alangalangkumitir

Javanese Manuscripts

SINOM KONDHA PURNA


Dari pada sepi sendiri mau keluar ya malas banget, lebih baik mulai uro-uro… menghibur diri siapa tau ada teman yang datang atau malah disangka sama orang yang lewat, lha…. lha….. lha…… wah… Kumitir lagi kumat… kok bengak-bengok sendirian, wis ora ngurus kata orang yang penting senang!!!

Mangga disenggaki…

Mbok ojo nyengkir wuruuuung…
Jo ngesuk ngesuuk, ja ngempet empet….
Menek talok duwur banget,
Nek didelok ketok banget…
Hahahaa…”

“S I N O M”

Mumpung anom marsudiya,
Alandhesan budi suci,
Denya manembah Hyang Suksma,
Yekti yuwana sakalir,
Asih tresna sasami,
Pan iku dadi wotipun,
Adoh marang kanisthan,
Ing janji tan mbalenjani,
Tatag tangguh, saguh ing sabarang karya.

Selagi muda mbok berusaha,
Bermodal budi pekerti yang suci,
Dalam menyembah Tuhan,
Pasti akan sejahtera semuanya,
Penuh kasih sayang kepada sesama,
Dan itu yang jadi jalan titian (hidup),
Jauh dari kenistaan,
Bila berjanji tidak ingkar,
Ttabah, tangguh, sanggup berkarya.

Ana jejering narendra,
satuhu luhuring budi,
Puspa rengga prajanira,
Maha Prabu Darmajati,
Berbudi tresna asih,
Kang sarta dhemen tetulung,
Maring sasameng titah,
Kang gumelar aneng bumi,
Tresnanira, dikaya badan priyangga.

Ada seorang raja,
Yang sangat luhur budi,
Di kerajaan Puspa Rengga,
Maha prabu darmajati,
Penuh budi dan kasih sayang,
Yang sangat gemar menolong,
Kepada sesama makhluk,
Yang dicipta di bumi,
Kasih sayangnya seperti kepada diri sendiri.

Suwawi samya nyurasa,
Dununging ala lan becik,
Nenggih wau Sri Narendra,
Ri soma nedheng tinangkil,
Kebegan kang sumiwi,
Marak ngarsane sang prabu,
Sidhem tanpa sabawa,
Tan pantara Sri Bupati,
Kagyat umiat tumenga ing antariksa.

Sedang pada diskusi,
Membicarakan letak buruk dan baik,
Begitulah sang Raja,
Pada hari Senin saat Sidang,
Banyak yang ikutan hadir ikutan,
Sowan ke hadapan Raja,
Tidak ada yang crewet bin crigis hahaa,
Tak berapa lama Sang Raja…..
Kaget, mendongak melihat angkasa.

Mangkana ingkang kacrita,
Peksi dara ules putih,
Lumayang amruk ing ngarsa,
Sarwi sambat minta urip,
“Mugi gusti paring sih,
Kawula binujung-bujung,
Dening si Alap-alap,
Tan wurung jinuwing-juwing,
Jasat kula, sumangga karsa paduka.

Demikianlah yang diceritakan,
Ada burung merpati putih,
Melayang jatuh ke hadapan Raja,
Sambil berkeluh kesah minta hidup,
Semoga tuan berbelas kasihan,
Saya sedang dikejar-kejar,
Oleh Alap-alap,
Tidak urung pasti dijuing-juing.. nggak ada padanannya,
Badan Hamba, terserah paduka tuan.

Samana dupi miyarsa,
Sang nata ngandika aris,
Haywa sira kasamaran,
Ingsun kang mesa ngayomi,
Mara ge sira nuli,
Umpetan mring mburi ningsun,
Sigra si alap-alap,
Tan pantara gya nututi,
Prapteng ngarsa, dinangu dening sang nata.

Ketika mendengar (keluhan merpati putih),
Sang Raja berkata sareh,
Jangan kamu khawatir,
Ku yang akan melindungimu,
Segeralah kamu,
Sembunyi di belakangku,
Segera Si Alap-alap,
Tak lama membuntuti (merpati),
Sesampai di hadapan raja, ditanya.

Sumengka pangawak bajra,
Boya apa kang wigati,
Sun sawang mangiwat gita,
Lap-alap matura nuli,
Sowan kula ing garsi,
Sayekti wigatosipun,
Ngupadi buron kula,
Peksi dara ules putih,
Kaparenga samangke arsa sun mangsa.

Tergesa-gesa seperti angin ribut,
Ada apa gerangan (heh Alap-alap?),
Kulihat kamu terburu-buru begitu,
Katakan segera, Alap-alap,
Sowan hamba di hadapan (Tuan),
Tujuan sebenarnya adalah,
Mencari buruan hamba,
Burung merpati berwarna putih,
Ijinkan untuk hamba mangsa.

Wit sampun watawis lama,
Kula sakit ngintir-intir,
Datan pikantuk memangsan,
Kang sarta anyesep getih,
Dados sampun sang aji,
Ngregoni papancinipun,
Nika kang antuk pangan,
Daging peksi mung sacuwil,
Parandene paduka karya rubeda.

Karena sudah cukup lama,
Hamba sakit ngintir-intir (kelaparan),
Tidak mendapat hewan buruan,
Juga tidak menghisap darah,
Jadi janganlah Sang Prabu,
Menghalangi hak Hamba (untuk memangsa merpati),
Karena Hambalah yang telah memperolehnya,
Daging burung hanya secuil,
Sayang, Paduka menghalangi Hamba.

Ingsun tan nedya pepalang,
Marang sapa wae nanging,
Kawruhana alap-alap,
Sira iku sak bangsaning,
Ber-iberan sayekti,
Tunggal jinis aranipun,
Opa sira mentala,
ngolu daginging merpati,
Karo dene, sira tinitah sentosa.

Aku tak hendak menghalangi,
Kepada siapapun, tapi,
Fahamilah, hai Alap-alap,
Kamu itu sebangsa,
Unggas yang terbang,
Satu jenis sebutannya (dengan merpati),
Apa kamu masih tetap tega?,
Menelan daging merpati (ini),
Kalau demikian, percuma kamu tercipta kuat sentausa.

Katimbang si manuk dara,
Kang sayekti sarwa ringkih,
Sarta maneh tumrap sira,
Apa rasa den rigoni,
Ing salakunireki,
Iku titah ing Hyang Agung,
Anom utawa tuwa,
Wiramba kalawan ringkih,
Yogya pada migunakna tepa slira.

Dibanding dengan Si Burung Merpati,
Yang memang serba lemah,
Juga, (dia) bagimu,
Apakah mengganggu,
Kehidupanmu?,
Dia itu juga makhluk Hyang Agung,
Muda atau tua,
Yang kuat maupun yang lemah,
Seyogyanya saling tepa-slira.

Kadi paran karsa nira,
Lap-alap matura nuli,
Apa sira maksih cuwa,
Dene tan sidyantuk daging,
Mara ge sun lironi,
Iya daging pupuningsun,
Sun pagasing samangkya,
Pada bobote Merpati,
Ingsun lila legawa trusing wardaya.

Bagaimana maumu sekarang,
Alap-alap, katakanlah!
Apa kamu masih kecewa,
Karena tidak jadi mendapat daging?
Kalau begitu, Baiklah saya tukar,
Dengan daging paha-ku,
Aku kerat sekarang,
Sebobot dengan Merpati,
Aku rela, ikhlas lahir batin.

Aduh-aduh gusti kula,
Tuhu jimat ing sabumi,
Kang sanyata wus winenang,
Ngrata jagat nglebur bumi,
Mung paduka sayekti,
Mangka dutaning Hyang Agung,
Kang ngisas sakehing dosa,
Nenuntun mring tindak becik,
Duh pukulun, kawula sampun mertobat.

Aduh-aduh, Tuan Hamba…
Paduka benar-benar pusaka buana,
Yang jelas telah diwenangkan,
Meratakan jagad melebur bumi,
Hanya Paduka yang benar-benar,
Sebagai duta Hyang Agung,
Yang mengadili sehala dosa,
Menuntun kepada perbuatan baik,
Duh Pukulun, Hamba telah bertobat.

Sampun mboten kirang cetha,
Kawula gya minta pamit,
Mugi tansah pinayungan,
Salampah kula ing margi,
Iya ingsun sangoni,
Mrih raharja salakumu,
Mangkono sri narendra,
Sigra manjing ngendra puri,
Pari purna kanthi tamating carita.

Sudah tidak syak lagi,
Hamba segera mohon pamit,
Semoga selalu mendapat lindungan,
Perjalanan hamba pulang nanti,
Baiklah Aku bekali engkau,
Agar selamat perjalananmu,
Begitulah Sang Raja,
Segera memasuki puri kerajaan,
Selesailah sudah dengan tamatnya ceritera.

———————–

Demikian para sedulurku semua sajian Sinom Kandhapurna ini, hanya merupakan catatan angan-angan saya dalam mendengarkan lagu klenengan Jawa. Ringkasan cerita diatas kurang lenih begini :

Ceritanya yang jadi burung merpati itu Bathara Indra, dan yang jadi burung Alap-alap Bethara Bayu. Dua orang Dewa tersebut diperintah untuk menguji Prabu Damarjati yang sebetulnya merupakan titisan dari Barthara Darma yaitu Dewa kebijaksaan dan kesabaran.

Tidak tahunya bahwa yang namanya Bethara Guru yaitu Ratunya para dewa yang mengusai Suralaya termasuk Dewa yang tidak mudah percaya pada manusia wayang. Lha yang namanya dewa saja susah percaya, apalagi manusia??? Wah terus piye iki… hehehehehe……

Nuwun.
Mas Kumitir

20 Comments

  1. -----SUMIATI-----

    .

    @ SATRIA BERGITAR ….ITU NAMANYA ….” IKLAN. “….

    lucu …ah..saru.

  2. Anonymous

    Rahayu kagem maskumitir.MuGi2 blog niki saget mambah pangertosan dateng kito sedoyo.

  3. PEMBUANGAN ENERGI NEGATIF TANPA BIAYA DI P.A.R BERSAMA KAMPUS SAMUDRA ILMU HIKMAH

    Assalamu’alaikum wr wb
    kami dari padepokan among roso akan mengadakan pembuangan energi negatif. karena kebanyakan sdulor sulit belajar ilmu dr padepokan kami,pembuangan energi ini berfungsi untk mdmudahkan untk menguasai/belajar ilmu dr kami, serta untuk membuang/menolak bala, pembuangan energi ini di laksanakan pada malam senin dan malam selasa tanggal 14 dan 15.jam 12-01 malam, kami akan membuang energi tsb dari jarak jauh.sebelum melakukan pembuangan sholat 2 rakaat dulu setelah itu duduk selama 1,5 jam,bersamaan itu.

    Baca istigfar 1000x
    shahadat 100x
    surat ikhlas 100x

    setelah itu berdo’alah pada allah supaya di mudahkan dalam belajar ilmu gaib.pejamkan mata sampai 15 menit dan dalam hati bc ya allah..dan bersamaan itu kami akan membuang energ negatifnya, yang mau ikut tidak d pungut biaya sepeserpun,cukup dg menulis biodata sdulor,

    CATATAN:
    Apa bila setelah d buang energi negatifnya sdulor tidak boleh jahat pada oranglain karna bila anda melakukanya energi negatif lama kelamaan akan datang lagi,trimakasih atas perhatianya.
    Wassalam

    SILAHKAN DAFTARKAN DIRI SEDULUR2 SKALIAN DISERTAI BODATA LENGKAP DAN ALAMAT LENGKAP.

    TTD

    PENGURUS KAMPUS SAMUDRA ILMU HIKMAH

    http://kampussamudrailmuhikmah.wordpress.com/2010/11/11/pembuangan-energi-negatif-tanpa-biaya-di-p-a-r-bersama-kampus-samudra-ilmu-hikmah/

  4. makan bolu yuk

    opo sing mbatesi kebebasan?keadilan?opo sing mbatesi keadilan?

  5. makan bolu yuk

    perumpamaan yg ga menggambarkan realitas dan berlebay an, sifat alap2?sifat merpati putih?harimau makan rumput?kijang makan harimau? Rajane omnivora, raja yg aneh mending ajak rakyat e makan BOLU JoYoboYO aja. opo sifat kebebasan?opo sifat keadilan?keadilan opo kebebasan dhisik sing dituju?opo sing gerakno?napsu opo akal pikiran kang tunduk marang wahyu?opo kudu karo2ne?opo definisi bebas adil?bebas bernapsu opo bebas berakal sehat(saking Gusti Alloh)?adil opo iki sakjane?

  6. wanted

    yg lepasin timor ga?hahahaha mastono hahahaha, eh yg suruh rebut timor

  7. wanted

    yg lepasin timor ga?hahahaha mastono hahahaha

  8. wanted

    kambing hitam atau domba hitam bush eh maap the fed ehh israel(provokator islam phobia)? hehehe cuma 1 x periode???

  9. wanted

    merpati putih bukannya perguruan silat? atau yg doyan perang?perang dunia 1 dan 2? yg anti imigran muslim dan gipsi? yg maniak israel? yg ngendon di aussie? anglo saxon yg masih jajah aborigin(koran tempo selasa, 9 november 2010 hal A14)?wah masih banyak deh daftar antrian yg bisa dituliskan, ngaku lemah tapi cengkeramannya bukan alap2 tapi cengkeraman elang dollar emas artifisial, tuhan manusia modern dollar one, bleh?

  10. riba wanted

    hahahaha lumayan lucu respon kalian, tes tes, hehe, mau kasih tahu ‘sesuatu’ tapi ga jadi deh, huehuehehehehe…

  11. melu ngguyu ah… hahahahaha:mrgreen:

  12. Tenguk-tenguk mata ngantuk, kancane ngguyu ditinggal turu ……… telat ah.

  13. wanted

    bukannya paha yg mau dimakan harimau cerita dari budha dari india ke china? hmmm curiga?membantu kok ga ikhlas berharap imbalan, membantu kok ngece, beuh

  14. wanted

    buaknnya paha yg dimakan harimau cerita dari budha dari india ke china? hmmm curiga?membantu kok ga ikhlas berharap imbalan, membantu kok ngece, beuh

  15. oalaaaa…..kang kumitir
    koq yo sempet-sempete ngalamun koyo kuwi. Ngalamun wae iso dadi sinom. Ckkckkk….mbok aku di ajari kang.

    Suwun kang,,,

  16. bagus samiaji

    Ternyata memang berat untuk bisa berbuat adil,
    Untuk melindungi yang lemah dari yang kuat perlu pengorbanan sang penguasa.

    Kalau ini diinspirasi oleh penguasa kita, yang lemah terlindungi, yang kuat diarahkan dan kalau memang perlu diberikan haknya dengan yang ada padanya, dan bukan dari menghisap yang lemah,,,,,,,,,,

    sungguh ini suritauladan,,,

    matus nuwun sesepuh!!!!

  17. Putune simbah Mataram

    Wah..Ratune Dewa kok nggih gadhah rasa curiga..saja’e batara guru napa sering kapusan kali nggih….”cerita yg menarik”
    mas kumitir kulo tunggu tulisan berikutnya

  18. Hartono Budimulyono

    Saya selalu kagum dengan cerita wayang (pakem). Terutama karakter “wayang” itu sendiri. Dan yg paling luar biasa adalah yg menciptakan / ngarang wayang itu sendiri.

    Salam, Hartono BM.

  19. onoraono

    mas kumitir….
    .

    iki piye ….iki piye….
    mbuh ….mbuh …. aku ra weruh…..

    salam damai penuh kasih .606x

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: