alangalangkumitir

Javanese Manuscripts

KEINDAHAN NAN MAHA INDAH 03


Cahaya falak bak malak, dialah surya walau tampaknya reremangan, compang fakir camping sangat, dialah Raja di Raja walau bergelandangan.

BirdSungguh Ia, Maha Kudus, telah menyembunyikan kekasih-kekasih-Nya di bawah kubah Keamanan dan LindunganNya, sehingga tak satupun bisa mengusik. Dan Sungguh Ia, Maha Kudus, telah menutupi para pecinta Nya yang Ia cintai dalam hakikat huwiyyah (keDiaan) -Nya yang azali, sehingga dikatakan laa ya’rifu al-waliyya illa al-waliyyu, tak mengenal Wali (Kekasih-Nya) kecuali Wali (Kekasih-Nya). Dan siapakah Wali-Wali -Nya? Siapakah Pecinta-PecintaNya yang Dia Cintai?

Alaa inna auliyaa`alloohi laa khoufun ‘alaihim wa laa hum yahzanuun. Ketahuilah, sesungguhnya Wali-Wali Alloh, bagi mereka tak ada takut tak pula khawatir. Bagaimana mungkin mereka khawatir, sedangkan ke mana saja mereka menghadap di situlah Wajah Allah? Betapa mungkin mereka takut, sedang tiada selembar daun pun jatuh di suatu tempat tak pula tumbuh melainkan semua itu atas Kehendak dan Izin Kekasih Yang Maha Cantik dan Maha kasih. Dan betapa mungkin gelombang peristiwa dan kejadian, walaupun gunung-gunung semua beterbangan dan langit tergulung, membuatnya sedih sedangkan tiada satu ruang dan waktu selembut apa pun melainkan Kekasih Nan Maha Lembut  Meliputinya dengan aliran memerah Kasih Sayangnya yang tak terperi.

Ia nan selalu merasakan buaian dan dekapan mesra,
ia pula nan selalu berbulan madu,
di awan-awan lagit membiru dengan asmara,
ia pula nan selalu dibuai-buai oleh Tuhannya, Wali bobo oh Wali bobo,
ia pula nan selalu
dicumbu-guraui oleh Tuhannya,
duhai Majnunku duhai Romeoku.

Bagi para pecintaNya, Sungguh Kekasih itu Dekat, Dekat Sekali, bahkan lebih dekat dari urat lehernya. Hingga, udara dan dedaunan senantiasa merupakan alunan Salam baginya dari Kekasih. Hawa dan kelembutannya adalah sentuhan lembut lentik Jemari Sang Maha Layla. Kicau-kicau burung adalah merdu panggilannya, oh Qays-ku, pinta sang Maha Layla. Dan desahan jengkerik dan serangga-serangga dari jauh seolah adalah hehijaban cadar berlapis seribu bahkan tujuh puluh ribu dari Layla, Di Sinilah WajahKu, Di Sinilah WajahKu, bisiknya mesra.

tiada mungkin bayi cari pelukan selain ibunya,
apa pula Qays ada dalam pelukan selain Lyala
segala mayapada, dan nanti bakapada ini,
tak lain dan bukan selain pelukanNya  kasihNya

Maka bila orang ta’at agar memperoleh tsawab (ganjaran surgawi / pahala), sang pecinta ta’at karena malu. Bila orang menangis mengingat neraka, sang pecinta menangis karena rindu. Bila orang tangisi nasibnya dan kerendahan ruhaninya, sang pecinta menangis karena WajahMu yaa Laylaku, di manakah ia? Bila orang bertaubat, dan terimalah taubatku Wahai Yang Maha Pengampun, maka pecinta rintihkan Lakukan Apa Yang Layak Bagi diriMu, dan jangan lakukan apa yang kuinginkan, waf’al bi maa anta ahluh, wa laa taf’al bimaa ana ahluh . Bila orang meratap-ratap dengan berbagai bala` dan bencana , maka pecinta menangis syahdu atas segala Perhatian Kekasihnya yang Abadi kepadanya.

Langit ini adalah langitMu, dan bumi ini adalah bumiMu
maka walau di tangan ku ada piala, kutahu ini adalah pialaMu
Timur ini adalah baratMu, dan barat ini adalah timurMu
maka walau di mata ku ada Kamu, ku tahu ini adalah tatapanMu

lagit dan bumi, dan dua dunia
melangit dan membumi, dosa-dosa hamba
namun lagit dan bumi, MilikMu Layla
WajahLayla, buat  Majnun lupa diri, apalagi dosa

AnggurMu, namun dari PialaMu
Dalam PialaMu, namun dengan TuanganMu
TuanganMu, namun dengan IsyaratMu, minumlah
Kuminum, namun dengan tenggakanMu, mabuklah

Kumabuk, namun bukan karena Anggur
Kusempoyong, namun bukan karena Piala,
BibirMu Nan Mendayu Merah duhai Penuang
Buat Hatiku Membara Merah, Duhai Sayang

apa pun yang dikatakan, orang
apapun yang kukatakan, “aku”
apa pun yang dikatakan, angin
Engkau adalah Engkau, MuliaMu adalah JelitaMu

orang-orang nan cari Kemuliaan, adalah bak,
rusa-rusa nan cari Kerusaan, adalah bak,
para pedagang nan cari Perdagangan, adalah bak,
pecinta nan mencari Wajah, nafilah sirnalah tanpa bak !

Wa Allohu a’lam bi ash-showwab.

17 Comments

  1. ups……………..waspada …………….jangan ………………berlebihan………..
    salam…………….salam………………..salam……………

  2. tingkatan kerohanian orangp er orang berbeda beda, demikian pula pengalaman perjumpaan dengan DIA(wujud yang sejati) tanpa nama tanpa rupa, dan tidakdapat diuraikan,
    para kadang marilah ngulah kawruh,dan senantiasa melakukan semedi mencari jatidiri, namun tidak perlu keluar diri,carilah kedalam diri

  3. wijaya

    makasih petunjuknya mas kumitir,semua artikelmu pada tak bacain lho,itu membuat mata hatiku lebih terbuka,thxs

  4. sutrisnocermo

    yekti namung tiyang engkang sampun kebuka manah batosipun negkang paham sedoyo puniko

  5. sugava

    sugeng enjang..salam kenal..:)

  6. eleng lan waspada iku sing penting, lan blajar ngaweruhi pribadine dwe, sapa awake dewe iki,

  7. Test

    Sumbernya disini lebih lengkap :

    http://filsafatislam.net/

  8. zheyhaq

    lam kenalllllll semdulur kita kabeh numpang liwat lan numpang silaturrahmi mawon..

  9. Bani efendi

    Ketika seorang dara mengakhiri masanya
    dalam dekapan kekasih ia berkata….
    air ..air….air
    maka kekasihpun memanjat pohon klapa
    walaupun tengah malam gelap gulita…
    dengan lembut dan kantuk dipeluknya buahnya
    dibawa turun kerana takut pecah tumpah airnya….
    ini air buat kekasih……
    dari dalam klapa yang masih muda……..
    nikmatilah airnya kekasih…..
    nikmatilah kelembutan buahnya…..
    putih halus lembut menyegarkan……..

  10. ALLAH adalah cinta pertamaku

  11. “sayekti Ingsun kang tansah angidung arerepen-rumpakaning roso ruri-sepi samun sinamad swaraning sonyo-gumuruh gendraning goro goro-gagaraning gesang ginarbo garbaning guru yekti-yen yayi yitmo yitmaning wayah-wasis winarah wewarahing warih-wus winisudo kawruh-wedharing wong sakbawono-wus kaungkap wadining wahyu kawuryan-winerdi werdining winadi-satuhu sasat saroso sarining sworo-yeku yekti yasaning eyang yayah yomo” kulo tenggo….

  12. Rohullamin

    asalamulaikum ki.salam perkenalan.WAhai kekasihku bakar bakarlah daku dengan api cintaMu yg abadi.Engkaulah awal cinta.Kau cumbu aku Dikala kusendiri.Kau candaiaku bila aku lupa padaMu.Daku adalah boneka mainMu.Engkau belai Engkau peluk cumbu. Maaf ya ki belum kenal udah nyenolong ngak tahan ki melihat kekasih Nya melagukan senandung cinta yang abadi.KI sekalian mohon bimbingan para kekasih kekasih Allah.Baru jumpa blog krkasih Allah.Allhamdullih dan terimakasih para sahabat kekasih Allah.mohon maaf lahir batin.wasallam

  13. abu amili

    sentuhan maha lelembut ….selembut cinta….dekapan…pelukan …kemesraan…..dan yang lain2….membuat DIRI Memposana dengan Keindahan wajah-Nya……………..Cinta…Rindu slalu dlam sentuhankelembutanya…..Ma kasih Ki….pencerahan yang menggugah hati menjadi Cinta…Rindu……lanjut ki kalau mungkin dengan seri yang setrusnya khan msih banyak lagi wajah-NYA yang indaH2.
    salam ki….matur nuwun .

  14. wilujeng buka shaum … mugia shaum dinten ayeuna janten amal ibadah nu dipikaridho … amiien

  15. ngabuburit nyambi ngaos … muga2 dapet ilmu dan muga2 bisa ngamalken

  16. sambil baca …. keduaaaax

  17. pertamaaaaax dlu …
    Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: