TUKAR PENDAPAT
“Mulat Sarira Tansah Eling lan Waspada”
| Ayemmo di GOLEKO PANGALAMAN | |
| Sukisno boiler di GOLEKO PANGALAMAN | |
| gareng suwi di UNTUK YANG TERKASIH | |
| donk di JAMUS KALIMO SODO | |
| sansan di AJARAN DAN PEMIKIRAN SYEKH SIT… | |
| Ki murdiono di TUKAR PENDAPAT | |
| JHGDFSJ di RENUNGAN FITHRAH MANUSIA |
Tedjo Baskoro berkata,
Oktober 16, 2008 pada 4:17 pm
Mas Kumitir, griyo kulo ugi wonten kuto LUSI, nanging tiang sepah kekaleh saking Jawa Tengah.
Kulo bade ngangsu kawruh bab ngelmu jawi datheng panjenengan.
Menawi mboten kawratan, sagedo panjengan ngemail datheng kulo alamatipun.
Matur Nuwun…
Andi berkata,
Juni 30, 2009 pada 7:21 am
Pencerahan Yg sangat Bagus…Perlu di Kembangkan terus…
bambang berkata,
November 17, 2009 pada 5:18 am
kulu geh nyuwu tuturane panjenengan
Tedjo Baskoro berkata,
Oktober 17, 2008 pada 2:01 am
Ngapunten kelintu anggene kulo nyerat alamat email. Nuwun…
Anonim berkata,
Oktober 20, 2008 pada 6:09 am
Sy mencari ajaran yg pantas buat bangsa indonesia.bagaimana dgn pancasila ?apakah jg termasuk qitap.bgmn rakyat indonesia menyebah kepada tuhannya sblm agama2 itu datang ke indonesi.siapakah dhen bagus suwargi hadikusumo,mbah sirad,karyaanom,pak karno dan kaki warto, siapa merumuskan pancasila.
slamet wiyanta berkata,
Mei 11, 2009 pada 4:35 pm
ajara pribadi yang yang pantas untuk dunia bukan hanya indonesia yoiku ajaran yang bessumber pada pencarian pribadi yang sejati,
orang yang membongkar diri sendiri…..sampai tahu mana yang hidup dan mana yang dihidupi,mana yang disembah,mana yang menyembah,,mana yang murni mana yang rekayasa,,,,semu itu bisa terjawap apa bila orang mengenal dirinya sendiri,,,bukan doktrin dari luar yang mengajari manusia,,,kenapa harus percaya tanpa mengetahui sendiri,,,adanya ALLah,Adanya SURGA,adanya Neraka,,,,,,semua itu palsu apabila kita tidak membuktikan sendiri
Anonim berkata,
Juni 20, 2009 pada 8:57 am
hati hati
angsa berkata,
September 5, 2009 pada 11:37 am
betulll.setuju…!!!!
ilir-ilir berkata,
Oktober 30, 2009 pada 7:16 pm
Mantap ! itu namanya bersaksi dengan sebenar-benarnya
ilir-ilir berkata,
Oktober 30, 2009 pada 7:12 pm
mungkin buku yang berjudul SEJARAH TUHAN bisa membantu…PANCASILA bagus sebagai pusat gravitasi bagi semua golongan yang ada di indonesia,musuh kita hari ini adalah kapitalisme global ato neo liberalisme (neolib)
Anonim berkata,
Oktober 20, 2008 pada 6:18 am
Sy mencari ajaran yg pantas buat bangsa indonesia.bagaimana dgn pancasila ?apakah jg termasuk qitap.bgmn rakyat indonesia menyebah kepada tuhannya sblm agama2 itu datang ke indonesi.siapakah dhen bagus suwargi hadikusumo,mbah sirad,karyaanom,pak karno dan kaki warto, siapa merumuskan pancasila.sy orang indonesia jd sy lbh suka pake pakaian indonesia,baik lahir maupun batin.budaya indonesia adlh budaya pancasila,bkn arap,cina,belanda atapun india,jdlh manusia indonesia yg seutuhnya.
Black Metal berkata,
Oktober 22, 2008 pada 10:30 am
Mas Kumitir yang saya hormati.Kalo boleh anda tampilkan info2 tentang sejarah kerajaan besar di Jawa dan tokoh2nya,karena selama ini kami sangat buta sekali dengan sejarah.
PAGANESIA FRONT berkata,
Oktober 22, 2008 pada 10:52 am
Kedjawen Pagan Front :
Kedjawen, Kejawen, Kdjaven, Pendjawi, Kabuyutuan hangajawi; adalah konsep spiritualitas pribumi jawa dengan filosofi berke-Tuhan-annya.
Kedjawen Pagan dengan nilai spiritual kabuyutan hangajawi mempunyai ciri perilaku penghormatan kepada roh nenek moyang/leluhur, menghargai keseimbangan alam, pemujaan kekuatan dewa-dewi penguasa alam beserta manifestasinya. Bentuk religiusitas keyakinan ini disebut mistik kejawen/Javanese occultism. Ritual religiusitas asli warisan nenek moyang ini telah lama ada jauh sebelum peradaban agama-agama monotheis/samawi/abrahamic masuk di bumi Jawa namun yang pasti keyakinan spiritualitas ini telah menjadi sukma dalam darah dan daging anak manusia ras suku Jawa dimanapun mereka berada dan apapun keyakinan baru mereka. Menjadi tugas kami disini untu tetap menjaga agar nilai spiritualitas itu tetap murni dan abadi sebagai The Heritage belief & custom of Java.
Front, berarti garda depan.
Representasikan nilai defensive kami untuk siap menangkal usaha-usaha pembinasaan integritas keyakinan ini. Menyikapi kondisi disintegrasi bangsa dan adanya sinyal pergerakan revolusi puritan maka keadaan ini memaksa kami untuk mengambil langkah pertahanan dan kombatan. Saya pribadi sebagai penghayat terakhir generasi ke-tujuh terpaksa harus siap mengawalinya melalui jaringan komunitas ini.
Pergerakan menuntut:
1. Pengakuan kepercayaan-kepercayaan asli diseluruh bumi Nusantara sebagai kekayaan local genius atas kebhinnekaan suku budaya bangsa.
2. Penghapusan pencantuman kolom agama di ID.personal/K.T.P.
3. Ketetapan Undang-Undang bahwa pemerintah wajib melindungii dan tidak mencampuri kepentingan privat kepercayaan warga negaranya.
Kami ada karena sebuah reaksi untuk sebuah tegaknya hak ulayat, hukum adat dan nilai -nilai tradisionalis dan band kami adalah salah satu media corong proPAGANda perjuangan.
Sambut juga eksistensi jaringan kami di UJUNG GALUH Pagan Front, DJENGGALA Pagan Front, DHOHO Pagan Front, TENGGER Pagan Front, BORNEO/DAYAK Pagan Front dan seluruh komunitas Pagan di planet ini.
2. yang saya tahu selama ini kedjawen merupakan hasil perpaduan antara islam dan kebudayaan (kalu tidak salah) jawa, itu berarti apakah kalian masih menjalankan kewajiban seorang muslim ?
Oke. Namun tanpa mengurangi rasa hormat kepada Anda, saya tidak bersedia menjawab pertanyaan-pertanyaan yang menanyakan status agama dalam konteks agama-agama Monotheis, Maaf.
Pemahaman Anda tersebut disebut Kejawen-Tasawuf, Kejawen yang dikembangkan oleh para wali/ulama besar untuk kepentingan penyebaran agama-agama monotheis di Jawa. sementara kami adalah penghayat Kabuyutan Hangajawi / Kedjawen Pagan yang lebih mengutamakan spiritualitas yang mengarah kepada aktualisasi diri daripada hiruk pikuk religiusitas yang mencandu.
Pemikiran ini menyokong pemahaman bahwa agami iku tan bedha mring ageman nira (agama tidak lebih dari sekedar bermakna baju), bukankah kita mengenal baju karena dikenalkan oleh orang tua kita saat balita ? dan artinya agama-agama monotheis adalah “produk budaya asing” diluar DNA manusia Jawa.
Ia dikenakan dan tidak diturunkan/diwariskan.
Semestinya agama-agama monotheis meyakini juga bahwa Spitiualitas ini Jelas dan Religiusitas itu Bias.
bagus cahaya berkata,
Juli 10, 2009 pada 10:34 pm
….hihihihiii…..
Menarik dan penuh semangat dengan ide pluralisme agama ini….
Sangat dekat sekali dengan konsep Paham civil religion (agama sipil). Tentu saja bentuk-bentuk civil religion ini bervariasi sesuai dengan corak dan budaya local setempat.
Dan sudah tentu akan banyak lubang dari ide-ide freemasonry seperti yang tertuang pada kongres FREEMASONRY INDONESIA di singapura 16 september 1972 YANG DAPAT MASUK dan menciptakan bauran agama baru bahaiyah….sulit dibayangkan mungkin kepercayaan anda pun akan seperti debu ditiup angin.
pagan sebagai bagian dari referensi kebudayaan sangatlah menarik…penuh dengan spirit religion saya tidak keberatan membahasnya supaya cair supaya mengalir menuju…..
“Seandainya saja pagan tidak menafikan kebenaran ekslusif sebuah agama tentu akan lebih menarik”
kagem…?paganesia jagalah ilmu dengan pengetahuan yang hakiki agar indah frontnya
anta berkata,
Agustus 9, 2009 pada 12:41 am
Selamat kepada anda semua!
:front pagan, monotheis, pantheis, deis, kejawen, atau ‘front liyan’.
Anda semua berhak mendapatkan hadiah; pikiran yang terbuka dan berkembang..
Selamat!
angsa berkata,
September 5, 2009 pada 11:41 am
SETUJU………………………….!!!!!
Anwarsubhi berkata,
September 27, 2009 pada 2:11 pm
Saya setuju tentang menjaga budaya nenek moyang,hanya sbagai wujud ‘kepedulian’ apakah kita harus kukuh 100% sama dalam pemikiran dasar tentang ketuhanan mereka ? Sementara semakin jauh k depan kita smakin lebih d ‘bukakan’ oleh tuhan tentang rahasiaNYA.. ?
hidayat berkata,
Oktober 22, 2008 pada 12:26 pm
rahayu
@paganesia front…..
tulisannya bagus tetapi belum bisa nyamudra…..
hidup adalah perubahan… dan perubahan itu perlu
pendefinisian tentang pandangan jawa berbeda sesuai latar belakang
dan tujuan pemandangan pendiskripsi..
Pendefinisian juga dipengaruhi latar belakang belajar dan lingkungan serta keluarga juga sukses dan gagalnya seseorang…
sebaiknya pendifinisian ini tidak dibawa kekeadaan yang lebih memprekeruh, memperparah keadaan bahaya persatuan bangsa, dan memperkuat sentimen keanekaragaman,,,globalisasi tak bisa dihindari,
wass wb
sugeng berkata,
Mei 2, 2009 pada 7:25 am
keminter
Rahmat Giling berkata,
Juni 22, 2009 pada 11:42 am
Untuk mas Sugeng
Sing sabar lan sing pradah
dwiwahyuono berkata,
Oktober 24, 2008 pada 6:37 am
Salam Sejahtera
Saya sedang mencari sejarah/asal-usul/legenda terjadinya bukit MENOREH
Ada yang bisa membantu?
Terima kasih
mas kumitir berkata,
Oktober 24, 2008 pada 9:51 am
Untuk mas Metal dan Dwi mudah2an saya dpt refrensinya, dan kepada Saudara2 ku pengunjung blok Alang Alang Kumitir, apabila mempunyai artikel ttg hal ya diminta Saudara Metal dan Dwi, saya mohon untuk berbagi dengan Mas Kumitir dan bisa dikirim melalui emai : alitahak@yahoo.com.
Dan sebelumnya saya ucapkan trimakasih
RyoH berkata,
Oktober 28, 2008 pada 9:37 am
salam kenal
kangmas kumitir, saya sedang mencari informasi tentang karma leluhur. apa ada referensi yang cocok dengan topik tersebut
Salam from Ngayojokarto Hadiningrat
esatto-4 berkata,
Oktober 30, 2008 pada 11:04 am
… ass wr wb … cak ali sampean nek “ngeblog” biasane jam piro & soko ngendi wae referensi sampean kok akeh banget artikele ??? sampean sesuk melu nang trawas ta ??? salam kanggo konco-2 yo …
PENIOEP SEROELING berkata,
November 8, 2008 pada 6:40 am
kata orang boedaja Djawa akan melahirken MANOESIA2 MAHARDIKA. ini ocapan dari seorang boedajawan Sidoardjo. saja setoedjoe sadja. asalken manoesia Djawa joega memboeat koreksi boeat mereka poenja boedaja. diakoei atoe tidak rasa mendjadi manoesia mahardika itoe jang mendjadiken Bangsa Walondo joega Kaoem sadis Made in Japan Kerasan mendjadjah ini negeri. bahkan sampai membawa itoe lagoe nja Gesang ke Hirohito. Boeng Ali dan Boeng Wildan Tentoenja soedah taoe siapa saja. bagoes joega boeng poenja lahan diskoesi ini..
Adi berkata,
November 11, 2008 pada 8:34 am
Saudara2 sekalian barangkali ada yg mengetahui bagaimana tata cara orang melakukan permohonan menjadi murid seorang Guru… apa syarat2 menjadi murid serta hak dan kewajiban2nya…?
KI BADRUN PAMUNGKAS berkata,
November 23, 2008 pada 9:58 pm
Nuwun dumateng poro sutrisno kawulo lare dusun tulungagung badhe setitik urun rembug………http://ki-badrunpamungkas.wen9.com
bambang berkata,
November 17, 2009 pada 5:23 am
asalamu alaikum mas kulo nyuwun pangerten panjenegan tentang ilmu kang bener ing ndonyo
ARYO BLITAR berkata,
November 24, 2008 pada 8:29 pm
Dumateng Kang Mas Kumitir .
Bade Tanglet Bab perkawis Ruwat : Sinten Ingkang dikeparengake ngruwat
nopo leres kedah poro sesepuh ingkang sampun putu.
2. dongane pripun (sastro balik) ngruwat murwakala kaliyan bersih dusun nopo benten toto gelare ing crita ringgit
Ngaturake Agunge panuwun
ARYO BLITAR berkata,
November 24, 2008 pada 9:25 pm
Dumateng Kang Mas Sabdolangit .
Bade Tanglet Bab perkawis Ruwat : Sinten Ingkang dikeparengake ngruwat
nopo leres kedah poro sesepuh ingkang sampun putu.
2. dongane pripun (sastro balik) ngruwat murwakala kaliyan bersih dusun nopo benten toto gelare ing crita ringgit
Ngaturake Agunge panuwun
sabdalangit berkata,
November 25, 2008 pada 7:36 pm
Nuwun sewu Mas Aryo, Kagem ruwatan punopo >
person punapa dusun ? sebab benten-benten tatacaranipun. ingkang ngruwat tur tijab biasanipun ingkang kagungan weton senen pon. ruwat ageng (kangge person menopo dene dusun) saged ngagem pakem wayang lakonipun khusus bab bethara kala.
menawi ruwat sederhana saget mawi ubo rampe kados dene bancakan weton nanging sakalangkung komplit.
Rahayu
cahsani berkata,
November 29, 2008 pada 11:03 am
mas, bade tanglet nyuwun informasi, nate mireng serat wedha pramana?
wira jaka berkata,
Desember 2, 2008 pada 4:26 am
kulo nuwun mas – mas ….
saya dulu waktu kecil gering …… sakit-sakitan, dari usia 6 bulan sampai hampir 3 tahun tidak pernah sehat, ….
setelah sekian lama sakit (tinggal lunglit) dengan berbagai obat, dokter dan biaya tidak juga sembuh…. terakhir dibawa ke dukun, ternyata dikasih syarat untuk “slametan/syukuran” dengan jajan pasar ……. ternyata sesaat setelah slametan tersebut, saya langsung minta makan …. dan sembuh, katanya ternyata saya terkena sawan mayit, karena jalan depan rumah memang jalan yang dilewati untuk ke makam.
yang belum terlaksana sekarang adalah ruwatan, karena saya juga tibo uler, bungkus dan kalung usus …., tetapi masih saja belum sempat untuk diruwat ….
Mohon para kadhang bisa kasih saran kepada saya …. harus bagaimana
salam,
wisnu krisnanto berkata,
Desember 3, 2008 pada 3:25 pm
VIRUS EGO
Saudaraku,
Zaman tak bisa dibantah,
Pembaharuan tak bisa ditahan,
Alam maju terus berpacu,
Semua dipaksa membuka mata.
Semua harus menyaksi,harus mengaku segala laku,
TUHAN menuntut semua penganut,
Minta bukti karya bakti,
Agama tengah berkarma,
dimana-mana ada bencana,
Semua tak bisa menghindar dari badar (bahan sadar) demi sadar.
Senyatanya adat dan watak harus tunduk pada pikiran yang sehat,”jujurlah”.
Jasad kita semua bagian dari alam,yang hidup juga dalam alam,matipun masuk dalam alam,bila jasad dari elemen alam maka jati diri kita dari hasil kasih sayang ibu&bapak saat bersenggama,dari hasil kasih sayang itu timbullah kita. Kalo kita menyadari dengan kejujuran bahwa persifatan kasih sayang adalah NUR ILLAHI TUHAN SEMESTA ALAM.
Kini Tuhan tengah mereka-reka,mereka yang beraneka agar meng-EKA dengan YANG MAHA ESA,siapa membantah akan susah,yang liar akan terhajar,yang malas akan tergilas,yang ingkar akan terkapar.
Mengapa alam begitu tidak bersahabatnya dengan kita? selidik punya selidik semua karena virus EGO,mau menang tak mau kalah,mau untung tak mau rugi,mau enak tak mau menderita,mau senang tak mau susah,merasa benar sendiri,culas,dengki,iri,dll dimana ego adalah bibit setan dalam diri. Bila kita jujur dan sportif,kuncinya terletak dari kata BENAR atau mencari BENAR,senyatanya benar dalam urusan manusia hanya pada logika-ilmiah-sehat pikir.
Ego adalah bibitnya setan dalam diri,bila kita telaah lebih dalam siapakah penguasa diri kita? EGO=NAR atau NUR=KASIH SAYANG? (koreksi/ngaji diri aja) Celakanya,manusia zaman sekarang telah terkontaminasi dg virus kejiwaan yang bernama EGO,dimana-mana terjadi bencana,perang,pembunuhan,dll Yang kesemuanya hanya mencari kata BENAR tadi….marilah sodaraku berlogikalah pikiran kita ini dengan obyek penyaksian tiap indra yang masuk dan terolah oleh pikir secara sistematis dengan TELITI-HATI2-TERTIB-PERHATIAN-WASPADA dan akui tiap keadaanya dengan TENANG-SABAR-SADAR-NRIMO-PASRAH karena ALLAH dan arahkan hidup ini untuk saling MENYADARKAN-MERUKUNKAN-MENYELAMATKAN-MEMBAHGIAKAN-DALAM CAKUP TUHAN YME.
Jiwailah tiap nafas kehidupanmu dengan rumus hidup tersebut diatas untuk membuka pikir,hati dan arah hidup,demi perang/jihad/meminimalkan EGO dalam diri kita yang senyatanya masuk melaui pkir dan sekarang ini telah meracuni jiwa manusia. Mulailah KASIH SAYANG-WELAS ASIH-ARROHMAN ARROHIM kita tanamakan dalam diri yang merupakan INTI HIDUP,jangan menyebutnya BISMILLAHHIRROMAANIRROHIM yang senyatanya pengertian intinya adalah KASIH SAYANG namun hanya sebatas dimantrakan,diucapkan aja,sehingga salah penafsirannya,padahal di kata tersebut telah bersumpah dengan YANG MAHA ESA demi KASIH SAYANG yang pada akhirnya keblinger dari makna dan maksud kemurniannya. Carilah benar dalam pengertian benarnya.
MOHON MAAF KATA-KATA SAYA INI
SALAM RESTU UTK SEMUA UMAT SEMOGA BAHAGIA.
Rahmat Giling berkata,
Juni 22, 2009 pada 11:37 am
Setujaaaaaaaaaaaaaa
PUTRO BWI berkata,
Desember 8, 2008 pada 7:52 pm
Assalaamualaikum…Kulonuwun..salaam.
Mas Kumitir..Kulo pingin pados informasi Bab tentang Boso-boso Kawi (Jowo Kuno) maksud kulo tentang Arti (makna) kata katane-ne? nopo wonten geh dalam bentuk daftar kata dan artinya..?
maturnuwun
wassalaam..
sabdalangit berkata,
Desember 8, 2008 pada 8:07 pm
kawi jawa….panjenengan bikak mawon
http://www.bausastra.com
menika kamus web, madosi weton nggih saget.
rahayu
Ki Ageng Piji berkata,
Desember 10, 2008 pada 4:29 pm
kula nuwun pra kadang sedaya..assalamu’alaikum wr.. wb..
mas kumitir..
blog kados meniko engkang sampun dangu kula padosi..
saestu nambahi kawruh kula..
bok bilih kula angsal tanglet..’bgmn caranya bs mghadirkan/ mewujudkan sdulur4..’ matur nuwun saderengipun
Putro BWI berkata,
Desember 12, 2008 pada 4:56 pm
Matur kesuwun…mas SabdoLangit.
mbah gromo berkata,
Desember 12, 2008 pada 7:52 pm
mas kumitir…. kulo nyuwun nek onten artikel tentang SUSUHING ANGIN,GALIHE KANGKUNG…
matur nuwun
joko singgih berkata,
Juni 7, 2009 pada 1:10 am
mas serat-serat yang ada mohon untuk diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia,agar kita bisa lebih memahami makna nya,disamping akan lebih tahu ajaran-ajaran dari serfat-serat yang ada
udin berkata,
Desember 14, 2008 pada 6:38 pm
Adoh tanpo senggolan idhek tanpo gegayuhan
Gumantung tanpo Centelan
Dholekono Galihe Kangkung
Nang ngendhi tapake kunthul miber?
ono Kodok ngemuli Lenge
Bocah Bayi ngguyu lakak – lakak ing nduwure Jagad
Ono Endog kluruk ing gegono
Banyu miline teng segoro
bening butel opo jare seng kono
Cak Kumitir teng pundi panggene segoro tanpo tepi??
GongSeng berkata,
Mei 2, 2009 pada 7:35 pm
Nuwun sewu Mas Kumitir,kula ndherek urun rembug.
“segoro tanpo tepi” punika dumunung wonten ing telenging RASA JATI.
nuwun.
paijo berkata,
Desember 18, 2008 pada 2:33 pm
mas kumitir yang ahli masalah falsafah jawa,saya mau numpang nanya siapa penemu sejati ilmu kebatinan jawa?????????? matur nuwun ngge!!!!!!!!!!!!!
sabdalangit berkata,
Desember 28, 2008 pada 4:20 pm
Dumateng Kadhang Kumitir lan sagung para rawuh
Sugeng Warso Enggal Senin Legi 1 Sura 1942 taun je
mugi kita sedaya tansah pinaringan wilujeng rahayu saking ngarsanipun Gusti Ingkng Akaryo Jagad
Mbah Gromo katuraken maos Purbo Jati ugi Saloka jati…
sampun kabeberaken kanthi gamblang lan detil.
Nuwun
bei loeloet berkata,
Januari 2, 2009 pada 1:32 pm
Sejatining katrenteman meniko wonten pundi to mas kumitir
nderek tepang kulo piyantun ndusun tebih saking tentrem
bei loeloet berkata,
Januari 3, 2009 pada 6:45 am
Mas Kumitir
Wedha Sasongko Jati meniko isinipun menopo kaliyan bab menopo kemawon
Sastro berkata,
Januari 10, 2009 pada 1:54 pm
Suwun ngapunten den
hadi wirojati berkata,
Januari 11, 2009 pada 3:30 pm
pamuji rahayu..
nuwun gunging penggalih mas sabdo langit…, badhe tanglet mbok bilih panjenengan kerso mbabaraken,
waktu kecil sekitar SD kelas 3 saya menderita sakit yang amat sangat selama 3 hari sampai saya dirawat di babrakan pawon..karena saat itu masih tahun 60an , dan pada saat itu saya mengalami mati suri… mungkin hampir 3 jam menurut cerita orang tua saya… dan saat saya kembali sadar telah banyak orang berdatangan untuk melayat dan sibuk menyediakan uborampe terlihat orang tua saya matanya sembab habis menangis… tapi dalam kematian saya hanya ada cahaya dari arah selatan begitu terang tapi tidak menyilaukan mas… dan disertai ada suara yang memberitahu bahwa kelahiran saya hari kamis….dan menyebut nama saya dengan menggema.., sapai saat ini sudah tua masih terinagt saja pengalaman tersebut, tapi setiap saya bertanya pada diri sendirindak pernah terjawab mas… mohon penjelasan mas sabdo langit dan mas kumitir…, terima kasih atas kesediaan dan pamedarnya… mugio tansah pinayungan dening Gusti kang Welas Asih…Nuwun.
salam rahayu ingkang sami pinanggih.
sabdalangit berkata,
Januari 13, 2009 pada 10:33 am
Nuwun sewu Mas Kumitir,
Perkenankan sy membantu poro kadhang…sebisa yg sy lakukan
Yth Mas Hadi Wirojati
Bagi seorang yg telah bentul2 memahami kematian, ia bukanlah hal yg menakutkan. Syeh Siti Jenar pun menganggap kematian adalah sebuah kelahiran. Kelahiran dari alam mercapada yg panas dan rusak menuju kehidupan yg sejati.
Mati suri adalah salah satu peristiwa tdk sengaja mengintip rahasia kematian. Atau nenek moyang ada yg meyebutnya sebagai mati tidak jadi, atau tidak jadi mati. karena belum saatnya sebagaimana yg digariskan Tuhan. Dalam mati suri biasanya para leluhur kita sendiri yg akan turun tangn utk “menyuruh” sukma kembali ke dalam jasad. Bisa berupa suara peringatan, maupun bener2 digandeng leluhur sendiri agar balik arah kembali ke dalam jasad (dunia).
Seperti halnya saat menjelang ajal, bagi orang yg banyak amal baiknya, para leluhur akan peduli untuk menjemput dan membantu proses melepas sukma dari jasad menjadi sangat tenang, halus dan tampak begitu mudah.
sebaliknya, org yg tidak banyak amal baiknya, atau hati dan perbuatannya jahat, biasanya leluhurnya enggan menjemput. sehingga dlm proses melepas raga akan kesulitan dan kebingungan. inilah yg disebut sekarat. proses kematiannya sangat menyakitkan, bisa 10 menit, 15 menit bahkan lebih.
Maka dalam laku kejawen ada ajaran tentang kamulyan, agar supaya kelak jika ajal tiba tdk menderita. Nah, menurut pengalaman yg pernah sy temukan, orang yg bisa meraga sukma, jika tiba “tumekaning janji” matinya sangat enak, dan biasanya sudah mengetahui kematiannya beberapa hari sebelumnya. sehingga dapat mempersiapkan diri untuk “laku sesirih”. sama halnya bagi seorang yg telah belajar tentang “sasmita jati” akan mengetahui hari kematiannya, bahkan beberapa tahun sebelum ajal tiba. ambil contoh misalnya R. Ronggowarsita. dan bapak Mertua saya dulu juga 3 hari sebelumnya diam2 sdh mempersiapkan diri untuk “lahir” kembali ke dlm kehidupan sejati. bahkan sampai saat ini almarhum bapak mertua saya masih sering memberi piwulang tentang rahasia kematian bahkan tembang2 kuno serta kebenaran sejarah masa silam yg telah banyak dimanipulasi untuk kepntingan golongan/kelompok.
Nah suara yg memanggil nama panjenengan itu mungkin leluhur anda. sedangkan kelahiran Kamis, monggo diartikan piyambak. yg jelas kejadian mati suri yg menimpa panjenengan bukan hari kamis kan. artinya hari itu bukan hari “kelahiran” panjenengan.
maaf bila ada kalimat yg kurang berkenan, semua karena keterbatasan sy pribadi.
Nuwun
salam sejati
sabdalangit’s web
hadi wirojati berkata,
Januari 14, 2009 pada 6:34 am
pamuji rahayu…
matur suwun sanget mas sabdolangit atas waktunya memberikan piwulang dan arti dari mati suri saya… maklum ya mas.. saat itu masih kelas 3 sd, mugio meniko dados kawruh kulo saklajengipun.., rasanya sudah terjawab rasa penasaran saya yang selama ini telah menjadi beban… mugio mas sabdolangit sagedo gangsar gampang anggenipun nggayuh samubarangipun.., matur suwun ugi dumateng mas Kumitir ingkang nggadahi gubug kawruh sejati meniko… ,
salam sejati.
hadi wirojati.
hadi wirojati berkata,
Januari 14, 2009 pada 6:45 am
betul mas hari kelahiran saya hari kamis, tapi waktu tidak jadi mati ( mati suri ) harinya saya tidak ingat. dan setelah kejadian itu saya sering menemukan hal hal aneh.. bahkan sampai sekarang dikamar saya sering terlihat oleh orang lain, sosok menyerupai saya dan bahkan saat saya ada ditempat lain teman teman suka menemui saya di ruangan kerja saya atau di kamar saya ( maaf kebetulan saya tinggal di mess ). karena keluarga berada dikampung…, dan juga sering saya merasa melihat kelebatan sosok yang tidak jelas…, tapi ndak pernah punya rasa takut dengan hal – hal yang begitu… , maaf saya terlalu membeberkan tentang perihal diri saya … semoga tidak bosan memberikan keterangan. matur suwun ,
slam sejati.
hadi wirojati.
wisnu krisnanto berkata,
Januari 14, 2009 pada 8:07 am
INTI HIDUP ADALAH : KASIH SAYANG
KUNCI HIDUP
Pra-Indra, Saksikan dengan ; TELITI, HATI – HATI, TERTIB, PERHATIAN, WASPADA
Pra-jiwa, Akui dengan ; TENANG, SABAR, SADAR, NRIMO, PASRAH
Tujuan Hidup, Saling ; MENYADARKAN
MERUKUNKAN
MENYELAMATKAN
MEMBAHAGIAKAN
MENCAKUP TUHAN YANG MAHA ESA
MOTO HIDUP :
- Wajar dan sederhana adalah mutiaranya hidup
- Kasih sayang diatas segalanya
- Hidup rasa butuh wajib gerak
- Hanya Uji dan Pembelajaran dalam HIDUP bagi orang yang mau merasakan TUHAN dalam diri..
SAMBUTAN dan HIMBAUAN
Buku ini hanya sebagai daftar pustaka kita untuk hidup berspiritual,namun yang lebih penting yaitu hakekat atau wujud pengabdianmu terhadap TUHAN kepada seluruh umat dan makhluk di atas bumi ini secara nyata, Yaitu dg ”KUNCI HIDUP ”(pra-Indar,pra-jiwa dan tujuan hidup) Untuk membuka PIKIR,HATI dan ARAH HIDUP yang AKTIF yang KREATIF dalam gerak dan laku yang JUJUR dan SPORTIF untuk melakukan hal-hal yang PRODUKTIF inilah POSITIVE
Banyak pelajaran tentang universal atau makro,namun hanya sampai dalam pemahaman dan berkesadaran tentang universal,namun tidak ada yang memberi cara yang bagus dan hasil yang benar.
Dalam RUMUS HIDUP atau KUNCI HIDUP kita di arahkan kepada bagaimana caranya PIKIRAN ini sehat, HATI / JIWA ini bersih dengan ARAH HIDUP yang jelas, KUNCI HIDUP inilah ATMA SYAHADAT (Kebenaran yang dijiwai) Riset atau kembangkan Pra-Indra,Pra-Jiwa dan Tujuan Hidup….!!!!
” JADIKAN KEBIASAAN HIDUP DENGAN KUNCI HIDUP” INILAH ATMA SYAHADAT”
ABAH (Air Bumi Api Hawa) ADALAH GURU HIDUP SEJATIKU
ABAH (Air Bumi Api Hawa)ADALAH PEMBIMBING JALAN HIDUP SEJATIKU
YANG HARUS AKU GUGU DAN TIRU.
HIDUP ADALAH PERJUANGAN
BERJUANG MELAWAN SETAN,YANG TERUTAMA SETAN DALAM DIRI (EGO)
UNTUK MELAWANNYA PERLU RUMUS HIDUP YANG SEDERHANA DAN SISTEMATIS SEMUA ADA DALAM ”KUNCI HIDUP”
Ibadat = tata cara / riual / liturgi, Ibadah = Ikut Bersama Dengan Allah
Manusia yang berTuhan = Tertanam sifat TUHAN = Immanuel=Kawulo gusti Gustining kawulo
” Kasih itu sabar,kasih itu lemah lembut, kasih itu murah hati, kasih itu tidak memegahkan diri atau sombong kasih tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri, tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain ” ( I Korintus 3 : 16)
Adakah KASIH dalam Otak untuk berpikir obyektif / rasional dan ilmiah? Kasih dalam JIWA? KASIH dalam arah hidup? Maka buklah dengan ”RUMUS KUNCI HIDUP”
RITUAL AGAMA PENTING NAMUN LEBIH PENTING ADALAH AKTUAL / HAKEKATNYA
Kembangkan dari RITUAL agama menjadi AKTUAL dalam hidup.
ALLAH (TUHAN YESUS)= ALLOH=SANG HYANG WIDI WASE (DEWA WISNU)=SANG BUDHA
Hanya beda bahasa,lambang dan gambar,namun arti esensialnya tetap TUHAN YANG MAHA ESA.
JANGAN MELIHAT WUJUD NAMUN PERSIFATAN TUHAN YANG PALING TINGGI = KASIH SAYANG-WELAS ASIH-ARROHMAN ARROHIM…..TANAMKAN SIFAT INI dan JIWAI tiap nafasmu (hidup) dengan ”RUMUS KUNCI HIDUP ” SECARA SISTEMATIS dan BERURUTAN dalam PENYAKSIAN-PENGAKUAN-TUJUAN HIDUP………!!!!!!!!!!!
Gereja – Masjid – Kuil – Candi – Vihara = RUMAH TUHAN = BAIT ALLAH / BAITULLOH
” Tidak tahukah kamu,bahwa kamu adalah Bait Allah dan bahwa roh Allah diam di dalam kamu? ”
( I Korintus 13 : 14)
Kalo bangunan di luar tersebut adalah bangunan fisik saja
Arti benar dalam pengertian benarnya bahwa RUMAH TUHAN :
1. Dunia ini,altarnya hamparan alam ini,sejadahnya / alasnya adalah ibu pertiwi
2. Diri kita / Tubuh adalah RUMAH TUHAN yang terkecil ;
a. Pikiran = OTAK ini sudah jadi RUMAH TUHAN………………..???
b. Jiwa = Hatimu sudah jadi bait Allah (rumah Tuhan)……….????
c. Arah Hidup = Hidupmu sudah dalam RUMAH TUHAN…………….?????
(…….diatas bumi seperti didalam surga……dalam doa BAPA KAMI)
BUKALAH RUMAH TUHAN ITU DENGAN KUNCI HIDUP (PRA-INDRA, PRA-JIWA DAN TUJUAN/ARAH HIDUP)
a. Pra Indra = untuk membuka PIKIR yang cerdas / rasional / ilmiah
b. Pra Jiwa = untuk membuka JIWA yang bersih-murni-suci
c. Tujuan Hidup = untuk mengARAHkan hidup di dunia (rumah Tuhan) umat yang berTUHAN
HIDUP harus mengARAH pada TUJUAN HIDUP,sehingga ada PROSES HIDUP yaitu kejadian dan keadaan kerjakan dg PRA-INDRA dan PRA-JIWA……bagai air yang mengalir ketujuannya (hukum gravitasi) mengalir ketempat yang lebih rendah/kebawah,lihat prosesnya pasti ada penghalang,belok sana-belok sini demi tujuan akhirnya yang diharapkan air tersebut,seperti halnya manusia yang berTuhan pandai-pandailah menyaksi kejadiannya (pra-indra) dan mengakui keadaannya (pra-jiwa) dalam PROSES HIDUP mengARAH kepada berkeTuhanan Yang Maha Esa.
” Aku adalah jalan kebenaran dan hidup,barang siapa menuju bapaku harus melalui aku”
Kata AKU diatas adalah Saat dulu Tuhan Yesus adalah guru bagi umat dimana kala itu hanya beliau yang cerdas dan suci,marilah kita ambil benar dalam pengertian benarnya pada jaman logika dengan kejujuran dan sportifitas yang tinggi dan janganlah melihat wujud keTuhanan MANUSIA Yesus namun lebih kau ambil pengertian benarnya yaitu PERSIFATAN Tuhan (KASIH SAYANG) itu sendiri,INILAH MENGAPA manusia yesus DISEBUT TUHAN,karena dalam manusia yesus tertanam jiwa dan persifatan ALLAH BAPA,dalam ibadatpun sering berkumandang lagu…….TUHAN ENGKAU SUDAH WAFAT,TUHAN SEKARANG KAU HIDUP…namun kuncinya adalah JUJUR dan SPORTIF senyikapi arti benar dalam pengertian benar yang logika dan ilmiah. Semua ayat itu benar adanya dan jangan text book thingking mencernanya dan kembangkan dalam laku / hakekat hidupmu. Jasad Tuhan Yesus telah wafat,yang hidup adalah persifatanNya (KASIH SAYANG=melayani Bukan dilayani) inilah arti benarnya bahwa SIFAT TUHAN ADA DALAM DIRI (bagi manusia yang BerkeTuhanan). Jadi sudahkah AKU dalam ayat itu mencerminkan AKU=SIFAT TUHAN YESUS tersebut dalam dirimu? Yang merupakan jalan kebenaran dan hidupmu? Sehingga kau mengarah pada TUHAN YANG MAHA ESA? Senyatanya ayat tersebut adalah gambaran dimana AKU ini sudah mempunyai sifat TUHAN atau belum,bila sudah ada sifat Tuhan tsb (KASIH SAYANG) maka AKU menuju bapaku (ALLAH),nah…..sudahkah AKU (Otak berfikir logika dan Jiwa yang kasih sayang) sudah menjadi jalan kehidupan yang mengarah pada ALLAH BAPA(TUHAN YANG MAHA ESA)…? Bukalah AKU=JASAD (Dalam otak untuk berfikiran sehat) dengan PRA-INDRA dan AKU=NURANI(Dalam Hati yang menjiwai kasih sayang/ Sifat TUHAN) dengan PRA-JIWA sehingga AKU juga mengarah pada tujuan akhir hidup yaitu TUHAN YANG MAHA ESA. Semua ada dalam RUMUS HIDUP / KUNCI HIDUP.
SETAN PANDAI MEMBADUT DALAM PROSES HIDUP, WASPADALAH……………..!!!!!!!!
MAKA PANDAI-PANDAILAH MENGELABUHINYA, UNTUK PANDAI MENGELABUHI HARUS SEHAT PIKIR,SEHAT JIWA DAN MEMPUNYAI ARAH HIDUP BERTUHAN YANG MAHA ESA.
SENYATANYA PROSES HIDUP MENUJU BERKETUHANAN YANG MAHA ESA ADA UJI DAN PEMBELAJARAN , BAGI UMAT YANG PUNYA TUJUAN MULIA DAN SUCI ,MAKA WAPADALAH……………!!!!!!
TERAPKAN DLM HATI / NIAT HIDUPMU DEMI : BAKTI – BUTUH – BAIK – BAGUS – BENAR
(BAKTI pada TUHAN,demi rasa BUTUH, dg niat yg BAIK dan cara yg BAGUS-MENGUNAKAN INTI DAN KUNCI,inilah yang BENAR)
ARTINYA = CEPAT – CEPAT ENGKAU SADAR DAN MENYADARI SIAPA PENGUASA PIKIRAN-HATI-ARAH….MU????
Atau
PENGUASA HIDUPMU……????
TUHAN ATAU SETAN…???
sabdalangit berkata,
Januari 14, 2009 pada 1:27 pm
Mas Hadi Wirojati
Ada dua kemungkinan siapa sejatinya bayangan yg mirip panjenengan itu;
1. Bisa jadi adalah badan alus panjenengan, atau wayangan dari guru sejati. suatu saat anda akan bisa berkomunikasi dgn guru sejati panjenengan. selama ini sepertinya komunikasi dgn guru sejati melalui NURANI atau kembang telenging ati. kuat dirasakan sebagai “ketangga” keketeg ing angga.
2. kemungkinan kedua, apakah panjenengan punya saudara laki2 bisa adik atau kakak yg meninggal sejak kecil atau masih dalam perut ibu, asalkan usia kandungan sudah berusia 40 hari, berarti janin sudah ber-sukma. dan sukma itu memiliki badan halus. badan halus akan tumbuh menjadi semakin besar dan dewasa seperti halnya badan wadag. hanya saja tdk setiap org melihat dan mengerti ttg badan halus, malah secara sadis krn tdk tahu, kadang dianggapnya setan.
nuwun
rahayu
hadi wirojati berkata,
Januari 14, 2009 pada 1:51 pm
pamuji rahayu..
mas sabdolangit kang dahat luhuring budhi ..
matur nuwun sanget penjelasan panjenengan..mas, betul mas waktu kecil saya sd kelas 4 saya punya adik laki laki meninggal saat masih duduk di kelas 3 sd, saat dialagi cari ikan di sungai… , tidak tenggelam tidak kena apa2 tapi sampai dirumah istirahat langsung meninggal,… mas. dan saya serasa baru diingatkan sekarang oleh mas sabdolangit… saya selama ini telah melupakannya…., dan sekali lagi saya mohon penjelasan apa yang sekiranya yang harus saya lakukan.. , mengingat saya lebih akrab ketimbang dengan adik adik saya yang lain. maaf saya anak tertua dari 3 bersaudara, 2 laki2 dan satu perempuan. dan yang laki laki itu yang telah meninggal. maaf sekali lagi… semoga mas sabdolangit sudi untuk menjelaskan kembali…, mugi – mugi angsal berkahing Gusti Kang Hamurbeng Jagad. nuwun.
salam sejai,
sabdalangit berkata,
Januari 14, 2009 pada 5:44 pm
Adik panjenengan sudah ginaris nderek para leluhur. Mengapa sejak kecil sdh nderek Gusti dan para leluhur, itu menjadi misteri Tuhan. Tetpi percaya saja itulah pilihan yg terbaik. Sy sering bertanya2 suatu teka-teki hidup, dan setelah tahu kemudian baru paham betapa Tuhan selalu mengambil keputusan yg paling baik. Krn masih kecil, ibarat kertas blm ternodai polusi kehidupan, maka adik panjenengan mendpat KAMULYAN SEJATI. sehingga di “sana” mendapatkan kelonggaran (jembar kubure, lepas parane) lahir dalam jagad kamulyan, mengalami ehidupan yg sejati, jauh lebih enak ketimban di dunia. Adik panjenengan dapat hidup dan berada dimanapun sesukanya. termasuk berkumpul membaur dlm kehidupan sehari2 dgn keluarga di dunia, hanya blm pada dimengerti saja. anggap saja si adik layaknya saudara yg punya badan kasar. ajak bicara, biasakan berinteraksi seperti halnya yg lain. nanti panjenengan akan bisa berinteraksi dgn adik layaknya sewaktu masih punya jasad.
Adik panjenengan hidup di dalam dimensi gaibnya bumi, shg masih terkena rumus bumi, ada rasa lapar, haus, ngantuk dsb. jangan heran jika nantinya melihat adik anda sdg ambil minum. layaknya kegiatan sehari2. hanya saja ia sdh terbebas dari nafsu negatif. krn nafsu negatif hanya dipunyai jasad.
Kunjungilah makamnya, bersihkan, taburi bunga, dan doakan. panggilah namanya. bila ada pekerjaan yg cukup menyulitkan, ajaklah bergabung, krn doanya sangat manjur, seperti halnya doa dari rahsa sejati yg tak punya dosa. Ia menjadi media penghubung antara anda dgn Tuhan. manfaatkan kesuciannya, sebagai media doa menjadi tijab.
Cari wetonnya dan bikinkan bancakan weton. Jangan menganggap semua ini musrik, dia adik sendiri. bedanya hanya sdh tak punya badan wadag. Sama halnya Mas Hadi minta tolong saudara (yg masih hidup) untuk mendoakan anda.
Apaka adik anda yg nomer 2 perempuan ? (sendang kapit pancuran)
hadi wirojati berkata,
Januari 15, 2009 pada 5:28 am
pamuji rahayu…
apakah harus diruwat mas.., nyuwun pemedaripun malih…, nyuwun sewu niki merepotkan dan menyita waktu panjenengan.
saya belum cerita sepenuhnya mas.. karena saya sedang nglakoni jadi nantinya takutnya menginduksi…, nanti kalo sudah pas waktunya… kami mohon pamedarannya lagi, mugio tansah pinaringan karahayon soho tansah pinaringan berkah saking Gusti.
nuwun,
salam sejati.
sabdalangit berkata,
Januari 15, 2009 pada 7:42 am
Cekap sampun mboten perlu dipun ruwat awit sampun “kebacut” adik sudah mengalah untuk mendahului “lahir” dlm kehidupan yg lebih mulia. Sudah menjadi rumus Tuhan, semua org pasti menjadi “kakangne lembarep”, dan pasti mengalami jadi “adine wuragil”.
Mugi panjenengan pikantuk berkah agung lan kamulyan sejati, anggenipun “nggentur laku”.
Rahayu wilujeng
sabdalangit’s web
arjunajaya berkata,
Januari 15, 2009 pada 8:08 am
Menawi sederek Ayo Blitar badhe nyumerapi caraka balik, donga ruwatan lan uborampening ruwatan, kalebet sinten ingkang kedah rinuwat, kula aturi pinarak, ing sudung kula. Ki-bambangasmara.com. bagian Ruwatan…namung nuwun sewu gubuk kula taksih uelek lan mboten keurus…mas….mbok menawi kenging kangge pancatan…sakderengipun panjenegan manggihaken…pinisepuh ingkang langkung pono babagan Ruwatan ugi sakderengipun pinanggih web ingkang langkung pepak lan sae kados Alang-alang kumitir menika….
Salam Rahayu
kangge sedoyo ingkang taksih gondelan jawi.
Sastro berkata,
Januari 18, 2009 pada 8:43 pm
Suwun ngapunten urut- urutan nipun serat, kitab, crita sejarah terbalik balik. Kadang yang diatas di taruh di bawah. Yang di bawah seharusnya ditengah . Trus untuk kyai kholik kok nggak dimuncul kan ?
Sastro berkata,
Januari 18, 2009 pada 8:48 pm
1.0.1,1.1.1,1.2.1
christ.Wardhana berkata,
Januari 20, 2009 pada 7:40 pm
Sejatine ora na apa-apa, sing ana iku dudu. Kadospundi mas kumitir anggenipun memaknai utawi njlentrehaken? nuwun
cecunguk berkata,
Januari 21, 2009 pada 8:02 am
sejatine isi iku suwung (ing rumangsa) lan suwung iku sejatine ana isine
sejatine ora ana apa-apa, sing ana iku udud karo wedangan
janti wignjopranoto berkata,
Februari 4, 2009 pada 8:19 am
Mas Kumitir,
Isi blog anda impresif. Saya butuh waktu lebih panjang untuk baca satu persatu. Kalau tidak berkeberatan, mohon dapat saya link dengan blog saya.
Matur suwun sanget,
J.
hidayat berkata,
Februari 4, 2009 pada 2:11 pm
rahayu
@ibu Janti , kami lihat blog anda bagus sekali,
kebetulan kami sedang banyak kegiatan penggalangan dana sosial
silahkan juga link ke blog kami utk informasi lebih lanjut .. terima kasih
wass wb
sardi berkata,
Februari 6, 2009 pada 7:11 am
Poro sederek, kulo nunut nyimak, lan ugi nyuwun pemanggih, duk naliko kula alit tansah gesang piyambaan, wiwit kelas satunggal SD, sampun ditilar biyung kulo bebakulan engkang wangsunglipun saget ngantos siminggu sepindah.
Ing wanci meniko kulo sampun ngurus sedoyo kabetahan wiwit masak, ngantos masuh rasuan piyambak, tilem ugi piyambaan.
Kula anggadahi pengalaman engkang sak langkung elok, dene menawi siang kula jarang kempal kaleh bocah sak pantaran kulo saenggo boten gadah rencang, nanging menawi tilem kulo gadah rencang sepermainansenajan ing ddalem impen.
Lumrahing dedolanan kados dolanan sareng bocah sapantaran kulo, lan meniko mboten sepisan kaping kalih nanging marambah-rambah, dados sampun boten saget dipun wastani ngimpi awet nopo engkang dipun ucapaken rencang kulo wau sok kedadeyan naliko kulo tangi.
Dugi dewoso kulo omah-omah ugi nate sepindah niliki kulo lan wonten ing alam kasunyatan, ngangge pengangge jubah cemeng lan blankon coro jawi, mapak kulo naliko bade bidal nyambut damel, kebetulan kulo naliko niku asring damel ndalu, sederek nyuwun pemanggih sinten menggah priyantun puniko,
sak dereng lan sak sampunipun matur suwun,,,,
Mustafa
memble berkata,
Februari 6, 2009 pada 2:29 pm
baru2 ini theather Dinasti (pimpinan Emha Ainun Nadjib) mementaskan lakon Tikungan Iblis, naskah dr penas itu katanya di ambil dari sumber2 kitab2 Djawa kuno yg diterjemahkan oleh seorang profeor dr brasil, dlm pentas tersebut diceritakan bahwa sebenarnya asal-muasal djawa itu lebih tua dari Arab…apalagi eropa. mungkin mas bisa share di http://www.kenduricinta.com mencari titik terang sejarah peradaban djawa.
hidayat berkata,
Februari 7, 2009 pada 6:50 am
rahayu..
Bapak Sardi yang Terhormat, pengalaman ada belum ada yang menjawab bahkan oleh Mas Kumitir , baiklah saya berpendapat begini, : kemungkinan orang dalam alam maya itu adalah leluhur anda sendiri, kulo saget boso kromo inggil tapi namung sekedik, ya betul Pak biasanya menembus dalam mimpi apa yang dipesankan bisa terjadi beneran, dari keturunan jalur bapak anda sendiri..
wass wb
sardi berkata,
Februari 11, 2009 pada 10:09 am
Matur sembah nuwun mas Hidayat, mbok menawi mekaten, awet wonten sepupu kulo engkang sedanipun kabekto dening sedane pun ibu awet pu ibu sedo sak derengipun nglahiraken, lan dipan engkang kangge tilem kulo jarang engkang kiyat nilemi, menawio wantun asring kalindien,….
…………………………………………………………………….
Ugi nyambung seratan mas Memble, sami sareng mas Memble sekilas kulo nate, maos pepintas ngengingi babakan kabudayan Jawi, bilih kejawen puniko akaripun saking agami Hindu, kamongko tiyang Kino India engmriku ngendiko menawi sumberipun agami Hindu puniko saking Kabudayan Jawi engkang dipun pelajari tiyang India kuno, nanging kulo ugi kesupen sumber artikel meniko,,,,
Monggo poro sederek engkang engkang gadah reverensi babakan meniko dipun babar kagem pepenget bebrayan sami…
sardi berkata,
Februari 11, 2009 pada 10:16 am
Sederek sami meniko thread engkang mbabar masalah mistik kejawen monggo sami nderek nyimak akaripun budoyo Jawi
http://www.kaskus.us/showthread.php?p=65651887
sabdalangit berkata,
Februari 12, 2009 pada 7:33 am
@MEMBLE
Fosil manusia Palaeojavanicus (2500 SM) ditemukan sudah mengenal perhiasan perak dan sandal yg bagus. Ini membuktikan kemajuan peradaban kuno di tanah Jawa sewaktu “agama” Kabuyutan. Bahkan manusia Jawa termasuk satu di antara 5 ras terbesar di dunia. Tapi karena peradaban asing masuk menggusur ajaran dan tradisi asli, jadilah bangsa carut marut begini.
sabdalangit’s web
“jalan setapak menggapai spiritualitas sejati”
hidayat berkata,
Februari 14, 2009 pada 9:24 am
rahayu…
enggih Pak Sardi ,, sami sami
wass wb
Demetrius wisnu krisnanto berkata,
Februari 16, 2009 pada 1:43 am
Salam kenal dan salam bahagia untuk mas kumitir ytc.
maaf sebelum-sebelumnya saya nylonong tanpa basa-basi hehehehee…
sekali lg mohon maaf ya mas……..
ARTANTO IGFA berkata,
Februari 20, 2009 pada 3:41 pm
assalamualaikum
BADE NYUWUN TULUNG
kagem sedulur ingkang kerso mbantu kula
sbelumnya minta maaf apabila ada tutur kata atau apapun yang tidak berkenan pada pihak ini
saya artanto dari jogja
mau minta tolong mengembalikan pasangan
saya sangat stres sekali skarang ini
saya ga kuat
saya mimpi terus sama pasangan saya tiap malam
dan terkadang saya juga mimpi anak kami yang sudah almarhum.
tolong sekiranya dapat menolong saya
hatur saya terimakasih
saya uda kemana mana dan tertipu paranormal yang meminta biaya dan mahar.
sekiranya bapak dapat dengan tulus membantu kesulitan saya mengembalikan pasangan saya ke saya lagi.
INSYA ALLAH ketika nanti berhasil pasti ada tanda terimakasih
saya mohon bantuanya. maturnuwun
tolong pak saya mungkin hampir gila ini
sekali lagi kula matur nuwun sanget
wassalamualaikum………
ARTANTO IGFA ASHART
YOGYAKARTA
no tlp. 081227253838
fleaaaaaaa@yahoo.com
Muh Taufiq berkata,
Februari 27, 2009 pada 10:58 am
ngapunten kangmas..
tepangaken kula Taufiq saking laladan Surakarta Hadiningrat..
kula remen anggenipun panjenengan kersa ndamel blog kados mekaten..jalaran boten katah piyantun Jawi ingkang kagungan pamanggih ndamel blog kados mekaten..nanging wonten inkang nggregel wonten jroning manah..seratan Jawi wonten nginggil kok ketingalipun klentu..menawi badhe mejahi swara “r”, sangertosipun kula rak kedah ngangge layar. boten aksara “ra” ingkang dipangku..nuwun..
salam
samudro berkata,
Maret 1, 2009 pada 10:39 am
salam kenal kagem bapak sardi…..
kulo kang wayah, mbok bilih saged urun rembug babagan jowo nopo hindu ingkang wiwitan.
kagem kangmas kumitir lan derek pinisepuh sedanten mugi karahayon dening kang moho kuwaos.
perjalanan bangsa jawa terutama, dalam merentas perdagangan rempah rempah, sangat dinanti oleh semua bangsa pada waktu itu, hal itu jauh sebelum terjadi meledaknya gunung krakatau untuk yang pertama kali.
Prabu Bra-wi-jo-yo I memulai penaklukan nusantara dengan daerah tujuan yang pertama kali ditaklukkan adalah okinawa, jepang melewati daerah cina, atau mongol yang kemudian dikenal dengan pasukan barbar, itu sebenarnya adalah pasukan mojopahit.
untuk menguasai daerah, mereka sering berbaur dengan penduduk asli dan meng-asimilasi keturunan mereka sehingga para satria majapahit zaman dahulu, yang sudah menjadi warga negara mongol tinggal dan tetap berada disana untuk memperkuat wilayah penaklukan.
tentara yang berangkat adalah keturunan mereka yang ber-asimilasi sehingga selalu muda dan kuat serta mumpuni dalam olah kanuragan, kemampuan tempur mereka tinggi karena mereka digembleng dalam dunia yang benar benar diciptakan untuk menaklukkan.
gemblengan para wono-ro ini berangkat setelah berhenti minimal pemberhentian itu sekitar 25 tahun.
jadi pada masa Bra-wi-ja-ya I pemerintahan kita tidak berada di daerah jawa dan sekitarnya, jawa dan sekitarnya hanya merupakan, kalau sekarang itu seperti kelurahan.
Mojopahit dulu bukan bentuk kerajaan akan tetapi suatu kondisi, dan merupakan sandi dari suatu kondisi yang digambarkan untuk dilaporkan oleh patih udara.
mojopahit adalah suatu bentuk kekuasaan tanpa batas yang menggabungkan antara kekuatan sosial dan spiritual, sehingga pada waktu itu sudah dikenal dengan penghasil padi dunia, karena sifatnya penjajahan bangsa jawa dahulu adalah menolong yang kelaparan, dan membiakkan tumbuh tumbuhan untuk dikembangkan diseluruh dunia.
singkat cerita keturunan brawijaya I adalah Brawijaya II, yang menguasai india dan mempunyai istana di Bangalore, sama dengan BW I, penemuan tembaga tanpa sambungan, dengan teknologi yang pertama kali ditemukan seperti kata mas sabdolangit, merupakan jejak jejak satria jawa dalam prosesi menyatukan nusantara.
konsep nusantara dulu dan sekarang beda. dulu nusa-antara, atau pulau diantara lautan kalau sekarang daerah indonesia, itu kenapa dahulu indonesia sangat disegani, bukan karena sukarno atau suharto, akan tetapi ada ikatan yang kuat jauh sebelum itu, antara pelaut pelaut nusantara.
Jejak Brawijaya I dicina masih ada sampai sekarang, yaitu sebuah istana yang tidak boleh seorangpun masuk dan dijaga oleh negara, yang sekarang sering disebut istana tiananmen.
dan tahun sekitar 1987 ada perdana menteri utusan cina yang datang ke indonesia khusus mencari jejak sang raja. itu kenapa cina juga sangat hormat kepada indonesia pada zaman sukarno dan suharto, karena mereka paham silsilah keberadaan dan masih ada garis turun, bukan kharisma sukarno atau suharto, itu hanya salah satunya.
dan juga 60 % orang cina masih keturunan orang indonesia, lewat asimilasi yang dilakukan oleh BW I.
lain kali saya lanjutkan lagi, terima kasih untuk pak sardi dan rekan rekan
sardi berkata,
Maret 2, 2009 pada 6:01 am
Matur sembah nuuwn den mas Samudro, soyo yakin batos kulo bilih, tiyang Djowo pancen jalmo pinilih, kanthi meniko mugi dados penyadaran bilih religi bongso Djawi pancen gadah punjer piyambak, mboten asimilasi saking hindu lan islam, keporo malah kebalik, lan mboten gumun bilih izrael engkang saget dados dalangipun amerika tansah ngawasi priyantun jawi,,,
sepindah malih matur sembah nuwun kagem den bagus Samudro ditenggo pencerahan saklajengipun,,,
sardi berkata,
Maret 2, 2009 pada 10:48 am
Kalau ini benar mas, setidaknya desas desus bahwa majapahit adalah negara boneka mongolia adalah salah, karena ada alur cerita bahwa cerita pasukan sriwijaya berhasil membokong dan mengalahkan pasukan tar-tar setelah mengalahkan jayakatwang adalah alur cerita yang dibuat-buat untuk menutupi kekalahan,,,,
arjunkelana berkata,
Maret 2, 2009 pada 1:30 pm
Nderek nepangaken nami kawula arjun, maturnuwun sanget kawruhipun sedaya,pengalaman kula ngaten…puncakipun ngelmu menawi sampun kersa ngrumaosi bilih tiyang meniko sejatosipun mboten saget punapa punapa,mboten kagungan punapa punapa gadhahipun namung sedaya tumindak ingkang mboten sae ugi saestu betahipun dumateng Gusti.menawi sampun mekaten wonten kalian mboten nggih sami,lan sanget lingsemipun menawi pikantuk kanikmatan,keranten ngrumaosi sedaya lelampahanipun ingkang kirang leres,kados pundi punika?
lir berkata,
Maret 3, 2009 pada 1:29 am
mas kumitir dan rekan rekan penikmat budaya jawi….saya hendak menanyakan bila saja ada pendapat mengenai konsep Gotong Royong..apa hubungannya dengan filosofi Jawi.terutama jika kita melihat struktur masyarakat sebagai masyarakat Kekeluargaan.
sabalangit berkata,
Maret 3, 2009 pada 7:04 am
ketika saya menolong orang dengan izin tuhan saya bisa menolongnya terakhir saya menolong temen saya yang di hantui rasa takut depresi alhamdulilah agak mending sekarang tapi ketika saya menolong orang lain sugguh seperti mengangkat beban 100000 ton apakah yg terjadi dgn diri saya toong mas kumitir kalo ada solusinya saya tunggu secepatnya
sabalangit berkata,
Maret 3, 2009 pada 7:06 am
maaf maksud saya menolong diri sendiri
samudro berkata,
Maret 5, 2009 pada 8:38 am
buat bapak sardi yang saya hormati….
bahwa sebenarnya tentara kita nggak pernah kalah, hanya karena para keturunan para raja ingin menghendaki tempat asal penghasil kebutuhan dunia-lah maka lahir perang yang di jawa dinamakan perang suksesi atau perang antara anak raja.
dari situ lahirlah kubu kubu untuk menyerang pusat suplier kebutuhan dunia, yaitu jawa. perebutan ini kemudian berimbas pada perang pendudukan atau penguasaan bangsa atas bangsa lain yang kemudian dikenal dengan perang dunia. dimana dunia kemudian dipeta-petakan dan dibagi oleh yang menang perang pada saat itu.
jadi perang antar mongol dan sriwijaya itu adalah salah satu babag dalam perang suksesi, perang untuk menguasai jalur perdagangan dunia yang berporos pada penguasaan jawa dwipa
Tentang mojopahit belum pernah hancur, hanya periodenya akan terulang, mungkin yang dikenal dengan renaisance, atau zaman kegelapan, atau gbyar roino, atau yang lebih dikenal dengan masehi baru, yaitu terjadi pergeseran garis edar perbintangan yang mengakibatkan terjadinya periode paregreg mojopahit.
coba digali kebudayaan bangsa izrael, gak usah takut mereka akan menyerang, mungkin menyerang untuk menguasai literatur kuno untuk memaksimalkan kemampuan mereka sangat mungkin, untuk itu maka yang katanya orang, orang jawa cenderung mistis, dan akhirnya meninggalkan keyakinannya. dan masuklah ideologi lain masuk dan memporak porandakan hati orang jawa yang areh dan selalu welcome dalam menerima siapa saja.
politik mereka sangat bagus, dengan kita meninggalkan keyakinan dan beralih pada sesuatu yang baru, maka mereka dengan mudah untuk mengekslpoitasi budaya kita demi memenuhi ambisi mereka menguasai dunia. mungkin tidak banyak yang sadar ” bahwa dengan menguasai jawa khususnya dan indonesia pada umumnya mereka akan mampu mengendalikan perdagangan komoditi khusus dunia.
mungkin yang perlu diperhitungkan adalah india dengan kitab kuno, mereka mampu bangkit dan menjadi kekuatan dunia yang diperhitungkan. Coba kita cek ya…pak sardi…. cina mereka masih memegang kuat tradisi leluhur, mereka menjadi kekuatan yang perlu dikwatirkan oleh amerika, kemudian jepang, roma, india, inggris, italia mereka semua masih memegang tradisi leluhur dan jauh dari pertikaian internal, meskipun ada mereka segera meredam.
indonesia yang katanya merupakan salah satu negara yang menguasai 80 salah satu keyakinan malah gak karu karuan, ya…. indonesia mengadopsi salah satu ideologi yang nyata nyata bukan milik kita, istilahnya, mburu uceng kelangan delek, nandur jagung kok nang tengah sawah, lucu ya pak… orang indonesia yang katanya canggih dan puintar puintar… tapi aku hanya ingin terus tertawa kok pak….
Israel itu adalah pasukan desersi pasukan BW I dibawah dalam ekspedisi pamalayu 1, jadi mereka memang tidak punya negara, awalnya, tapi mereka dibekali kemampuan untuk menyatu dengan frekwensi alam semesta, atau dalam bangsa jawa dikenal NING, sehingga mereka mampu menyatukan antara kemampuan perempuan dan lelaki. dan otak mereka akhirnya diatas rata rata.
cukup dulu sekian nggih pak.. nanti saya sambung lagi…
samudro berkata,
Maret 5, 2009 pada 8:43 am
mas sabdo langit ternyata masih kagungan rogo toh, kulo kinten pun rogo wung, yen rogo wung kan mboten kagongan bobot, nanging bobot niku piambak nggih rogone, ngapunten menawi lepat.
sardi berkata,
Maret 6, 2009 pada 9:29 am
Salut buat Bpk Samodro, sayapun sebeenarnya sefaham dengan njenengan, namun mungkin masih ada yang ingin saya ketahui lebih detil, termasuk kedatangan pasukan Mongol, yang konon sejarah tertulis dikita mengkisahkan, hal itu dimanfaatkan oleh R Sriwijaya untuk meningkirkan Jayakatwang, lalu berdirilah Majapahit.
Pada intinya saya sedang mencari yang sebenarnya, bahwa ajaran jawa (Kedjawen) merupakan akar leluhur, bumi Jawa, yang ternyata jauh melampaui peradaban dunia manapun (Layang PAmungkas Joyoboyo/Gunung Klothok Kediri), namun menjadi pesakitan ditanah sendiri, dan saya sendiri tiba-tiba ada rasa kerinduan pada kejayaan masa lalu Jawa.
Jadi maaf saya tidak bermaksud berdebat kusir, tapi mohon info yang benar mengenai akar budaya kita, yang konon, bangsa Izraelpun selalu mengintai kita, ,,,,,”Makhluk dari mana Israel ini, adigang adigung adiguna, boleh melakukan apa saja,…..
……Dari dunia Jawa dimunculkan sedikit informasi bahwa beberapa waktu yang akan datang akan terjadi hasil ‘’taruhan’’ antara Yahudi (Jewish) dengan Jawa (bukan Jawa non-Sunda non-Batak dalam pengertian 100 tahun terakhir): Kalau Yahudi yang memenangkan persaingan memimpin dunia, maka mereka akan ajak Jawa menjadi rekanan kerja. Kalau Jawa yang ‘’juara’’ mereka akan berguru kepada Jawa.
” Makhluk Dari Planet Mana Israel Ini?
Ditulis Oleh: Emha Ainun Nadjib ),
Maaf juga saya terpaksa mencuplik pendapat kyai mbeling ini, tapi saya pikir itu benar,,, lantas mengkorelasikannya gimana??,, Izrael (Yahudi ) yang kini sedang memaenkan keilmuannya, bisa membungkam dunia (terutama dunia Arab), Amerika bagai kerbai dikeloh olehnya sebegitunya memperhitungkan Jawa, namun kita sendiri sekarang seperti apa,,, dan siapa yang bisa memulai bahwa sebernya kita ini ada dan lebih dari mereka,,,,,,
Sekali lagi Maaf buat MAs Samodra mudah2an ini hanya kegalauan saya, tapi sekiranya MAs ada mohon penjelasanya……
Terimaksih!!!!!!!!!!!!!!!!!!
samudro berkata,
Maret 7, 2009 pada 6:18 am
pak sardi yang terhormat…..
saya jadi bingung dengan konsep jawa pak sardi….?
konsep jawa / jowo yang sebenarnya …?
atau…
konsep jowo-nya joyoboyo….?
atau …
konsep jowonya si emha…?
kalau nurut joyoboyo, dengan sandi maharesi-nya yang sempat saya pelajari, …..
ngapunten nggih pak sardi…..
akan saya coba jelaskan se-sederhana mungkin……..
pengertian yang sesungguhnya jowo, bukan orang orang jowo atau etnis jawa akan tetapi orang orang yang mempunyai kemampuan untuk menggabungkan antara dunia materi dan dunia im-materi dalam kendali satu tubuh. atau yang lebih dikenal dengan loro ning atunggal.
konsep tersebut sangat selaras bahkan akan lebih dimengerti oleh orang orang kita dengan sangkan paran ning dumadi. sangkan paran ning dumadi itu bukan asal usul kita dari mana dan akan kemana kita nantinya, itu hanya salah satu cabang saja, kalu sudah mengerti kita akan kemana lalu kita akan melenggang ria di muka bumi, selalu ingat tapake kuntul mabur, dimana kita akan selalu pergi dan kembali ke alam wung, alam keabadian, tapi jejak kita didunia akan selalu dikenang apalagi kita pernah ada di muka bumi. seperti kalijogo, apa yang dikenang oleh rekan rekan semua, ilmu dan jejak yang ditinggalkan.
lebih detail lagi sebenarnya, sangkan paran ning dumadi itu merupakan sandi bahwa sebenarnya kita itu terbuat dari apa, dan kandungan dalam , tubuh kita apa aja, serta apa hubungannya antara jagad cilik lan jagad gede.
ketakutan bangsa lain akan orang orang jowo ( bukan etnis lho pak / tapi lebih mengarah ke -ilmuwan ) adalah pada saat mereka mendapat ajaran dari dunia im-materi dan diwujudkan dalam bentuk materi melalui NING, atau semedi atau olah nafas sehingga selaras dengan cinde sengkolo dan pelajaran itu diaplikasikan dalam kehidupan nyata. itu sebeanrnya yang ditakuti bukan lainnya.
itu kenapa pada saat itu sang raja juga ahli bertapa tapi sebagai decision maker / pengambil keputusan akan tetapi tetap dikelilingi oleh para pertapa dan para selir raja ( selir disini bukan istri raja akan tetapi pengawal perempuan raja )
mengenai konsep jowo emha saya gak boleh berkomentar, karena tiap orang diberi petunjuk sendiri-2 oleh yang kuasa, hanya saya pesan eling lan waspodo, maksudnya kita harus selalu ingat bahwa sebenar-benarnya ajaran kita akan tetapi bila kita tidak punya kekuatan, kebenaran itu hanya sebuah legenda / angan angan, waspodonya bahwa dalam alam ini siapapun berhak untuk mengatakan bahwa dia-lah yang paling benar, dan yang konyol adalah orang yang tidak bisa berpendapat atau ikut ikutan, itu yang dinamakan wong iku kelangan ro-so-ne urip.
mengenai bangsa israel atau yahudi biarin aja pak sardi, meski israel punya senjata mutakhir, bila melawan orang yang lapar juga gak akan pernah menang, yang penting bagaimana kita menguasai teknologi pertanian aja, kita suply lagi kebutuhan dunia itu juga udah cukup, itulah cara melawan paregreg mojopahit.
ngapunten menawi lepat……
matursuwun nggih pak………..
rahayu
sardi berkata,
Maret 9, 2009 pada 2:23 am
Terimakasih Bpk Samodro,,,,
Saya memang masih gamang, tentang Jawa dan Kejawen (Kedjawen), karna saya terlahir sebagai islam, dan ketika saya mencoba menjalankannya dengan sepenuh hati, semakin kemari semakin ada yang kurang, dan ganjil pada diri saya,,,
Ketika saya sudah menyempurnakan rukun sayapun masih merasa ada yang kurang,,,
Mungkin dalam hal ini islam terlalu berhati-hati tentang konsep Tuhan, dan juga sangat mendoktrin dengan konsep-konsepnya, dan cenderung suka mendiskreditkan ajaran lain, ini yang aku rasa bahwa konsep islam adalah rahmatan lil’alamin gak sampe disini, karena selalu memvonis ajaran lain dengan konsepnya sendiri tanpa memahami dulu ajaran itu, ,,
Sampailah kerinduanku untuk ketentraman batin saya mereka-reka dan mencari-cari ajaran Jawa Kedjawen ini,,, jadi mohon maklun bila kefahaman saya masih parsial dan campur sana sini, saya lagi mencari petunjuk,,,
dan barangkali denmas Samodro ada reverensi untuk kawula agar bisa menemukan seorang pembimbing, saya akan sangat berterimaksih,,,,
samudro berkata,
Maret 10, 2009 pada 6:02 am
referensinya untuk pak sardi…..
jangan sering baca buku, nanti ngikut ego salah satu buku, baca kitab jagad yang disebut alam semesta….. kitab teles
jangan sering mendengar kata kata akan tetapi dengarkan kebahagiaan dan kesengsaraan, iqro’ bismirobika ladzi kholaq, baca atas nama keyakinan bapak….ajaran tan mo guru
jangan berjalan berdasar keyakinan yang tidak mendasar, nanti kesasar, ingat tuhan lebih dekat dari urat nadi dileher kita…. dununge ilmu lantaran soko laku…
ngapunten menawi lepat
monggo disurasa’ aken
Nur berkata,
Maret 11, 2009 pada 5:03 am
sugeng suluk salam saking kulo dateng panjenengan sedoyo..
salam
saharanun berkata,
Maret 11, 2009 pada 10:55 am
petunjuk Tuhan diberikan pada hati yang terbuka seluas-luasnya dengan warna-warni kehidupan, mencari kebenaran bukanlah untuk memiliki kebenaran… biarlah itu milik Tuhan, kita manusia hanya menjalani dan mewarnai hidup dengan keindahan hati yang kita miliki hihihi…
anak alam berkata,
Maret 19, 2009 pada 7:04 am
ass.wr.wb sodaraku stanah air aku mo nanya sapa aja yg tau arti dari smua ini. aku bermimpi ….aku melihat kebakaran bueesar sekali sampai2 berkilo2 berpuluh2 desa/kampung hangus dan membara.dan mimpiku itu aku aku merasa ada diatas bukit tapi di tengah surabaya.dan yg ku liat membara tadi kira 2 daerah bagian surabaya pinggir selatan sampe mau ke barat. buat sodaraku yg tau apa dari mimpi itu tadi……? salam…….
anak alam berkata,
Maret 19, 2009 pada 8:02 am
apakah itu hanya sbuah mimpi …ya…..mungkin mimpinya nglantur kali ya…
Nur M Ahyariyanto berkata,
Maret 21, 2009 pada 6:31 pm
Nyuwun priksa ngengingi babagan Filsafat Pohon, utawi witingaurip…kula nate mireng saking wayang bilih wonten ngelmu ingkang medhar bab filsafat uwit.
Menawi mboten klentu kawiwitan saking “witing-ngaurip” inggih menika iman, lan sapanunggalane….lajengipun kesupen.
Wonten ing tengah-tengahing wedharan, wonten “pang papat”, “godhong 30″, “dina kuwi bojone pasaran – pitu lan lima”, lan liya liyane…
Menawi kagungan, nyuwun wedharanipun ingkang gamblang ngengingi urut-urutaning wedharan saha jlentreh ipun ngelmu menika.
Nyuwun ugi wedharanipun dipun email nggih, mas.
Nuwun,
Nur
azmi berkata,
Maret 24, 2009 pada 8:53 am
Aslmkm mas,Saya ingin bertanyakan soalan yang bermain di fikiran saya,malah saya blum dapat kepastian jawapan yang menenangkan saya.Persoalan saya adalah tentang tauhid.saya ingin tahu kesimpulan tauhid di dalam diri kita diri adam.Dimana letak rahasia diantara ‘jiwa & raga’diri di DALAM tauhid.
Maaf kalau soalan yang mungkin tidak pantas & mungkin mendatangkan ngak enak pada pembaca & mana2 pihak,saya mohon maaf seikhlasnya.
Saya amat harap mas kumitir bisa reply saya.Alhamdulilah.Terima kaseh
Wslm
Azmi
m_azmishah@yahoo.com.sg
satria aji berkata,
Maret 25, 2009 pada 8:44 pm
kakang mas aku tresno karo pangjenengan kalo bisa aku minta alamat lengkap plus no hp matur nuwun sanget(sukur sukur ada cd-nya)
sabdalangit berkata,
Maret 27, 2009 pada 2:11 pm
Mas SAMUDRO Yth
apa kabar Mas samodra, saya diam-diam selalu menyimak tulisan panjenengan yang begitu premana lho…
========
…mas sabdo langit ternyata masih kagungan rogo toh, kulo kinten pun rogo wung, yen rogo wung kan mboten kagongan bobot, nanging bobot niku piambak nggih rogone, ngapunten menawi lepat.
==========
punika ing nginggil seratanipun mas Sabalangit saking tlatah Korea ..
sanes kawula ingkang taksih ndepis wonten njugangan……
Rahayu Mas
Nuwun
wasy' berkata,
Maret 27, 2009 pada 6:18 pm
Yth Eyang Kumitir mohon pencerahan eyang: dalem tiyang deso ingkang bodho tur cubluk,dalem pingin ngangsuh kaweruh kaliyan panjenengan kadospundi syarat – syaratipun mohon pencerahan eyang?
tomy berkata,
Maret 30, 2009 pada 5:15 am
Nuwun Kangmas Kumitir, kula badhe nderek ngangsu seserepan wonten gedhong ngelmu menika. kalih kula nyuwun pirsa mbokmenawa Kangmas Kumitir punapa para kadhang sedaya ingkang dahat kinurmatan wonten ingkang kagungan Kidung Waringin Sungsang, mbok kula saged nyuwun
yus surono berkata,
Maret 30, 2009 pada 12:24 pm
mas, saya melakukan tirakat baru 3 bulan , tujuan saya ingin melihat alam qoib ( alam suwung ) tapi sampai sekarang saya belum bisa. mohon petunjuk.? apakah benar manusia mempunyai NUR ? bagaimana caranya mau menemui dulur tuwo?
yus surono berkata,
Maret 30, 2009 pada 12:25 pm
mas, saya melakukan tirakat baru 3 bulan , tujuan saya ingin melihat alam qoib ( alam suwung ) tapi sampai sekarang saya belum bisa. mohon petunjuk.? apakah benar manusia mempunyai NUR ? bagaimana caranya mau menemui dulur tuwo?
YUS ASLI WONG PATI JATENG
mitro655 berkata,
April 1, 2009 pada 3:11 am
nyuwun sewu..,
perkenalkan nami kulo mitro
pengen ngudhi ilmu lan karwuh bhs jawi….,
keboireng berkata,
April 3, 2009 pada 5:53 pm
Kula nuwun , nderek ngempal nggih , Dimas Kumitir mugi njenengan kersa bertahan dengan penampilan niki , sebab yen sing diuri uri niku salin basa malah mangke saget salah panrima kajawi njenengan kersa paring penjelasan nggih mangga jer babone tetep ngagem basa jawi , kagem para kadhang bloger ing mriki kula hamung urun rembuk sekedik njenengan sampun ngantos kwatir sdaya suraos kang wonten ing kitab jawi kang baku mboten bade nyasataken panjenengan sadaya malah yen sami kersa nglampahi bakal manggih kamukten sarengan njeng nabi saw.
salam taklim
Hari Adi berkata,
April 8, 2009 pada 5:15 am
Raden Mas Alang-Alang Kumitir kinasih.
Hidup itu harus bersandar kepada Allah, mempercayai sepenuh hati, dan berharap hanya kepadaNya saja. Itulah hidup yang benar benar merdeka, merdeka yang benar ada lama pegangan tangan kuasaNya.kemerdekaan yang diberikan dari Allah untuk kita, berarti kita sudah dimerdekakan. Sebab itu hendaklah kamu teguh berdiri dan jangan sampai kamu dikenai lagi kuk perhambaan. Ingatlah baik-baik! jika kita melakukan sesuatu, ini berarti akan menjadi hamba dari yang mendasari kita melakukan seustu itu baik itu yang mendatangkan faedah atau tidak. Namun jita kita dalam melakukan sesuatu itu didasari cinta kita kepada Allah, sehingga seluruh perilaku hidup kita kita serahkan kepada Allah maka hidup kita menjadi pisungsung yang hidup yang berkenan kepada Allah.
jika kita melakukan sesuatu atas dasar yang mendasari kita berbuat itu kita hanya dibenarkan oleh angger angger yang mendasari hup kita itu.yang membenarkan adalah hukum yang mendasari kita melakukan sesuatu itu.Kamu, yang ingin dibenarkan oleh hukum yang mendasari kita berbuat sesuatu ini berrti kita keluar hukum yang mwenaasari kita berbuat itu. Karena melalui Ruh dan oleh imanlah kita menanti-nantikan apa yang benar, yaitu apa yang kita harapkan. Sebab dalam kasihnya tidak mendatangkan faedah apa pun; sedangkan yang mendatangkan faedah ialah iman yang bekerja melalui kasih. Dahulu kamu berlari dengan baik. Siapa yang telah merintangi kamu sehingga kamu tidak lagi menuruti kebenaran?
Bujukan itu bukan datang dari Tuhan, yang telah memanggil kamu.
Sedikit ragi saja dapat mengkhamirkan seluruh adonan tepung.
Di dalam Tuhan, aku menaruh percaya bahwa kamu tidak berpikiran lain mengenai perkara ini. Akan tetapi, orang yang mengacaukan kamu akan menanggung hukumannya, siapa pun dia. Seandainya aku, hai Saudara-saudaraku, masih mengajarkan khitan, mengapa aku masih dianiaya juga? Jika demikian halnya, maka salib itu tidak lagi menjadi sesuatu yang membuat orang tersandung. Memang aku menghendaki agar mereka yang telah mengacaukan kamu, mengebirikan dirinya. Hai Saudara-saudaraku, kamu sudah dipanggil untuk hidup dalam kemerdekaan. Meskipun demikian, jangan sampai kemerdekaan itu memberi tempat bagi keduniawian, melainkan oleh kasih hendaklah kamu menjadi abdi seorang terhadap yang lain. Karena semua isi hukum Taurat dapat disimpulkan dalam satu perkataan ini, “Hendaklah kamu mengasihi sesamamu manusia, seperti terhadap dirimu sendiri.” Tetapi jika kamu saling menggigit dan saling menelan, awas, jangan sampai kamu saling membinasakan. Maksud dari perkataanku itu adalah demikian: Biarkanlah Ruh memimpin kamu, niscaya keinginan duniawi tidak akan kamu penuhi. Karena keinginan duniawi berlawanan dengan keinginan Ruh, dan keingin-an Ruh pun berlawanan dengan keinginan duniawi. Keduanya saling bertentangan, sehingga kamu tidak dapat melakukan apa yang kamu kehendaki.Tetapi jika kamu dipimpin oleh Ruh, niscaya kamu tidak lagi berada di bawah hukum Taurat. Perbuatan duniawi itu telah nyata, yaitu percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, ilmu sihir, perseteruan, pertengkaran, kecemburuan, amarah, pementingan diri, perpecahan, pemisahan, dengki, mabuk-mabuk, pesta pora, dan sebagainya. Aku berkata kepadamu sebagaimana sudah kukatakan sebelumnya, “Mereka yang melakukan perkara-perkara yang demikian itu tidak akan mewarisi Kerajaan Allah.” Tetapi buah Ruh ialah kasih, kegembiraan, kesentosaan, kesabaran, kemurahan, kebaikan, iman, kelemahlembutan, dan penguasaan diri. Tidak ada hukum yang dapat melawan hal-hal yang demikian. Lagi pula, setiap orang yang telah menjadi milik Isa Al Masih, sudah menyalibkan keduniawiannya dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.Jika kita hidup di bawah pimpinan Ruh, maka biarlah langkah kita juga dipimpin oleh Ruh. Janganlah kita menjadi sombong, saling menyakiti hati, dan saling mendengki.
Terima kasih mas Allang K. terima kasih untu semua.
sugeng berkata,
Mei 2, 2009 pada 7:17 am
wo manusia itu akan di katakan merdeka sejati lahir dan batin, apabila telah mau berusaha dan sungguh-sungguh nunggangi “nafsu” untuk di jatikan pancatan kembali kepada tuhan (dzat wajibul wujud).
selalu memproses diri, menyadari bahwa yang bisa, yang ganteng, yang pinter dll itu adalah allah semata.
sari berkata,
April 8, 2009 pada 7:06 am
lestarikan budaya para leluhur bangsa kita via media ini, seluas-luasnya, sedalam-dalamnya !
maturnuhun-haturhunun-terima kasih ; )
okas berkata,
April 10, 2009 pada 8:39 am
nuwun sewu dulur2 kang podo eling jawane ayuk guyub rukun noto masyarakat kang wus podo lali karo jawane, ojo podo du kawruh amarga yo ra ono enteke.
puriprabu berkata,
April 10, 2009 pada 10:05 am
Syukur marang Gusti Kang Moho Agung.
Mas Kumitir, terimakasih atas tulisan dan literature Jawanya, benar benar sangat berarti website ini untuk kawula muda, saya ingin belajar lebih banyak, mohon saya bisa dikirim alamat, dan ingin bertemu serta berkomunikasi lebih dengan Mas Kumitir untuk ngangsu ilmu mendekatkan diri pada Yang Membuat Hidup.
Mohon juga diijinkan, karena website ini saya link di blogspot saya.
Mohon maaf karena saya orang jawa tetapi belum beisa berkomunikasi dengan berbahasa jawa dengan baik.
Gung pangapuranipun.
ficka berkata,
April 11, 2009 pada 1:49 pm
salam knal mas….
saya ficka dari banyuwangi….saat ini saya ngansu banyu bening pada seorang bopo guru yang saya temukan tanpa sengaja,memang yang di ajarkan sangat membantu ,dapat merubah tindak laku saya yang kurang baik,saya saat ini dapat lebih tenang,dan mengerti
saya ingin blajar lebih banyak pitutur..
mas sering ke purwo?
KItab Negara Kertagama « ANGKERS berkata,
April 11, 2009 pada 3:05 pm
[...] TUKAR PENDAPAT [...]
WIBOWO berkata,
April 12, 2009 pada 12:25 pm
RAHAYU M.KUMITIR
NYUWUN SEWU NDEREK TETEPANGAN,SAKING NATASEWU,
KULO BADE NYUWUN DIPUN SERATAKEN KIDUNG INGKANG KENGKAP,CUPLIKANE MGATEN,
BABARING GESANG WUJUD DUMADI
ANGGELAR SAKEHING AGAMA
NGGO MRANOTO MRING UMATE
…………………..
KALEH
MANUSA IKI SUKET PITO WONO
YEN WIS TITI MONGSO GINARU LINUKU
KANG LINESEP GARU SAPERLU MERUHI
SAHADAT SEJATI
RASUKANE HYANG SUKMO
…………………..
KULO NYUWUN LENGKAPIPUN
MBOK MENAWI PIRSO,MTUR NUWUN.RAHAYU
jahil methakil berkata,
April 13, 2009 pada 1:13 pm
” nyuwun sewu poro kadhang sedoyo…
kakang kumitir meniko dereng nguasai ilmu-ilmu ingkang dipun tulis, sami kalih kita sedoyo, sinau bebarengan mungkin malah paham panjenengan sedoyo.. nanging kulo hormat lahir tembusing batin dumateng kakang kumitir amargi perjuanganipun anggone nguri – uri budoyo jawi.. ”
dumateng pak de Sardi ” siapa saja yang mengolah rasa dengan benar pasti akan merasakan kedamaian karena itu adalah buah dari olah rasa, sama dengan kita ber olah raga buahnya adalah kebugaran dan kesehatan” dados rumongso tentrem meniko bukan ukuran dalan kang bener.. nyuwun ngapuro kadhang sedoyo..
soe berkata,
April 15, 2009 pada 3:19 am
Mas Kumitir, saya dan rekan-rekan Tim wacana nusantara sangat mngagumi apapun yang ada di Blog ini,, Kami meminta izin untuk menerbitkan tulisan ini di Web Kami, tentunya dengan menggunakan kaidah jurnalisme yang ada..
besar harapan kami agar Mas Kumintir sendiri yang memberikan jawaban kepada kami baik di blog ini maupun melalui E_mail saya yang saya sertakan.
mungkin kita bisa bekerja sama dalam melestarikan budaya nusantara..
web kami bernama http://wacananusantara.org/, web yang masih dalam tahap pengembangan, (baru 1 bulan ini kami ada), tim kami berisikan anak muda yang umumnya masih mahasiswa,,
terimaksaih atas perhatian Mas Kumintir, besar harapan saya Mas Kumintir dapat menyetujui akan apa yang saya utarakan di atas..
Terimaksih
Soe (Tim Wacana Nusantara)
mas kumitir berkata,
April 15, 2009 pada 1:54 pm
Makasih untuk rekan2 tim wacana nusantara dan saya ucapkan selamat atas munculnya web : http://wacananusantara.org/, silahkan Mas Soe untuk mengambil/kopas isi dari blog ini, semoga dapat bermanfaat.
nuwun
sam berkata,
April 16, 2009 pada 5:16 am
Salut buat mas Kumitir, dijaman seperti ini masih ada org yg begitu besar kepeduliannya terhadap budaya Jawa. Malu diri saya yg org Jawa tapi tidak bisa berbahasa Jawa halus, bahkan untuk memahami pun masih sering kesulitan.
Mohon info jika ada semacam Kamus atau Buku utk bahasa Jawa yg sangat halus dan puitis ini.
Matur nuwun.
Saloy berkata,
April 26, 2009 pada 2:44 pm
BERGURU
Dua puluh tujuh tahun aku mengembara mencari kekasih,
tiada bertemu,jalan buntu
Mungkinkah bapak dan guruku telah menipuku dulu,
Aku tidak tahu.
Begitu lama aku rindu tiada lampu,jalan tiada tujuan,langkah tiada arah.
Kutanya pada Ghozali jawapnya sulit dimengerti
Kutanya pada Hamka jawabnya;Terus-teruskan..!
Kucari jawab dari Wali,Guru..! kataku,antarkan aku,aku rindu
Jawabnya;Diam…!
Dimana kekasihku,kataku memaksa
Dia diam,akupun ikut diam
Dia mengangkat kepala lalu berkata:
Kekasihmu ada pada dirimu
Hendaklah engkau mati sebelum mati
Sholatlah engkau sebelum engkau disholatkan
Aku tambah tidak mengerti
Guru…!
Matikan aku sebelum aku mati
Sholatkan aku sebelumku tahu sholat.
SALING MENUDUH
Suatu malam kami sholat berimam
Selesai tasbih aku berkata kepadanya
“Imam”,kataku, tadi sholat engkau tidak diterima
Aku saksikan dari belakangmu
Ia lalu berkata,”Apa katamu”
“Pada punggungmu penuh darah dan daging,
Bukankah darah dan daging tidak sampai kepada Allah”
Kalau begitu sholatku batal….?
“Ya”, jawabku.
Sama-sama batal sudah sholat kita
“Kenapa”, kataku
Kau sedang sholat melihat punggungku berdarah….!
“Ya”, aku sudah tahu….
“Lho..sudah tahu batal kenapa kau lakukan
Aku sholat karena mengikutimu
Dan kau mengikut siapa…?
Aku mengikuti guru dan kata orang tua.
“ MENCARI TUHAN “
Dalam kelam rahman bertanya
Wahai tuhan dimanakah aku dapat menemuimu
Tuhan menjawab tinggalkan napsumu dan pasti engkau
Berjumpa dengan – KU
Aku tidak pakai napsu
Dimana nafsuku, aku tidak tahu
Tuhan menjawab memangnya kau bencong
Atau engkau sudah tidak berjasad lagi ? tidak !!
Jasadku masih utuh, aku masih hidup
Silakan kau belajar kepada DAUD atau kepada MUSA
Agar kau dapat meninggalkan terompahmu
Agar kau tahu bahwa sudah dilembah suci
Yaitu lembah TUWA Q:S 20:12
Aku tidak pakai terompah
Bagaimana kalau bajumu
Aku malu tuhan ! guruku menyuruh aku begitu
Kalau begitu carilah gurumu dan adu jidadmu sampai meledak dengannya
MENCARI KITAB
Lelah kau mencari bukit
Gunung Tursina dalam cerita
Namanya betul,tetapi itu kias
Ia berada diatasmu,hanya kau tiada tahu.
Sapi, domba dan keledai pengangkut kitab
Lapar,nafsu dan malas
Kau cela dan cerca
Itu dirimu
Pahami..! jangan jadi sapi,
Nafsu..! hindari kedombaan
Baca kitab
Lepaskan
Akal pikiran itu kitab
Baca didalam bukit
Pelejari apa isinya
Baca pelajari agar mengerti..
ADAM
( Penjara dalam diri )
Wahai tembikar tanah pusaka
Aku datang memberi kabar gembira
Membangkitkan kau agar kau mendengar
Menghidupkan agar hidup
Kesempurnaanmu telah ku beri
Cahayamu telah kuberkati
Bangunlah hari sudah siang
Agar kau berjalannya dalam terang
Agar tidak terperosok kedalam lubang
Kau dengar seruanku ini
Atau kau bertahan dalam pekak dan tuli
Bukan tak mampu, hanya kau tidak menangkap sinyal
Mempertahankan sial, nanti kau menyesal
Wahai tembikar yang sudah kubentuk
Telah ku tiupkan bagianku untukmu
Agar kau hidup dan tidak buta atau mengantuk
Tangkaplah isyarat dan bukalah tutup
Jangan jubah menjadi menghijab
Matamu terbuka seperti tanah kering dan bayangan tanganku tidak kau liat jua
Nanti kau salah duga dan aku bukan algojo seperti yang kau kira
Hanya engkau yang membuat penjara dalam dirimu
Wasalam
Saloy
0817 288767
sugeng berkata,
Mei 2, 2009 pada 7:11 am
sesuguhnya anda telah di beri hidayah oleh tuhan untuk mencari keberadaan wujud mutlaknya tuhan.
ingatlah satu hal bahwa setiap “ada nama” itu pasti “ada wujudnya” dan itu tidak bisa di pungkiri, dan untuk mengetahui wujud dan keberadaan tuhan yang hak dan nyata itu kita musti berguru kepada manusia yang memang benar-benar di utus oleh tuhan untuk menyampaiakan ajaran mengenai keberadaan tuhan.
http://www.pondoksufi.or.id
sardi berkata,
April 27, 2009 pada 2:57 am
jahil methakil berkata,
April 13, 2009 pada 1:13 pm
Kagem denmas Methakil, sembah nuwun, mugi saget sami angudoroso, ngudi guru sejati wonten pribadinipun piyamba-piyambak.
Kagem mas Kumitir, monggo dipun wigatosaken poro tamu engkang sami ngangsu kawruh, minongko sesepuh engkang saget angrangkul sagunging sederek sami ingkang anenggo dawuh tuwin pituduh saking mas Kumitir, ,,
Monggo kito bangkit sesarengan njunjung budoyo jawi, supados mboten dados tamu wonten dalemipun piyambak.
Ugi mas Sabdolangit, dipun tenggo wejanganiun,,,
sembah nuwun
Saloy berkata,
April 27, 2009 pada 12:56 pm
Saya minta maaf sebelumnya, bukan maksud saya gimana-gimana dan mencerca siapa pun, memang didunia ini saya memang pantas di kutuk oleh siapa pun, karena saya memang bukan siapa2.
tapi ijinkan lah saya yang masih kafir dan baru mengetahui kulitnya aja dari rahasia jagad ini untuk belajar kepada siapa saja yang bisa menunjuk kan saya jalan kebenaran, terutama kepada mas Kumitir yang saya anggap lebih mengetahui dari saya dan salam buat mas lambang, mas Sardi dll nya.
1. Siapa saya ini ?
2. Siapa Muhamad itu ?
3. Siapa Allah itu ?
4. Apakah Allah itu sakti ? sesuai dengan sebutan yg maha kuasa dan maha semuanya ?
5. Sebenarnya siapa yang ada, Aku atau Allah ?
6. Atau tidak ada apa-apa, yang ada juga bukan. jadi apa yg ada ?
Maaf kalau pertanyaan saya tidak berkenan dihati semua nya, mohon kepada mas Kumitir untuk memberi wejangan kepada saya yg hina ini dan masih dalam keadaan kafir.
Kalau ada yang tidak berkenan atas pertanya saya ini silakan marahin saya, saya iklas untuk semua itu.
Wassalam
Saloy
Mokhamad Rukhan berkata,
April 29, 2009 pada 8:34 am
bukan tiada hati untuk mengatakan siapa saudara, kalau anda lupa atau tak tahu diri, buat apa harus tahu muhammad, Allah, ada, tiada, sakti, atau maha, karena anda termasuk manusia yang rendah hati untuk tahu segala-galanya.
buat apa anda harus dimarahi, dicaci,dihina, atau dicerca, karena anda sudah tahu ihlas, dan bertanya, serta mengerti dimarahi, pasrah untuk dicerca.
anda terlalu tinggi dan rendah.
sugeng berkata,
Mei 2, 2009 pada 7:03 am
sesuguhnya anda telah di beri hidayah oleh tuhan untuk mencari keberadaan wujud mutlaknya tuhan.
ingatlah satu hal bahwa setiap “ada nama” itu pasti “ada wujudnya” dan itu tidak bisa di pungkiri, dan untuk mengetahui wujud dan keberadaan tuhan yang hak dan nyata itu kita musti berguru kepada manusia yang memang benar-benar di utus oleh tuhan untuk menyampaiakan ajaran mengenai keberadaan tuhan.
http://www.pondoksufi.or.id
Mokhamad Rukhan berkata,
April 29, 2009 pada 8:29 am
saya sampai sekarang bingung, biarpun asli dan besar di Malang, serta sudah mengetahui dimanapun sisa-sisa peninggalan singosari di malang raya (Insya Allah 90%), namun saya belum tahu pasti tentang letak dan posisi kerajaan Singosari……
terakhir ada workshop di UM tentang kerajaan singosari sebenarnya berada di sekitar (kota Lama,Brantas,muharto, kebalen, dan juga polehan), memakai metode modern dengan peta satelit…..
sejak SD Sampai jadi Guru “masih mencari singosari” Karya tulisku. tolong referensi terus sahabatku
Dhanang berkata,
April 30, 2009 pada 5:39 am
Mas Kumitir.. Kulo satunggaling pawongan ingkang saweg nandang bingung. Awit kepingin ngertos kadospundi raosipun pawongan ingkang bidal tilem lan bidal tangi.. Serat, kidung, wirid utawi piwulang ingkang pundi, kang kedah kulo sinaoni.. supados kulo ngertos bab puniko. Syukur-syukur… bilih mas Kumitir kersa paring crito wonten E-mail kulo. Suwun
bram berkata,
April 30, 2009 pada 5:42 am
maaf semuanya saya mau tanya tentang jor jinambang
wong alus berkata,
April 30, 2009 pada 2:48 pm
Poro kadang kumitir
Pertanyaannya kok sulit dan kadang-kadang tidak pernah dengar. Apakah nglakoni / ngelmu harus sesulit itu??? Terkadang saya kasihan dengan Mas Kumitir, tapi karena sudah resiko jadi penunggu blog ya sudah….
Yang prinsip,tata cara dalam apapun juga termasuk nglakoni ngelmu bersifat tidak wajib. Yang wajib adalah kebersihan niat yang ikhlas untuk mencapai tujuan yang ingin diraih. Belajar bisa dilakukan dengan cara apapun, tapi substansi dari kegiatan belajar… itu yang harus dicari.
Salam
Wong Alus
http://www.wongalus.wordpress.com
GongSeng berkata,
Mei 2, 2009 pada 8:08 pm
Yes. ibarat Gunung,dari sana terpancar begitu banyak mata air yang akhirnya membentuk kali-kali( sungai-sungai). Dan sungai-sungai itu terus mengalir, akhirnya bermuara dalam satu wadah yang disebut SAMUDRA.
Nah..kita mau mengikuti alur sungai yang mana untuk bisa sampai ke samudra itu? Tentu kita sendiri yang bisa menentukan.
Dan untuk bisa mencapai samudra,tentu harus berani laku.
“LAKU”lah yang jadi ukuran agar kita bisa mencapai wadah besar yang disebut SAMUDRA.(yang dalam bahasa Jawa disebut SEGARA.>SEjatine GAib kuwi lungguh ing RAsa).
Ya kuwi kang kinaran:”SAMUDRA KANG TANPA WATES”.
wasy berkata,
April 30, 2009 pada 6:53 pm
Eyang cucu MAu naNya…dIMana cucu bS BElajar ngelmu MANUNGGALING KAWULO GUSTI..Mohon penceraHanya??
wasy berkata,
April 30, 2009 pada 6:56 pm
Cucu lupa Mau naNYa lagi DI Mana cucu Bs meNEmui EYANG..Di jakarta ada gak pAGuyuban eyANG Mohon pencERahanya..?
Mas Kumitir berkata,
Mei 1, 2009 pada 12:01 pm
Makasih kepada Mas Wasy dan salam hangat dari saya,
Maaf sebelumnya, saya tinggal dan menetap di pulau Jawa Bagian Timur dan tidak mempunyai Paguyuban, Padepokan ataupun alamat di Jakarta.
Nuwun
sugeng berkata,
Mei 2, 2009 pada 6:49 am
manunggale kawulo gusti itu bersatunya antara tuhan dan hambanya tho..?? ini bukan ajaran namanya, melainkan ini adalah kodrat yang nyata bahwa manusia itu selalu gandeng dengan tuhannya, tapi manusia itu sangat bodoh tidak pernah berfikir bahwa setiap nama itu ada wujudnya dan manusia tidak pernah mencari di mana wujud keberadaan tuhan, tidak pernah mencari utusan tuhan yang hak dan sah menyampaikan / membisikan wahyu kepada umatnya, manusia dengan tuhan itu bagaiman mata dengan hitamnya…
sayang sekali manusia yang hanya tahu teori tapi tidak tahu hakekat kebenaran ilmu tuhan yang sesungguhnya.
manusia saat ini tidak mempercayai adanya nabi (imam mahdi) dan ajaranya yang mengada jelas di bumi.
hanya bangga dengan ajaran tuhan, dan selalu menuruti nafsu dan benere dewe… tidak percaya kepada utusan tuhan..
sesungguhnya nabi itu mengada jelas di tengah-tengah mu
MImin Rokhimin berkata,
Mei 2, 2009 pada 3:25 pm
Ajaran Siti Jenarlah yang saya rasa paling benar untuk Bangsa Indonesia yang sedang dijajah ini. karena Indonesia dijajah bule2 karena dikutuk oleh beliau.
weleh berkata,
Mei 3, 2009 pada 5:04 am
benar menurut anda … trus bagaimana menurut tuhan ??
ra sak enak’e udele dewe wong… ora podo nggugu nafsune dewe…
nggugu pengarepane pangeran thoooo,…
seng di gugu lan di tiru yo guru wasithah
Rere berkata,
Mei 3, 2009 pada 9:23 pm
Kang Kumintir, & rekan bloger lainya….. kalalu bisa anda dapat menjelaskan proses antara tingkat makrifat islam dan ngahiyang(kahiyangan) dalam hal mokswa kembali ke unsur alam asalnya,mengingat keyakinan para Raja Pajajaran menolak masuk islam karena dirinya telah islam.
saloy berkata,
Mei 4, 2009 pada 11:22 am
maaf sebelumnya buat mas rere
ini menurut pendapat saya lho ;
Tentang makrifat islam ialah dimana pikiran mereka selalu tertuju kepada Allah, setiap saat setiap waktu bagi mereka tidak ada yang ada kecuali hanya sang pencipta saja yang ada dalam benak mereka yang mereka kenal dengan nama Allah swt, dimana dimana tempat mereka berasal dan kembali kelak ( Innalillahiwainnalillahirojiun )
sedangkan Mokswa menurut keyakinan para raja Padjajaran dan mereka menganggap mereka sudah Islam mungkin ada benarnya juga namun mungkin ada salahnya juga tinggal dari mana kita menelaahnya dan memahaminya.
karena mereka ( para raja padjajaran ) sudah memahami hakikat diri mereka sendiri, bagi mereka agama hanya semacam sebuah organisasi saja, tapi pemahaman ajarannya lah yang mereka dalami.
Contoh:
sekarang apakah kita juga sudah Islam atau belum ??
jangan2 kita Islam hanya karena turunan orang tua kita Islam, mungkin kalau dulu orang tua kita bukan Islam apakah kita juga sekarang Islam ??
sebagai orang Islam tentunya kita memahami akan Islam itu sendiri, dan memahami apa yang kita kerjakan dalam menjalan ritual didalam islam itu sendiri, seperti contoh yang ringan saja :
1.kita sholat lima waktu, kenapa waktu lima itu disholatkan ?
2.kenapa kita sholat Isha 4 rakaat, Subuh 2 rakaat, zuhur 4 rakaat, asyar 4 rakaat dan mahgrib 3 rakaat ?
kenapa bisa begitu, tentu Allah membuat ketentuan itu ada maksud dan tujuaannya, tidak mungkin Allah menciptakan itu dengan sia-sia,
apakah selama ini kita menjalankan sholat karena kita sudah memahaminya atau hanya karena karena ikut2an saja ? dan masih banyak yang lainnya.
maaf kalau tidak memuaskan oret2an ngawur saya ini
wasalam
binladen berkata,
Juli 9, 2009 pada 5:01 am
semua itu ada bab kedadeannya,
Anto Medan berkata,
Mei 7, 2009 pada 8:12 am
bagaimana aku bisa melihat telingaku sendiri?
sedangkan aku belum mengenal diriku!
dari mana aku harus memulainya?
bagaimana kejadian diriku?
dari mana aku?
untuk apa aku ada di dunia ini?
Mahardhika Zifana berkata,
Mei 9, 2009 pada 2:26 am
Salam
Saya memiliki beberapa pertanyaan yang kebetulan berkenaan dengan budya Jawa. Jika Mas kumitir tidak keberatan saya ingin berkorespondensi melalui email. Apa bisa?
ahmad yani berkata,
Mei 11, 2009 pada 4:50 am
sampurasun mas kumitir mau ikutan nimbrung disini,daripada nimbrung sama orang partai,yang bikin bingung dan nggak jelas gitu.
WONG KAFIR DARI BALI berkata,
Mei 12, 2009 pada 2:06 am
I’m so happy..very happy
My brothers from Java never forget that our soul is eternal. Moksartam Jagaditha is our prime purpose in this life. Not sorga. sorga is lower than Moksha.
Anto Medan berkata,
Mei 12, 2009 pada 7:59 am
kalau ada sesepuh yang mau koresponden dengan saya,
tentang hakikat diri, saya sebagai pemula dalam pencarian diri sangat butuh info dan pengalaman dari para sepuh seperti kang kumitir dan yang lainnya
dengan senang hati, ini email saya rismanto99@yahoo.com
Rahmat Giling berkata,
Mei 12, 2009 pada 9:28 am
Jika rasa tak lagi bicara
Jiwa tak lagi berharap
Gravitasi tak lagi punya nilai
…………..rahmat giling
sukoco(sragen) berkata,
Mei 19, 2009 pada 1:07 pm
mas kumintir
lan sedulur sedoyo
salam kenal
salam waras
berkah dalem
samudro berkata,
Mei 19, 2009 pada 3:40 pm
sampur asun… kadang sedoyo….
sugeng tetepangan ………
mas kumitir lan derek liane ngapunten menawi nembe gabung malih….
buat mas saloy, siapa saya, tuhan, muhammad, jaawabnya terangkum dalam satu hal yaitu AKU, tanpa AKU tiada tuhan, tanpa kehadiranKU tidak mungkin tuhan itu ADA, karena ada AKU-lah tuhan itu menjadi ada.
apa tuhan itu sakti, saya kira juga tidak, karena tuhan gak punya perguruan silat, keajaiban dan kemukzizatan hanya untuk menunjukkan pada kita bahwa ada dimensi lain ddari keberadaan kita saat ini, untuk itu berlomba lombalah kita untuk menuju kesana, semoga dengan menuju kesana kita dapat mengetahui dengan lebih jelas dan yakin melalui usaha kita sendiri, bahwa tuhan itu ADA, bukan cerita bohong atau tahayul yang hanya bilang tuhan itu ada. dengan begitu kita baru saya bersaksi Tiada Tuhan selain ALLAH, makanya Tuhan sangat mencintai orang orang yang berilmu selain beriman, jangan dibalik, lain hasilnya.
keberadaan dimensi itu sangat terkait erat dengan mokswa atau pergi kedimensi lain beserta raganya.Apa itu mungkin, tidak ada yang tidak mungkin bila saudaraku mempelajari ilmu dimensi yang saat ini lebih dikenal permainan frekwensi tubuh dan penyelarasan frekwensi dengan alam semesta. Kebesaran Tuhan dan ilmunya hanya akan terlihat bagi mereka para pelaku / suhud / sayid , sehingga di kejawen dikenal dengan pepatah ” dununge ilmu lantaran soko laku “, bila belum melakukan sendiri jangan pernah percaya, meskipun percaya itu hanya separo, terus yang separo ikut siapa, YAKIN artinya IMAN, kalau mengimani berarti mempercayai kalau mempercayai harus menyaksikan sendiri.
Lho kan berarti butuh waktu ? ” Demi masa yang aku berada ditanganNYA “,
samudro berkata,
Mei 19, 2009 pada 4:04 pm
salut buat mas saloy…..
saya ingin menjawab beberapa hal yang mungkin saudaraku yang lain udah tahu, saya minta maaf, kadang hidayat, kumitir lan sabdolangit…etc.
tuhan gak pernah memerintahkan kita sholat lima waktu hanya diperintahkan menyempurnakan ( 0 ) lima waktu dalam kehidupan kita seperti dalam penyempurnaan 5 indra dalam menjalani kehidupan ini.
coba diingat apa yang terjadi pada subuh, terbitnya ufuk, coba pelajari medan energi ufuk dan dampak yang terjadi pada tubuh. saya yakin anda pasti tahu…
coba diingat dhuhur, apa yang terjadi pada medan energi matahari, pernah lihat matahari tepat ditengahnya pada siang hari tepat jam 12 siang, dicoba aja, nggak apa apa, efek dimata dingin, jangan lihat bias sinarnya yang menyilaukan, kenapa muncul energi dingin pada titik tengah sinar yang panas, coba dipikir dan dipraktekkan.
kalau ashar apa yang terjadi dengan perubahan sifat genom X dan Y yang memunculkan perilaku wadam / banci, kenapa khok bisa begitu…?
kalau maghrib, kenapa terjadi rabun pada sebagian besar orang yang disebut rabun senja, kenapa jam jawa menetapkan pada saat itu adalah pergantian hari menuju hari berikutnya…..
terus isya…… kenapa kita diberi waktu yang panjang, supaya kita bisa tafakur, instropeks dan lainnya lalu apa hubungannya dengan waktu berhentinya semua aktifitas tubuh, menuju ketitik kulminasi penyatuan antara frekwensi delta dan keseimbangan alam semesta dalam tubuh, atau yang dikenal dengan nyawidjine buono alit lan ageng.
sempurnakanlah ( 0 ) waktumu ( 5 indra ) yang dibatasi waktu dalam mengenal (makrifat ) AKU, sholatlah 50 waktu, bukan 5 waktu untuk mengenalku dan bersanding serta bersenda gurau bersamaku..
ini dikupas berdasarkan metode science, kalau hikayat mah terlalu wajar, jadi kita cari yang kurang ajar. oke…
” AKU menurut prasangka hambaku…………..”
mknr berkata,
Mei 20, 2009 pada 3:03 am
Salam….
Hai manusia anak bangsa, makhluk Tuhan sempurna……….
Luangkanlah sedikit waktumu dari kesenangan dunia yang sudah dinikmati……
Renungkanlah makna hidupmu kini…………..
Apakah usiamu hanya untuk kesenangan dunia saja ?…….
Dimana dunia ini tidak kekal …………………….….
Tidak lama lagi akan binasa …………………………
Kiamat sudah dekat,…………………….. sudahkah kau benahi dirimu ?
Untuk hidup di keabadian sejati
Segeralah kembali pada Tuhan Allah mu
Yang sudah memberi banyak kenikmatan baik lahir maupun bathin
Sejak usia mu nol bulan sampai kini
Ingatlah kau bisa seperti ini karena kasih sayang Tuhan
Bukan karena makhluk ciptaannya
Tuhan sudah begitu banyak memberi apa saja pada mu
Tetapi coba lihat kedalam hatimu, cari disana dan tanyakan apa yang sudah kau beri untuk Tuhan sang pencipta
Apakah dihatimu ada banyak isinya, yaitu selain Tuhan diantaranya Kekasih, Pangkat, Jabatan, Kedudukan, Iri, Dengki, Egois, Amarah, Nafsu, Dendam, Rasa Takut, Cemas, Harta benda.
Sayang sekali, jika roh manusia diisi oleh hal hal tersebut, maka hidupnya akan sia sia dan merugi dihadapan Tuhan
Manusia ini hanya akan mendapatkan dunia yang akan membuatnya binasa di akhirat nanti
Alangkah ruginya ia ketika di akhirat nanti Tuhan mengatakan : AKU TIDAK MENGENAL MU !!!
Sebelum penyesalanmu terlambat, mari hai manusia kita kembali mengenal Tuhan yang Maha Kasih dan sayang yang telah memberi peringatan padamu untuk segera ber tobat yang sungguh sungguh, mari kenali dirimu maka kau akan mengenal Tuhan , ALLAH mu
Kenali dirimu yang terdiri dari jiwa raga dan roh didalam ragamu terdapat banyak unsur senyawa senyawa zat Tuhan yang membuat dirimu hidup
Tuhan memberi naluri kasih yang sama pada setiap manusia ketika ia baru lahir
Seiring berjalannya waktu jiwa, raga manusia lebih dominan maka roh menjadi tak berarti
Sesungguhnya roh sebelum dimasukkan dalam janin , ia diminta untuk kembali pada Tuhan karena jiwa, raga menduakan Tuhan
Itu manusia
Ketampanan, kecantikan, pangkat, jabatan, kekayaan, kepandaian, janganlah membuatmu angkuh, semua tak berarti jika hatimu tidak mengenal dirimu, apalagi mengenal Tuhanmu.
Hai sahabat
Segeralah kenali dirimu sebelum ajal menjemput
Salam……..
Mknr
Salam ………
UNTUKMU SAHABAT
Kenikmatan telah tampak dihadapanmu, sahabat…
Puji syukur telah kita panjatkan…
Lantunan dzikir telah kita kumandangkan…
Silaturahmi telah terjalin, persaudaraan semakin erat…
Perisai diri telah ditanamkan…
Beragam petualangan telah dialami…
Firman-firman telah dituangkan…
Rambu-rambu telah diberikan…
Kebesaran Allah telah diperlihatkan…
Ketetapan telah disyahkan…
Sarana dan prasarana telah diperuntukkan…
Sahabat…
Pengorbananmu begitu besar…
Kau tanggalkan kenikmatan dunia…
Untuk meraih cinta Allah…
Ternyata…
Tak mudah untuk meraihnya… sahabat…
Kalian dihujat, kalian dihina dan kalian dikucilkan…
Dahi kalian mengerut, hati kalian berkata ragu…
Tuhan… benarkah jalan yang kami tempuh…
Seiring bergulirnya waktu, akhirnya sahabat menyadari…
Inilah jalan lurus, yaitu jalan untuk menjadi kekasih Allah…
Hujatan, hinaan, tidak menggoyahkan keyakinan para sahabat…
Pancaran kebahagiaan telah terlihat dari wajah para sahabat…
Berbekal keyakinan dan keikhlasan pada Allahurobi…
Para sahabat siap menjalankan amanah yang Allah titipkan…
Kata demi kata yang telah sahabat simak, adalah ungkapan…
Rasa kasih sayang dan ucapan terima kasih kami padamu sahabat…
SM
lam wau_wau lam berkata,
Mei 20, 2009 pada 5:52 am
Dari Jasad menuju Muhammad…
Dari Muhammad menuju Ahmad..
Dari Ahmad menuju Ahad..
Dari Ahad menuju Ad..
Innalillahi wa inna ilaihi rojiun…
sabdopalon berkata,
Mei 20, 2009 pada 12:13 pm
hasbunalohu wani’mal wakil ni’mal wauwla wa’ni’man nasir tepangaken ….
Saloy berkata,
Mei 20, 2009 pada 2:22 pm
trimakasih untuk Samudro dan kang Kumitir
buat mas samudro kok rasanya kita pernah dekat ya kalau dilihat dari jawaban anda, saya merasa cocok sekali, saya rasa dari kata2 anda kita pernah bersahabat lama, dan saya mau bertanya lagi
1. apa beda dan persamaannya Aku dan Kamu ( Kakang Samudro ) ???
2. apakah kita sepakat mengatakan bahwa Allah yg disembah orang2 yang kurang berpikir panjang didunia ini TIDAK ADA dan TIDAK PERNAH ADA ???
3. apakah yg ada didunia ini hanya AKU bukan ini bukan itu, ya ini ya itu ???
sementara cukup dulu kakang Samudro dan salam untuk mas Kumitir, cucu numpang belajar ye, ih ih ih ih
Saloy
dikampung Pinang dua Batang
ki Enthung berkata,
Mei 21, 2009 pada 6:30 am
nuwun..
atur pambagyo dumateng panjenengan..
sy mas enthung dr tlatah Tulungagung jatim..
ingin berguru pd njenegan dalam babakan kawruh ngelmu jawi..
mohon dikirim d email saya…
suwun…
samudro berkata,
Mei 21, 2009 pada 1:44 pm
mas saloy salam kenal dgn AKU..
perasaan bedanya banyak deh mas…. he..he..
1. yaitu bedo rogo ning siji roso…hi..hi…hi, kamu disana aku disini, kata brory pesolima, yang sekarang lagi menghibur tuhan dgn suaranya yang uenakkkk tenannnnnn…..
2. meskipun menurut kita itu benar, tapi kebenaran tiap orang itu, mutlak kemampuan sang individu dalam menelaah, mencari, menghayati dan cara menikmati perjalanan kehidupan ini. Nggak usah kita memaksakan sesuatu, dan jangan pernah bilang kita yang paling benar, karena itu sendiri merupakan hijab sang purbo wiseso, untuk kita dalam mendekatinya, Tuhan itu ada dan tiada masa bodoh banget, tugas ku didunia ini hanya berjalan menebar budi yang diembankan di rogo, roso lan laku ini, perkara yang lain lain, cin cai…lah. Pada tahapan ini jangan pernah berpikir bahwa kita akan dikelilingi orang yang akan belajar, disanjung atau disenandungkan. Ibarat puncak gunung atau ujung sebuah sinar yang langsung bersentuhan dengan esensi sebuah kehidupan, yang ada hanyalah berjalan sendiri, teman banyak, poro jalmo kang nggowo roso, dan kidung agung dalam bilung qolbu yang menyenandungkan rindu. tahapan ini memang mengharuskan semua esensi yang mendekati harus pergi kecuali menyatu dengan sang pujangga kehidupan, dan bersenda gurau makrifat, mungkin malah akan diajar ilmu sulaiman, berbicara dengan angin, tanaman, hewan, batuan apapun yang dikehendaki sang kekasih kepada kita. Sang pujangga memang menjaga orang orang tahapan ini untuk selalu menyendiri, karna orang orang inilah yang slalu dicari dan dinanti, biar tidak terkontaminasi oleh ju-pe katanya kak…kak..kak..
seribu kidung disenandungkan, seribu bingung yang akan berkembang, seribu pikiran yang akan melayang, beragam pandangan yang meracuni sang qolbu tuk berinteraksi secara mandiri dengan illahi pun berdendang, lahirlah faham dan mashab, lahirlah pengkhultusan, bila telah ada kata BENAR maka ego manusia brkembang untuk mencari pengakuan, sehingga lahirlah perbedaan yang dianggap SALAH, lupa konsep LORO NING ATUNGGAL, lupa konsep jati ning diri kuwi GUSTI, bagus ing ati, lati. bila ego sudah mmbayang dan ketenaran telah dipandang, seribu kisah kepahlawanan akan dinyanyikan, seribu kisah kebaikan akan dibisikkan, keburukan akan menjadi hujatan, dan SETAN yang menjadi sasaran
melalui sebuah sidang pleno para dewan lahirlah perATURAN, yang digedok dgn label; PANUTAN yang harus jadi TUNTUNAN, seiring berkembangnya jalur Pipanisasi pemikiran ( udah males mikir lagi ) lahirlah pemahaman yang kompleks monoton dan sepakat dinamakan keyakinan, sekte, agama dan lainnya…..
Seribu agama boleh lahir, tapi alam semesta tetap satu, seribu pemahaman boleh berkembang, keyakinan tetap satu, kita lahir sendiri dan akan kembali sendiri, tidak ada kyai atau ulama yang akan mendampingi kita, karena kita KHOLIFAH, sang pemimpin. ( kalau ngadep tuhan boleh bersamaan yuk kita demo tuhan ya, jangan lupa ngajak saya..kik..kik..kik )
3. mas saloy itu khan uni ning unang a ning unong, itu terlalu mudah nggak usah dibahas, malu sama kang mas kumitir, kang hidayat, kang sabdolangit ya… mereka jagoan semua, takut kualat saya nanti……
4. mas saloy kampung pinang dua batang itu dimana ?, ceweknya cantik-2 nggak ?, bisa nggak bawakan untuk mas kumitir biar nggak cangkruk sama laki laki aja, juga buat kang sabdolangit biar nggak mikir terus aja, relax dikit dong..juga buat mas hidayat, biar kritikannya malah tajem…kik…kik…kik
dalam kesunyian aku tersnyum
trnyata kau isan an isini
ha..ha…ha…ha..
rahayu smuanya……..
Alex berkata,
Mei 21, 2009 pada 3:06 pm
Assalamualaikum mas kumitir. Saya mengharapkan bab semedi di indonesiakan.terimah kasih
Alex berkata,
Mei 21, 2009 pada 3:19 pm
Assalamualaikum mas kumitir.saya mengharapkan sekali tulisan ALANG-ALANG KUMITIR DIINDONESIAKAN. Terima kasih
samudro berkata,
Mei 21, 2009 pada 3:37 pm
buat mas rere salam kenal….
semoga tambahan penjelasan ini berguna …..
Makrifatullah itu berarti Ilmu Pengetahuan tentang Allah, sedang makrifat sendiri adalah ilmu pengetahuan ( yang lebih spesifik ) tentang…….
pemahaman yang berkembang bahwa makrifat itu adalah ilmu tertinggi setelah hakekat memang benar, itu ilmu tentang materi ( sesuatu yang berwujud ). kalau tentang im-materi ?…( sesuatu yang tidak berwujud ), ” akan AKU bukakan pintu alam malakut bila kamu telah memahami isi alam semesta ini ” ( mungkin bahasanya agak lain, tolong dicari aja di kitab ). sehingga di kejawen berkembang yang dinamakan sangkan paran ning dumadi ( asal mula semua kehidupan, dari dan ke mana semua ini berasal yang merupakan wujud kesombongan tuhan dgn kata ESA ), boleh donk tuhan sombong….he…he…he… santai aja mas…
susunan yang berkembang
1. syareat
2. tarekat
3. hakekat
4. makrifat
5 islam selamet ( surga )
Jadi makrifat sendiri tidak mempunyai makna khusus, kecuali bahwa sang empunya mempunyai kemampuan lebih dalam hal berinteraksi langsug dengan tuhan, tapi tidak langsung hanya melalui perantara seperti yang ditunjukkan oleh sulaiman ( nabi yang konon mampu berinteraksi dengan semua makhluk ), sedang kalau di kejawen mungkin dikenal dengan jumbuhing kawulo kelawan gusti, yang berarti sendiri ucapanku adalah ucapan tuhan dalam arti yang lebih spesifik dikejawen adalah saat orang itu transen ( kelebon demit bahasa jawanya ).
kemampuan diluar nalar yang ditunjukkan oleh orang transen ( yang bisa ngomong apa aja dan bahasa apa aja ) sebenarnya secara logika science bisa dijelaskan, kalau di-Islam melalui tafakur, kalau hindu mungkin yoga, kalau di kepercayaan mungkin meditasi, kalau dijawa mungkin NING atau apalah…., sebenarnya itu proses penyelarasan frekwensi diri dengan frekwensi alam semesta, kalau yang saya pelajari dari sang prabu joyoboyo adalah proses penyelarasan frekwensi glad authic, kalau melalui science amerika , bisa kita lihat the secret ( yang pernah booming ), kalau ilmuwan paranormal science diluar negeri yang sekarang lagi booming adalah re-connection ( seperti kita membakar kertas dengan menggunakan suryokonto, atau kaca pembesar/kaca fokus, yang mengambil sinar matahari dan difokuskan untuk membakar sesuatu ), reiki dan lain sebagainya.
kalau dalam islam makrifat itu lebih memfokuskan dalam pemahaman tentang ilmu ilmu tuhan, yaitu 11 sifat tuhan dan 99 asmaul husna, sebenarnya hal ini lebih untuk mempelajari alam alam immateri ( ingat hukum ada dan tiada ), hal ini akan berlanjut pada kenaikan pemahaman dan masuk pada dimensi dua, alam malakut.
Para raja jawa dulu kebanyakan mokswa ( hilang bersama raga ) itu pun masuk diakal, karena mereka masuk dimensi ke dua atau alam malakut, dan lebih sering didengungkan dengan alam kadewatan, sama dengan dalam bahasa indonesia kita katakan gelas dalam bahasa inggris kita ucapkan glass, satu bentuk dua kata dan satu pemahaman.
Bila kita mau mempelajari ilmu tentang frekwensi dimana frekwensi tubuh manusia (katanya) 174 trilyun / detik dalam satuan hertz ( baca keajaiban tentang air ) dan masing masing organ tubuh mempunyai frekwensi sendiri sendiri ( pernah dengar khan orang sakit diterapi sama musik ), mokswa itu hal yang biasa juga. pernah membayangkan tidak bahwa tubuh ( daging ) kita itu adalah bias hasil efek frekwensi, seperti suara yang mampu kita dengar dengan telinga, demikian juga mokswa.pernah dengar time machine ( mesin waktu ) dalam dunia science yang dalam islam kita kenal isro miroj dimana muhammad naik buroq. juga coba pelajari frek manusia tentang alpha, beta, theta dan delta, mungkin kan ada yang lebih dari delta, karena saat ini kemampuan peralatan masih sangat kuno sehingga masih dalam tahap delta, ingat film tentang star trek, pemindahan fusi tubuh melalui transfer energi cahaya, ingat juga bahwa tuhan bilang ” aku ciptakan alam semesta ini hanya dengan seberkas cahaya “.
Islam yang berkembang sekarang adalah islam yang sudah kehilangan esensi keislamannya, yaitu rahmatan lil alamin, karena hanya mencari kebenaran melalui kebesaran sedang seharusnya malah dibalik yaitu kebesaran melalui kebenaran. tapi nggak apa apa, dengan begitu nama tuhan laku dijual, coba banyak khan yang menjual nama tuhan dan menjadi kaya…he…he…he..
Pernahkah ada yang cerita bahwa yoni dan lingga yang ditanah arab itu merupakan bekas prasasti ( tanda ) kekuasaan bangsa jawa. yang mampu sampai kesana sebelum era islam itu sendiri ada di tanah arab.
Islam versi jawa sendiri adalah ISine aLAM, yaitu penyelarasan gerak tubuh, tutur kata, olah pikir dengan alam semesta. kenapa muhammad minta orang islam harus jujur, coba diingat apa pohon mangga menghasilkan jambu ( kecuali campur tangan manusia ), tutur kata coba diingat enak mana bernafas dengan pelan dan teratur atau terengah engah, enak mana angin semilir atau angin taufan. \
para raja jawa dahulu bukan menolak islam, karena mereka bingung islam yang datang itu islam apa, karena gerak hidup mereka sudah islam dari dahulu sejak mahaprabu Brawijaya I, sehingga zaman brawijaya IV ( yang masih memegang adat leluhur ) dan zaman brawijaya V ( zaman para wali ), dikenal dengan SILEM KERTO ING BUMI atau yang lebih dikenal ilange mandining pangucap / sabdo pinandhito ratu, dari perselisihan itui lahirlah supoto / sumpah PUTIH KLAMBIMU NING IRENG ATIMU dan IRENG KALMBIKU NING PUTIH ATIKU dan masa balik bumi jawa akan diwengku kembali oleh trah brawijaya setelah diberi masa 500 tahun, brawijaya V harus mampu mengislamkan tanah jawa dan bila belum islam yang artinya masih banyak yang memegang agama budi / agomo roso ( bukan budha ), berarti brawijaya V gagal mengislamkan tanah jawa, dan harus dikembalikan kepangkuan para putra jawa. perjanjian berakhir tahun 1998, dan saat itu terjadi banyak kekacauan di tanah jawa dan kemudian dikenal dengan bangkitnya MOJOPAHIT / lahirnya suatu tatanan baru dari kerusakan yang selama ini terjadi di tanah jawa dan sulit dibenahi.
cukup disini dahulu, maaf bila terlalu nglantur, antara makrifat dan mokswa itu beda dimensi, jadi pembahasannya pun beda, kita bisa mengetahui bila telah menjelajah kedua dimensi itu, dan itu semua atas hidayahnya, kedua dimensi itu terikat akan sebuah esensi ( percaya pada yang gaib ) yaitu ilmu. atau yang lebih dikenal dengan lailatul qodar, malam yang lebih baik dari seribu bulan ( berpindahnya alam gaib ke nyata sehingga yang nyata menjadi goib , hukum ada dan tiada ). hikayat ilmu pengetahuan adalah diatas langit pasti ada langit, diantara yang benar pasti ada yang terbenar, itu yang dikatakan tuhan bahwa kita tidak boleh fanatic atau percaya terlalu membabi buta pada sesuatu karena hanya AKUlah yang kekal semuanya itu FANA. bila itu sudah dihayati maka kita akan masuk keolah dan gerak alam semesta, yaitu tumbuh sehingga dikatakan urip atau hidup atau hayyu, sehingga hukum yang paling abadi adalah perubahan, itulah esensi sebuah ilmu dimensi BERUBAH……..
cukup sekian dulu ya mas rere, rasanya mau keluar semua ini tapi sungkan ama mas kumitir dan kadang lain yang lebih jago…….
saat ku sendiri menyepi
kusadari kau disana dan disini
menari dan bernyanyi
dalam lagu yang tak kumengerti
tapi ingin kuselami
ha…ha…ha…
rahayu semuanya…
Alex berkata,
Mei 21, 2009 pada 4:37 pm
Mas kumitir Bab Laku kang prayoga. Mengharap terjemahkan
Indonesia.terima kasih.
Jamal Hadi berkata,
Mei 22, 2009 pada 10:11 am
MImin Rokhimin berkata,
Mei 2, 2009 pada 3:25 pm
Ajaran Siti Jenarlah yang saya rasa paling benar untuk Bangsa Indonesia yang sedang dijajah ini. karena Indonesia dijajah bule2 karena dikutuk oleh beliau.
Salam kagem poro kadang sedoyo, khusus untuk kang mas MR, mungkin orang akan membenarkan ungkapan sampeyan kalau dah baca “Makna Kematiannya” Syekh Siti Jenar, bacaan yang enak dan logik,. Apalagi kalau irangkai dengan paparan den Mas Samudro ini,……………Islam versi jawa sendiri adalah ISine aLAM, yaitu penyelarasan gerak tubuh, tutur kata, olah pikir dengan alam semesta. kenapa muhammad minta orang islam harus jujur, coba diingat apa pohon mangga menghasilkan jambu ( kecuali campur tangan manusia ), tutur kata coba diingat enak mana bernafas dengan pelan dan teratur atau terengah engah, enak mana angin semilir atau angin taufan. \
para raja jawa dahulu bukan menolak islam, karena mereka bingung islam yang datang itu islam apa, karena gerak hidup mereka sudah islam dari dahulu sejak mahaprabu Brawijaya I, sehingga zaman brawijaya IV ( yang masih memegang adat leluhur ) dan zaman brawijaya V ( zaman para wali ), dikenal dengan SILEM KERTO ING BUMI atau yang lebih dikenal ilange mandining pangucap / sabdo pinandhito ratu, dari perselisihan itui lahirlah supoto / sumpah PUTIH KLAMBIMU NING IRENG ATIMU dan IRENG KALMBIKU NING PUTIH ATIKU dan masa balik bumi jawa akan diwengku kembali oleh trah brawijaya setelah diberi masa 500 tahun, brawijaya V harus mampu mengislamkan tanah jawa dan bila belum islam yang artinya masih banyak yang memegang agama budi / agomo roso ( bukan budha ), berarti brawijaya V gagal mengislamkan tanah jawa, dan harus dikembalikan kepangkuan para putra jawa. perjanjian berakhir tahun 1998, dan saat itu terjadi banyak kekacauan di tanah jawa dan kemudian dikenal dengan bangkitnya MOJOPAHIT / lahirnya suatu tatanan baru dari kerusakan yang selama ini terjadi di tanah jawa dan sulit dibenahi……………..
dimana masuknya islam ke bumi Djawa disengkalani “Sirno Ilang Kertaning Bumi”,,,, sebuah sindiran, dimana dengan masuknya islam kebumi Djawa diartikan hilangnya keberkahan dan kesejahteraan pulau jawa, ,,,,,padahal islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin, tapi menjadi kebalikan untuk dibumi Djawa, karena diusung dengan merasa benar sendiri,,,,,
nuwun sewu poro pinisepuh menawi keladuk lan kelentu, nyuwun pangaksomo,,,,,,
Rahayu,,,,,,
sugeng berkata,
Mei 24, 2009 pada 6:23 am
Kebenaran hanya ada satu, yaitu kebenaran tentang mengadanya wasithah yang tugas utamanya adalah mempertemukan fitrah manusia dengan tuhan.
dan sejatinya kebenaran itu adalah tuhan sendiri, dan selain itu adalah batil (musnah)
sukoco(sragen) berkata,
Mei 24, 2009 pada 12:14 pm
sedulurku sedoyo
usia saya sekarang 25 tahun, saya mulai mengenal ajaran jawa aji saka umur sekitar 19 tahun, ortu saya bukan orang pertapa, saya mencoba selalu berusaha terus untuk mencari yang dinamakan aku, tetapi selalu gagal cuma untuk rutinitas dalam mencari…..
sekarang akan mulai mencari lagi……..
nyuwun pengestunipun lan saranipun anggene kulo ngangsu ilmu tuwo?
Anto Medan berkata,
Mei 25, 2009 pada 10:25 am
horas bang.
saya sedang lakoni hening/zikir untuk menemukan salah satu bagian dari AKU, namun saya belum berhasil, mohon penjelasan dari para sepuh, bagaimana cara kita menyelaraskan frekuensi kita dengan alam semesta, dimana kita fokuskan firkiran/pandangan kita, maklum aja ya masih pemula
wassalam
galuh berkata,
Mei 25, 2009 pada 9:41 pm
nunut maca kang………. nuwun…nuwun…nuwun…
sukoco(sragen) berkata,
Mei 28, 2009 pada 6:53 pm
nyuwun penestunipun sedoyo kemawon….
lam wau_wau lam berkata,
Mei 30, 2009 pada 8:44 am
Jangan sampai pengetahuan menjadi petaka karena tidak dilaksanakan…
sudah pada pinter..sudah pada ngerti…tinggal pamer sama diri sendiri bahwa yang namanya AKU itu ya AKU…
sukoco(sragen) berkata,
Juni 1, 2009 pada 6:21 am
matur suwun mas lam wau_Wau lam…………………….
SufiMuda berkata,
Juni 1, 2009 pada 11:26 pm
Salam Kenal
Mohon izin saya sering bersilturahmi kesini agar selalu merasa bahwa di dunia ini saya tidak sendiri mengamalkan tasawuf. Mohon izin mencantumkan linknya ke blog saya.
sukoco(sragen) berkata,
Juni 3, 2009 pada 4:33 am
saudaraku….
orang hidup itu jasmani dan rohani harus seimbang…..
kalau ada yang tahu bagaimana penjelasannya….?
mohon kita diskusikan bersama?
ilyas berkata,
Juni 6, 2009 pada 8:08 pm
pak saya anak kalimantan yang kuliah di jogja, tapi pengen mempelajari tentang kitab babad jawa kira2 dimana tempat saya bisa mempelajrinya?
terima kasih sebelumnya!
antoniussukoco berkata,
Juni 8, 2009 pada 7:34 pm
di jogja (deket taman siswa) mas tanya2 disana? banyak sesepuh2 jawa disana mas…..
Hananing Ening berkata,
Juni 9, 2009 pada 10:10 am
ing syareat/hablu’minnanaz
- assalam mualaikum warrahmatullah hiwabarakatuh yang menjawab adalah teman/saudara/orang sekitar kita
- innalillahi wainallilahi raji’un yang menjawab adalah teman/saudara/orang sekitar kita
ing hakekat/habluminallah
- hanya satu: setiap pertanyaan ada yang menjawab bukan orang melainkan wung/suwung;ghoib;dzat;rohul quddus;saudara bathin.
antoniussukoco berkata,
Juni 9, 2009 pada 1:15 pm
suwun mas
denbei berkata,
Juni 11, 2009 pada 4:46 am
Rengeng Rengeng, kelompok pengamen jalanan yang biasa mangkal di Sanggar Krida Wanita, Bulungan, Jakarta Selatan sedang merekam album perdana. Syair ditulis dalam bahasa jawa, mengangkat kembali kearifan-kearifan dan budaya adiluhung bangsa Jawa yang dikemas dalam musik akustik kontemporer. Akhir Juni album siap diedarkan secara indie.
Lagu seperti “Sabda Ingkang Yasa”, “Gugur Gunung”, “Dolanan”, “Satria Pinandhita”, “Piweling” dan sebagainya (9 lagu) merupakan wujud kesadaran generasi muda pada pentingnya “gondhelan” pada akar budaya sendiri.
Bagi yang berminat silakan SMS ke 0818 0778 3338
ansor berkata,
Juni 13, 2009 pada 3:39 am
assalaam.. Mga smua mndpat prtolonganNYA.
Anonim berkata,
Juni 20, 2009 pada 5:33 am
aah wongdonyo biso milah ………..
Rahmat Giling berkata,
Juni 22, 2009 pada 11:29 am
Syukur Alhamdulillah.
Untuk semua warga di Alang Alang Kumitir, semoga diujung perjalanan mampu mengaplikasikan sifat Rohman dan sifat Rahim sampai di ujung kehidupan di dunia ini. Amin
Salam untuk Wisnu Krisnanto
Rahmat Giling berkata,
Juni 22, 2009 pada 11:34 am
Jika rasa tak lagi bicara
dan Jiwa tak lagi berharap
maka gravitasi tak lagi punya nilai
Untuk penduduk Alang Alang Kumitir, salam kenal aja
sjoerja woelan berkata,
Juni 22, 2009 pada 12:55 pm
semangkin banjak membajta semangkin banjak jang diloepakin……
ngkuk berkata,
Juni 24, 2009 pada 1:56 am
Mas Kumitir,
Saya, sawo kecik asli meskipun tidak sepiawai anda dalam memahami budaya jawa, saya sangat bangga dan kagum atas upaya melestarikan budaya jawa ini, meskipun mbaca dan mengertinya harus pelan2, saya pingin usul bagaimana kalau forum ini juga dilengkapi dengan kesnian jawa asli spt, gending, uro2, klenengan dll yg bisa didengar sambil belajar, matur nuwun ya mas
Kriswinanto berkata,
Juni 24, 2009 pada 9:29 am
Mas kumitir,
Manunggaling Kawulo Gusti, miturutku piye amrihe tindak tanduke menungso neng gumelare alam donyo, tansah eling sangkan paraning dumadi. Biso laku sing apik, karo sak podone titah, ora gemede yen wis duwe ilmu, menang tanpo ngasorake. yen menungso wis biso ngrasake Gusti ono awake dewe, tindak tanduke neng alam donyo biso gae tentrem lan tulodone liyan. Biyen nalikane zaman Angling Darmo, kasebut kekasihe poro dewo (Shang Yang Widiase) mergo biso gae tentrem, wicaksono, luhuring budi ing rakyate.
Zaman saiki wis angel wong kasebut winasis. wong jowo sing ora ngerti jowone wae akeh mas, salam
Kang Bawor berkata,
Juni 30, 2009 pada 7:26 am
Mohon Ijinnya Untuk menyebarkan Kata-kata bijak anda di FaceBook. Karena Generasi Muda Masih Banyak Yg Membutuhkan Kesadaran yang sesadar sadarnya..
Maturnuwun…
Kriswinanto berkata,
Juni 30, 2009 pada 8:32 am
Mas Kumitir, Miturutku menungso (wong jowo) yen gelem ngugemi pitutur luhur, amrih selamet ono ing alam donyo, tansah eling sangkan paraning dumadi. “Ngelingono rikolo manungso lair soko guwo garbo biyunge, ora kasampiran opo-opo. Semono ugo besuk yen wis tinimbalan sowan ing GUSTI-ne ugo ora gowo opo-opo. Dadi opo sing biso diumuke menungso rikolo katitipan nyowo. Mulo soko kuwi sak lumrahe, menungso ing sawijining urip ing alam donyo kudu biso tepo sliro karo sak podo-podo lan duweni sifat asah asih asuh ing saben tumindak lan tetulung. salam
Anto Medan berkata,
Juli 1, 2009 pada 9:53 am
klonuwon,
hati bergetar karena kebesaranNya,
Wasy 'El Bandary berkata,
Juli 4, 2009 pada 12:32 pm
Mas Kumitir.
nyuwun atur pirso dalem gadah kitab primbon kuno,wonten satunggaling bab nyebat bab sholat ” TAREK DHIKIRE PUJINE LAN MALAIKATE ” sopo wong kang nglakoni sholat iki matine kendeg ono donyo tp di ganjar sorga tapi sopo sg wong ora nglakoni sholat iki matine dadi DEMIT,MARAKAYANGAN,JIN lan nempel ono kayu, watu,kali lan liyo-liyone nyuwun pirso bab puniko sekaliyan wonten pundi dalem saged belajar sholat puniko? niki E mail kulo tenno2008@yahoo.co.id.
Wasy 'El Bandary berkata,
Juli 4, 2009 pada 12:37 pm
Mas kumitir.
Boten baen – baen kulo tanglet kaliyan panjenenganipun puniko wonten malih sholat : SAK ROKA’AT DI LAKONI ONO AWALIPUN TANGGAL. nyuwun pirso dalem saged belajar,upami boten keberatan bales lwt E MAIL kulo nuwun.
bagus cahaya berkata,
Juli 4, 2009 pada 11:52 pm
ass…
hi..hi..hihi… banyak macamnya
saya lihat, saya baca, saya belajar, saya berfikir
saya berilmu mendapat ilham
monggo terus
matur nuwun kagem sedanthen mawon
Bang KaPe berkata,
Juli 5, 2009 pada 8:21 am
Manteeeeb…
Makasih ya…
Bang KaPe berkata,
Juli 5, 2009 pada 8:22 am
Moho diberikan semua terjemahan dalam Bahasa Indonesia… agar lebih dipahami..
Maklum dari daerah…
Makasih…saluuut
LAD.SAINT berkata,
Juli 6, 2009 pada 4:00 am
elia elia lima sabakthany……
lam wau_wau lam berkata,
Juli 6, 2009 pada 11:02 am
Mohon Kang mas LAD.SAINT menjelaskan mengapa Yesus ( atau siapapun dia sejauh pengetahuan anda ) berteriak ” Eli…eli lama sabakthani..” yang jika dalam bahasa indonesianya kurang lebih berarti ” TuhanKu -TuhanKu Mengapa Engkau Meninggalkan Ku ”
Siapa itu yang disebut Tuhan ?
Siapa itu yang disebut Aku ?
Siapa itu yang disebut Engkau ?
Mohon penjelasan kang mas…
Sudah bosan saya melihat orang-orang kurang bijaksana yang saling cela karena memperdebatkan Yesus, Isa Almasih, Allah, atau apapun itu sesuatu yang disebut Tuhan…
Semoga mereka dan juga kang mas tidak salah kaprah dalam mengartikan TUHAN.
Mohon maaf Kang Mas Alang-alang kumitir…
Ada yang coba menyulut api…
Pasukan dari alam sana tidak akan berbuat apa-apa tanpa komando dari Sang komandan.
Kriswinanto berkata,
Juli 7, 2009 pada 4:44 am
Saya akan mencoba shering dg saudaraku lam wau_wau, yang sudah tau atau mungkin pura-pura tdk tau (maaf), saya takutkanya mempunyai maksud lain (mendiskreditkan) agama tertentu. Alangkah tidak bijaksanannya seseorang jika ada yg bertanya, tp orang itu tidak membantu.
Menurut pemahaman saya, dari tulisan saudara,”sebelum YESUS meninggal di kayu salib, berteriak memanggil Eloi…Eloi lama sabatani yang artinya TuhanKu, TuhanKu mengapa Kau tinggalkanKu” YESUS/KRISTUS menurut pemahaman umat nasrani dari Alkitab/Injil (kitab suci Nasrani/Kristen), juga di sebut Tuhan/ Anak Allah/Juru Selamat yang dikandung dari Roh Kudus perantara Maria/Bunda Maria sebelum menikah.Yang disebut Tuhan menurut pemahaman orang nasrani ALLAH, juga YESUS/KRISTUS. Sementara yang disebut Aku adalah YESUS/KRISTUS sendiri. Sedang Engkau itu panggailan flaxsibel yg dilakukan YESUS pada BAPANYA/ALLAH itu sendiri. Ada tertulis dalam Alkitab, kurang lebihnya begini…Barang siapa yang datang kepada rumah Bapa harus melalui Aku, (pengertian rumah Bapa adalah kerajaan surga) Ada tertulis dalam alikitab kurang lebihnya begini,” ya Bapa, Engkau telah mengutus Aku supaya Aku tinggal didalam mereka yang percaya kepadaKu juga kepadaMu. Engkau tau Aku bersama mereka supaya mereka tidak jatuh kedalam dosa” dan masih banyak lagi Alkitab menuliskan tentang YESUS. Jadi itu yg bisa saya bantu, mohon siapapun yang membaca jangan mempunyai penafsiran yang lain, jika dibandingkan dengan kitab suci agama lain tidak akan ketemu. Pertanyaannya ? Apakah dengan perbandingan itu, akan dihasilkan suatu keyakinan yang membenarkan diri sendiri, semua agama baik jika dilakukan dengan baik tentunya dengan mengedepankan saling menghormati dan menghargai. Siapa yg berani menjamin bahwa dirinya bisa masuk sorga ? tidak ada satupun manusia yang bisa menjawab. Setiap orang selalu berusaha dan memohon kepada ALLAH dengan mengedepankan melakukan kebaikan terhadap sesama, apalah artinya Kasih jika tidak dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat atauSnajan wesi kuwi atos neng yen ketrajang teyeng soyo suwe soyo gripis semono ugo menungso, uwong kuwi yen duwur ilmune neng yen ora ditangkar-rake biso muspro. Saya mohon maaf bila jawaban saya kurang berkenan siapa saja yang membaca. Apalah artinya sya yang sangat muda jaud dari matangnya Ngawruh Ilmu, suwun
pamukas berkata,
Juli 12, 2009 pada 5:03 pm
Lha kox aneh to yo…yo…wong wes ngerti kbeh sik mbolalak mbalik takok mbok yo,o dipahami dewe blajari qur’an sing digwakke gusti iki,epeh jamane demokrasi bae,lha malah kokean embel2 malah g iso mumbul
pamukas berkata,
Juli 12, 2009 pada 5:30 pm
ha…ha…tmbh gendeng upu ya q upu jamane lha kox wayang pgen weruh critane dwe2 lha dalange upu kon delok tox trus g malah medeni lek wayange obah2 dwe g manut crito mancal rono mancal rene,malah kelingan daj’al sing motone siji ambek segitiga bermudane,wes g ono tedheng aling2e blas nangkono yo nangkene,iku yo kuwi.walah hah…hah q dwe yo ra ngerti sing penting ayem tentremo kabeh kuwi tok to hayo arep kurang opo maneh…
pamukas berkata,
Juli 12, 2009 pada 5:39 pm
Sepurane ngih lek enten sing kesinggung maklum cah ndeso akeh salahe lan kurang to2kramane lam knl mwon kagem sedoyo sedulur mugi mawon sedoyo ayem tentrem diparingono welase gusti kang ngauripi kt sedoyo.
pamukas berkata,
Juli 12, 2009 pada 6:17 pm
jenenge wae adu abab dadine ambune yo werno warni tp asale abab mbalike yo dadi abab lak iyo to kang,hah…hah…hah..
Pamukas berkata,
Juli 13, 2009 pada 5:11 am
manusia tidak dpt dikalahkan manusia tidak dpt dihancurkan slama manusia itu setia pada hatinya
mas kumitir berkata,
Juli 13, 2009 pada 9:36 am
Mangga sedaya kemawon, silahkan ngobrol bebas kemawon, mboten usah murang-muring, golek benere dewe, …….. lha kabeh kuwi iya bener menurut pendapate dewe-dewe, ora usah celathu liyane, tapi nanti kalau sudah membuktikan sendiri alias nglakoni dewe (weruh dewe) ore tembung jare, mengko kabeh lak pada meneng wae, wong aku dewe kadang ya isih SETENGAH KETAN SETENGAH BERAS!!!!!!!, kadang setengah edan ya setengah waras, mangga di lanjut………?????
Kriswinanto berkata,
Juli 14, 2009 pada 4:13 am
Leres ingkang sampun diaturaken Kang Mas Kumitir, miturut Si Mbah, :Neng alam donyo ora ono sing diarani bener, kecuali Tuhan/Gusti” Lak inggih mekaten to….. Sugeng Makaryo ngayahi jejibahan
enoi berkata,
Juli 13, 2009 pada 9:57 am
mas kumintir, aku pengen tahu tentang ajaran syekh siti jenar lebih banyak lagi,dan aku juga ingin tahu profile mu, soalnya kayaknya kamu itu orangnya misterius. sebelum dan sesudahnya terima kasih
wongalus berkata,
Juli 13, 2009 pada 10:25 am
Leres mas, Mas Kumitir meniko prifilnya pancen misterious banget. Kulo mawon ingkang konco raket nggih ngraos mekaten. Mungkin mung Gusti Ingkang Akaryo Jagad ingkang mangertos sinten sejatosipun Mas Kumitir. Ananging, wonten sedikit petunjuk: Mas Kumitir saged dipun tenggo teng Taman Dayu, Pandaan, Pasuruan Jatim antawis/ sekitar jam 6.00 sd/jam 10.00 enjing mancal sepeda piyambaan/sendirian. Sepedane werno ijo merk polygon nggih… Nuwun. Nek ketemu, repotnya dia pasti tidak mau mengaku. Maklum, tiyang misterius mas….
Kriswinanto berkata,
Juli 14, 2009 pada 4:16 am
Leres ingkang sampun diaturaken Kang Mas Kumitir, neng alam donyo ora ono sijio menungso sing bener, kecuali Pengeran sing kagungan jagad lan sak isinipun, inggih termasuk kita semua. Sugeng makaryo, suwun
Kriswinanto berkata,
Juli 14, 2009 pada 4:34 am
Kang Mas Kumitir tadi malam (seloso pon) saya mimpi,”kantor saya lagi pesta, rupanya orang kantor yang selama ini tidak benar dalam tindakan maupun perilakunya merayakan pesta itu sangat meriah, saya lihat dalam kejauhan, karena saya tidak ikut/ masuk dalam pesta itu, apakah arti mimpi saya ? saya terbangun jam 02, suwun
wong alus berkata,
Juli 14, 2009 pada 6:31 pm
Ngapunten mbok bilih kirang Prayogi mas… Coba sy jawab, sebab Mas Kumitir taksih meditasi. Mbok menawi mangke nek sampun tangi, dia mau berbagi rasa.
Mimpi itu salah satu kemungkinannya adalah modulasi atau titik-titik temu lalulintas informasi yang terekam oleh sistem memori otak kita. Meskipun bisa juga Allah menyuruh Malaikat-Nya menaburkan hidayah, fadhilah atau apapun nama dan kadarnya ke dalam lubuk kesadaran manusia.
Maka kita suka menghubungkan kata mimpi dengam takwil. Sebenarnya mimpi panjenengan sangat jelas asal dihadapi dengan niat pembelajaran. Sistem assosiasi kita yang mengkaitkan nilai ketidakbenaran di kantor dengan pesta dalam mimpi. Jelas Anda dibukakan pintu hikmah tentang bagaimana harusnya bersikap di lingkungan yang kurang bagus, yaitu tetap menjaga keyakinan agar selalu menggenggam KEBENARAN. Insyaallah itu yang Panjenengan perlukan untuk mengatasi sejumlah beban sosial yg sedang panjenengan alami.
Mekaten dan ngapunten mbok bilih lepas nuwun gunging samudra pangaksami nggih mas… maklum sy kurang waras. salam alus lahir batin.
Kriswinanto berkata,
Juli 15, 2009 pada 4:19 am
Matur suwun kangmas wong alus pandadaranipun, memang seharusnya begitu kita bersikap, kita tidak boleh masuk ke dalam hal yang tidak benar, sing apik akeh, koq yo melu-melu sing ora apik, salah kaprah, Salam rahayu kembali
Kriswinanto berkata,
Juli 17, 2009 pada 6:51 am
Kadang sutrisno sedoyo, lagi sidem permanem ing pertapan. sugeng mertopo………..
SUGITO CARITO berkata,
Juli 19, 2009 pada 8:43 am
Maaf sebelumnya saya tidak faseh bhs jawa maka saya gunakan bhs ind,mas kumitir saya ndak ada dorongan yang kuat sekali utk mempelajari kejawen khususnya manuggaling kawulo gusti mohon petunjuk saya harus ngaji kaweruh kemana?
SUGITO CARITO berkata,
Juli 19, 2009 pada 8:45 am
Ralat kesalahan penulisan maksudnya ada dorongan yang kuat bukan ndak ada
adyn berkata,
Juli 19, 2009 pada 1:03 pm
maskumitir…nek mboten kawratan lan duweni wedal sing kathah..kulo mang dibeber babakan tribhawana..mugi-mugi saged sareng-sareng sinau…sahinggo diparingi ridho kalihan pangeran..amien..
mursid berkata,
Juli 22, 2009 pada 6:01 am
Salam,
Kang, kalau boleh … artikel-artikelnya di tulis atau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.Saya gak ngerti bahasa jawa, tetapi sangat tertarik kepada hampir seluruh judul artikel di blog ini.
mohon dipertimbangkan.
terimakasih,
salam
anto medan berkata,
Juli 27, 2009 pada 11:22 am
klonuwon mas kumitir dan para sepuh,
bagaimana menemukan roh robbani? (nglakoninya)
hal hal apa yang paling mendasar dalam menemukannnya
teriam kasih
dodol berkata,
Juli 28, 2009 pada 5:44 pm
mas kumitir saya mau tanyak niii……..
knapa siii sholat tu rakaatnya tidak sma….?
dodol berkata,
Juli 28, 2009 pada 5:45 pm
mas kumitir saya mau tanyak niii……..???
knapa siii sholat tu rakaatnya tidak sma….?
galuh berkata,
Juli 29, 2009 pada 5:07 pm
It’s the real blog.
Kang, ijin menautken blog sampeyan dengan blog saya di http://apdnsemarang.wordpress.com/ , biar saya bisa bola bali nginguk dan baca-baca, nggih?!
Matur nuwun
young sandra berkata,
Agustus 2, 2009 pada 6:27 am
sugeng siang,bos.kula bade tangklet tentang kitab kunti (huruf pegon),menapa panjenengan gadah?nwn.
young sandra berkata,
Agustus 2, 2009 pada 6:32 am
kula gadah kitab kunti tinggalane simbah kula.criose rencang2 ingkang sami kula tangkleti seratane sunan kalijaga seri yg ke 17 dari 25 kitab kunti ingkang wonten teng tanah jawi.tapi rata2 rencang2 ingkang kula tangkleti kula dereng pikantuk sinau buku menika soale dereng cukup umur&liya-liyane.nwn
hendra ns berkata,
Agustus 6, 2009 pada 6:43 am
hai mas, salam kenal. saya peminat baru dalam situs ini. begitu sarat dengan makna, sangat baik untuk mengolah kebijaksanaan hidup. kalau boleh berpendapat, mohon tulisannya jawi kunonya ditranslate ke bahasa indonsesia. saya benar benar terkagum kagum dgn kebijaksanaan nenek moyang kita. saya kesusahan jika dalam bentuk naskah kuno. trims ya mas.
bagus cahaya berkata,
Agustus 9, 2009 pada 8:45 pm
….hihihihiiii……
Salam bahagia hidup mati
untuk semua saudara ku yang terkasihi mohon bantuanya untuk saya dapat memahami tentang
1. sabda dina ?…
2. puji dina ?…
3. apa yang dimaksud dengan belahan jiwa ?….
untuk kanda kumitir matur nuwun….
sukoco berkata,
Agustus 10, 2009 pada 9:57 am
hidup adalah nafas
yang tidak bernafas berarti tidak hidup
yang jadi pertanyaan:
bagaimana kita hidup agar supaya tidak lupa bahwa kita itu bernafas?
minta tolong saudaraku berbagi pengetahuannya untuk pertanyaan ini?
suwun…
pamukas berkata,
Agustus 10, 2009 pada 5:52 pm
Kang mumet q
pamukas berkata,
Agustus 10, 2009 pada 6:04 pm
Kang piye to carane nempokke dalan loro ben iso dadi siji,sing tak rasakke yo koyo ngene iki kdng nengen kadang ngiwo wuih g temu2 sing koyo kemanten anyar iso mlaku bareng nang dalane
Jenar Subagiyo berkata,
Agustus 10, 2009 pada 7:52 pm
Wah2…ncen keren tenan sg gawe tulisan2 ng dhuwur kui..
maneko warno kata ,paham,ilmu,pendapat…unik bgt…!!!keren tenan Mas kumitir.. 
nanging Sg luih keren yo sg Nyiptak no kie kabeh…!!1 hehe..
Mas..nopo maleh sg wonten pemikiranipun panjenengan.?ajeng ndamel nopo malih..?
Anonim berkata,
Agustus 26, 2009 pada 6:50 am
Ferfect,ntk mas kumitir kulo mbok dipun paringi syahadat hakekat lan ma’rifat,langkung prayogi syahadat hakikat rumiyin mawon sebab syahadat syariat smpun ,lan thariqot sampun unduh2ane kahanan ing jagat puniko mbonten wnten punopo2ipun manawi sampun ngraosanken ngamalanken syahadat thoriqot
Agung Eryanto berkata,
Agustus 31, 2009 pada 3:50 am
Salam Sejahtera
Teguh Rahayu, rahayu, rahayu, rahayu
Bang Alang, mau nanya bab Agama Budhi dong….?
Karena perlu refrensi lebih ni Bang
Atas jawabannya disampaikan terima kasih
Nuwun
Salam Sejahtera
Teguh Rahayu, rahayu, rahayu
alap-alap putih berkata,
Agustus 31, 2009 pada 3:16 pm
mbh tny ap art gong susuhing angin
Parto berkata,
September 5, 2009 pada 8:39 am
yth, pak Kumitir
terimakasih, teng yu, sie sie, arigato, kamsia, maturnuwun……………….
atas kerja anda dalam melestarikan budaya Indonesia, terutama Kejawen, Jaman internet sekarang kalao tidak ada orang kaya sampean yang mau buat situs seperti ttg Kejawen spt ini bisa bisa budaya kita habis digado sama bangsa laen kaya Malingsia, apalagi sekarang pejabat pemerintahan sepertinya sudah dak mau ngurusi, yg diurusi cuma harta sama kuasa ( pangapuntene, mung kasunyatan, pripun malih )
saya ada beberapa tulisan yang belum sampean publishkan, spt saktiweda, maladihening, dll, kalo sampean minat, entah anda sudah punya atau untuk koleksi pribadi atau dipublishkan, sumomggo, saya dengan senang hati akan berbagi, cuma butuh waktu karena harus ketik dulu, untuk kontak bisa lewat email bfzsp2009@yahoo.com, atau 081931089426 ( sms saja )
terimakasih
nuwun
Dwi Handoko Pawiro berkata,
September 15, 2009 pada 8:13 pm
Mas Kumitir kawulo pingin kaweruh asal usul cerita pewayangan meniko nopo enten sejarahipun/ wonten tenan atawi namung karanganipun para pujangga sepuh….suwun, kawulo betah jawaban….nuwun
Rahmat Gilling berkata,
September 17, 2009 pada 5:07 am
keselamatan untuk semua.
kang mas kumitir , klenengane karo palarane di tambah tha, apa maneh gending2 dolanane mbah nartosabdo lan pangkur jenggleng wis tha ayem tenan. matur nuwun lepat nyuwun gung ing pangaksama.
Sugeng Riyadin 1430 H.
nyuwun pangapunten lahir lan bathin
dumateng pandemen budaya lan sastra jawi
wa bil khusus pemilik dan pengguna
Alang Alang Kumitir ing sadengah panggenan.
depha berkata,
Oktober 6, 2009 pada 6:15 am
dear mas kumitir…
mas, saya lagi cari tempat kursus baca dan tulis aksara jawi terutama untuk baca naskah kuno. Lokasi saya di Jogjakarta. Mohon bantuannya ya mas….
matur nuwun….
mbop berkata,
Oktober 8, 2009 pada 6:28 am
sugeng riyadi 1430 H.
mas kumitir, terus terang .. situs spt ini br kali ini saya lihat .. & saya sangat tertarik untuk membacanya .. hanya sayang saya sama sekali tidak faham mengenai bahasa jawa nya..
apa mungkin untuk bahasa nya bisa di translate ke dalam bahasa indonesia agar lebih banyak yang bisa memahami & menambah pengetahuan budaya bukan hanya untuk yang njawi .. juga dengan lainnya
matur nuwun,
Sesama Anak Negeri berkata,
Oktober 29, 2009 pada 7:03 pm
Salam Persatuan Kepada Saudaraku Semua
Kebanggaan Sebagai Anak Negeri. Jiwa Persatuan sebagai Bangsa Indonesia akan selalu tergurat di dalam diri. Tekad dan Harapan Menjadi Negeri Yang Besar tak akan pernah pudar oleh apapun. Semua berpadu menjadi sebuah Harapan yang bersandar pada Sosok Sang Pemimpin. Sang Pemimpin yang mampu mewujudkan semua itu. Sang Pemimpin Harapan Kita. Harapan Bangsa dan negeri Indonesia.
Biarkanlah harapan itu selalu tersemai dengan indah. Dan akan kita wujudkan bersama satu saat nanti. Harapan itu pulalah yang mengiringi untaian kata-kata dalam tulisan dibawah ini yang terangkai dalam beberapa bagian. Bagian awal (BabI) akan ku sampaikan saat ini sedangkan bagian lainnya akan kusampaikan kemudian. Dan aku berharap saudaraku semua akan berbagi, menebarkan dan menyampaikannya pula kepada yang lain. Agar Kita dapat merasakan dan meyakini bahwa Harapan itu masih ada dan kelak … akan terwujud.
KUTEMUKAN SOSOK
… “SANG PEMIMPIN BESAR” …
BAB I
INDONESIA DAN SANG PEMIMPIN BESAR
Indonesia bagaikan sebuah Permata Berkilau dalam jagat raya kehidupan. Sebuah Permata terindah yang sesungguhnya begitu mempesona, menawan mata hati dan jiwa siapapun yang memandang. Namun sayangnya Kilau Permata itu belumlah mampu memancar dengan sempurna. Sebagian kilaunya masihlah terpendam belum terpendar keindahan sesungguhnya.
Itulah Indonesiaku negeri kebanggaanku. Negeri yang telah memberikan nafas kehidupan. Walaupun sebahagian kilaunya masih terpendam namun aku menyakini bahwa sebuah Permata tetaplah Permata sampai kapanpun. Dan pada saatnya nanti kilau keindahan sesungguhnya pasti akan memancar.
Bila saat itu tiba maka siapapun yang memandang akan terpukau, mengagumi bahkan bergetar hatinya karena memandang keindahan dan kebesaran Indonesiaku yang sesungguhnya.
Indonesia … Keindahannya tak akan pernah cukup untuk dilukiskan dengan berjuta untaian kata sekalipun.
Indonesia … Kebesarannya tak akan terwakilkan dengan goresan tangan siapapun jua.
Indonesia … Warna-warni Keragaman Pesona dan Budayanya tak akan mungkin tergantikan oleh sapuan kuas apapun.
Indonesia Permata Beribu Pulau terpagari oleh tonggak-tonggak Kegagahan Anak-anak negerinya, terpoles Sempurna dengan Keindahan Artistik Alamnya.
Dan sampai kapanpun Indonesiaku adalah Indonesia … Sang Permata Berkilau di semesta ini.
Karena memang Indonesiaku adalah Guratan Sempurna. Maha Karya Terindah Guratan Tangan dari Sang Maha Kuasa.
Itulah Indonesiaku … aliran darahku, helaan napasku, hakikat dan jiwaku sebagai Anak Negeri.
Dan aku hanyalah salah satu dari anak-anak negeri Indonesia yang selalu berharap Maha Karya Terindah ini akan selalu terjaga sepanjang masa. Selalu berharap dan siap melakukan apapun demi untuk melihat Kilau Permata Indonesiaku tercinta selalu terpendar, tak akan pernah padam oleh siapapun atau apapun.
Kilau Keindahan, Kilau Kebesaran yang akan selalu ditopang oleh setiap rakyat dan seluruh anak-anak negeri Indonesia yang tentunya berada dalam satu arahan, satu tuntunan dan satu rengkuhan yang akan selalu menaungi, menjaga hingga menghantarkan Perjalanan Sejarah Bangsa dan Negeri Indonesiaku ini. Dan itu akan berpuncak kepada satu figur Pemimpinnya.
Dan aku hanyalah satu dari begitu banyak rakyat di negeri ini yang berharap menemukan dan memiliki sosok Pemimpin Terbaik. Pemimpin Terbaik yang mampu memimpin dalam arti sesungguhnya. Memimpin untuk dapat melajukan Kapal Kehidupan Negeri ini, menghindari karang-karang terjal ataupun menghadapi garangnya ombak kehidupan hingga kapal ini dapat terus melaju dan pada akhirnya mengembangkan Layar Kehormatan dan Kebanggaan sebagai Bangsa dan Negeri Indonesia.
Seorang Pemimpin yang mampu menempatkan Bangsa dan Negeri ini untuk berdiri sama tegak bahkan melampaui bangsa-bangsa dan negeri lain.
Seorang Pemimpin yang memiliki Kharisma Kepemimpinan yang sejati hingga mampu menerpa dan menyentuh setiap rakyatnya, menunjukkan kegagahan diantara pemimpi-pemimpin bangsa manapun hingga mampu menghantarkan bangsa ini ke Puncak Kehormatan, menggenggam Harkat dan Martabat sebagai Bangsa yang Besar.
Pemimpin yang siap mempersembahkan segala hal terbaik yang dimiliki, berjuang dan mengabdi hanya untuk Sang Pertiwi. Berjuang tanpa pamrih hanya atas dasar tekad dan kesungguhannya sebagai Anak Negeri yang tengah memimpin Bangsa dan Negerinya.
Pemimpin yang akan selalu dihormati dengan hati karena dirinya adalah Simbol Kebanggaan Rakyatnya.
Dan untuk menjalankan kepemimpinan itu tentunya membutuhkan seorang
Pemimpin yang memiliki dasar dan arahan langkah untuk berpijak, memiliki pengetahuan kehidupan, kemampuan untuk membimbing dan mengarahkan kepada satu tujuan besar.
Karena hanya Pemimpin yang berkharisma, memiliki kemampuan dan dasar pijakan langkah yang kuat yang akan mampu membentuk dan melahirkan anak-anak Negeri yang gagah dan berkarakter yang akan membuat siapapun di negeri ini menepuk dada menunjuk dengan bangga sebagai Rakyat Indonesia.
Sebuah Seruan Kegagahan yang “berisi” bukan hanya slogan semata. Sebuah seruan yang akan membahana di angkasa raya dan hanya mungkin terwujud dengan sentuhan tangan yang tepat dari Pemimpin Terbaik.
Itulah harapanku, harapan saudaraku seluruh Rakyat Indonesia. Namun akankah sekeping harapan itu yang selalu berusaha untuk kita jaga akan bisa terwujud?
Akankah harapan itu tetap mampu bersinar dan menggapai suatu hasil terbaik seperti yang kita harapkan?
Mungkinkah kita dapat berjumpa dengan seorang Pemimpin yang memang memiliki sebuah tekad dan kesunggguhan untuk memimpin dengan sepenuh hati, berjuang tanpa pamrih, mempersembahkan dan mengorbankan segala kelebihan yang dimiliki hanya untuk Kebesaran dan Kehormatan Negeri Indonesia tercinta ini?
Ach ……sepertinya semua itu bagaikan mimpi disiang hari, bagaikan pungguk merindukan bulan. Akankah menjadi nyata? Akankah semua itu hanya tetap berakhir menjadi impian kosong?
Karena seiring waktu yang berputar, disadari atau tidak perlahan-lahan harapan itu seakan seperti memudar karena tak kunjung berjumpa sosok Pemimpin yang diharapkan.
Siapapun bisa dan mampu duduk diatas kursi kepemimpinan namun tidak semuanya mampu menjadi seorang Pemimpin.
Sering kali yang terlantun hanyalah bermanis kata, menunjukkan pesona bahkan perhatian tapi semua hanyalah sesaat demi meraih kepentingan dan keuntungan untuk diri mereka. Bukan untuk kita, bukan untuk Rakyat dan Negeri Indonesia.
Rasanya lelah menanti, lelah berharap tanpa ada setitik cahaya yang memungkinkan semua itu bisa terwujud. Dan disaat sisa-sisa helaan nafas harapan semakin menipis, disaat keinginan dan cita-cita seakan begitu jauh untuk digapai, disaat rasa lelah menyergap begitu kuat dihati ini. Dan disaat kepiluan semakin menyengat ketika memandang satu demi satu Kebesaran Negeri ini meredup, terenggut, terampas tanpa mampu berbuat apapun.
Kebesaran Negeri yang tak dipandang atau bahkan sengaja dicoreng oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab.
kebesaran Negeri yang dinodai, terampas dan terenggut oleh keculasan bangsa dan negeri lain, yang semuanya bermula atau sebenarnya didasari karena tidak mampu menerima, berlapang dada memandang Kebesaran, Keindahan ataupun Kemakmuran bangsa dan negeri ini hingga dengan berbagai cara menginginkan pula untuk mampu memiliki dengan meninggalkan goresan tajam kepahitan untuk bangsa dan negeri ini.
Mereka yang bukan apa-apa, bukan siapa-siapa tapi berlagak seolah mengetahui dan lebih memiliki kuasa untuk menentukan sesuatu atas diri bangsa dan negeri ini.
Apakah Kebesaran Bangsa dan Negeri ini yang terlalu melimpah? Hingga kita tak mampu menjaganya dengan baik?.
Ataukah para sosok-sosok yang seharusnya menjaga dan menjadi rantai rantai pengokoh, menaungi dengan kegagahan namun tak mampu menjaga Kebesaran Bangsa dan Negeri ini dengan sepenuh hati?
Atau apakah karena memang tak mampu untuk melakukannya?
Belum lagi Kebesaran Bangsa dan Negeri ini yang turut tercoreng, yang diredupkan oleh sesama anak negeri sendiri, sesama saudara sejiwa yang seharusnya saling menjaga, tapi karena ego dan kepentingan sendiri melupakan bahwa kehidupan yang mengalir didalam dirinya adalah merupakan pemberian dari Sang Bumi Pertiwi.
Hingga disengaja ataupun tidak justru ada sesama anak negeri yang menancapkan sembilu duka pada Sang Pertiwi.
Bila kebesaran tak mampu lagi memancar, maka harga diri dan martabat pun turutlah redup karena terinjak-injak oleh tangan-tangan dari bangsa bangsa lain yang memandang sebelah mata, menganggap seolah tak berarti bahkan nyatanya ada pandangan yang menganggap kita sebagai bangsa pecundang.
Siapakah yang seharusnya maju dan berdiri didepan menghadapi semua hal yang datang untuk meredupkan Kebesaran Negeri ini?
Rakyatnya yang tak mampu bersatu ataukah Pemimpinnya yang tak mampu menyatukan?
Rakyatnya yang kehilangan arah ataukah Pemimpinnya yang tak mampu menuntun, menunjukkan hingga menghantarkan apa yang harus dilakukan untuk tetap menjaga dan membuat Kilau Kebesaran itu selalu terpancar.
Bagaimanapun sebagai rakyat maka langkah-langkah kaki anak negeri Indonesia ini akan mengarah dan mengikuti jejak langkah yang ditunjukkan oleh sang Pemimpinnya.
Lalu bagaimana jadinya bila sosok yang dijadikan panutan, sosok yang memimpin, namun dirinya sendiri tidaklah mengetahui arah mana yang harus dituju atau langkah apa yang tepat yang harus dilakukan.
Maka akan menuju kemanakah Kapal Kehidupan Bangsa ini? Terus melaju ataukah terpuruk?
Lalu apakah kita diam melihat semua itu? Akankah kita biarkan Kebesaran dan Kejayaan yang seharusnya bersinar, pudar, hilang dan terenggut begitu saja?
Relakah kita melihat Bangsa dan Negeri yang kita cintai, para generasi-generasi penerus yang kita kasihi hanya mendapatkan sisa-sisa dari kehormatan yang seharusnya semakin lama semakin mencapai puncak, dan pada akhirnya hanya akan dianggap menjadi bangsa dari generasi yang tanpa arti.
Yach …..jawabnya tidak!!! Dan siapapun kita sebagai Rakyat Indonesia tidak akan pernah rela bila harga diri diinjak apalagi dianggap sebagai bangsa pecundang.
Kita pasti akan siap berdiri gagah menghadapi siapapun atau apapun. Kita pasti akan siap berdiri gagah, mengepalkan tangan bahkan menunjuk hidung, menghadapi siapapun atau apapun yang hendak mencabik harga diri sebagai Bangsa Indonesia.
Kita siap mencucurkan peluh, mencurahkan segala daya, mewarnai dengan Aliran Darah Keberanian dan Kesucian Hati, demi untuk memandang Sang Merah Putih selalu Berkibar dengan Gagah.
Kita adalah Ksatria Negeri, yang selalu siap menyatukan jiwa, mempersembahkan segala hal yang terbaik, menggemakan dengan lantang Kehormatan Sang Pertiwi.
Namun sekali lagi semua harapan itu, semua semangat dan tekad itu seolah bagaikan berlalu begitu saja.
Tekad, Keinginan dan Semangat Berkobar. Namun tanpa ada satu sentuhan dari seorang Pemimpin yang tepat, yang mengarahkan langkah kita maka kita bagaikan kehilangan arah, terpecah sendiri, bagai kehilangan Satu Tujuan Hidup Berbangsa dan Bernegara yang seharusnya selalu kita junjung.
Sekali lagi, pada akhirnya semuanya akan berujung dan bergantung kepada satu sosok yaitu sosok Sang Pemimpin. Dan jelas tentunya bukanlah seorang Pemimpin yang hanya memiliki pesona belaka, menjadi sosok yang beruntung karena duduk disinggasana. Tapi yang kita butuhkan sosok Seorang Pemimpin Besar.
Pemimpin Terbaik karena memiliki pengetahuan dan kemampuan serta segala hal lainnya. Memiliki daya dan karya untuk membimbing kita semua mengarahkan, menuntun, menghantarkan hingga memastikan langkah Bangsa Indonesia akan sampai disatu Puncak Tujuan Tertinggi.
Seorang Pemimpin yang mampu menjadi Teladan Sejati karena memang telah memahami makna dan hakikat sebenarnya sebagai seorang Anak Negeri dan bagaimana menjalankan peran terbaik itu.
Seorang Pemimpin yang berjuang tanpa pamrih karena setiap perjuangannya, setiap gema kegagahannya memimpin bangsa ini adalah merupakan wujud nyata, persembahan bakti tertinggi seorang Anak Negeri kepada Ibu Pertiwinya.
Wujud nyata yang membuat kita pasti dapat menilai dan mengukur sebuah ketulusan sejati. Melihat dengan jelas dan nyata sebuah bentuk pengabdian dari Seorang Pemimpin.
Bakti tertinggi, pengabdian yang tulus dari Seorang Pemimpin tentunya tak akan pernah mengharapkan pamrih atau imbalan apapun. Bahkan sebuah pembayaran atau bahkan gaji sekalipun. Karena memang pastilah sosok Pemimpin itu memahami benar bahwa dirinya sedang menjalankan Peran Terbaik sebagai seorang Anak Negeri, bukan tengah berniaga dengan Negerinya apalagi mengharapkan upah atas Kepemimpinannya.
Seorang Pemimpin Sejati yang akan menjadi Motivator Terbesar, Pembangkit Semangat Nasionalisme yang akan mampu menyatukan kita semua menggapai masa depan Bangsa dan Negara yang lebih baik.
Selalu siap menyuarakan kegagahan, berjuang sebagai sosok Anak Negeri yang membela harga diri Ibu Pertiwinya.
Wahai saudaraku Rakyat Indonesia. Tentunya gema harapan itu yang berkecamuk didalam dada kita tapi sekaligus bercampur antara keyakinan dan kehilangan keyakinan.
Karena sepertinya tidaklah mungkin menemukan Sosok Pemimpin seperti yang kita butuhkan. Dan kita pun terkadang bimbang seperti apakah sebenarnya sosok Sang Pemimpin Besar yang kita butuhkan itu?
Adakah sebuah tolak ukur atau landasan yang menjadi penguat keyakinan kita bahwa itulah sosok Seorang Pemimpin yang sesungguhnya?
Tentunya pertanyaan itu pun akan terus menjadi pertanyaan tanpa akhir, tanpa kunjung mendapat jawaban bila kita hanya berdiam diri atau termangu saja.
Bagaimana mungkin kita berharap menemukan sesuatu yang terbaik bila kita hanya berdiam dan menunggu saja. Menanti entah berapa lama, menanti entah sampai kapan. Dan apakah pada akhirnya penantian itu akan menghantarkan bertemu sesuatu yang terbaik bagi kehidupan kita.
Untuk mendapatkan hal yang terbaik secara pribadi saja maka kita harus mengerahkan segenap kemampuan, segala upaya untuk bisa mendapatkannya. Apalagi ketika berbicara tentang Bangsa dan Negara, tentang peran kita sebagai Rakyat sekaligus Anak Negeri, maka sudah tentu kita pun harus bersiap diri, melakukan segala hal, melakukan apapun untuk memberikan sebuah sumbangsih tersendiri kepada Negeri ini.
Mulai dari saat ini, mulai dari hal yang terkecil, dimulai dari diri sendiri mencoba menata, mengkondisikan, menyatukan persepsi, menyamakan tujuan dengan menyadari dan menanamkan bahwa segala sesuatu yang ada di Negeri ini, apapun yang terjadi pada Bangsa ini, maka semua itu akan kembali dan berpulang kepada diri kita sendiri.
Melakukan kebaikan, menjaga dengan kemampuan yang ada, mengerahkan potensi yang dimiliki, hanya dan untuk atas nama Bangsa dan Negeri Indonesia. Sekecil apapun adalah jauh lebih baik dari pada berdiam diri atau bahkan berbuat keburukan.
Membuka wawasan dan cakrawala berpikir, memandang jauh kedepan untuk menjadi pribadi-pribadi Rakyat sekaligus Anak Negeri yang terbaik. Membekali diri dengan pengetahuan, potensi dan kemampuan untuk kita satukan pada saatnya nanti.
Dan diujung langkah perjuangan kita sebagai pribadi Anak-anak Negeri maka adalah mempertajam pandangan, memandang dan mendengarkan dengan hati, memberikan penilaian obyektif, memilah dan menetapkan dengan suara hati terdalam hingga langkah kaki kita semua akan sampai disebuah perjalanan, dan pada akhirnya dapat menemukan sosok Pemimpin Terbaik bagi kita semua.
Pada akhirnya aku berharap apapun yang kita lakukan, apapun pengalaman dan hal-hal berharga yang kita dapatkan. Teruslah berupaya dengan segenap kemampuan agar pada akhirnya kita dapat saling berbagi, mengingatkan, menyampaikan dan saling bersama membulatkan tekad untuk mulai menapak lebih baik, berbuat hal yang nyata untuk Rakyat dan Bangsa Indonesia karena sesungguhnya semua itu adalah untuk diri kita pula.
Wahai saudaraku … semaikanlah dan biarkan tumbuh dengan kuat Keyakinan dan Kebanggaan sebagai Anak Indonesia. Agar pada saatnya nanti bersama kita gemakan kesegenap penjuru semesta.
Akulah Anak Indonesia. Akan Kubuat Sang Pertiwi tersenyum Bangga. Akan Kuhiasi Angkasa Raya dengan Kibaran Kegagahan Sang Merah Putih.
Akan kubuat setiap hembusan angin hanya menebarkan Keharuman Nama Bangsa dan Negeri Indonesia.
Indonesiaku yang Bersinar bagai Permata Terindah di Jagat Kehidupan.
Indonesiaku Nan Permai Guratan Maha Karya Sempurna.
Indonesiaku Yang Gagah dengan Rantai Pengokoh Ikrar Setia Anak-anak Negeri.
Indonesiaku Yang Bermartabat, menggetarkan siapapun dalam Genggaman dan Pancaran Kharisma Sang Pemimpin Besar.
Demi Kebanggaan sebagai Rakyat Indonesia.
Demi Kebesaran Bangsa. Demi Kebesaran Negeri Indonesia yang Berkilau di Puncak Kehormatan Tertinggi yang akan mampu kita wujudkan hanya dengan sentuhan sosok Sang Pemimpin Besar.
Sang Pemimpin Besar Yang Memimpin dengan Pengetahuan dan Kemampuannya.
Sang Pemimpin Besar yang Menuntun dengan Daya dan Karyanya.
Sang Pemimpin Besar yang Menyentuh dengan Ketulusan dan Kebesaran Hatinya.
Sang Pemimpin Besar … Sang Pemimpin Sejati … Yang akan membuat Bangsa ini Menepuk Dada Menunjuk dengan Bangga sebagai Rakyat Indonesia.
Hingga pada akhirnya setiap Rakyat, seluruh Anak-anak Negeri akan selalu menggemakan dengan lantang …
“Aku adalah Kegagahan.”
“Aku adalah Rantai Pengokoh Sang Pertiwi.”
“Aku adalah Pengibar dan Penjaga Sang Merah Putih.”
“Dan aku adalah … INDONESIA.”
Jadi Mari Kita Bulatkan Tekad dan Kuatkan Keyakinan selalu Bersandar pada Hati, Tegar hadapi apapun.
Bersama kita Berharap, Mencari … dan terus Melangkah … hingga kita berjumpa dengan … Sang Pemimpin Besar.
Sang Pemimpin Besar yang akan membuat setiap Bangsa dan Negeri manapun hanya akan memandang …
“Indonesia adalah Kegagahan” … “Indonesia adalah Kejayaan” … “Indonesia adalah Bangsa dan Negeri Yang Besar.”
Indonesia Yang Gagah Butuh Sang Pemimpin Berkharisma
Indonesia Yang Jaya Butuh Sang Pemimpin Sejati
Dan Indonesia Yang Besar Butuh … Sang Pemimpin Besar.
Jadi berarti Untuk Mampu Berdiri Gagah, Memancarkan Kilau Kejayaan,
Menjadi Bangsa dan Negeri Yang Besar maka yang Kita Butuhkan adalah
… “ Sang Pemimpin Besar ” …
Salam Persatuan dan Kebanggaan sebagai Sesama Anak Negeri Indonesia.
kiwahyu berkata,
November 7, 2009 pada 12:50 pm
Mohon maaf kami ikut-ikutan nimbrung atau bertanya:
Apasih agama itu?…
Untuk apasih agama itu?…
Kenapasih agama harus ada banyak?…
Kenapasih kitab harus ada banyak?…
Kenapasih Adam tidak menggembol kitab dari surga?…
Dangan datang nya Adam menggembol kitab dari surga,pasti tidak akan ada perdebatan atau perselisihan ataupun peperangan antar agama.
Ki murdiono berkata,
November 23, 2009 pada 6:49 am
Saya sakit dada kanan saya,tiap jalan agak cepat,lari,angkat berat,pokok yg mempengaruhi nafas dada saya sakit kram atau sperti likaten.jadi hrs diam sejenak tk boleh bergerak,itu bisa lambat laun hilang rasa sakitnya.kata dokter saraf.nah ini walau brhubungan sm istripun dada sakit kram,it kan termasuk hubungan dg nafas jdi kumat.nah ini saya minta tolong agar bisa sembuh.ini asalnya minum es wkt berbuka bln puasa.sampai sakit tdk bs bernafas.tp skr tinggal 15 persen.tolong gmn agr smbuh total.