alangalangkumitir

Javanese Manuscripts

SEBUAH KETETAPAN


Hidup itu berisikan ketetapan-ketetapan yang telah di gariskan oleh Allah, seperti halnya setiap kejadian yang kita alami, mendapatkan rezeki, jodoh, dan kematian semua sudah ditentukan Allah. Tugas kita sebagai manusia adalah berusaha menjalaninya semua yang telah dikehendaki-Nya dengan tulus karena kita sebagai mahkluk-Nya tidak kuasa untuk menolaknya. Jadi, tidak ada yang perlu ditakutkan dan tidak ada yang perlu dicemaskan, dibawah ini sebuah nasehat dari para pinesepuh yang terangkai dalam sekar macapat Durma, semoga dapat kita jadikan sebagai bahan perenungan.Rahayu.

D  U  R  M  A

1. //Dha estokna dhawuhing para sujana / sarjana hamumpuni / dadiya rambatan / miwah tekening janma / napak wewatoning Gusti / ngudi sampurna / kauripanireki//

Menurutlah pada perintahnya para orang pandai, sarjana yang mumpuni atau ahli, dan jadilah tumpuan, serta pembimbing para manusia, mengikuti aturannya Gusti, mencari kesempurnaan, kehidupan kita.

2. //Sinartanan memuji nyuwun mring Allah / weruh kang lungguhi / manut paugeran / lan tuntunan agama / sanadyan angel ananging / kudu klampahan / mrih ntuk nugraheng Widdhi//

Disertai sembah puji meminta kepada Allah, mengetahui yang menempati, menurut pada aturan, dan tuntunan agama, walaupun susah akan tetapi, harus dilaksanakan, agar mendapat anugrah dari Tuhan.

3. //Pepesthening Hyang Suksma limang prakara / samya den uningani / sarana legawa / tan na panyangka ala / awit sedaya sayekti / karseng Hyang Murba / janma hamung anampi//

Ketetapan dari Hyang Suksma ada lima perkara, ketahuilah itu, sebagai sarana kepuasan, dan tidak ada prasangka buruk, sebab sesungguhnya semua, merupakan kehendak Tuhan, manusia hannya menerima.

4. //Kang sapisan lamun wus tekeng wancinya / myang sakabehing janmi / datan bisa uwal / pesthi dadya kunarpa / winastan iku wong mati / bali maring Allah / ing alam barzah nenggih//

Yang pertama jika telah sampai pada waktunya, kepada semua orang, tidak bisa lepas, pasti akan menjadi jenazah, disebut orang meninggal, kembali kepada Allah, di alam barzah.

5. //Kadwi sampun tinulis dening Pangeran / jalu westri pinilih / dadi jodhonira / linambaran sih tresna / anindakna palakrami / manut parentah / Gusti kang Maha Suci//

Karena sudah ditulis oleh Tuhan, laki-laki dan perempuan terpilih, menjadi jodohnya, disertai rasa cinta, melaksanakan pernikahan, berdasarkan perintah, Tuhan Yang Maha Suci.

6. //Kaping tiga tumurun wahyu jatmika / yekti karseng Illahi / nadyan ngupayaa / lamun dudu karsa-Nya / sayektos datan pinanggih / marma kang nampa / kudu syukur mring Gusti//

Yang ketiga turunnya wahyu jatmika, sesungguhnya kehendak Illahi, walaupun dicari, bila bukan dari kehendak-Nya, sesungguhnya tidak akan bertemu, maka kasih sayang yang menerima, hendaknya harus bersyukur kepada Tuhan.

7. //Pepesthen kang kapapat sinebut pangkat / bisa nambahi inggil / drajating priyangga / lamun mboten waspada / mleset dadi ujub kibir / raos adigang / iku nora prayogi//

Ketetapan yang keempat disebut pangkat, bisa menambah tinggi derajatnya sendiri/pribadi, dan jika tidak waspada, lepas menjadi ucapan takabur, dan rasa sombong, itu tidak baik.

8. //De pepesthen Pangeran kang kaping lima / nugraha wastaneki / utawi bebungah / tartamtu wus kinarsa / sujanma ingkang pinilih / gya sujud nembah / bekti syukur mring Widdhi//

Dan Ketetapan dari Tuhan yang kelima, disebut anugrah, atau hadiah, dan tentunya sudah dikehendaki, sebbagai manusia yang terpilih, maka segeralah bersujud dan menyembah, syukur serta berbakti kepada Tuhan.

9. //Yektinira ngendikaning pra sarjana / kang waskitha ing budi / jatine wruhana / hamardi kinasihan / nyaket mring Hyang Maha Uning / hayu sabarang / rineksa siyang ratri//

Sesungguhnya ucapannya para sarja, yang telah bijaksana pada akal budiny, sesungguhnya ketahuilah, semoga dikasihi, mendekat kepada Yang Maha Tahu, terhindar dari segala hal, di jaga siang dan malam.

10. //Ing wasana semanten atur kawula / mugi kang Maha Paring / nyaketna nugraha / margining kaslametan / karahayon lair batin / ing alam donya / prapteng delahan kongsi//

Pada akhirnya sekian perkataan saya, semoga Yang Maha Memberi, mendekatkan anugrah, jalannya keselamatan, kesejahteraan lahir batin, di dunia, sampai dengan akhirat.

@@@

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: