alangalangkumitir

Javanese Manuscripts

WORO-WORO


RITUAL AGUNG UPACARA ADAT
SELAMATKAN MAJAPAHIT SELAMATKAN NUSANTARA

KOLABORASI

KADANGKADEYAN SABDALANGIT DAN KI CAMAT
KAMPUS WONGALUS DAN ALANGALANGKUMITIR

selamatkan-majapahit

Merdeka dan Salam Perjuangan, saudara-saudaraku sebangsa setanah air sejiwa dan sedarah merah putih.

 KITA BARU SAJA DIKAGETKAN DENGAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN PABRIK BAJA PT MANUNGGAL SENTRAL BAJA DI DI KAWASAN PENYANGGA SITUS TROWULAN MAJAPAHIT. TEPATNYA DI PINGGIR JALAN SURABAYA-MADIUN, DESA JATI PASAR DAN DESA WATES UMPAK.

Kita ketahui bersama bahwa situs Trowulan merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit dari abad ke-13 sampai 15 Masehi dan sebenarnya situs itu sudah diajukan pemerintah kepada UNESCO sejak 2009 sebagai Warisan Dunia.

Situs purbakala trowulan ditandai Wringin Lawang, yakni gapura untuk masuk kota kuno Majapahit, berupa susunan batu bata merah setinggi 15,5 meter, sedangkan luas dasarnya sekitar 11 meter x 13 meter dengan Wates Umpak sebagai fondasi bangunan.

Salah satu situs trowulan adalah kolam segaran yang luasnya sekitar 500 meter x 800 meter yang ditemukan tahun 1926. Segaran (bahasa Jawa) berarti laut buatan. Bangunan air tinggalan masa Majapahit ini berkaitan dengan sistem jaringan kanal, sebuah teknologi adaptasi warga Majapahit terhadap kondisi alam dan musim. Luas kolam ini sekitar enam kali lapangan sepak bola. Selain situs itu, terdapat pula Candi Tikus berupa pertirtaan atau kolam pemandian ritual yang ditemukan pada 1914. Di bagian lain kawasan Trowulan juga ada Candi Bajang Ratu berupa susunan batu bata dengan struktur yang indah setinggi 16,5 meter.

Luas wilayah kota Majapahit kuno diperkirakan 9 km x 11 km. Selain kedua situs itu, terdapat pula Candi Tikus berupa petirtaan atau kolam pemandian ritual yang ditemukan pada 1914. Di bagian lain kawasan Trowulan juga ada Candi Bajang Ratu berupa susunan batu bata dengan struktur yang indah setinggi 16,5 meter. Di sisi lain, terdapat kolam segaran yang luasnya sekitar 500 meter x 800 meter yang ditemukan tahun 1926 dan situs-situs lainnya yang unik. Sejumlah situs ini ditemukan pada masa kolonial Belanda dalam kondisi terkubur lumpur. Diduga situs peninggalan Majapahit itu terkubur material letusan Gunung Kelud.

SAUDARA SETANAH AIR, SEDARAH DAGING SEJIWA BUDAYA NUSANTARA :

Pembangunan pabrik baja PT Manunggal Sentral Baja di dekat situs Trowulan tetap dilanjutkan kendati protes bertubi-tubi datang. Ratusan warga Trowulan telah melakukan unjuk rasa, Jumat (19/7/2013) khususnya warga Desa Jatipasar dan Wates Umpak, Kecamatan Trowulan. Mereka menuntut pembatalan pembangunan pabrik baja di desa mereka. Selain bisa menyebabkan pencemaran, juga dikhawatirkan mengancam situs purbakala, khususnya peninggalan Kerajaan Majapahit.

Pabrik tersebut luasnya 36.728 meter persegi dan dibangun di atas area pabrik lama milik PT Pembangkit Ekonomi Desa. Pabrik lama yang sudah ada sejak tahun 1970-an itu bergerak di bidang pengolahan hasil pertanian. Adapun pabrik baja itu nantinya akan melakukan pengecoran pelat baja pada alat-alat berat. Jarak antara lokasi pabrik yang menggunakan lahan seluas empat hektare itu hanya sekitar 500 meter dari Gapura Wringin Lawang dan Candi Wates.

SAUDARA SETANAH AIR, SEDARAH DAGING SEJIWA BUDAYA NUSANTARA :

Kita sadari bahwa kini era otonomi daerah yang memberi kewenangan Pemerintah Kabupaten/Kota mengeluarkan perijinan untuk pembangunan pabrik. Termasuk pabrik baja PT Manunggal Sentral Baja di kawasan situs purbakala Trowulan.

Pemkab Mojokerto setidaknya telah bertindak ceroboh fatal dan hanya MONEY ORIENTED belaka dalam mengambilan kebijakan soal pembangunan pabrik baja tersebut.  Pemkab telah mengeluarkan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Izin Prinsip atau Izin Rekomendasi Bupati. (Sampai saat ini baru Izin Prinsip dan IMB yang sudah diterbitkan. Izin operasional lainnya belum.  Kendati demikian, berdasarkan pantauan kegiatan pembangunan terus berlangsung, seperti menyipkan fondasi untuk tiang-tiang penyangga pabrik).

Izin lain yang sudah diterbitkan yaitu izin Gangguan Pendirian Perusahaan Industri Pengecoran Besi Dan Baja melalui Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Pemkab Mojokerto pada 14 Juni 2013 lalu.  Surat izin itu juga disertai pernyataan bahwa jika dalam waktu 10 hari sejak terbitnya pemberian izin tidak ada keberatan dari masyarakat, maka permohonan dianggap tidak ada masalah. Sayangnya  warga mengetahui izin tersebut setelah lewat 10 hari dari tanggal penerbitan izin.

Memang sudah ada dialog dengan warga dan DPRD Kabupaten Mojokertodipimpin Ketua DPRD Setya Puji Lestari. DPRD juga sudah merekomendasikan agar Pemkab Mojokerto menghentikan proses pemberian izin karena cacat hukum. Sebab, kawasan tersebut merupakan penyangga situs yang ada di dekatnya. Itu sebabnya, DPRD, atas desakan warga, meminta pembangunan pabrik dihentikan sementara sampai ada solusi terbaik. Namun pada kenyataannya rekomendasi itu mandul dan pembangunan tetap diteruskan.

Desakan mengalir agar pembangunan pabrik ini dihentikan terus saja mengalir, namun lagi-lagi pemerintah tutup mata tutup telinga dengan protes dari banyak pihak ini. Pemkab Mojokerto dan Bupati Mojokerto sama sekali tidak punya keperdulian dan kepekaan terhadap makna dan hakekat pelestarian situs purbakala. Oleh karena itu selamatkan Situs Trowulan dari rencana apapun yang merusak pelestarian kawasan budaya!!!

Bagaimana peran Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan? Ternyata BPCB  lempar tanggungjawab dan membantah pihaknya pernah mengeluarkan rekomendasi kepada PT Manunggal Sentral Baja untuk membangun pabrik pengolahan baja di lahan yang dekat dengan situs Kerajaan Majapahit.

BPCB mengakui pernah mengeluarkan surat kepada pihak perusahaan yang isinya menyatakan bahwa bekas gudang yang ada di lahan tersebut bukan bangunan cagar budaya setelah pihak perusahaan meminta penjelasan ihwal bangunan yang berdiri di atas lahan yang akan digunakannya membangun pabrik pengolahan baja. Di surat tersebut disampaikan bahwa BPCB Trowulan menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Kabupaten Mojokerto yang berwenang memberikan izin usaha.

Tim arkeolog pernah mencoba menggali lahan di lokasi yang digunakan untuk membangun pabrik baja. Setidaknya ada lima titik secara random digali, tapi tim belum menemukan apa-apa.

BERDASARKAN FAKTA-FAKTA DI ATAS KAMI MENDESAK :

Pemerintah wajib selamatkan Situs Trowulan dari segala kerusakan. Pemerintah bersama DPRD Kab Mojokerto harus segera menetapkan kawasan trowulan dalam Situs Cagar Budaya untuk mencegah berbagai upaya perusakan dengan secepatnya menetapkan peraturan daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah yang saat ini masih berbentuk Rencana Strategis (renstra) yang belum disahkan DPRD. Dalam renstra tersebut, wilayah Kecamatan Trowulan dimanfaatkan sebagai industri pariwisata dan kebudayaan. Adapun kawasan industri berat berada di Kecamatan Ngoro dan Jetis, sedangkan agrobisnis di Kecamatan Trawas dan Pacet. Oleh sebab itu tidak ada alasan pabrik industri berat dibangun di Trowulan.

Hentikan pembangunan Pabrik Baja di di situs Kerajaan Majapahit, di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.  Cabut Izin mendirikan bangunan sudah diberikan Pemerintah Kabupaten Mojokerto (IMB) karena cacat hukum telah terjadi.

Peliharalah semua situs purbakala di negeri kita dengan cara cara arkeologis yang benar dan ilmiah karena memelihara situs purbakala sama dengan menjaga warisan nenek moyang bangsa kita. Selamatkan majapahit, selamatkan nusantara!!!

Untuk mewujudkan agenda aksi di atas, kami akan menyelenggarakan satu upacara/ritual adat sebagai berikut:

ACARA :  RITUAL AGUNG UPACARA ADAT, SELAMATKAN MAJAPAHIT SELAMATKAN NUSANTARA

HARI/TANGGAL : SABTU PON/ MALAM MINGGU WAGE, 21 SEPTEMBER 2013

PUKUL :  21.00 WIB S/D 00.00 WIB

TEMPAT : HALAMAN CANDI BRAHU, TROWULAN MOJOKERTO, JAWA TIMUR

PAKAIAN : DISARANKAN MENGENAKAN PAKAIAN NASIONAL ATAU PAKAIAN ADAT/ DAERAH

MATA ACARA :

1. PEMBUKAAN

a) Sambutan & materi latar belakang masalah.

b) Lantunan têmbang Pangkur

2. ACARA INTI :

a) Latihan olah nafas dan meditasi.

b) Inaugurasi : puisi kebangsaan oleh regu.

c) Upacara adat.

d) Keakraban & Penutupan.

Merdeka dan Salam Perjuangan saudara-saudaraku sebangsa setanah air, sejiwa dan sedarah merah putih.

HORMAT KAMI

KADANGKADEYAN SABDALANGIT

KI CAMAT

KAMPUS WONGALUS

ALANGALANGKUMITIR

4 Comments

  1. Kedondong

    Mas, turut prihatin dan nelangsa banget melihat kenyataan yang panjenengan paparkan ! Ternyata Money Oriented sudah merambah ke mana-mana ! Bukan hanya soal berdirinya pabrik baja, tapi tentunya akan banyak merubah pula aspek kehidupan masyarakatnya. Sepengetahuan saya, pendirian pabrik semacam itu hanya menguntungkan segilintir orang saja dalam waktu hanya sebentar. Jika dibandingkan dengan hilangnya situs Trowulan, wah ya jelas kerugian yang sangat besar. Coba saja dipikir, Gunung Padang (Jawa Barat) saja yang (bisa dikatakan) masih samar-samar terus digali untuk diteliti, eh Situs Trowulan malah dibuat “bosah-baseh” !
    Mas Kumitir, semoga perjuangan mas Kumitir dan kawan-kawan tetap akan berarti. Salam Merdeka untuk panjenengan dan kawan-kawan !

  2. nderek nyimak mawon kulo kang mas. nuwun

  3. Siap, Merapatkan Barisan demi Menjaga Nusantara!

  4. saya akan menyebarluaskan berita ini semoga ada saudara2 kita yang peduli..
    trimakasih atas informasinya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: