alangalangkumitir

Javanese Manuscripts

KEINDAHAN NAN MAHA INDAH 02


NebulaKu pinta diKau dengan KesempurnaanMu, dan Yang Tersempurna dari SempurnaMu, dan sungguh seluruh SempurnaMu benar Sempurna ku gapai diKau dengan KejelitaanMu, dan Yang Terjelita dari JelitaMu, dan sungguh seluruh JelitaMu benar Jelita ku seru diKau dalam KeTinggianMu, dan Yang Tertinggi dari TinggiMu, dan sungguh seluruh TinggiMu benar Tinggi ku seru diKau dalam KeSucianMu, dan Yang Tersuci dari SuciMu, dan sungguh seluruh SuciMu benar Suci.

Mata berbinar mesra dan mulut dipenuhi dengan kulum senyum lembut. Redup cahaya mata menatapi Wajah Jelita Nan Molek Rupawan dan Pipi-Pipi Nan Senantiasa Memerah berpendaran. Belum lagi celak-celak keunguan, Oh, demikian IndahNya memukau Indah-IndahNya di hati peCintaNya yang mabuk dalam keIndahanNya.

Bila kekupu terbang dengan sayap sepasang,
dan laron berkitar dengan sayap sepasang,

pula Arkhoun menatap dengan mata sepasang,
tapi Majnun menatap Layla dengan Layla seorang !

Demikanlah rintih pecinta, laa yunaalu dzaalika illa bi fadhlik,  tak kan tercapai tatapan pada JelitaNya kecuali dengan KaruniaNya sendiri. Tak kan melihat KeindahanNya kecuali dengan KeindahanNya sendiri, JelitaNya kecuali dengan MolekNya sendiri, Lentik AlisNya kecuali dengan Hijau CelakNya Sendiri.

Duhai yang mengaruniai hambaNya dengan tatapan KepadaNya,
dan tiada tatapan KepadaNya kecuali dengan PenglihatanNya Sendiri.

Duhai yang mengaruniai hambaNya dengan pendengaran atas MerduNya,
dan tiada  pendengaran atasNya kecuali dengan PendengaranNya sendiri.

Duhai yang mengaruniai hambaNya dengan jalan lurus KepadaNya,
dan tiada jalan lurus KepadaNya kecuali adalah Dia Sendiri.

Duhai yang mengaruniai segenap Kenikmatan pada hambaNya,
dan tiada Kenikmatan kecuali Dia Sendiri.

Maka sebagian orang katakan ku telah lihat Keindahan Tuhan di mana-mana. Betapa mungkin Tuhan dilihat oleh selain diriNya? Laa tudrikuhu al-abshooru wa huwa yudriku al-abshooro. Tak menyentuhnya (semua) penglihatan dan Ia menyentuh (semua) penglihatan. Mungkin inilah pandangan majazi atau khayali yang diibaratkan oleh Maulana Rumi dalam sya`irnya;

kefasihan burung-burung istana hanyalah pantulan suara;
di manakah perkataan burung Nabi Sulaiman.

bagaimana kau akan mengenal kicau mereka,
jika kau tak pernah melihat Nabi Sulaiman sejenak pun.

Jauh di seberang Timur dan Barat bertebaran sayap burung,
yang lagunya menggetarkan hati yang mendengar.

Ia terbang bolak-balik antara bumi dan ‘arasy Tuhan,
bersama keagungan dan kemuliaannya.

Maka Penatap Tuhan terdiam seribu bahasa, bagi mereka “aku” sama saja dengan “bukan aku”, karena tak ada apapun yang dapat disifatkan kepada ketiadaan. Bagi mereka “kutatap Tuhan” tak ada bedanya dengan “Tuhan menatap Tuhan”, yakni, “mereka” adalah ketiadaan sedang satu-satunya fa’il (pelaku) adalah Zat Yang Maha Kudus. Yaa man dalla ‘ala dzaatihi bidzaatihi. Wahai Yang Menunjukkan ZatNya dengan ZatNya.

Bak ufuk Tmur yang bertanya pada selatan, pula utara,
di manakah Mentari Terbit.

Bak Samudera Raya yang bertanya pada sumur, pula kali,
di manakah Air Berada.

demikian pula pecinta berkata Cinta, juga asmara,
padahal berkata Cinta pastilah sirna.

juga para pemantik berkata Wujud, juga Sebab,
padahal berkata Wujud pastilah wujud.

Ikal kekang “aku”, “kita”, “kamu” telah lenyap. Laso itu telah lenyap, dan demikianlah Jiwa Pecinta terlepas dari kepompong dan penjara alam material melesat menuju Jiwa nan Satu, Sang Pecinta, Sang Pendamba, Sang Perindu, yang turun dari Hadhrat Zat Suci ke Hadhrat Asma ke Hadhrat Sifat ke Hadhrat Af’al. Bagi para pecinta yang tak kenal timur dan barat, lenyaplah timur dan barat. Bagi para pecinta yang tak kenal kini dan esok, lenyaplah waktu baginya. Maka, man ‘arafa nafsahu, yakni bagi yang mengenal bahwa dirinya ketiadaan dan Tiada Selain Dia Semata, lenyaplah semua hal termasuk nama dan identitasnya sendiri, dan, faqod ‘arafa robbahu,  Dia Mengenal Tuhannya dengan Tuhannya itu sendiri, yakni Allah adalah Cahaya Langit dan Bumi, tak lain Dia Yang Zhohir dan Bathin, dan Yang Awal dan Yang Akhir, tak lain Dia Yang Maha Meliputi segala sesuatu Yaa Allah Karuniakan padaku tatapan KepadaMu dan Kemulaan Keterputusan kepada SelainMu, hingga dengan Pancaran wajahMu, tersingkaplah hijab-hijab CahayaMu.
Amin.

wallohu a’lam bi ash-showwab

14 Comments

  1. kumitir kecipratan juga pujian………heheheheh

  2. hahaha podo2 wong jowo tho… mas melu kene wae http://www.kumpuljowo.blogspot.com ono bisnise meneh kanggo tambah2 duit sangu mass… gabung nggeh

  3. Ingin selalu berkunjung Ke blog ini.Bagus benget Postingannya.

  4. myra sari

    bahagia rasa menjelma
    bila ku dengar ia bersuara
    makin lama makin dekat makin terasa
    namun esok lusa
    apakah terus ku kan rasa bahagia
    terima kasih dengan notar mu
    kan ku tiup semangat diri
    untuk terus hidup

    wassalammu

  5. Mas Kumitir, memang menggemaskan, isoooooo ae. Panggah kulo nderek Mas. Dadi cantrik isoku mung ngrungokno ae.

  6. Bani efendi

    Nun ketika kupu kupu terbang
    banyak lebih yang terpesona
    lupa bahwa dia pernah hidup
    didalam satu masa….
    membisu
    membatu
    bahkan
    mematikan diri
    mematikan rasa
    mematikan nafas
    mematikan nafsu
    demikianlah indahnya hikmah
    terlebih dalam uraian kalamnya
    ia manis seperti mangga
    walau kadang ada yg berulat.
    seperti indahnya kupu…….
    tak seindah ketika ulat bulu
    apalagi nun kepompongnya

    siapakah gerangan
    Bebas terbang melayang didunia
    tanpa melalui kesungguhan hidup
    mengorbankan diri sendiri.

    Cermin ini indah….
    tapi siapakah yang masuk dalamnya
    atau bertahan digemerlap dunia
    seperti ulat bulu

    wallohu salam

  7. Kopral cepot Yth
    Met SHAUM, Buka and met saur jg… semoga selalu dalam BERKAH, RAHMAT dan RIDHONYA Aamiin…

  8. Mas Sumego met buka shaum n met saur

  9. joomlatutor

    alamak indahnya….
    terima kasih ya, saya akan rajin deh ngunjungi blog ini

  10. (Maksudnya: musti dicetak jadi enak bacanya bisa sambil leyeh2 ndak harus online…) Mohon maaf Mas buru2 dah mau mefet saur. Matursembah Nuwun

  11. Pamuji Rahayu Mas Alang_alang Kumitir

    Kok jadi serem tampilannya….
    Mohon maaf sebelumnya saya baru minta izin taut blog Njenengan, mdh2an berkenan… saya copy2 postingannya. Lenger-lenger saya bacanya…musti di cetak jadi musti OL…Nuwun

    Salam Sih Katresnan

  12. Wong Jowo

    Wah Themesnya ganti mas…macho man…n kliatan garang! hehehe…met saur smuanya..

  13. Putra Melayu

    Terima kasih atas pencerahanya… mas kumitir… salam syang selalu I LOVE YOU FULL……. di tunggu tulisan2 nya…

  14. Wong Jowo

    Yang pertama lagi nih…
    Mas kumitir..met sahur ya…
    sejak ketemu blog anda 2 minggu yang lalu rasanya tiada hari tanpa berkunjung kesini..habis masih bnyak banget yang belum kebaca hehehe….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: