

Bahan Ramuan :
3 genggam benalu teh.
3 buah empu kunir putih.
1 sendok adas.
1 sendok pulo waras.

Cara Meracik :
– Direbus dengan 3 liter air dijadikan 1 liter.
– Dibuat 1 kali dala 1 bulan.

Aturan Minum  :
Diminum 1 kali sehari.

K I S T A

Bahan Ramuan :
1 genggam benalu teh.
5 biji Bunga Kenangan Hijau.
1 dompol kunir muda.
1 dompol kencur.
3 buah Jambe muda.
5 lembar daun sirih temu rose.

Cara meracik :
– Direbus dengan 3 liter air dijadikan 1½ liter.
– Dibuat 3 kali dalam 1 Minggu.

Aturan Minum :
Diminum 2 kali sehari, pagi jam 9 dan malam menjelang tidur.

STRUK + JANTUNG + DIABET + SEMBELIT TAPI DIARE +
BENGKAK + SUSAH TIDUR.

Bahan Ramuan :
2 ikat akar alang-alang.
17 lembar daun sirih temurose.
12 buah jambu klutuk.
7 lembar daur apukat.
5 buah sawo mentah.
½ sendok mrica.
1 dompol kencur.
1 dompol jahe.
7 biji cengkeh.
7 buah bawang putih lanang.
7 buah bawang merah.
1 dompol kunir.
1 dompol temu lawak.
1 akar lamtoro dan daunnya.

Cara meracik :
– Direbus dengan 4 liter air dijadikan 2 liter.
– Dibuat 2 kali dalam 1 Minggu.

Aturan Minum :
Diminum 3 kali sehari, pagi, siang dan malam menjelang tidur.

MENGATASI THYPUS DI SERTAI
KEBOCORAN GAS TRITIS

Bahan Ramuan :
1 mangkok kerang kukur.
1 dompol kunir di iris tipis-tipis.

Cara meracik :
– Masukkan kedalam rantang yang tertutup lalu dikasih air sebanyak ½ liter, kemudian dikukus dan setelah masak diambil lendirnya yang menempel didinding rantang lalu campurkan dengan air aqua dan selanjutnya tambahkan 2 sendok madu, lalu diamkan selama 10 menit baru dapat diminum.
– Dibuat 3 kali dalam 1 Minggu.

Aturan Minum :
Diminum 1 kali sehari.

JANTUNG LEMAH

Bahan Ramuan :
1 iklat akar alang-alang.
5 buah bawang putih lanang.
3 buah bawang merah.
1 dompol kunir.

Cara meracik :
– Direbus dengan 3 liter air dijadikan 1½ liter.
– Dibuat 1 kali dalam 1 Minggu.

Aturan Minum :
Diminum 3 kali sehari.

PENGASAMAN

Bahan Ramuan :
2 iklat akar alang-alang.
1 kunir putih.
3 pohon meniran.
2 genggam jambul jagung.
1 dompol kencur.

Cara meracik :
– Direbus dengan 3 liter air dijadikan 1 liter.
– Dibuat 2 kali dalam 1 Minggu.

Aturan Minum :
Diminum 3 kali sehari.

PENGASAMAN KELENJAR

Bahan Ramuan :
4 iklat akar alang-alang.
2 buah daun sirih.
7 batang tapak dara.

Cara meracik :
– Direbus dengan 3 liter air dijadikan 1 liter.
– Dibuat 1 kali dalam 1 Minggu.

Aturan Minum :
Diminum 2 kali sehari.

HEPATITIS

Bahan Ramuan :
2 ikat akar alang-alang.
1 genggam kumis kucing.
15 biji kapulogo.
2 empu temu lawak.
1 sendok pulo waras.
5 lembar daun dewa.
12 lembar daun cocor bebek.
2 genggam jambul jagung.
1 sendok adas.

Cara meracik :
– Direbus dengan 3 liter air dijadikan ½ liter.
– Dibuat 2 kali dalam 1 Minggu.

Aturan Minum :
Diminum 1 kali sehari.

Pantangan :
– Dilarang minum telur mentah.
– Hindari makan kacang goreng.
– Hindari makan marning (jagung goreng).

PENGASAMAN URAT SYARAF
KARENA REPRODUKSI ASAM LAMBUNG TINGGI

Bahan Ramuan :
3 iklat akar alang-alang.
12 lembar daun sirih temu rose.
2 dompol kencur.
1 batang kayu manis.
2 buah lobak.
3 buah sawo mentah.
3 lembar daun sawo muda.
2 dompol kunir.
1 dompol temu lawak.

Cara meracik :
– Direbus dengan 3 liter air dijadikan 1 liter.
– Dibuat 1 kali dalam 1 Minggu.

Aturan Minum :
Diminum 3 kali sehari.

SUSAH KENCING
(Kencing dengan alat bantu Cut Teter)

Bahan Ramuan :
3 genggam kumis kucing.
1 genggam keci beling.
1 genggam jambul jagung.
2 dompol temu lawak.
3 lembar daun dewa.

Cara meracik :
– Direbus dengan 3 liter air dijadikan 1 liter.
– Dibuat 2 kali dalam 1 Minggu.

Aturan Minum :
Sebaiknya diminum pada saat hendak istirahat 1 kali sehari.

MATI SEPAROH

Bahan Ramuan :
2 iklat akar alang-alang.
11 pohon meniran.
21 lembar daun sirih temu rose.
1 sendok pulo waras.
12 biji mrica.
1 dompol kencur.

Cara meracik :
– Direbus dengan 3 liter air dijadikan 1 liter.
– Dibuat 1 kali dalam 1 Minggu.

Aturan Minum :
Diminum 2 kali sehari.

PARU-PARU LUKA KARENA BAKTERI

Bahan Ramuan :
1 ikat akar alang-alang.
1 genggam kerokot jangkrik.
1 empu kunir putih.
1 sendok adas.
2 biji kembang suko.
17 lembar daun cocor bebek.

Cara meracik :
– Direbus dengan 4 liter air dijadikan 2 liter.
– Dibuat 2 kali dalam 1 Minggu.

Aturan Minum :
Diminum 3 kali sehari.

CATATAN :

DALAM MEMBUAT RAMUAN INI AGAR HASILNYA MAKSIMAL DISARAN DALAM MEREBUS RAMUAN HERBAL INI SEMUANNYA MENGGUNAKAN KENDIL/DANDANG YANG TERBUAT DARI BAHAN TANAH LIAT DAN DILARANG MENGGUNAKAN TEMPAT YANG TERBUAT DARI BAHAN LOGAM MISALNYA : ALUMINIUM, SENG, DLL.

UNTUK RAMUAN HERBAL YANG ADA BENALU TEH, TEMPAT UNTUK MEREBUS DIMOHON JANGAN DIGUNAKAN UNTUK MEREBUS RAMUAN HERBAL LAINNYA (KHUSUS).

@@k

P I T


Prasaja malah kepara kesrakat,

kaya barang slangkrah,

tanpa kapetung aji,

yen ditemu Paijo si tukang rongsok,

kamangka kowe bakoh,

sliramu miguna,

bisa mijeti raga

bisa nggawa wong kampiyun mrana-mrana.

SERAT TUNDHUNG PEDHUT


PAMBUKA

Rahayu Wilujeng.

Nuwun, mugi para Agung Tanah Jawi dipun agung aksamanipun, dumateng kawula ingkang sapun kumalancang kumawani pari peksa lumuwih, amemangun cariyos ingkang gati. Serat Tundhung Pedhut punika sinawung ing sekar macapat anyariosaken babagan dumadining rubeda jalaran manah kataman reribet, dene tujuwaning pangimpun : namung sadermi ngelingaken kemawon lan angleluri kabudayan Jawi supados mboten kasilem ing jaman, boten sanes namun rasa tresnanipun dumateng budaya tilaranipun para leluhur Agung Tanah Jawi, paribasan : “canthing jail dicidhukna banyu segara olehe iya mung sathithik, lowung dene taksih saged nyidhuk, sanadyan namung saisining canthing jail, tinimbang suwung blung” (R.Ng.Ranggawarsita, Serat Wirit Soponoloyo).

Wusananing atur, mugia saged migunani dhumateng para maos ugi sutrisna budaya Jawi, bilih wonten galap gangsuling tembung, para winasis lan sarjanadi kaparenga paring angunging pangaksami.

Nuwun.
Mas Kumitir

SERAT TUNDHUNG PEDHUT

PUPUH I
DHANDHANGGULA

1. Hawa kandamu ing mesem manis, mesu sruning sedya peksa suka, kablureng saking blerenge, lali kelangan laku, padune nggugu nepsu arit, kabut datan kababat, padhang padhing tundhung, punika manungsa lena, linimput tan emut tapak tepunging sir, sirna dadining welas.

2. Telas wis sihing Hyang manusa di, kang kurang sedya suka mong manah, warta den dadosaken nase, candhak supados cundhuk, kirang cagak kagondhol gogik, gajah sak kuntul gengnya, ngajeng gajeg kuntul, nanging ta wulung mbuh ora, angaku gajah tan darbe tlale gadhing, wedhi amalih gula.

3. Jenang gula galihen nastiti, tinata rahsa tanggal ping sapta, tibeng Sawal kang sasine, Rebo Wage witipun, warsanya Jimawal mawa di, ing wengi jam sawelas, mangun ciptaning hyun, kagem pratandha sinengkalan, ‘marganing kang nembah iku terusing sih’, latih amedhar latah.

4. Tlatah badan den muntahken nisthip, sasat susut ngesotken nirnya, nirmala malaning gawe, gaweyaning pangluput, samar margi kalimput padhing, ginubel pedhut padhat, arah aruh tan wruh, kumandel ngandelaken was, emut emut luput momot pedhut padhing, nggubel dados rubeda.

5. Pundi wismanipun swanten gendhing, sinten kang pantes amireng nglaras, sumangga paduka suksmeng, mbuh leres ya mbuh luput, kawula saderma ngengeti, mring awu tan awonnya, sak bangsa sak luhur, ngelingaken saderminya, amarga sadaya sampun dicukupi, Allah Maha Kuwasa.

6. Wawadi manawi mawi sandi, sandhing sandhung sendhu bendhu sida, cepak copot budi cupet, punika ingkang kaliru, balero balilu panampi, kasusu kaseselan, selak mambu mumbul, kaki nini mbok hayo ta, mipik mapag mupuk mupakating ngati, ngati ati waspada.

7. Waspada ingkang kados punapi, awas sakaliring pasemonan, tresna sapada padane, mawas pamuwus damu, selamet botena niwasi, pandhu tan padu padha, uncalna was wasmu, den padha dados santosa, lawas-lawas sasat datan padha sudi, sida sadu suda.

8. Sasedyaning reh kang wus rumakit, rumaket saking saking talining tekad, kababar jembar layare, cagak kayu kayunghyun, eneng ening tibaning padhing, niyat kuwating barat, barat kang mung sarju, tuju tujuwaning palwa, lumaku telenging samodra bayani, coba cepaking ombak.

9. Mila kedah waspada lan eling, enget bangsaning rahsa kelingan, tayar buyar kalingane, nahkoda awas semu, gondhelan gondhal gandhul eling, setir kuwat santosa, coba manggon laku, hamung tetep mantep minta, sihing Gusti Murbeng Jagad sahir kabir, beda kandhaning kongkang.

10. Thethet theyot theblung muna muni, brangkele karepe dhewe polah, kungkum toya imbon jare, supe asale kawruh, wujud gula kasebut wedhi, muwus wulung bul pethak, suka saking luput, sipat rusak ngajak ajak, dhuh kaki nini den waspada lan eling, urip nora gampang.

11. Pang epanging wreksa urip okih, tingalen wit jatining manungsa, owalah ongel gawate, puniku kedhung ngelmu, takokna ingkang ahli swargi, golekana jro sastra, purwa kuna luhung, angluluri adat budya, anjaga jejeging jagad agung lan lit, dados satriya tama.

12. Utamane temen tinemu wi, wiwita mangun kung ambeg sedya, suda dhahar nendra wuse, ujar kajaring jeru, jajar Ajar ajur ajeri, jujur jejering mojar, aja udan idu, yen tan wikan arahing byat, katona poh cubluk simpenen sing wasis, wadhag dados sarana.

13. Ngupaya dayaning niyat yekti, ngayahi gayunge panggayuhan, kaya kaya kawayangke, jeneng jenang nggih lembut, asma simo bubukti daging, den obahken dhalangnya, nanging kala laku, kalimput kabut lan padhat, surem surem remeng mangku morat marit, wayang tan weruh dhalang.

14. Samar samar semu amanglingi, kalingling anglingipun walikan, wayang glenyengan katone, gandhang kumandhang kadhung, walangan lengan lingak lingik, ngakak ambiyak layak, goyang gonyak ganyuk, ting panthalit karanjingan, anggugu gegering gogor nggagar regi, gumrenggeng garundelan.

15. Kocap katonton lakon jempalit, pepali kagingsir pepulutnya, permadi nyuli limbuk, tepuk tepuk tapa tinampik, de gawat aywa was was, lamun ana kabut, dhalang kebat kebut kipat, kipatanipun amepeg hawa wiwit, kendhali dhiri mangga.

16. Manggen minggah mahom pahoman di, sigeg gantos cariyos tetela, kala bumi geng bentere, mbranang mawinga kolu, siti brekah tirtanya lari, muluk dedel ngawiyat, kaboyong lan bayu, kompal kampul sami kempal, giling mogol gulung mega mendhung silih, hreg gugrug gludhug gempal.

17. Gempil gampil sumebar ambyari, ginilutan barat beng sangsaya, muter tarikan derese, jejeg anjojog kebuk, jaja jinujug tan kaot ti, ngeg bumi sumusupan, jawah tansah dhawuh, dhawah anggrojog bantala, surya sasi kasisip tan katingal lir, ratri rata grahana.

18. Hananging nggih wonten malih alih, kalih warni kawarna karana, kapisan surya bentere, hangobahken warih ruh, mangarah ing tawang tinari, kapindhonipun barat, kapanasan mlayu, napasipun nepis toya, warih kagyat minggah panggih sami ganti, mendhung mega kumambang.

PUPUH II
MASKUMAMBANG

1. Tingalana solah bawa hawa kaki, kala sabab buwang, adhem asrep ngarep rupi, panas rahsa peteng rupa.

2. Kawruhana jagad saged reged gedhi, lan kawulanira, bingung pengung amung muring, kendel ngempalaken dosa.

3. Dhedhasaran kala kalah salah puji, cipta seje rupa, gothak gathuk mathuk mathuk methit, prayangane manggen ripta.

4. Golongane jawah salah mangsa dugi, rupa manggen cipta, ginathukan dados pasthi, nami rupa kanyatanan.

5. Kasetanan nami rupi nggagar regi, boten panggih harja, malah panggah pangguh dhemit, utek buntet manah susah.

6. Tan pramana tan pranawa datan titis, galih tan kawawa, ngangge hawa mawa remit, peteng ndhedhet ndudut padhang.

7. Jawah polah bantala tan kesti, jawah wus tan dhawah, ganti rupi pedhut padhit, kandel mendel sesek sesak.

8. Mrayang tanpa kocap gepokaning budi, estining manungsa, suwung blung wong kothong jati, tangeh panggiha raharja.

9. Raharjaning janma rahayuning bumi, cipta manjing rasa, gepok senggol wus nyawiji, mangayubagyaning begja.

10. Tanpa kira agung nugrahaning Gusti, wus pasthi sadaya, janma sapa ingkang nampi, jer basuki mawa bea.

11. Sapandurat rarat tanna amlarati, ngruwat mrih kuwat, sipate ambabat lamis, santer anter rinesepan.

12. Kumawula dalah datan kumawani, wolak walik uwal, kawalane amiwiti, mudhar angkarane mudha.

PUPUH III
SINOM

1. Rerengganing ngati swara, gumarenggeng angebeki, sumrambah angambah ambah, babahane ambabari, rineksa tanna tepi, tepine wus manggen catur, tanpa tuturnya uga, ingaturan Jawata di, ngarah rahsa tumekaning kang sinedya.

2. Cumadhonge taren driya, ya ta sapa sangka dadi, kadadeyan kadadaran, manungsa darbe pamuji, pepujane ngadhili, adhil medal wus kadudul, dilalah oleh begja, awal parentulan wadi, wewudane dadi pepancadan guna.

3. Migunani warna warna, sumebyare kedhung janmi, den prayitna mring pusernya, pilih sawiji wajibing urip, kang peni handayani, hangobahken nama kedhung, tan kintir tanna kalap, kelap kelip kang kumintir, ngupayaha memaniking kedhung jagad.

4. Gegayuhan nanem mulya, panggen panggenaning ngilmi, mikut tata tentrem mulat, tutug trus salami lami, kala jiwangga nganggit, amerbawani katutur, turah sabarang sawab, datan aber tanpa kibir, tetandhaning kang wus manjing kedhung jagad.

5. Sajuga sajagad mulya, lega legawaning ngurip, bebasane bebas rahsa, karahsa telenging ngati, mulur nalare pikir, ambikak kuntha wilantun, padhang jingglang panyawang, bebana awrat sinangga, aywa was was jer kagungan panggayuhan.

6. Eling eling kekidungan, sapa temen tinemu wi, bebanane nggih punika, kuwat mbabat kabut wiwit, okih kedhung sabumi, den waspada sadulur sun, tan katingal sadaya, kasalimur pedhut padhit, nuwuhaken kekembaning kekembengan.

7. Kambu kemba kombe sambat, wegah wigih datan panggih, yen ta amung thekluk theklak, kabut sangsaya anjaring, kapaleye ring jroning, ider ideraning kedhung, kintir ring puserannya, ambyar sipat ngirib irib, kedhung buthek angga lethek gelagepan.

8. Kedhung abang badan mbranang, nanging ta kedhung ingkang pundi, wonten nama kedhung buta, bagya pijer tangeh panggih, senenge semu semir, katon tanpa tata tuntun, tan kinira jiwangga, hawa wuwus gegilani, karahsa jro taksih arum bathang kongkang.

9. Buta butuh betah kerah, kerep kedhung buta kadi, jamak kedhung sesiluman, sumebar samargi margi, pating plenthong tur plenthing, seluman sila selumun, anuwek nuwek jaja, cegat mangsa plilak plilik, jahil muthakil awet besiwit watak.

10. Kedhung baya keh bebaya, boyong bangke bungkuk budi, kedhung sawer sawur wisa, supe sipating bebecik, nggares sing nggegirisi, kedhung gegremetan langkung, ageng agenging kalap, muser seser serik tarik, mas katon wingka wingka katon kencana.

11. Lintah cacing lan kelabang, resrespanan kalajengking, maringis paring geganas, nggeget necep nucup getih, walah sapisan malih, waspadakna sadulur sun, gegondhelaning dalan, rikat reh kakukud rakit, tata titi tuntun temah tutug tapa.

12. Kelem manik kedhung jagad, murba mosik kedhung nguni, kinadohken ingkang perak, kaperaken ingkang tebih, saged tetep ingkang tebih, mara perak sangsaya wur, sami sesanti mangga, anggen genah anggan galih, gegalangan ageng agung kedhung jagad.

13. Kedhung kadhung lumeberan, asrep asri srireh bumi, seger rerem arum mara, rum ruming semu cahya wi, yem ayom mahom bumi, marem bawana tan gunggung, seleh tan salah puja, pepunjinan panjang galih, hawa kadya kanyut gendhing kekahyangan.

14. Sami semi wijining rat, sabar analateni dadi, samubarang tanpa kirang, arang pakareme keri, kareman ulah puji, jumedhul brul namung dumuk, wit mot wohing pepuja, idhum adhem manjing bumi, ati anteng saking hawa bawaning wit.

15. Awit ruwat rawat sawab, doh mala alaning siti, kasengsem samarginira, jejeg jujug tekad dhiri, pinayungan roning wit, buta musna manungsa yu, rahayu saking Allah, betah maratapa singgih, tepa tapa patang tingkah kanepsonan.

16. Kena pisan luput pisan, datan keni minangkani, kadadeyan lan kabegjan, angupaya luwih becik, donyane angawali, akherate mukti nemu, aywa salah dedalan, mangewu ewuan margi, tan kinira tan kanyana melok mata.

17. Kalamatan nikmating mat, memet pamilihing lungit, kadya karemet remeta, pametuning kang pinilih, pawungkule makarti, supadya begja sadarum, mukti salaku mulya, mulyane akemul kamil, pramilanya gegayuhan borong manah.

18. Lelaku samarga marga, marginipun warni warni, gonjang ganjing ogil ogal, lumaku lemek ukara , mathentheng anjemparing, tan anolih anamung hru, amawas singacapa, ngalemprek lemprek lan nganti, kadya tanceping waos ing pakulitan.

19. Dhiri pinisakit nyata, ya ta gung apura ngriki, wekasan luhuring raga, reh katata seleh silih, amrih beciking akhir, kira kirane sinamur, kasalimur sadaya, dayanipun daya ngeli, dedokohan tresna marang sapepadan.

20. Pada pada tetulisan, kapranan araga Jawi, winarneng pinantes sekar, arum rasa arum ganda, dhuh ganthilaning ati, tetep guyub tetep rukun, kumandel ahlul swarga, tansah setya among gati, gumatine madukara lan gendhiswara.

@@K.2010

%d bloggers like this: