alangalangkumitir

Javanese Manuscripts

WAHANA PEMBELAJARAN BUDAYA JAWA ANTAR GENERASI


Rahayu ingkang sami pinanggih.

Para budayawan, para sastrawan, para empu ahli budaya, para pujangga Jawa dan sedulur sahabat pembaca Alang Alang Kumitir yang kami muliakan. Pertama kami mengucapkan beribu terima kasih yang setulusnya yang telah berkenan untuk mampir di gubuk sederhana ini.

Selanjutnya perlu kami sampaikan informasi bahwa hingga saat ini naskah yang ada di blog Alang Alang Kumitir (AAK) yang sudah berusia 3 tahun ini sudah mencapai sekitar 400 naskah. Sebenarnya kami masih menyimpan banyak naskah lain yang masih berbentuk manuskrip atau buku-buku kuno dan belum sempat kami translate. Di luar itu, sepengetahuan kami, masih ada ribuan bahkan puluhan ribu naskah kuno yang sungguh sebuah kekayaan budaya kita yang tidak ternilai harganya. Atas keterbatasan dalam melayani anda ini, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Namun alangkah eloknya bila kita semua tidak hanya pasif membaca namun juga bisa saling berbagi naskah dan sekaligus pandangan, pendapat, wacana dalam bingkai budaya sebagaimana visi blog AAK, yaitu melestarikan budaya bangsa khususnya budaya Jawa sekaligus wahana pembelajaran budaya Jawa antar generasi. Sebagaimana pesan para pendahulu kita bahwa Bangsa yang Besar adalah Bangsa yang Menghargai Budayanya dan Nilai-Nilai Kearifan dan Kebijaksanaan dari Leluhurnya.

Untuk itu, monggo dibuka simpanan atau koleksi naskah-naskah yang ada di perpustakaan pribadi anda diblog ini. Naskah bisa dikirim ke email kami alitahak@yahoo.com. Sebelum dan sesudahnya, kami mengucapkan terima kasih. Rahayu.

ALANG ALANG KUMITIR

16 Comments

  1. budaya adalah hasil cita karsa dan rasa semakin tinggi budaya semakin maju sdm manusia tsb jadi manusia berbudaya aklan mengarah kepada kehalusan jiwa ,menjadi sopan santun ramah, saling mengasihi sebetunya budaya leluhur sudah ada mnamun sekarang sudah luntur karena masuknya jaman globalisasi dan individual dan materialistis sehingga cendrung mencari keuntungan pribadi yang lebih besar , saya masih ingat bahwa kita hidup harus berguna bagi orang lain dan mengabdi dan bernbakjti kepada orang tua dan negara atau tahah air begitui yaNg saya dapatykan dari ajaran kakek namun sekarang bergeser mali kita gali lebih dalam lagi dan sebarkan mari kita berubah dari diri sendisi mahn maaf jika ada yang tersinggung

  2. menurut pandangan saya budaya adalah yang menghaluskan jiwa menembus semua batin tidak pilih kasih semuanya dibuatnya senang dan tidak merasa kecewa,tersinggung. jadi

  3. Jalur budaya asal sastra adalah seni, bahasa, hidup, penghidupan, dan kehidupan. Pandangan hidup misalnya merupakan bagian dari budaya, contoh pandangan hidup berbangsa, beragama (kecuali diin). Dengan demikian kategori sastra untuk sampai ke budaya, perlu jelas sumbernya. Perlu diketahui bahwa untuk yang bersumber dari Qur’an dan Hadist bersifat universal, artinya berlaku untuk perikemanusiaan. Masalahnya kalau sudah berbicara sastra akan sulit membedakan asal sastra, apakah dari yang hidup atau dari Al’quran, jadi perlu nara sumber yang ahli hafis Qur’an. Jika kata dalam sastra terdapat dalam Al’Quran maka sastra tersebut tidak ada lagi yang harus dibahas, karena hal baik dan buruk Al’Quran sudah dapat membedakan sendiri, Maka Al’Quran disebut Pembeda. Untuk rasa amannya, langkah pertama identifikasi sastra adalah mengelompokkan sastra islam dan bukan islam, tujuannya adalah untuk memilah sastra atas dasar sumber, jika bersumber dari yang hidup, maka berlaku untuk menata rasa manusia, tapi jika berasal dari Al’quran menurut anggapan jika tidak salah berlakunya untuk orang mukmin/mukminat.

  4. Tabe tabe uluk salam mulya, saya pribadi mengusulkan konsep membangun budaya bangsa adalah “sejahtera bersama sesuai ukurannya”. Senjatanya “Sastra Budaya” Dasar; Welas Asih. Salam ketemu sebangsa Nusantara “Tabe Tabe Uluk Salam Mulya”. Blog ini sebagai wahana pembelajaran budaya, budaya bangsa manusia berlandaskan sastra, sastra adalah asas asas yang tertera pada rasa, jika manusia mengetahui sastra maka artinya manusia itu berpengetahuan. Yang Maha Mengetahui hanya Allah, namanya “Al Ilmu”. Karena sastra termasuk Al’Ilmu maka sastra yang termasuk sastra harus memenuhi syarat/memenuhi kriteria ilmu Ilmiah(science). Ilmu yang ilmiah harus memenuhi syarat lulus dari segi bahasa, filasat atau logika berfikir, dan metodenya. Hasil akhir ilmu ilmiah adalah pendapat yang “benar dan obyektif”. Jika tulisan itu sudah memenuhi syarat ilmu ilmiah maka dilanjutkan untuk memenuhi kriteria Sastra. Kriteria sastra bersifat adil, tidak memihak yang benar atau salah, akan tetapi sesuai petunjuk. Contoh pada sastra jendra yang kalimosodo, pada tulisan tersebut perlu diberi tanda mana kalimat sastra, dan mana kalimat yang termasuk bahasa ilmiah. Sebelum diperbaiki pada rum III, sastra jendra ada kalimat ilmiah seperti”nek ora keliru”. Kalimat ilmiah dalam sastra tetap diperlukan dalam rangka penjejalasan kalimat atau kata kata yang belum dipahami karena sudah sifat akal inginnya penjelasan menurut akal fikiran. Selanjutnya jika sastra sudah jelas, maka dioperasioanalkan dalam hidup, penghidupan, dan kehidupan, apabila ketemune cara yang mapan dan bagus maka disebut budaya. Budaya bangsa indonesia itu memang belum ada, jadi sudah sepantasnya Alangalangkumitir bersumpah untuk membangun budaya bangsa. Yang ada sekarang budaya agama, Jadi jika ingin membangun budaya bangsa maka sebaiknya tidak memihak agama tertentu, contoh memberi salamu alaikum ketemu sesama orang jawa, selesai salam yang diberi salam sungut-sungut, artinya salam perbuatan baik pada seagama, tapi menimbulkan kerugian/sungut-sungut bagi agama lain. Jadi penting dalam budaya suatu ikatan rasa, Tabe Tabe Uluk Salam Mulya bukan berasal dari agama tertentu, tapi salam itu asli dari yang hidup, yang hidup termasuk alam siluman, alam ghoib, alam kubur, dan banyak alam lain seperti alam jahat. Dengan demikian salam tersebut tidak tergantung status agama atau kedudukan atau profesi, semua sama sebagai manusia berbangsa Indonesia. Ikatan kedua adalah tujuan manusia sebagai bangsa, maka hanya dan hanya jika bangsa itu tujuan hidup, penghidupan dalam kehidupannya sama maka budayanya mesti membentuk untuk mencapai tujuannya, hal ini dalam sastra disebut konsep: Konsep menurut sastra adalah “Sejahtera bersama sesuai ukurannya”. Tugas sastra sudah sampai mengupulkan sastra sastra tersebut, kemudian memilah, mana sastra, dan mana pengetahuan ilmiah. Blog ini bertugas untuk menjelaskan sejahtera menurut sastra, bukan menjelaskan sejahtera menurut pengetahuan ilmiah. Jika sastra mampu menunjukkan hal sejahtera, mesti manusia dapat mencapai tujuan tersebut. Jika tujuan bangsa ini sama maka tinggal mengatur cara mencapai, itulah namanya budaya. Terima kasih atas kesempatan ini, salam mulya.

  5. Ngapunten ingkang kathah Mas, menawi mboten kawratan kulo inggih purun menawi dipun dikirimi, supadhos tambah kathah koleksi naskah budaya jawinipun, nuwu.

  6. Matur nuwun sanget dumateng Bpk. Rahmat G, kalau sama sesepuh yang satu ini saya salut sekali dan sekaligus saya mohon bimbingan dan pangestunya semoga saya dilimpahkan energi utk mengihupkan blog ini agar tetap jalan terus.

    Nuwun

  7. Selamat atas munculnya blog : http://gothakgathikgathuk.wordpress.com/
    semoga bisa eksis dapat dapat menambah wawasan bagi kita kesemua para blogger.

  8. Trimakasih atas dukangan dan kunjungan Mas Hartono, salam persahabatan

  9. @ Muji Yono, trimakasih mas dah mau mampir di gubug Alang2 Kumitir, jangan sungkan walua masih rathul2 saya juga masih dalam taraf belajar, semoga di blog ini kita bisa belajar bersama-sama mungkin suatu saat kita akan dapat mengerti dengan sendirinya…

    salam

  10. kula wontene namung geguritan mawon Mas, saha cathetan-cathetan cekak saking sesepuh riyin

  11. Masya Allah,….. nuwun Mas Kumitir, klo naskah simpanan saestu kula mboten gadah, malah naskah2 ini saya simpan baik2 untuk anak putu, tangga teparo lan kanca2…… saya bisanya mengajak temen2 untuk ikut baca Blog ini, agar juga mengenal sastra dan budaya Jawa…… mugi lepat kula paringana pangapunten….

  12. GOTHAKGATHIKGATHUK

    terima kasih mas kumitir…bagaimana kalau saya belajar ilmu jawa melalui pitutur…saya sejak kecil pernah ngudi kawruh kepada sesepuh…ya dapatnya ya itu ilmu pitutur…dan berusaha menjalankan…tapi banyak hal yang saya pahami ajaran2 itu ketika membaca tulisan mas kumitir..misalnya soal tapake kuntul mabur…ajaran kaweruh…dsb. saya memang suka…tapi mohon maaf saya tidak punya koleksi..paling2 betaljemur adam makna…yang sudah populer itu…jadi membaca naskah mas kumitir buat saya adalah sebuah aktivitas (bukan pasif)…semoga dilain waktu saya bisa menyumbang….terima kasih…(saya mulai menulis di blog gothakgathikgathuk.wordpress.com )

  13. Hartono Budimulyono

    Insya Allah kita dukung kang-mas….

  14. Permisssiiiii mas nih kunjungan pertama saya yang masih grathul2 dalam menulis koment………. yg juga sangat terbatas kemapuan saya untuk dapat menikmati hidangannya yang MEWAH . Semoga dapat buanyak memberikan pengetahuan bagi saya khususnya dan pengunjung lainnya!!!!
    nih saya yang kasih komn di fb itu lho mas! salam paseduluran!!!!!!!!!!!!!!!!!

  15. andra

    pertamaaaaaaaak kang….

  16. Alfiananda

    nggih mas mugi saget kelaksanan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: