alangalangkumitir

Javanese Manuscripts

SERAT DARMASONYA (terjemahan)


 PUPUH 01 
DHANDHANGGULA

01. Bila anda ditanya dan anda tiada tahu, janganlah anda merasa mengerti, seyogyanya berterus terang bahwa sesungguhnya, anda belum mengerti, sebaiknya anda berketetapan hati, bahwa j ika anda menganggap baik sesuatu yang tiada melalui empat jalan, yaitu melalui dalil, hadis rasul, kias dan ijemak, anda akan menjadi kafir.

02. Tumbuhnya rasa kasih tiada, lain dari dalil hadis kias dan ijemak; barang siapa tiada percaya adalah kafir, apabila ada ilmu yang menyimpang dari empat jalan terse but, itu adalah ilmunya syaitan, wajib dibunuh dimusnahkan dan cepat-cepatlah anda singkirkan, selain empat hal tersebut, lebih sempurna lagi : iman, taukhid, makripat, keempatnya Islam.

03. lman  itu diuraikan dalam semara-kandhi, sanbayan dan tesdik. Adapun arti taukhid, adalah tunggal, jangankan anda mengira Tuhan itu dua, sebaliknya harus percaya Tuhan itu satu, yang agung tiada samanya.

04/5. Sudahlah tersebut dalam tafsir, dosa besar mendua Tuhan, itu kafir musrik namanya. Taukhid disebut sempurna : janganlah anda merasa dalam diri anda, memiliki tingkah laku, dapat mengucap, memiliki penglihatan, penciuman, pendengaran, rupa serta menjadi titah Tuhan sebagai miliknya sendiri. Apabila orang mengira demikian, maka jadilah orang itu kafir, musrik kadariyah dan akan berada di neraka selamanya.

06/07/08. Adapun yang disebut makripat berarti : tabu apa sesungguhnya Tuhan. Bila anda ingin megerti sebenarnya, bacalah kitab Taurat, Bayan Tesdik. Arti Islam, menyerahkan diri kepada Tuhan. Syaratnya menyerahkan diri, baca dan pelajarilah kitab Sitin, Misa, Sujak Makali lbnu Hajar, Hunari Anwar, Bayan Patawi, Istilapilmad Abngajid, Mutada dan Akrar Mustaal Mahriru, semuanya kitab fikih. Semuanya itu pula sebagai sarana menyerahkan diri kepada Hyang Widi. cerita dalam kitab, kitab Iniahal dan Tashi. Orang-orang mukmin wajib membaca dan mempelajari sarap dan midkale, semua tata bahasa Arab. Pemerintah hati nurani : wajib semuanya a bersembahyang. Orang mukmin sewaktu berbakti, tiada dapat pisah bila tiada makan.

09/10. Semuanya wajib makan, makan semau rejeki yang halal agar dapat dengan takwa menjalankan sholat. sebagai seorang Islam yang taqwa, harus menjalankan lima perkara: pertama membaca sahadat, kedua sembahyang lima waktu, ketiga memberi zakat-fitrah, keempat puasa romadhon, kelima naik haji ke kakbatolah bila kuasa, yang artinya terbuka jalan, punya bekal dan cukup terang keadaannya dalam perjalanan pulang pergi. Bila demikian keadaannya, orang Islam berkewajiban menjaga makan, pakaian, bekal naik haji dan sarana­ sarana diri mekah.

11. Dalam kitab subah sudah tersebut, bagaimana imam yang sempurna. Orang yang betul-betul bersih hati sanubarinya dan percaya kepada enam hal : bermula sujud menghadap Hyang Widhi dan percaya kepada malaekat, ketiga percaya kepada kitab Qur’an dan mengagungkannya.

12. Orang mukmin bila cinta kepada Qur’an berarti cinta kepada kitab-kitab sebelumnya, keempat percaya kepada para Nabi, percaya kepada hari kiamat, keenam percaya kepada kodrat, tinggi rendah, besar kecil, baik dan buruk kesemuanya dari Hyang Suksma.

13. Percaya kepada Hyang Suksma, selayaknya cinta kepada-nya dan mengagungkan-nya. Bila anda ingin terbalas kasih sayang anda oleh Hyang Widdhi, ikutilah Nabi utusan-nya, pastilah anda mendapat kasih sayang Hyang Widdhi. Percaya kepada Tuhan yang maha lebih akan tahu, mengerti Hyang Suksma.

14. Bahwa Tuhan itu pasti hidup/ada, hidup-nya tiada nyawa, selama-lamanya dada akan mati. Hendaklah anda ketahui, bahwa Tuhan pasti tahu dalam alam semesta ini, apa kehendak-nya jadi. Dalam Qqur’an telah tersebut, bahwasanya Tuhan lebih tahu gerak-geriknya hati.

15. Ketahui dan ingatlah, bahwa sayang itu lebih kuasa, sudah menjadikan alam ini semua, dan itu sudahlah kehendak Hyang Agung. Berbeda dengan hamba sekalian dalam hal pekerjaan dan kehendak. ketahuilah lagi, bahwa Allahtangala tiada berbadan halus tiada berjizim kasar.

16. Sesunguhnya berbeda dengan manusia; titah semuanya berbadan kasar, malaikat,  jin dan syaetan berbadan halus. Ketahuilah selanjutnya, bahwa roh tiada bemafas, itu semuanya dijadikan oleh Hyang Widdhi.

17. Orang-orang bodoh yang setengahnya memper-Tuhan segala apa yang serba kelihatan bercahaya, karena dari angan-angan makripatnya, dianggap Tuhannya. Berfikir dan bersalah, dan silakan sungguh-sunggh tekun bersujud, rasakan arti dan maknanya. Ketahuilah selanjutnya, bahwa Tuhan pasti mendengar dan mengetahui segala apa yang ada di dunia ini.

18. Melihat mendengar anda sekalian, sesungguhnya tiada buta dan tuli. Kaya ilmu, tiada dengan akal budi, melihat tiada dengan mata, pendengarannya ada dengan telinga. Bersabda tanpa bibir, tiada dengan mulut dan tiada bersuara.

19. Sabdanya tiada dengan membutuhkan mulut dan suara. Hyang Suksma tiada mengalami bisu untuk selama­ lamanya. Tiada bertambah dan berkurang . lain sekali dengan makliluk, hidup dan mati, tinggi dan rendah, sakit kemudian enak, kosong dan penuh sudahlah menjadi bagiannya. Ingatlah selanjutnya.

20. Hyang tiada bersifat hitam, tiada putih, tiada merah muda, tiada hitam, tiada hijau tiada berbentuk, tiada biru tiada kelihatan. Ketahuilah selanjutnya, Hyang Suksma tiada suram, pudar, tiada bercahaya bersinar-sinar, tiada berbau, tiada harum, tiada bau busuk.

21. Tiada apek, lengit, prengus, tengik, tiada masam tiada manis, tiada merasa enak dan sakit, tiada panas dan dingin, tiada senang dan susah, berbeda dengan makhluk. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Besar, besamya tiada terbatas, ke timur, ke utara, ke barat ke selatan, ke bawah dan ke atas, itu sudah pasti tiada berbatas.

22. Para Nabi dan para wali sudah bermufakat semuanya, bahwa takbir sholat dan sholat-sholat semuanya, beserta lapal Allahu akbar bermakna: Allah Maha Agung. Bila sudah mengerti dan percaya Allah Maha Agung, agung tiada berbatas, maka :

23. lngatlah selanjutnya bahwa Allah sesungguhnya Hyang Mulya, tiada ubah dan gerak, tiada berhenti dan bealan, sebab dari besamya Hyang Widdhi. ketahuilah, bahwa Tuhan besertamu; bila anda hendak melihat dan mengetahui Hyang Widdhi, jangan menyiksa diri anda. Meski berbatasan dengan lautan dan gunung sekalipun hendaklah anda lakukan. Tuhan pasti bersamamu. Dalam kitab jubah tersebut, manusia tidak berwenang menyiksa dirinya demi hak miliknya di dunia. Mmanusia hanya berwenang menyakiti raganya untuk mengetahui apa dan siapa sesungguhnya Hyang Widdhi. Demikian agar sempuma.

 PUPUH 02 
S  I  N  O  M

01. Adapun yang tersebut alam : Bumi dan langit ketujuh, beserta seisinya, surga dan neraka, sabda Allah, kedudukan-nya, tiada lain Illahi Allahtangala. maka disebut bahwa ilmu itu petunjuk adanya Hyang Suksma.

02/03/04/05/06. Tersebut bumi dan langit ke tujuh, bila di letakkan, dikembalikan kepada kedudukan Hyang Widdhi, yang juga tersebut dalam kitab, luasnya bumi ketujuh tidaklah lengkap, seperti dirham, uang, ketujuhnya terletak dalam nyiru, pastilah uang uang dan nyiru berbeda besarnya. Adapun singgasana Hyang Suksma, bila di letakkan kembali disebut Hyang Widdhi, seperti satu-satunya berada di tanah lapang luas, tiada makhluk yang tahu. Di tepi tempat kedudukan itu hanyalah Hyang Suksma, mengetahui tepian tempat kedudukan. Besamya alami, tak lain adalah ngaras yang bertepi yang disebut makhlukpun satu dengan alam, jisim pun demikian. Alam besarta yang disebut dahulu termasuk alam, kesemuanya tiada langgeng, bersifat fana. Diam dan bergerak, sakit dan enak, suka dan duka, tertawa dan duka hijau, kuning biru ungu dan putih. ltulah semua disebut ngaral. Bau busuk dan bau harum, segala yang berwarna dan berupa, yang bercahaya bersinar-sinar dan yang gemerlapan, yang suram sesamanya adalah ngaral smuanya, hanyalah Hyang Suksma yang tiada ngaral, zat mulia tiada memiliki banyak sifat.

070/8. Lebih banyak sifatnya tiada dapat dihitung. Lebih sedikit yang terdapat dalam kitab Taurat, hanyalah dua puluh. Mengenai sifat ini, wajiblah semua yang disebut mukmin membaca dan mempelajarinya dalam Taurat, bayan dan tesdik, sehingga tahu yang disebut Tuhan dan segala yang ada di dunia pasti jadi satu dengan Tuhan. Tempat kedudukan Hyang Widdhi pasti di luar hal-hal yang buruk. Dalam alam itu pastilah Tuhan yang agung, Yang Maha Kuasa, di atas lumut, di dalam samudera.

09/10/11. Di luar lumut adalah samudera, di dalam lumut pasti laut juga. Yang disebut iman, yang kedua: kasih sayang kepada malaekat janganlah sekali-kali ada yang mencaci makinya. Malaekat ada yang membuat hujan, ada yang membuat pohon-pohonan serta tumbuh-tumbuhan dari bumi. Malaekat adalah makhluk Tuhan. Siapa yang percaya kepada malaekat lebih tebal imannya. yang benci kepada malaekat dan mencela, mencerca dan mencaci maki, jadilah kafir orang itu. Ketahuilah bahwa malaekat banyak jumlahnya dan bermacam-macam. Ada yang bersayap satu, dua, tiga atau empat ada yang jadi utusan Nabi muhammad, ada yang besar kedudukannya.

12. Sedang tempat duduknya, ada yang melingkari tempat kedudukan Hyang Suksma. Ada yang menyakiti diri pribadinya, ada yang menjatuhkan air, ada yang menghembuskan angin, ada lagi malaekat kalanya memecah biji, setiap satu malaekat satu biji.

13. Setiap titik air hujan, satu malaekat. meskipun demikian tiada penuh sesak. Adapun badan halus demikian juga halnya. Banyaklah jumlahnya malaekat itu, ada yang menarik samudera, ada yang menarik bulan. Aada pula yang hanya berdiri.

14. Ada yang bersatu, ada pula yang selama-lamanya hanya bersholat. malaekat-malaekat itu ada yang menyamar sebagai hewan-hewan suci. Ada yang berupa manusia, hewan, berupa menjangan, kerbau , kambing, lembu, unta, kuda, burung, hewan segala.

15. Langit yang tersebut, dibuat dari manik-manik, jumerut hijau warnanya. langit yang ketiga dari emas, keempat dari perak yang putih.

16. Langit yang kelima dari masaru, keenam dari intan putih. Sejumlah langit-langit itu tiada disebut besarnya, hanyalah langit ketuiuh disebutkan: besarnya seperti peristiwa-peristiwa dalam empat tahun.

17. Adapun semua ada dua puluh ribu macam jumlahnya, tambah lima tahun lagi. Langit ketujuh sebagai cahaya yang tiada pada lllahi. Adapun langit itu bemama ngirabiyan, tingginya tiada terbilang. Sejumlah langit­ langit tersebut penuh dengan malaekat.

18/19/20. Ada yang menjaga manusia, ada yang mencatat segala dosa dan sembahnya para mukmin. Ada yang masuk dalam kalbu manusia, selama manusia itu berdikir. Bila berhenti berdikir, malaekat itupun pergi. Syaitanlah

yang mencegah dan masuklah syaitan itu ke dalam kalbu manusia. Adapun yang lama dengan itu, manusia beserta dikirnya, ialah: membaca Qur’an, sholat, kuat, tekun berdo’a, mendo’akan keselamatan para Nabi, para wali dan para mukmin, beserta puji-pujian, puji subkanalahi. Tersebut dalam kitab Atkiya : yang disebut jahil. Sesungguhnya jahil itu seperti sifat anjing menjelma dalam kalbu manusia. ltulah yang menghalang-halangi bila ada malaekat membawa rahmat.

21/22. Raklunat Yang Maha Mulia, yang akan masuk ke dalam kalbu manusia. si drengkin, jahil karyanya membatalkan rakmat, karena itu ingatlah selalu, sehingga si jahil tiada berada di kalbumu selalu. Bila jahil telah pergi dari kalbu manusia, datanglah lagi malaekat membawa rakhmat, masuk dalam kalbu manusia. Kkitab Juwahir menyebutkan : bila anda merasa panas, tempatnya dalam hati, itulah syaitan yang menjelma. Tidaklah syaitan itu berasal dari api neraka. Panas di hati, menembus merah padam di mata.

23/24. Maka merah kuning, karena berasal dari hati. Cerita kitab Juwahir, selanjutnya dari Qur’an di dalam surat rabilnasi : hendaklah anda ketahui, bahwa apabila malaekat itu berupa binatang, tidak akan berupa anjing kecil, serigala, tiada juga berupa kambing, babi hutan, babi. Malaekat tidaklah akan menyamar seperti itu. Setengah pandhita berkata : barang siapa orang Islam memanggil anjing dan babi hutan, yang, ikut memanggil pun jadilah orang kafir.

25. Khotbah jum’at berkata : manusia yang meninggalkan diri dari sholat lima waktu, adalah najis, lebih najis daripada najisnya anjing dan babi. Manusia yang bersholat haruslah dapat mencegah tiada berkumpul dengan orang yang meninggalkan diri dari sholat.

26. Imam yang ketiga: tekun mempelajari kitab Hyang Widdhi. Segala kitab dari Hyang Suksma yang diturunkan kepada para rasul, bejumlah seratus empat, kepda Nabi Adam sebanyak sepuluh, kepada Nabi Sis lima puluh enam banyaknya.

27. Nabi Idris tiga puluh. Nabi Ibrahim sepuluh, genap seratus jumlahnya. tersebut empat buah lainnya, kitab Tauret, kitab Jabur, lnjil dan Qur’an. Kitab Tauret kepada Nabi Musa.

28. Jabur kapada Nabi Dawud, lnjil kepada Nabi lsa. Qur’an kepada Nabi Muhammad. segala kitab tersebut, jelas perintah-nya, tiada pula berbeda, karena ke Nabiannya telah dimusyawarahkan dan telah diputuskan dalam taukhid.

29. Berkatalah seorang wali, Abu Hurairoh. Rumah yang dipakai membaca Qur’an, yang empunya jadi kaya tiada terhingga banyaknya, dan lagi kedatangan para malaekat, syaetan-syaetan keluar dari rumah.

30/31/32/33. Dalam khadis tabsirah, Abu Hurairoh, berkata rumah para mukmin yang tiada dipakai untuk itu, artinya khilaf atau melupakan Qur’an, yang empunya miskin, karena bendanya sedikit, para malaekat pergi yang datang masuk rumah syaetan-syaetan. Selanjutnya ki Sahid putera Kabib dari kangjeng, Nabi berkata: barang siapa mengucapkan lafal dalam Qur’an kelak akan sembuh dari siksa jauh dari akhirat; dan lagi akan mengurangi siksanya ayah dan ibu. Sekalipun ayah dan ibunya orang kafir, akan juga mengurangi siksanya. Selanjutnya ki Abdullah putera lbnu Umar berkata: barang siapa membaca Qur’an, akan mendapat pangkat tinggi dari Hyang Widdhi hingga seperti derajat Nabi, hanya berbeda wahyu. Nabi memiliki wahyu lahir wahyu batin.

34/35. Tidak hanya hafalnya kitab, menurut pendapatmu tampaknya sudah sesuai dengan keterangan hadish bahwa Al-Qur’an sebenarnya merupakan hal keutamaan. lman yang keempat : orang mukmin yang ingin tetap sebagai mukmin, hendaklah mencintai kepada semua rasul Tuhan dan para Nabi, wajib menghitung-hitung jumlah Nabi. Seratus ribu jumlahnya, tambah dua puluh empat ribu, jumlah Nabi seratus ribu, tambah dua puluh ribu, dan empat nambang.

36. Setengah pendeta berkata: para Nabi dan para rasul jumlahnya dua ratus ribu, dua puluh ribu lagi, lebihnya empat ribu. Anda tiada wajib hanya menghitung-hitung jumlah para. Nabi, tetapi diperintahkan mengagungkan-nya.

37. Tiada wajib hanya menyatakan menyebut jumlahnya satu persatu, hanya wajib mempercayai, mencintai dan meyakini para Nabi dengan benar-benar. Bila dada percaya, orang akan jadi kafir, janganlah ingkar, benci kepada satu kitab, satu kalimat pun janganlah.

38. Bila anda tiada percaya, mencerca dan mencaci makinya, mentertawakannya anda menjadi kafir. Siapa saja orangnya yang mencaci maki, menghina, mentertawakan Nabi dan malaekat, akhimya jadi kafir.

39/40/41. Sungguh kafir seperti halnya mencerca Hyang Widdhi para Ambiya dan Rasulullah. Nabi yang menjadi utusan,pesuruh Hyang Agung jumlahnya tiga ratus tiga belas, termasuk juga yang dua ratus dua puluh empat ribu. alkIsah para Nabi punya sareat atau peraturan enam jumlahnya. Nabi Adam yang pertama, diganti Nabi Nuh. Nabi Nuh diganti Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim diganti Nabi Musa. Nabi Musa diganti Nabi lsa putra Maryam. Nabi lsa diganti Nabi Muhammad Rasulullah selama­ lamanya tiada batas sampai kiamat.

42. Semua utusan, ketiga Nabi tersebut kemudian beserta yang tiga belas, dengan perantaraan malaekat Jibril memberi nasihat mendidik agama suci dari Hyang Agung dan manusia, Jin diajak ke sorga.

43. Nabi-Nabi itu lurus dan benar sabdanya. Mereka di jaga oleh Hyang Suksma, supaya jauh dari dosa besar dan kecil. Para Nabi yang menjadi rasul, semuanya manusia laki-laki bebas dan bukan budak, semuanya suci dan bukan bekas boyongan.

44. Yang memiliki wahyu batin dan wahyu ahir, misal Jeng Nabi Musa, wajahnya bersinar seperti bulan, tongkatnya bila dibuang jadi ular, ular yang besar sekali. banyak sekalilah mukjijat para Nabi rasul, lain-lain dan bermacam-macam.

45. Ada yang sangat hina dina. Tersebut dalam kitab Juwahir: para rasul keadaannya hina, fakir dan miskin. Selanjutnya kitab llbab berbunyi : dahulu Nabi Sulaiman kaya sekali tiada terhingga, itu di dalam lahir, batinnya bersatu dengan fakir miskin yang hina.

46/47. Tersebut dalam khadis tabsirah: dalam batin Nabi Sulaiman tiada terasa sama sekali kaya raya, karena kerap kali berkumpul dengan fakir miskin. Dalam kitab Juwahir disebutkan, bahwa makan Nabi Sulaiman tiada yang enak-enak, hanyalah apem jagung. Kangjeng Nabi Sulaiman dermawan, kasih sayang kepada sesama, bila memberi makan makanan yang enak-enak beserta yang indah-indah pemberiannya. Yang dimakan sendiri bukan yang enak-enak.

48/49. Kitab Juwahir menerangkan : orang Islam bila membuat rumah cukuplah sudah satu tiang tingginya. Kitab Atkiya dan Juwahir sepakat, sama-sama menyebut: bila rumah manusia terlalu besar, lebih dari enam tiang tinggi-nya, tiada lain akan menjadi milik pasek. Ada lagi sabda yang menambah: “hai manusia, apabila kamu membuat rumah terlalu besar, besarnya berlebih-lebihan, maka jadilah pasek, betul-betul pasek, tiada beragama, murtad. Arti berlebih-lebihan, tiang-tiangnya tinggi, lebih tinggi daripada enam hasta. barang siapa menghina kitab ini, betul-betul jadi kafir. Buda namanya orang itu. Hai orang-orang mukmin, janganlah menyangkal, sebaliknya milikilah tenggang rasa, rasa kasih sayang.

 PUPUH 03 
ASMARADANA

01/02. Bersabdalah kangjeng Nabi rasul mustapa, “hai orang­ orang Islam. barang siapa menyakiti orang lain, kepada seorang mukmin, sama halnya orang itu menyakiti diri saya. Barang siapa menyakiti sesamanya, sama halnya menyakiti Hyang Suksma. Siapa yang menyakiti orang beserta Allahnya, akan mendapat laknat, siksa dari dunia hingga ahirat.” hadis tabsirah berbunyi :

3. Barang siapa sebagai orang Islam tiada mencintai kepada sesamanya, beserta orang-orang mukmin sekalian, itu belum dIsayangi oleh Hyang Maha Mulia. tandanya disayangi bila sayang kepada sesama Islam.

4. Barang siapa ingin kasih sayangnya diterima oleh para Nabi, para malaekat dan para utusan, seharusnya orang kasih sayang kepada jeng Nabi rasul Muhammad Mustapa.

5/6. Barang siapa kasih sayang kepada Nabi, kepada malaekat, disebut sempurnalah imannya dan disayangi oleh Hyang Suksma. Siapa saja membuat malu sesama Islam, sama halnya membuat malu para Nabi dan utusannya, sama juga membuat malu Hyang Suksma dan akan mendapat siksa di dunia dan akhirat.

7. Barang siapa benci kepada para Nabi,  jadilah kafir orang itu. Siapa juga cinta kepada orang ulama, sama halnya cinta kepada kangjeng gusti rasul, seperti cinta kepada Allah.

8/9. Barang siapa sayang kepada orang mukmin, jadi sayang kepada ulama, kepada Nabi utusannya. Jeng Rasul bersabda: Barang siapa sayang kepada orang alim satu itu,  jadilah sayang kepadaku. Barang siapa membenciku, jadilah jadilah benci kepada Allah, akan jatuh ke neraka. Orang yang sayang kepada sesama, seperti halnya orang itu sayang kepada yang dikasihi Tuhan, di dunia.

10/11. Tersebut dalam kitab subkah : dalam kitab mustahal kangjeng Nabi bersabda: bahwasanya orang ulama sama halnya seperti raja dari Hyang Suksma yang menguasai dunia, dan selanjutnya, siapa menyiksa orang alim, akan rusaklah sendiri.Ddalam kitab dinyatakan : pengulu, modin sebagai orang al im yang menjadi kepercayaan Tuhan di dunia.

12/13. Tiada pula sejalan dalam perbuatan dengan satriya, punggawa, menteri dan raja-raja. Iman yang kelima: percayalah, bahwa besok di hari kiamat manusia, tidak akan mati. Bumi dan langit akan rusak. Hanya sorga neraka seisinya tiada akan rusak. Pastilah itu menjadi kehendak, tanda-tandanya hari kiamat:

14/15. Bila matahari terbit dari arah barat dan terbenam di sebelah timur. sampai saatnya hari kiamat, semua makhluk Tuhan terkejut, karena hebatnya topa, gempa bumi seperti dibanting-banting. sangatlah hebat angin topannya, di langit meniup kencang. Gunung berlaga sesama gunung, bintang-bintang berjatuhan seperti hujan. Langit ketujuh bagaikan di belah-belah, dunia berputar kencang seperti dinyiru.

16/17. Ceritera hari kiamat yang tersebut dalam mahdinal, tapsir iksan – kamil; manusia, jim syaitan malaekat mati semuanya. Bumi dan langit hilang sama sekali. Allah tangala bersabda dalam diri pribadi : siapa lagi, yang akan berkuasa dan berdiri sebagai raja tiada tolok samanya.

18. Akan dijawab sendiri: hanyalah diri pribadi sebagai raja tiada bandingnya, membunuh dan menghidupkan. Yang sudah menemui ajalnya dihidupkan kembali oleh Yang Maha Mulia.

19/20. Para mukmin masuk ke sorga yang serba indah dan fana keadaannya, lebih bagus dan tambah muda. Kitab sanusi muntabak menyebut : orang-orang mukmin di dalam sorga tiada habis­ habisnya bersuka ria, menari-nari sehendaknya. Adapun orang-orang kafir masuk neraka semuanya, menderita sakit tiada batasnya. Orang mukmin yang murtat merasa sangat berat di dalam siksa.

21. Bila dosa mereka sudahlah dipandang cukup, dimasukkan mereka itu ke dalam sorga. Orang mukmin yang meninggalkan diri dari sholat pun disiksa, seratus tahun lamanya, begitulah tersebut dalam kitab lubab.

22. Meninggalkan lima waktu, tersiksa lima ratus tahun. Berkatalah seorang pendeta: meninggalkan satu waktu, tersiksa seribu tahun, lima waktu, lima ribu tahun siksanya.

23. Iman yang keenam: percayalah hendaknya anda sekalian, bahwa untung dan baik, kafir, Islam, kaya dan miskin , sudahlah menjadi kehendak Tuhan, Allah yang maha tinggi. Bila anda menghendaki menjadi seorang kafir, akan selalu mendapat marah. Bila ingin sebagai lhdinas sirotol hingga akhir patekah, dan lagi yang disebut waktunya sholat, adalah niat, hasratnya sholat.

24/25. Barang siapa mengira kafir, lslamnya jadi berKurang. Orang itu jadilah kafir, disebut kafir kadariyah. Adapun yang disebut kepada iman, tiada lain dikir Allah, La ilaha illolah, mukhamad rosulullahu. Yang disebut hatinya iman. 26. Membaca Qur’an, tahu arti serta baik membacanya. Yang disebut otaknya iman: keras berdoa, siang malam, memohon belas Tuhan.

27. Belas kasih Tuhan kepada para mukmin semua, agar mendapat selamat. Dalam surat subkah disebut: janganlah memberi salam kepada orang yang meninggalkan sholat, salamnya janganlah dijawab. Setengah ceritera menyebutkan: orang meminum minuman keras, bila memberi salam kepadamu, janganlah kamu jawab.

28. Tersebut dalam kitab Juwahir: yang disebut otaknya iman, adalah lain takbir. Takbir Allahu akbar, artinya Allah Maha Agung.

30. Tepatlah lafal Allah. Agar alipnya ditekankan, dipelankan pada ucapan Allah dan diberi tesjid lagi, dipendekkan ehenya, dijelaskan ucapan akbar. Untuk itu jangan sampai tersela karena itu merupakan syarat takbir pada sholat.

31. Jangan sampai diselingi sendiri mendengar, dan jangan sampai membalik takbirnya. Pada ucapan akbar agar dicepatkan, dan jangan sampai disela dengan kalimat lain.

32. Tetapi apabila ucapan itu tersela sedikit dengan ucapan Allahul jahinul akbar itu akan tidak tepat ucapan alipnya dan disebutnya alip taplul.

33. Adapun arti taplil : Allah maha agung, maha besar, dan percayalah hendaknya, di dalam dan di luar pastilah Tuhan sendiri, seperti lumut dalam laut.

34. Di dalam lafal takbir haruslah memakai Allahuaklam, janganlah memakai lafal yang lain. Adapun yang disebut pokok sholat: mengucapkan fatekhah dengan bismillah juga.

35. Panjang pendeknya hendaklah tepat, dan tesjid fatekhah-nya diterangkan empat belas jumlahnya, huruf yang panjang jumlahnya tujuh belas, madlajam lafal alip.

36. Tiga alip panjang-panjang, berseling-seling seperti alip yang ketiga. Setengah pendeta berkata: orang bepergian seperti panjangnya alip, tesjid dan lam, baik-baiklah membaca tahyat.

37/38. Tahyat akhir dan membaca selawat ditujukan kepada kangjeng Nabi rasul, diawali dengan salam yang baik. Adapun kuatnya sholat: rukuk dan sujud. Adapun yang disebut zat sholat: tumaninah, dan lagi yang disebut intinya sholat: letaknya dalam tahyat akhir. Kakinya sholat salam yang permulaan, yang disebut sholat, dari tekbir hingga salam.

39. Adapun nama dan sebutan serta arti sholat meminta rahmat dan ampun Tuhan. Kitab Juwahir menerangkan :

40. Otaknya iman, ialah bahladinas siratal , hatinya sholat ialah patekhah. Yang disebut akarnya iman: janganlah beranggapan bahwa manusia memiliki barang sesuai. Manusia hanyalah makhluk Tuhan.

41. Yang disebut tempat pemberhentian iman : rowatib, tarraweh. Yang disebut membatalkan iman ialah semua sholat sunat. Bila sholat wajib telah terlaksana semuanya, baru sholat stitiat. apabila masih banyak kesempatan dan waktu-waktu itu tetap tidak disahur, sholat sunatnya tidaklah syah.

42/43/44/45. Dosa besar orang yang meninggalkan diri dari sholat, meminum minuman keras, tiada memberi zakat, pun berzina. Makan riba, bertaruh, merampas di jalan, mencuri, membakar rumah , tiada berpuasa dalam bulan romadhon, tiada naik haji ke mekah meskipun ada sarananya. Dan manusia yang aneh itu menjamak dubur isteri atau isteri orang lain, baik laki-laki maupun perempuan berdosa besar. Putra ngabas berkata: dosa besar yang tersebut dalam, tabsir dan kutbah tujuh puluh jumlahnya. Yang disebut mukmin yang murtad, adalah yang menjalani dosa, baik kecil maupun besar. Sebelum bertobat dan syarat tobat yang dianggap syah adalah berkeras hati untuk tidak mengulang berbuat dosa lagi.

46/47. Selanjutnya, orang yang selalu melakukan dosa-dosa kecil sekalipun, selama itu celaka sebelum benar-benar bertobat. Dalam kitab Adkiya disebutkan

48/49/50/51. Barang siapa membuat rumah tinggi tiangnya lebih tinggi dari enam hasta, jadilah celaka orang itu. Dari besamya rumah, pada waktunya hari kiyamat, ada yang memanggilnya. Hai orang-orang celaka, bila demikian halnya, jadilah kamu raja kesengsaraan, sangat sengsara orang yang terlalu besar rumahnya. Dalam kitab ahya dan kitab sitin bersabdalah kangjeng rasul : semua orang Islam, laki-laki dan perempuan wajib memperhatikan ilmu agama Islam. Sabda jeng rasul : yang mendapat kasih dan anugerah, pada waktu meninggal dunia, adalah raja Islam yang ulama. Runtuhlah bumi dan dunianya. semua merasa sakit dan merasa, langit ikut sedih bEla sungkawa merasa seisi samudera beserta ikan-ikannya memintakan ampun, ampun kepada Tuhan yang maha mulia. Beserta burung-burung di angkasa membaca istigfar. Sabda jeng rasul agar orang mukmin bersholat.

52. Bila sudah jadi alien, demikianlah kelak akan jadi kaya dan bagus. Kitab ahya dan kadis, sabda jeng rasul pastilah benar semua. Bila ada orang yang mencerca seorang ulama, sama halnya dengan memaki-maki kepada Nabi, yang jumlahnya tujuh puluh. Adapun orang mukmin yang meninggalkan diri dari sholat satu waktu, tersiksalah di kemudian hari.

 PUPUH 04 
PANGKUR

01. Seratus tahun siksanya bagi orang yang meninggalkan satu kali sholatnya. Di dalam kitab lulbab ada lagi riwayat: pendeta yang meninggalkan satu waktu, di hari kemudian tersiksa seribu tahun lamanya.

02. Semua orang yang kafir, baik laki-laki, maupun perempuan selamanya di neraka tempatnya. Jim pria, Jim wanita yang sama-sama kafir, selamanya di neraka, orang kafir musuh Hyang Widdhi.

03/04. Semua jim yang kafir dan syaitan, laki-laki maupun perempuan semuanya dibenci Hyang Widdhi. Dalam Qur’an kitab bagoroh menyebut: sesungguhnya Allah yang maha mulia, bersifat kasih sayang, sayang kepada orang mukmin. sayang juga Hyang Widdhi kepada orang ulama. Sangat bencilah Hyang Widdhi kepada orang mukmin yang ingkar dalam segala hal. Sebaliknya sangatlah sayang kepada para mukmin yang halus.

05/06. Dan sangatlah kasihnya Hyang, suksma kepada semua orang mukmin yang tulus. Para Nabi yang sangat dikasihi menurut ceritera adalah para kabibullah, yang lebih atas Nabi muhammad, kemudian Nabi lsa, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim dan para rasul semuanya. Para Nabi sangat disayangi oleh empat utusan ialah: para malaekat Jibril, Mikail, lsrafil dan ljrail ; semuanya kekasih Allah.

07/08/09/10. Dan lagi empat orang hamba, Abubakar, Umar, Usman dan Ali dikasihi Hyang Agung. Sangat sayang Hyang Widdhi kepada orang yang “mati sabil” dan “mati sahid”, dan kepada para Nabi, karena semuanya sangat tekun dikir dan sholat tahjud siang malam juga tekun sholat dhuha. Sesungguhnya Hyang Agung sangat sayang kepada mukmin yang tulus, sayang juga Hyang Widdhi kepada orang yang berilmu, banyak ilmu tambahan, tekun berbakti, kasihnya melebihi manusia yang mati sabil. Di dalam perasaan segala dosanya diampuni. Kitab Lul menyebut: orang mukmin yang alim, lebih sulit merusaknya oleh syaetan dan iblis. Syaitan dan iblis merasa susah dan pedih hati daripada merusaknya seribu orang yang bodoh-bodoh meskipun seribu orang ini sangat taqwa berbakti kepada Hyang Agung.

11/12. Jeng Nabi rasul bersabda manusia yang tekun membaca dikir: La illaha illahu, muhammad rasullulah, itu lebih utama daripada perang sabil. kitab lulbab menyebutkan lagi : orang mukmin yang kuat tekun membaca: ya bismillahi rohmanirrahim, setidaknya syaetan-syaetan hancur luluh seperti timah digoreng di atas api. Demikian juga kitab Qur’an menyebut: janganlah anda bicara tentang manusia mati sabil.

13/14. Janganlah anda mengira mati, sebaliknya anda menamakan hidup, karena rohnya masuk ke dalam tembolok burung, yang wamanya hijau, Melompat­ lompat di dalam sorga gung. Dalam kitab daka disebut: roh orang-orang mukmin menjadi satu tempatnya di dalam tembolok, tembolok dari burung-burung kecil yang melompat-lompat di dalam surga. Kitab sukbah berucap: perang sabil dikatakan sempuma, apabila dengan mengucapkan kalimah kak dekat raja jair.

15. Kalimah kak terdapat dalam kadis, dalil, kias ijmak. Kadis tabsirah menyebut: di dalam mati sahid harus sambil mengucapkan kalimat kak di muka raja-raja jair. ltulah perintah Tuhan.

16/17. Adapun arti jair, raja jair: raja yang menyimpang dari adil, berbuat sekehendaknya, menyimpang dari hukum, peraturan menjatuhkan hukuman mati yang belum dibenarkan oleh hukum. Kitab nukayah mengucap : di bawah mati sabil , termasuk orang-orang yang taqwa, tekun sholat, membaca dikir dan doa, mendoakan orang Islam agar selamat di dunia dan akhirat. Kangjeng Nabi bersabda hai umatku semua.

18/19. Barang siapa bersholat dhuha, hendaklah tepatkan pada hari jumuah sebelum saat bedug, jumlahnya empat rokaat, permulaan membaca fatekah sepuluh kali, surat palak juga sepuluh kali, surat binas sepuluh kali lagi,  surat kulhu, ayat kursi juga sepuluh kali, kedua kalinya sepuluh kali rekaat, tiada berbeda dengan permulaan.

20. Rokaat yang ketiga empat kali, tiada berbeda bacaan ayatnya, orang yang punya waktu, hendaklah menjalankan sholat sunat-sunat itu, sesudah mengucap salam mengucap : astafirulah hal ngalim, jumlahnya tujuh puluh kali.

21. Juga membaca subkanalah juga tujuh puluh kali, selanjutnya membaca : sabkanallah, walkamdulilahi, walahaula walaquwata, illahbilahil alim.

22/23. Nabi rasul bersabda: “orang yang menjalankah sholat, mendapat ganjaran sama dengan perang sabil juga tujuh puluh kali”. Yang mati di dalam peperangan mendapat ganjaran seperti Nabi Ibrahim, jalan orang menjadi fakir dan melarat, demikian juga sebaliknya terbukalah jalan menjadi kaya dan mulia, tujuh puluh kali dan yang dikehendakinya.

24. Tujuh puluh kali kehendaknya sewaktu di dunia dan tujuh puluh kali kehendak di akhirat, semuanya akan dikabulkan oleh Hyangagung, orang bersholat tiada akan kena oleh perbuatan sihir tujuh puluh ribu, juga, teluh tenung racun tiada akan dapat masuk, keballah orang itu. Kangjeng rasul arif dan bijak, sabdanya: pasti benar tiada salah.

25. Jeng rasul bersabda lagi barang siapa menghamba kepada orang alim dan merendahkan dirinya dengan maksud membutuhkan dan mendapatkan i lmunya:

 PUPUH 05 
KINANTHI

01. Selama tujuh hari, disamakan dengan berbakti kepada Allah selama tujuh ribu tahun, diganjar oleh Hyang Widdhi sehari sama dengan mati sabil.

02. Mati sahid seribu kali, mati perang sabil didalam peperangan pahalanya sama dengan mengabdi kepada ulama hanya selama sehari.

03/04/05. Ada lagi disebutkan: orang alim disebut sempurna bila sudah sanggup menganggap dirinya, seperti raja, kitab binayah kitab mamalingah menyebut: “barang siapa merendahkan diri kepada orang kaya, maka kehilangan agama lslamnya di pertigaan”, kitab atkiya menyebut: “uiama yang paling buruk adalah ulama yang kerap kali datang di rumah bangsawan tiada dengan maksud mencari ilmu”. Dalam keterangan sudah disebut :  raja, punggawa, karyawan satriya dan menteri disebut paling baik, bila dekat dengan ulama, serta menganut ilmu agama.

06. Dalam tabsirah diceritakan: orang alim yang menjadi kepercayaan Tuhan di atas bumi, adalah yang tiada berkumpul dengan raja, ksatriya, punggawa dan para menteri .

07/08. Kangjeng rasul bersabda orang-orang mukmin sekalian janganlah makan di lima jenis rumah seperti berikut, bila tidak demikian akan mendapat nama yang pertama, jangan makan di rumah orang yang meninggalkan sholat (waktu), dan jangan makan di dalam rumah yang ada bayangan, yang tiada berwujud.

09. Seperti tiada punya nyawa, dan lagi jangan makan di rumah orang yang makan riba dan lagi rumah orang yang meminum minuman keras, terdapat dalam kitab Fikih .

10/11/12. Hendaklah orang waspada terhadap riba, kadis bidayahpun sudah memuat : barang siapa merendahkan diri kepada orang yang berharta benda, diumpamakan seperti lalat yang selalu berada di tempat pembuangan kotoran dan tiada urung teangkit kotoran yang berbau busuk. Kitab atkiya menyebut “siapa ingi  kenyang di dunia, jadilah rendah pangkatnya.” kitab mustahal menerangkan: orang alim yang tekun melakukan sholat jadi raja sedunia sepertiahya ngulumudin, sebagai juga disebutkan dalam kitab mustahal : ulama yang pisah dengan orang jadi kepercayaan.

13/14/15. Hyang Agung di dunia, jeng susuhunan adiya kangjeng rasullulah bersabda: siapa bersholat sesudah jum’at menjadi hina, baktinya menjadi selang, malunya manusia bagi Allah sebagai hiasan di hari kiyamat nanti, kitab mustahal berceritera: kangjeng Nabi muhammad rasullulah bersabda: kepada fakir miskin yang hatinya tiada (resat) menyimpang dan yang tekun berbakti ditambah lagi selalu menjaga ayat, Allah sangat sayang.

16. Kitab Adkiya menyebut : barang siapa memandang ringan melakukan makruh, tersiksalah kemudian akhirnya menjadi kharam perbuatan yang tiada pantas.

17. Barang siapa begitu melakukan kharam, menghalalkan perbuatan kharam, akan menjadi kafir, akhinya tersiksa.

18. Kadis Adkiya, kadis insan kamil yang sejalan dengan kadis subkah menyebut, bahwa : buruklah orang ulama yang biasa menghadap raja-raja satriya dan para menteri.

19/20. Jeng rasul bersabda dalam kitab mustahal : orang yang baik sembah sujudnya akan menjadi raja amal, yang meninggalkan diri dari yang samar dan mengagungkan bagusnya indahnya makan dan pakaian akan menjadi malu. Allah selalu melihat akan jiwa badan yang baik, yang selalu berbuat amal kebaikan, maka perbuatan yang baik tidaklah perlu ditonjolkan dan disebar luaskan.

21. Tuhan melihat baiknya hati di rimu, selanjutnya Nabi bersabda : barang siapa tertawa, tertawa mengejek, pertanda suka di dunia, di akhirat nanti akan menangis.

22/23. Kenyang di dunia, di akhirat jadi lapar, kadis mustahal berceritera: sesungguhnya orang lapar dikasihi Tuhan, orang kaya, angkara murka di dunia menjadi kekasih setan. Nabi bersabda lagi : lapar di dunia akan kenyang di sorga. Orang yang arif, tabu sifat Allah, berkata:

24. Orang mukmin sekalian wajib menyembah orang keempat ini pertama yang harus disembah adalah raja yang adil, menyembah ayah dan ibu, keempat pada orang-orang alim yang kurus ilmunya.

25. Dalam kadis anwar disebut: sesungguhnya orang alim itu raja Allah di dunia, barang siapa menganiayanya akan rusak di dunia dan akhirat.

26. Kadis mustahal bersabda: barang siapa belajar membaca Qur’an, sholatnya disamakan dengan seribu rokaat, yang membimbing mengasuh, dIsamakan dengan mengabdi kepada Tuhan selama seribu tahun.

27/28. Kadis jubat pun menyebut: tiada layaknya orang Islam menyakiti dirinya demi kepangkatan di dunia, tetapi wenanglah orang mukmin menyakiti diri untuk kepentingan agamanya, akan bertambahlah alimnya setahun, tiada berguru pada orang, bertapalah dengan tekun , memperhatikan, meninggalkan makan dan pakaian.

29. Makan dan pakaian anal cukup, sebagai bekal berbakti, berkain dan berbaju jubah, ikat kepala cukup rimong, cincin perak dini lai hanya setali.

30. Dengan tiada menghilangkan rasa, tiga macam menambah pengorbanan (suka berkorban) yang membaca Qur’an yang kedua mengucap syukur dan ketiga puasa sunat.

31/32/33. Kadis tabsirah dan kadis Juwahir menyebut: fakir miskin yang tiada bertapa di dunia, tetapi memiliki hati yang sabar dan bersyukur sekadarnya, percaya kepada Allah dengan tulus ikhlas, Tuhan akan menyayanginya melebihi orang bertapa. Orang yang mendidik, memberi pelajaran agama suci, yang menyerahkan ilmunya kepada orang-orang bodoh tiada dengan maksud menjual ilmunya, dan tiada loba tamak kepada sesuatu maksud, akan sangat dikasihi oleh Hyang widdhi.

34/35/36/37. Di hari kiyamat besok orang itu akan menghadap Tuhan berdampingan para mukmin segala, dengan ulama samudera, dan burung-burung di langit bersama­ sama memohonkan ampun kepada Hyang Widdhi. begitu pula malaikat-malaikat memohonkan ampun, yang mendapat siksa dari Tuhan, ialah: orang yang mengajar dengan maksud menjual ilmu, bersifat loba tamak, serakah. Di kelak kemudian di ikat dengan api neraka, orang-orang mukmin yang tersiksa, yang berdosa waktu itu, akan lebih dahulu keluar dari dalam api, orang-orang alim yang mendapat murka, yang mengajar dengan menjual ilmunya, akan keluar terakhir dan mendapat marah tiada mendapat manis sedikitpun.

 PUPUH 06 
DHANDHANGGULA

01. Dalam tafsir akhir diceriterakan: akhir siksa bagi orang-orang mukmin yang berdosa di dunia, desudah mengalami dua alam, kemudian akhimya keluar juga dan masuk surga, juga dua alam. Bumi dan langit datang pada akhir hari kiyamat, itulah yang disebut sang alam.

02. Setelah dua alam Hyang Maha Mulia bersabda: orang-orang kafir sekal ian, janganlah ada yang memhon minta keluar dari api neraka. Orang sewaktu di dunia tiada malu-malu menjalankan hal-hal yang halal karena butuh makan dan pakaian serta sebagai bekal naik haji ke Mekah, itu sangatlah utama.

03. Jeng Nabi bersabda, mengambil dari ajaran tapsirah: laki-laki dari perempuan. Pentingnya orang-orang mukmin memperhatikan ilmu agama rasul. Kadis ahyapun menyebut: orang-orang yang najis, laki-laki dan perempuan, belajarlah huruf-huruf arab, bergurulah kepada bangsa arab, agar tahu aturan agama, mengerti bahasa Arab.

04. Dalam kitab dalial tersebut, tafsir surat asra dan kitab anwar tercatat : orang-orang mukmin wajib menyembah kepada empat orang, pertama kepada ayah, kedua kepada ibu yang kedua-duanya Islam.

05. Ketiga kalinya kepada raja yang adil, .Kyai Ahman berkata : yang dimaksud ngadal: adalah orang Islam, yang sesudah Jeng Nabi mangkat, bertobat dari dosa besar dan dosa kecil, bertobat kepada Hyang Widdhi , dan sungguh-sungguh akan menepati melakuk  sembahyang.

06/07. Dan tiada segan-segan menjalankan sejumlah sunah dari rasullullah yang adil. Keempat kalinya: orang alim yang sangat alim, ialah orang alim yang bila mendapat siksa merasa sangat pedih dan memandang siksa itu sebagai baktinya. Sabda Hyang Agung dalam kitab uddi, demikian perintahnya: hai orang Islam semuanya, janganlah sayang dan janganlah pura-pura tiada tahu kepada orang-orang yang berbuat dosa, dalam kitab insan kamil sudah disebut: masuk naranalala.

08. Orang yang sewaktu di dunia acuh tak acuh atau tiada menaruh perhatian terhadap orang-orang bodoh yang berdosa, atau rela umpamanya kepada perbuatan­ perbatan dosa semacam itu, kemudian kelak pada hari kiyamat tiada mendapat pertolongan, karena acuh tak acuh sewaktu di dunia.

09/10. Dalam kitab tapsirah tersebut: orang-orang mukmin wajib mempelajari huruf-huruf dalam bahasa Arab, dengan mempelajari Islam supaya mengerti aturan-aturan, usul fikih bercerita bersembahyang itu mudah bagi orang Islam yang sangat bodoh sekalipun, yang tiada dapat membaca fatekah dan membaca sunah, lebih-lebih tiada dapat membaca kitab qur’an, membaca dzikirpun cukuplah, sudahlah lama dengan membaca fatekah, sehingga sholatnya dianggap syah, karena Tuhan Maha Murah.

11. Bila dzikirpun tiada dapat, cukuplah dengan berdiri dan tetaplah penting tinggal selama membaca fatekah sudahlah syah sholatnya. ltu karena Hyang Agung bersifat murah. Jeng Nabi bersabda: orang-orang ulama lebih utama dari pada orang-orang bodoh yang bersholat.

12. Jeng Nabi bersabda: tidaklah orang-orang ulama menjadi kepercayaan Tuhan yang maha luhur, sewaktu orang alim yang tiada berkumpul dengan orang banyak. Bila kamu ingin tenteram jiwa berdzikirlah sebanyak-banyak-nya.

13/14/15. Sesudah sholat jum’at bersama orang banyak pergi nyepi,  menyepi ke tempat yang sunyi. Centera, petikan kitab Nabihat Jeng, Nabi bersabda : lngatlah, orang yang tiada diterima sholatnya ada sepuluh macam. Yang pertama : orang bersholat tetapi melaksanakan hal, yaitu tiada sholat jum’at bersama orang banyak, yang kedua : bersholat, tetapi tiada melakukan hal, tiada memberi zakat, yang ketiga : bersedia menjadi imam, tetapi yang makmum dibenci senitia, yang keempat : bertanya kepada orang yang lari dari Tuhan, apa sebab-sebabnya. ltu wajib bagi orang Islam, yang kelima : juga orang minum-minuman keras, selamanya tidak akan diterima lagi. Yang keenam : perempuan yang ditinggal mati suaminya, sedang suaminya itu orang Islam dan masih merasa kesedihan karena ditinggal mati itu sholatnya tidak syah.

16. Yang ketujuh: perempuan yang sembahyang dengan makmun kepada abdi laki-laki, dan bukan makmum kepada orang yang, merdeka. Kedelapan: raja yang keji, sembilan siapa saja yang makan riba, yang kesepuluh: orang mengerjakan sembahyang, tetapi tidak berusaha mencegah perbuatan dosa.

17/18. Demikian juga, seorang laki-laki berbuat jina, tidak akan diterima sholatnya, tidak mendapat ampunan, bahkan makin bertambah jauh, ada juga disebutkan dalam kitab, ialah dari kitab subkah, sembahyang lima kali itu seperti orang mandi merendam diri dalam bengawan tiap kali sehari semalam, pasti hilang najis orang itu, dan lebur setiap dosanya serta taubatnya, ada lagi pendeta yang mengatakan, apa ingin masuk surga yang pertania kali apabila telah sampai waktunya sholat lalu menginjakkannya, dan tidak mengakhirkan, karena neraka jahanam tempatnya.

19. Siksa bagi orang mukmin yang mangakhirkan waktu sholatnya, dalam kitab Al-Qur’an sebagaimana disebut dalam ayatnya diajarkan, bahwa neraka jahanam tempatnya, jadi siksa bagi orang yang mengakhirkan sholatnya tiga kali, juga orang yang berbuat dengan maksud mendapat pujian dan orang itu kumet namanya.

20. Dalam kitab Juwahir disebutkan, lama-lama orang mukmin yang mendapat siksa di neraka jahanan itu sebenarnya Hyang Maha Agung tidak melihat yang tampak dalam perbuatan, tetapi Hyang Maha Mulia hanyalah melihat kesucian hati jauh dari takabur, dan minta sanjungan.

21. Suatu perbuatan akan dicema apabila dalam hatinya tidak ada niat sanjungan, tidak angkuh dan banyak amalnya, ketahuilah bahwa baik mukmin laki-laki maupun perempuan, bacaan bagi orang yang sedang sakaratul maut ada lima macam jumlahnya, apabila orang yang sedang sakaral maut melihat lima

22. lalah suatu pertanda habisnya kehidupan, tetapi apabila orang itu belum melihat kelima cahaya itu masih panjang umumya, adapun warna kelima cahaya itu ialah: hitam, merah, kuning, hijau dan putih, apabila melihat cahaya yang berwama hitam agar cepat membaca lailaha illalah.

23/24/25/26. Tidak ada Tuhan, hanya satu dan Muhammad adalah rasullulah, Nabi Muhammad sebenamya utusan Allah, cahaya hitam itu adalah cahayanya setan, dan apabila anda melihat kepada cahaya merah itu adalah cahayanya setan yahudi, lalu bacalah : lailaha illalah hu hu hu yang artinya tidak Tuhan kecuali hanya Allah saja, ialahTuhan yang sebenar-benarnya, apabila anda melihat cahaya hijau, kuning itu, cahaya setan nasrani, namanya, dan segeralah baca: lailaha illalah dan hu hu hu yang artinya tiada Tuhan kecuali Allah ialah Tuhan yang sesungguhnya, apabila anda melihat cahaya hijau, itulah cahaya Jibril, dan segeralah baca takabalahu dan hu hu hu yang artinya mudah-mudah yang maha luhur menerimanya, adapun hu ketiganya berarti yang membuat jagad raga dan membuat sendiri makhluk hidup dengan sendiri tanpa ada yang membantunya.

27. Apabila ini bacaan sahadat itu berarti mukmin itu telah mini, tetapi apabila orang itu mati dan mengucapkan sahadat itu pada saat cahaya hitam juga berarti matinya kafir, dan bernama kafir jahilliah, oleh karena itu perbanyaklah berdikir, ingatlah bahwa akan meninggal.

28. Apabila teringat sahadat bersama-sama cahaya merah, matinya orang mukmin, bilamana lupa mengucapkan sahadatnya maka disebut matinya kafir yahudi, dalam hal ini agar orang Islam semua berhati-hati dan air dibaca puji-pujian, apabila teringat kepada bacaan sahadat saat cahaya kuning kelihatan disebut mukmin kasi.

29. Apabila lupa mengucapkan sahadat itu disebut mati kafir nasrani orang itu, berhati-hatilah dan berdikirlah kepada Hyang maha agung dan juga Nabi muhammad, bilamana ingat kepada sahadat cahaya hijau ialah disebut mukmin kasul kasi.

30. Apabila orang itu lupa mengucapkan sahadat, disebut mati kafir karamiah, maka ingatlah anda kepada Hyang Agung, janganlah hanya terburu akan kebahagiaan di dunia, hal itu membuat orang lupa berbakti kepada Tuhan dan meninggalkan hal-hal yang disunatkan.

31. Apabila ada orang melihat kepada cahaya yang lebih putih, Nabi muhammad namanya, segera bacalah huhu , yang artinya ya Allah dan ya Muhammad, apabila kacamata dipakai untuk membaca ai qur’an, kacamata itu tidak tampak.

32. Apabila ada orang mati melihat cahaya lebih putih, lebih sempuma matinya, pasti orang itu teringat sahadat yang diucapkannya, karena itu para wali itu kelihatan, dan sudah tentu para Nabi yang jumlahnya duaratus ribu dan dua puluh empat kelihatan.

33. Sedang yang disebut najis batin jumlahnya tujuh macam : merusak yang dijual, semua amalnya, dan hilang kebaktiannya, disiksa di neraka jahanam orang itu, yang satu berbuat kebaikan dengan niat ngujub.

34/35. Artinya ngujub ialah berbuat kebaikan-kebaikan seperti sholat lima kali sehari semalam dan sedekah, berpuasa naik haji biar dihormati orang lain sesamanya, hadis Juwahir menyebutkan apabila ada orang mama yang memohon kepada Tuhan supaya dikagumi sesama manusia, termasuk catat dan akan masuk neraka jahanam: tidak diterutama amalnya dan semakin besar dosanya, yang kedua orang ria yang artinya mereka berbuat amal dengan tujuan dalam hatinya agar mendapat pujian dari sesamanya. hal ini juga tidak akan diteirima dan semakin besarsik saannya.

36/37. Yang artinya orang itu tidak akan disiksa, yang keempat orang yang takabur, minta sanjungan fail semakin angkuh, lain lagi mereka merasa berlebihan, tidak akan diterima amalnya, dan bahkan semakin besar siksanya, seperti disebutkan dalam hadis subkah : “siapa beramal dengan maksud dipuji orang selain Allah, maka berfirmanlah Tuhan supaya minta surga kepada mereka yang memujinya.

38/39. Hyang widdhi bersabda kepada segenap malaikat: manusia yang minta sanjungan agar diseret dan dijungkirkan ke neraka jahanam, sebagaimana diceritakan dalam hadis Juwahir: siapa beramal dengan tujuan agar ditiru orang lain: dan tidak mau berbakti, yang demikian akan mendapat surga baik, yang ke ima orang disebut kasud yang artinya mengharap-harap agar kenikmatan semua orang Islam dihilangkan dan supaya disetujui semua manusia, orang demikian itu disebut dengki.

40/41/42. Sebagaiman disebut dalam keterangan pendeta balngum, bahwa lidahnya menjulur-julur matinya kafir dari doanya dengan dido’akan supaya melarat. Nabi musa bersabda seperti disebut dalam Juwahir tentang arti dengki ialah manusia yang mempunyai keinginan menjadi orang berpangkat, apabila hal ini terdapat pada orang Islam akan menghilangkan annainya, yang keenam orang yang sering membicarakan cacad orang lain, maka orang yang menceriterakan hal itu amalnya akan tertutup orang yang dicerca, yang ketujuh orang yang suka mengadu atau disebutkan tumbak cucukan : ini akan merusak amalnya. lni akan ditutup amalnya dan digunakan kepada orang yang dicerca seperti disebutkan pada kitab Adkiya ada penebus dosanya itu bagi orang yang mencerca orang lain, agar diikuti dengan segera memujiinya seketika itu.

43/44. Sesudah orang tersebut memberi pujian, maka segera Tuhan menurunkan ampunan dunia dan akhirat, agar rahmat Hyang widdhi dapat menutup dosa pribadinya, dan masuklah ke surga bagi orang yang bertobat setelah mencerca orang lain itu, bagi orang yang mencerca tersebut tidak bertobat, maka masuklah ke neraka, meskipun bertobat masih jelek, hadis tapsirah menyebut sebagaimana kanjeng rasul memberitahukan dalam hukum kitab asra datanglah siksanya bagi orang yang berkuku panjang.

45. Dalam kitab asar disebut juga bahwa siksa bagi orang yang makan riba, dan memeras sesamanya, orang demikian itu kepada kepalanya akan dicurahkan sungai yang mengalir darah dan akan di lempari batu oleh malaekat, orang itu menjerit-jerit minta pertolongan agar dinaikkan dari bengawan berdarah tersebut.

46/47/,48. Tersakit-sakit ia menangis, tetapi bagi yang beragama Islam lama-kelamaan akan di lepaskan dari siksa, bersabdalah kangjeng rasul : “orang Islam yang mengetahui bagaimana kebaktiannya musa kepada Hyang Agung, dan juga melihat mukanya orang alim yang hanya berbakti kepada Hyang Widdhi berta siapa saja makan bersama ulama, maka mendapat pahala lahir batin sebagaimana dikasihi seperti Nabi, bersabdalah juga kangjeng rasul, mudah-mudahan Tuhan selalu mengasihi kepada mama yang selalu giat mengajar kebaikan, karena hal itu adalah suatu langkah keutamaan, dari Tuhan akan dilimpahkan pahala yang besar. untuk itu melebihi orang yang sembahyang seratus bulan, kangjeng Nabi bersabda lagi : “siapa saja yang berbakti  . . . . . . . . . . selama tujuh hari, itu dIsamakan berbakti kepada Hyang Widdhi, sebenamya orang yang demikian itu berarti menyembah kepada Hyang Agung selama 7.000 bulan lamanya, padahal Allah setiap harinya menyamakan pahalanya dengan orang sabil dari 1.000 orang dalam sehari.

49/50/51. Kangjeng rasul bersabda lagi, bahwa sebagaimana disebut dalam kitab rustatal suatu kebahagiaan bagi orang Islam miskin yang memberi pelajaran dengan penuh kesabaran, meskipun orang itu dihinakan oleh manusia lain waktu herada di dunia, tetapi ia akan merupakan bunga di hadapan Tuhan di hari kiyamat kemudian, ada juga diceriterakan oleh kangjeng rasul, bahwa siapa saja yang mengasihi kepada orang yang miskin itu seperti apa yang dikeakan oleh semua Nabi, sedang orang yang membenci kepada orang miskin, disebut kafir firaun namanya, demikian juga diceriterakan oleh Nabi bahwa orang yang mcneintai kepada fakir, maka apabila orang itu memohon surga sudah pasti Allah yang maha mulia akan mengasihi, juga kepada orang kafir yang memelihara kecukupan hidup keluarganya, merupakan suatu bukti kebaktiannya kepada Hyang Widdhi sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allah.

 PUPUH 07 
KINANTHI

01/02/03. Disebutkan dalam kitab subkah dan kitab daka oleh kangjeng Nabi waktu beliau melewati kuburai ada dua orang disiksa karena dosanya yang kerena, dan bukan karena dosa yang besar ialah satu dosanya waktu berak dan kencing tidak mengucap doa sedang kencingnya tidak pantas juga.

04. Sedang yang seorang lagi karena memaki-maki dengan menyebutkan anjing, orang yang panjang mulut yang berusaha agar tetangganya orang Islam satu dengan yang lain bertengkar.

05. Bila orang telah bangkit dari kubur, maka bagi manusia yang memaki-maki dan juga bagi orang yang suka berbohong dalam kata-katanya, yang sukanya cerewet, mulutnya akan dibalik dan di letakkan di atas tengkuknya.

06. Seperti disebut dalam kitab fikih, tentang pentingnya orang bersuci ialah menghilangkan tiga hal : ialah hilang rasanya, baunya dan hilang rupanya.

07. Dalam kitab mustahal disebutkan, sebenamyaaiiah tidak melihat tingkah laku manusia, tetapi yang dilihat pemikirannya lahir dan batin.

08. Menurut pengertian di atas sebenamya Hyang Widdhi tidak menerima kebaktian seseorang meskipun ia bagus rupanya.

09. Adapun yang disebut baik ialah menjauhi dari semua najis , yaitu-najis lahir dan batin, sebagaimana disebutkan dalam hidayah, ialah dan Juwahir bahwa menghilangkan najis itu ialah raja dari segala najis.

10. Adapun najis yang terberat ialah kafir kepada Allah dan rasulnya, sebagaimana disebut dalam semarakandi, niftah , setudurat, bayan dan tasdik bahwa yang menyebabkan demikian itu karena orang meninggalkan sholat.

11/12. Najis yang kedua karena orang tidak mu berzakat, berusaha dan naik haji , berzina, memegang dubur, berzina dengan istri orang lain, membunuh sesama mukmin, merusak agama Islam, berjudi , minum­ minuman.

13. Juga membakar rumah dengan maksud merampas hartanya orang mukmin itu, menipu, membagal, meracun, menenung serta sihir semuanya menyebabkan najis.

14 . Surat al-baqarah disebutkan, bahwa sihir dan tentang membuat orang menjadi kafi, yang menghi angkan najis itu disebut dalam kitab Al-Qur’an dan fikih.

15. lbnu Abas berkata, bahwa najis yang ketiga dan kedua termasuk dosa besar yang jumlahnya tujuh puluh macam, adapun yang menghilangkan najis tersebut seperti termuat dalam kitab fikih mukazar masahil.

16. Menurut sujak, tahrir, makalahu, anwar dengan kunawi, ramli dan lbnu Hajar, bahwa yang disebut najis batin ialah takabur, berkata ria, sombong serta dengki.

17. untuk menghilangkan najis batin telah disebut dalam kitab subkah, Juwahir, bidayah, Adkiya, tapsirah, hadis, mawal ingah, munabihan, munabihan, tamhid, minhan, julngabidin.

18/19/20/21/22. Juga pentingnya wudhu ada enam hal : yang pertama berniat, yang kedua membasuh muka dari tepi muka janggut yang kulitnya kelihatan pada waktu siang cerah, apabila ada teman yang tebal janggutnya dIsarankan mengambil air wudhu, dalam hal ini disarankan didahulukan bagian muka atas, yang ketiga, membasuh kedua tangan sampai pada sikunya, dan disunatkan ke bagian yang lebih atas dari kedua lengan tersebut.

23. Apabila kebetulan ada orang yang mempunyai enam buah jari atau lebih ………….. pada kakinya.

24/25. Yang keempat membasuh bagian kepala yang di tumbuhi rambut, kelima membasuh kaki, dan disunatkan lebih ke atas mendekati kedua lutut, sedang yang keenam tertib yang berarti sesuai dengan urutannya tak dapat dibolak-balik, apabila dibalik, maka wudlu dianggap tidak syah.

26,27,28,29. Adapun syarat syahnya wudhu, bagi orang Islam tidak menghalangi keluamya air untuk kepentingan wudhu, sedangkan yang membatalkan wudhu ada lima hal : pertama keluar mani, kedua tidur dengan duduk dan berdiri ketiga kehilangan akal, keempat bersentuhan dengan bukan muhrimnya yang sama besar padahal bukan ibu, bukan anak bukan kakak bukan adik, bukan uwak, dan bukan iparnya.

30. Yang kelima sedang datang bulan, bersentuhan dengan kemaluan laki-laki maupun perempuan menyebabkan batal wudhunya,

 PUPUH 08 
SINOM

01/02/03. Suatu kewajiban bagi semua mukmin supaya mengagungkan Hyang Widdhi, wajib mengerjakan sembahyang lima kali sehari semalam, yang takbirannya juga lima kali ialah Allahu akbar yang berati Allah yang maha agung, dan merupakan kewajiban orang mukmin semua mengagungkan nama Allah dengan banyak memuji namanya sebanyak tujuh belas kali, adapun untuk itu lafalnya alhamdulillah yang artinya segala puji kepunyaan Allah yang mencipta alam dunia, juga mengucap robilalamini, yang artinya Tuhan yang menguasai segala alam, kemudian rohmanirahim yang maha murah di dunia dan mulia asih di akhirat, lalu maliki yaumidin, yang artinya raja di hari kiyamat.

04/05/06. lafal untuk mengagungkan nama Allah sehari semalam merupakan kewajiban bagi orang mukmin membaca al fatekah tujuh belas kali banyaknya. adapun makna lafalnya kanak budu bahwa sembah baktinya kepada Tuhan, semoga memberi pertolongan kepada di rinya yang lemah. memang menjadi kewaj iban bagi semua mukmin memohon pertolongan dari Hyang mahaagung supaya selalu dikuatkan agamanya. Lafal iyakanastangin yang artinya hamba mohon pertolongan Tuhan, semua orang mukmin semoga diberi kekuatan dalam agama islam, semoga Tuhan menghancurkan para orang kafir, ada tujuh belas hal yang merupakan kewajiban bagi semua orang mukmin agar diberi petunjuk dari Tuhan yang maha kuasa, semoga dikuatkan iman dan mohon agar ditambah.

07/08/09. Bagi orang mukmin mempunyai kewajiban tujuh belas kali dalam, sehari semalam dalam melaksanakan imannya, agar ada perbedaan imannya manusia dengan jin, dan semoga selalu ditambahi berilmu, adapun lafal ihdinas siratal mustaqim, artinya ya Tuhan semoga memberi petunjuk kepada keimanan dan agar selalu diberi ilmu yang benar, mudah-mudahan semua orang mukmin diberi petunjuk agar memuji kepada Tuhan, mengenai lafal siratal ladina an ngamta ngalaihim artinya agar keimanan para Nabi dan semua wali kepada Tuhan agar selalu mengasihi kepada hamba semua dan semua mukmin.

10. Ghohiri lmandubi itu menipunyai pengertian agar semua kafir yahudi yang mendapat murka dan selalu memusuhi kangjeng Nabi dan tidak mempercayai kitab Taurotnya, orang yang kafir kepada Taurot itu berarti juga tidak mempercayai terhadap semua kitab yang jumlahnya seratus em pat buah.

11. Lafal walalladina juga selain kafir nasrani semuanya yang ingkar dan memusuhi kangjeng Nabi lsa, kafir nasrani itu ingkar akan kitab Injil, orang yang tidak percaya kepada kitab Injil berarti juga tidak percaya kepada semua kitab yang ada.

12. Siapa yang tidak mempercayai salah satu Nabi berarti orang itu tidak percaya kepada semua Nabi, demikian juga barang siapa tidak mempercayai salah satu kitab atau satu kalimatnya akhimya termasuk orang yang kafir  terhadap kitab yang jumlahnya ada seratus empat.

13. Adapun menjadi kewajiban bagi orang mukmin semuanya selalu sujud kepada Hyang Widdhi tujuh belas rukun sehari semalam, dan tumaninah juga sejumlah tujuh belas kali sehari semalam. lni merupakan hal yang wajib dilaksanakan oleh semua mukmin.

14. Arti rukuh di sini merasa bahwa dirinya sangat kecil dan tidak berharga, maka merupakan kewajiban bagi semua mukmin selalu istidal kepada Tuhan sebanyak tujuh belas kali dalam sehari semalam dengan tumaninah yang jumlahnya sama. dalam istidal itu di iringi permohonan semoga Allah selalu menerima segala puji diri semua orang mukmin.

15. Ya Allah, bahwa hamba adalah kepunyaan Allah dan puji semua makhluk di langit dan bumi lapisan ketujuh dengan semua benda yang tidak terbilang hanyalah ditujukan kepada Allah saja.

16/17. Juga wajib bagi mukmin bersujud kepada HyangWwiddhi sehari semalam tiga puluh empat kali, adapun berdirinya sholat itu ada tujuh belas kali, demikian juga semua duduknya di antara sujud wajib duduk lagi dan tumaninah sejumlah tujuh belas kali sehari semalam, dalam duduk tumaninah itu dengan permohonan semoga Tuhan memberi ampun semua dosa hambanya.

18. Juga semoga Tuhan mengasihi diri hamba dan berilah hamba rezeki, dan ampuni semua dosa hamba kepada Tuhan terimalah sembah hamba, tunjukkilah badan hamba kepada ajaran Islam serta tunjukkanlah agar hamba terhindar dari penyakit, dan semoga doa hamba hanya tertuju untuk Allah sendiri.

19/20. Pengetahuan dan aural perbuatan hamba maupun sembahyang hamba dua puluh kali sehari semalam, dan terimalah semua sholat semua mukmin dua ratus empat puluh empat jumlahnya.

21. Sholat subuh tiga puluh dua kali , dhuhur lima puluh, asar lima puluh enam, mahgrib empat puluh empat, dan Isa lima puluh enam jumlahnya. lni perlu dan wajib diketahui oleh segenap mukmin.

22. Kerjakan sembahyang dalam sehari semalam kepada Tuhan yang maha mulia artinya duduk pada tahyat akhir sehari semalam wajib dikerjakan lima kali, demikian juga duduk dan mengucap dua kalimah sahadat.

23. Merupakan wajib bagi orang mukmin berdoa kepada Hyang Suksma, memohon petunjuknya dan rahmatnya, kepada Nabi muhammad mengucapkan lafal Allahuma salingala muhammadinas yang berarti tambahlah ya Tuhan rahmat kepada Nabi muhammad yang merupakan rasul terakhir.

24. Wajib juga bagi orang Islam selalu berdoa kepada Hyang Widdhi mohon keselamatan dunia atas raganya, dan agar segenap mukmin berbudi shaleh dan kuat doanya siang maupun malam ialah lima kali di waktu, siang dan malam kepada Tuhan dengan penuh kekusukan.

25. Assalamu alaina, dalam hal ini berarti mudah-mudahan Hyang Widdhi memberi keselamatan, sedangkaan  wangalai badillaIsalikin merupakan permohonan semoga semua umatnya yang tekun baktinya diselamatkan dari bencana.

26. Salah satu hukuman yang diderita oleh salah satu alim sama juga dengan hukuman kepada Nabi dan berati pula hukuman Allah, siapa yang mendapat hukuman dari Allah akan ditempatkan di neraka dikemudian hari.

27/28. Siapa yang mendapat kesenangan bagi salah satu orang alim seperti juga kesenangan kepada kangjeng Nabi dan sebagai kebahagiaan dari Tuhan, siapa yang menyembah kepada Hyang Widdhi di hari kemudian ditempatkan di surga, dan siapa yang mencintai Islam berarti mencintai dirinya sendiri, sebaliknva orang yang benci kepada orang Islam berarti membenci dirinya sendiri, sebagaimana disebut dalam, Juwahir dan kitab Adkiya diperitahkan bersahabat dengan semua orang mukmin, ini disebut salat dalam.

29. Salat daim ini agar tak henti-hentinya berdikir dan agar dikuatkan membaca salawat dan membaca Al-Qur’an, sebagai dicontohkan oleh para Nabi dan para wali, hal ini agar ditiru karena merupakan pekerjaan yang baik. ltulah juga merupakan pertanda orang mendapat kasih dari Allah.

30/31. Hadis Juwahir bersabda: apa yang dikerjakan oleh orang mukmin sebagaimana dIsabdakan oleh Hyang Suksma membaca Qur’an di ikuti dengan mengerti apa yang diucapkan dan apabila dapat ucapannya, dapat mengartikan maknanya orang seperti disebut Tuhan lnsan kami. lni diceriterakan dalam lain Qur’an akadiyah dan Qur’an wastahuluhivah, adapun bahasa huluhnya wandat makiyati , hulublyatil, hulubiyat namanya, yang jumlahnya seratus empat buah. ltu semuanya disebut purhan.

 PUPUH 09 
PUCUNG

 01/02/03/04/05/06/07/08/09. Semua makhluk hidup berasal dari cahaya muhammad yang disebut dengan sinar muhammad, yang pertama disebut ahyat-asitah, yang kedua disebut adam mukim; ketiga roh ilapi, keempat roh-rabani, kelima bernama imam mubin, keenam kaenmul, ketujuh hanjalkapi, kedelapan badrula lami, kesembilan adam awal, kesepuluh kalam, kesebelas rasul olahi, keduabelas roh-rahmani, ketigabelas alam pakir, keempatbelas alam-labir dan masih ban yak lainnya lagi, ada juga disebut asal sholat lima kali itu dari cahaya muhammad – johar – awal ya roh – ilapi, roh ilapi itu adalah nyawa dari kangjeng rasul, adapun, asalnya nyawa karena dari sifat jalal (indah) dan jamal (kemuliaan Allah) dan karena dikehendaki oleh Allah.

10/11/12/13/14. Menurut ajaran kuna bahwa Tuhan memerintahkan agar para ulama mengambil pelajaran dari kitab Durat, sarat, mupitalmilani, patakul mubina dan kitab asanu-sa, dengan sifat kahar dan ipt ikar menyebabkan manunggalnya antara Hyang Widdhi dengan makhluknya, adapun yang termasuk sifat kahar itu ialah kodrat, iradat, ilmu hayat, kadiran, muridan, ngaliman, hayan, wandangiyah, kesembilan itu ada pada Hyang Widdhi, demikian juga kedua sifat yang dapat mengetahui semua alam.

15/16/17. Untuk mengetahui alam seperti telah disebutkan dalam Al-Qur’an surat anbiya, yang isinya menceriterakan Nabi Ibrahim dibakar oleh orang kafir, tetapi tidak ada selembar rambutnya yang terbakar, hal itu menunjukkan sifat yang mahakaya dari Hyang Agung. Hyang maha mulia memiliki sifat yang jumlahnya ada sebelas.

18/19/20/21/22. Dengan adanya sifat-sifat itu, maka tidak mengherankan bagi Hyang Widdhi menciptakan lain dunia ini, atas sifat dalam menciptakan dalam itulah dikatakan taman memiliki sifat Yang Maha Kuasa, ada perbedaannya dengan makhluk biasa, yang hidup alam dunia ini, mengenai sifat wajib yang sebelas itu adalah kidam, baka, Mukhalafatu lil hawaditsi, Qiyamuhu binafsihi, Wahdaniyyah, samak, basar, kalam, samingan, basiran, mutakiliman yang termasuk sifat maim kaya.

23. Nyawa rasul disebut johar awal merupakan suatu pertanda adanya Allah, dan bahwa Allah itu lebih berkuasa.

24/25/26/27. Tidak ada yang dicipta terlebih dahulu kecuali cahaya muhammad yang disebut nyawa rasid, adapun tempat penyimpanannya di dalam suatu ruang yang tidak jelas kelihatan sedang yang menyimpan nyawa tersebut adalah Allah Yang Maha Kuasa, kemudian diperintahkan segera berwujud johar awal tidak segera bersujud, dan bahkan mengaku bahwa ia telak ada dengan sendiri, johar awal diperintahkan agar membuat alam, tetapi tidak dapat melaksanakannya, johar awal merasa bahwa dirinya tidak berdaya, tamak kemudian ia bersujud dengan seksama, johar awal bersujud lima kali kepada Hyang Widdhi.

28/29/30. Setelah itu Tuhan mernetintah kepada johar awal membuat roh dan dirinya sendiri, setelah itu menjadi raja. Nabi muhammad segera bangkit dan bersiap melakukan sembahyang lima kali, johar awal tidak mau menyembah kepada Hyang Widdhi, karena dikehendaki Hyang Suksma maka ia mau bersembahyang lima  kali, sebenarnya semua tingkah perbuatannya sudah pasti dari Tuhan Yang Maha Mulia.

31. Sholat subuh, luhur, asar, magrib dan lsa itu karena diperintah olah Nabi supaya memuji subkanallahi dan alhamdulillah serta Allahuakbar.

32/33. Dalam perintahnya membaca alhamdullilah yang kelimanya menunjukkan kepada waktu luhur yang berjumlah empat rakaat, waktu melakukan sembahyang supaya mulut, mata, telinga dan hidung terpusat.

 34/35/36/37/38/39/40. Sebagai dititahkan oleh Hyang saksma kepada rasul bahwa yang harus diucapkan dalam asar dan lsa juga ada empat rakaat, pada waktu menghadap itu agar ucapannya di longgar-kan, dengan demikian juga dalam melakukan sholat subuh yang jumlahnya dua rakaat agar kesemuanya dikabarkan kepada umat manusia, dari kedua rakaat itu yang satu menghadapi badannya, sedang yang kedua nyawanya, dari kelima sholat dalam setiap sembahyang itu di tiap rakaat wajib membaca al-fatekah, perlu diketahui oleh segenap orang mukmin bahwa pada, waktu Nabi Adam bersembahyang pada pagi subuh diperintahkan oleh Tuhan meninggalkan surga dan turun kedunia jatuh dipegunungan ceylon, peristiwa tersebut terjadi pada malam yang gelap gulita bertepatan hari jum’at, karena waktu Nabi Adam turun di pegunungan ceylon itu sudah tampak kemerah-merahan di bagian timur, maka beliau dengan segera melakukan sembahyang dua rekaat agar Tuhan segera melepaskan Adam dari kegelapan.

41/42/43/44/45/46. Pada waktu Adam bersembahyang itu pada rekaat pertama dengan permohonan agar malam segera berganti siang sedang pada rekaat kedua supaya kegelapan berganti dengan suasana terang benderang. ltulah asal mulanya tanya sholat subuh dua rekaat, adapun sembahyang dhuhur empat rekaat semula dilakukan oleh Nabi Ibrahim saat beliau diperintahkan Tuhan menyembelih putranya Ismail dalam bulan haji, pada waktu bulan haji (zulhijah) Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih Ismail, karena itu perintah Allah maka segera di laksanakannya, pada saat Ibrahim akan melakukan penyembelihan itu bertepatan dengan saat dhuhur, dan beliau dengan melihat ke arah empat kiblat, akhimya oleh Allah putranya yang disembelih itu digantikan dengan kambing, sedang Ismail sendiri masih hidup, oleh karena itulah maka ayah Ismail (Ibrahim) bersyukur segera beliau melakukan sembahyang dhuhur empat rekaat.

47/48/49/50. Rekaat yang pertama syukur karena Ibrahim tidak jadi menyembelih putranya, rekaat kedua bersyukur karena putranya digantikan dengan kambing, adapun rekaat yang ketiga bersyukur karena hilang semua kesedihannya, mengenai sembahyang asar di lakukan oleh Nabi Yunus, saat Nabi ditelan oleh ikan, saat Nabi Yunus meninggalkan kerajaan karena beliau sedang meninggalkan kerajaan karena tidak dipercaya oleh orang kafir, mereka tidak mau masuk Islam.

 PUPUH 10 
DANDANGGULA

01/02/03/04. Sebagai diceriterakan pada saat Nabi Yunus sampai di kerajaan diperintahkan oleh Allah agar menyampaikan berita kepada semua orang kafir agar mereka membaca illaha illalah, juga Nabi Yunus diperintahkan oleh Allah agar mengislamkan orang-orang kafir, dan disuruh membaca kalimah tersebut, apabila orang-orang kafir tidak mau, agar disampaikan bahwa perintah itu berasal dari Allah sendiri, dan akan disiksa bagi mereka yang tidak mau masuk Islam. Islam adalah menyelamatkan hidup dunia dan akhirat, setelah Nabi Yunus sampai di kerajaan dengan penuh kebijaksanaan menyampaikan perintah Allah tersebu,. hai segenap manusia, masuklah kamu kepada agama Islam sekarang ini juga, apabila kamu tidak mau sudah pasti akan datang siksa dari Hyang Widdhi, bila kamu mau masuk Islam akan naik ke surga agung, selamat dunia dan akherat, ” orang-orang kafir tidak mau menurut perintah dan tidak ada yang percaya, mereka berkata kepada Nabi Yunus, akan mau masuk Islam apabila siksa itu, benar-benar datang, tetapi apabila ternyata siksa itu tidak datang maka mereka tidak mau masuk agama Islam, mereka tidak percaya kepada perintah Nabi Yunus. Nabi Yunus segera pergi dengan mengucapkan, “silakan rasakan sendiri, akan hancur leburlah kamu sekalian”.

05. Setelah Nabi Yunus jauh dari kerajaan datanglah siksa kepada meraka sangat – pedulinya orang-orang kafir yang menyaksikan kemudian takut akan siksa tersebut, mereka berpendapat apabila siksa itu datang sudah tentu orang satu kerajaan akan akan habis termakan dalam neraka.

06. Setelah itu orang-orang kafir semuanya masuk Islam dan membaca kalimat yang diperintahkan oleh Nabi Yunus, seketika itu juga terhindarlah mereka dari siksa tersebut. Nabi Yunus tidak mengetahui apabila orang-orang kafir tersebut telah disiksa dan bagi orang-orang kafir dalam kerajaan yang tidak percaya ternyata telah hancur lebur kena siksa karena saat itu mereka belum mau masuk islam.

07/08. Kemudian Nabi Yunus pulang hendak memberitahukan mayat-mayat orang-orang yang terkena siksa, menurut ramalannya mereka seluruh kerajaan itu telah hangus menjadi abu, tetapi tampak dari kejauhan mereka masih utuh. Nabi Yunus khawatir apabila janji Allah itu tidak benar­ benar terlaksanakan, tetapi temyata semua orang satu kerajaan mati karena kena siksanya, oleh karena itu  ……………., Nabi Yunus merasa malu tidak-masuk ke kerajaan karena ancaman siksa tidak akan datang, tidak diketahuinya bahwa mereka masih kafir.

09. Nabi Yunus merasa jengkel dan malu, maka kemudian Nabi Yunus pergi meninggalkan kerajaan dengan rasa jengkel dan marah, maka Nabi Yunus pergi mengikuti pedagang yang pergi berlayar, ia minta menumpang kepada pedagang itu, pada perjalanan berlayar itu berkatalah beliau kepada para juragan, bahwa beliau akan ikut menumpang, atas permintaan Nabi Yunus itu mereka menjawab satu persatu dengan menyilakan kepada Nabi Yunus, menurut kehendaknya.

10/11/12. Setelah Nabi Yunus masuk dalam perahu segera layar dihentangkan dan kemudian dipasangnya, selama perjalanan di tengah samodra itu terdengarlah riak gelombang air berulang-ulang, sesudah lama mengarungi samudra tiba-tiba tertambatlah perahu itu sejenak, tidak dapat melanjutkan perjalanannya, perahu itu mundurpun tak dapat juga, oleh karena itu para juragan sedih hatinya, setelah itu juragan berpikir berhentinya perahu itu karena ada salah satu kawannya yang melarikan diri, salah satu di antaranya mereka mengerti dan memperhitungkan sebab-sebab apa perahu mereka menjadi terlambat, memang ada di antara penumpang perahu itu seorang yang sedang lari dari Tuhannya. Nahkoda dan teman­ temannya berkata bahwa mereka bukanlah orang yang lari dari Tuhannya, maka para juragan berpendapat agar diadakan undian dari mereka yang ikut menumpang perahu tersebut.

13. Barisi sampai 6 (hilang) setelah diadakan pembicaraan secukupnya, segeralah mereka berkata, di antara mereka ada yang pandai memperhitungkan dan dengan mempergunakan sesaji.

14/15. Setelah sampai pada undian untuk mencapai siapa di antara penumpang perahu itu yang melarikan diri dari Allah dan mereka berjanji akan dibuang apabila terbukti demikian, dari para juragan dalam perahu segera mengambil satu persatu undian tersebut dan kenyataan mereka tidak didapatkan satu simpulpun, kecuali Nabi Yunus, setelah sampai pada giliran Nabi Yunus mengambil undian itu temyata beliau mendapat simpul, simpul ini memang merupakan pertanda yang berasal dari Hyang Agung, kemudian karena Nabi Yunus terbukti terdapat ciri simpul, maka para juragan bersepakat untuk membuang ke laut. Nabi Yunus pun tidak berdaya apa-apa dan dibuang di tengah-tengah lautan, kemudian dimakan oleh ikan.

16. Selama tiga hari tiga malam Nabi Yunus berada didalam perut ikan, akhimya Nabi Yunus hanya satu hari lamanya berada dalam perut ikan di tengah lautan itu, ada juga sebagian dari mereka berkata, bahwa Nabi Yunus itu berada dalam perut ikan selama tiga hari tiga malam.

17/18/19. Ada sebagian mengatakan bahwa Nabi Yunus dimakan ikan selama tujuh hari tujuh malam, merekapun ada yang mengatakan bahwa Nabi Yunus berada didalam perut ikan selama empat puluh hari dan empat puluh malam lamanya, oleh karenanya Nabi Yunus segera membaca laillaha illaha anta dan subkanaka innkuntu minaldholimin, lafal ini mempunyai makna tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan Allah itu maha suci, mereka mengeluh ada seorang umat yang licik terhadap Tuhan sehingga menyebabkan kesengsaraan mereka. la meninggalkan tempatnya dan tidak mendapat izin dari Tuhan, meskipun kepergian mereka telah mendapat izin, tetapi akhimya mereka merasa sengsara, untuk itu Nabi Yunus pun bertobat kepada Allah agar mendapat perlindungan dikeluarkan dari dalam perut ikan dan berharap agar dapat dinaikkan dari tengah-tengah samodra.

20. Hanyalah Tuhan yang maha adil, dan maha kuasa yang dapat menolongnya, setelah itu ikan pun menepi ke pinggir lautan dan karena kehendak Tuhan Nabi Yunus disemburkan dengan keras keluar dari perut ikan dan jatuh di pasir dengan memegang undian.

21/22/23. Undian di tangan tertancap di pesisir tumbuh jadi tumbuhan yang lebat yang berdaun lebar, maka Nabi Yunus dapat meneduhkan badannya dari sengatan terik matahari, kemudian datanglah seekor kijang, setelah kijang tersebut melihat Nabi Yunus merasa iba hatinya, kijang tersebut kemudian memberi minum kepada Nabi Yunus di waktu siang maupun sore hari, menurut Nabi Yunus karena minum itu badannya tidak lesu lagi, kekuatannya kembali seperti semula, sebelum meninggalkan kerajaan, ada lagi sebagian dari tilania berkata, bahwa yang dikatakan kijang itu sebenamya seekor badak, memang dikatakan bahwa sama-sama tetapi lain artinya, adapun kijang disebutnya juga wakdantun, sedang warak disebutnya waknikdatun, adapun mujijat Nabi Yunus ialah adanya kijang yang berkata dan undian yang menyebabkan dapat melindungi badannya dan dapat menolak panas.

24/25. Menurut kehendak Yang Maha Kuasa, maka disebut mukjijat yang punya kelebihan dan juga dapat mencelakakan itu karena adanya undian, adapun kayu yang rimbun menunjukkan Nabi Yunus seorang diri yang memberi gambaran kerajaan yang ditinggalkan pergi, atas pertolongan dengan orang-orangnya masuk Islam sehingga berakibat Nabi Yunus dapat kembali lagi ke kerajaan di binesawo, adapun Nabi Yunus tinggal di kerajaan binesawo seratus dua puluh ribu tahun lamanya.

26. Ada lagi sebagian pendeta berkata bahwa tidak hanya seratus dua ribu tahun lamanya, tetapi seratus tiga ribu tahun, sebagian lagi mengatakan lebihnya tujuh ribu dari seratus ribu bulan, ada juga yang berkata seratus tujuh puluh ribu tahun lamanya.

27. Nabi Yunus masih diberi kekuatan sehingga pada waktu asar beliau mengadakan sembahyang, setelah beliau bersembahyang empat rekaat, maka pada saat rekaat pertama Nabi Yunus terhindar dari segala kegelapan dan juga hilang gelombang lautan, oleh karena itu Nabi  Yunus bersyukur kepada Tuhan.

28. Pada rekaat yang kedua Nabi Yunus syukur karena telah terhindar dari kegelapaan adanya air laut, rekaat yang ketiga Nabi bersyukur karena gelap malam itu telah hilang, pada rekaat keempat beliau bersyukur juga karena telah terhindar dari keadaan gelap selama berada di dalam perut ikan, itulah sebabnya Nabi Yunus bersyukur kepada Yang Maha Kuasa.

29/30. Nabi Yunus terhindar dari segala kesusahan itu bertepatan pula dengan datangya sholat asar, oleh karena itulah ia selalu bersyukur kepada Tuhan yang maha murah, ada juga ceritera yang berhubungan dengan adanya rekaat di waktu magrib yang jumlahnya ada tiga kali ialah dimiliki oleh Nabi lsa, beliau adalah putera Dewi Mariyam yang di lahirkan di tempat baginda lmran, oleh orang­ orang kafir beliau disebut Tuhan, demikian juga lbunya Dewi Maryam juga disebut Tuhan, keduanya disebut Tuhan di samping Tuhan Yang Maha Esa sendiri.

31/32/33. Semua kafir nasrani mengatakan Nabi Isa Tuhan, kemudian ia bertobat kepada Hyang Widdhi dan melakukan sembahyang tiga rekaat pada waktu mahgrib dengan penuh kekusukan, pada rekaat pertama lsa mengaku beliau bukanlah Tuhan, pada rekaat yang kedua juga mengaku bahwa ibunya bukanlah Tuhan, sedang rekaat yang ketiga adalah Tuhan diakui Yang Maha Suci. Tuhan benar-benar maha suci yang tidak berputera, tidak punya isteri tidak seperti katanya orang-orang kafir nasrani, bahwa lsa disebut putera dari Hyang Suksma. demikian juga ibunya yang bemama maryam bukanlah isteri Tuhan. lni merupakan anggapan yang keliru dari orang-orang kafir nasrani, dengan anggapan itulah Nabi lsa makin takut kepada Allah dan bertobat dengan melakukan sembahyang tiga rekaat pada waktu mahgrib, dengan ceritera inilah maka Tuhan menetapkan kewajiban sholat bagi manusia pada waktu mahgrib sebanyak tiga rekaat.

34/35. Adapun tentang sholat Isa dimiliki oleh kangjang Nabi Musa, hal ini bertolak dari saat Nabi Musa hendak ke kerajaan mesir dengan isterinya dan anaknya, kangjeng Nabi Sueb, beliau di dalam pealanan itu tersesat di tengah lautan dan tidak mengetahui ke arah mana harus berjalan, kemudian Nabi Musa mendapat pertunjuk dari Tuhan suatu jalan yang sampai ke mesir. Tuhan melindungi dan menyelamatkan pealanan Nabi Musa sejak mendapat kesulitan sampai beliau bertemu dengan isterinya dan juga dengan saudaranya bemama Nabi Harun.

36. Nabi Harun saat itu bertempat tinggal di mesir, tugas kehadirannya ke mesir dari bani lsrail karena diperintahkan oleh Tuhan agar menghancurkan raja Firaun di mesir dengan segenap bala tentaranya yang memerintah mesir dengan kejamnya. Nabi Musa memerangi Firaun di kerajaan mesir, sampai Firaun mati tenggelam dalam laut dan hilang tidak berbekas lagi.

37. Sebelum itu Musa telah mendengar dari perintah Tuhan bahwa beliau akan menang dalam perangnya, perintah itu diterima Musa pada saat datang lsa. Musa mendapat petunjuk dari madiyan di gunung tursina bahwa Nabi Sueb telah memberi izin kepada Musa.

38. Setelah Nabi Musa mendengar perintah dari Tuhan, maka dengan cepat-cepat dengan tidak berkata-kata beliau mengerjakan sholat, yang kemudian disebuat sholat lsak.

39/40. Adapun pada rekaat pertama data beliau mengadakan sholat Isak itu bersyukur pada Tuhan, karena telah bertemu dengan isterinya, rekaat yang kedua musa bersyukur kepada Tuhan karena dipertemukan dengan Nabi Harun,  rekaat ketiga Nabi Musa bersyukur karena beliau menang melawan raja Firaun, sedang rekaat yang keempat Musa bersukur karena senang hati nya mendapat perlindungan dari Tuhan. ltulah asal mulanya sholat Isak yang di lakukan oleh Nabi Musa.

 PUPUH11 
KINANTHI

01. Ada lagi suatu ceritera tentang asal mula adanya kotbah jum’at, bersabdalah kangjeng rasul : “hai para manusia carilah ilmu dari Allah yang maha mulia dengan empat hal.

02. Manusia diperintahkan agar tidak bermalas-malas, mengaji, murah dengan orang Islam baik laki-laki maupun perempuan dan juga tidak boleh takabur dengan sesama dengan orang mukmin, merendahkan diri kepada kangjeng Nabi.

03. Hal yang keempat cara mendapat ilmu harus dengan sungguh-sungguh mengucapkan lafal dan jangan sampai berhenti-hentinya.

04. Orang yang lapar merupakan pertanda bahwa mereka hatinya resah, untuk mendapat kejemihan hati itu diperintahkan oleh Tuhan agar semua mukmin setelah subuh tidak tidur sehingga hatinya menjadi kuat.

05. Juga diperintahkan agar tidak bertiduran setelah sholat asar, tetapi supaya menyempitkan akal, sebaliknya diperintahkan supaya segenap mukmin segera tidur setelah sholat lsak agar dapat bertambah sehat akalnya.

06. Bersabda pula kangjeng Nabi, supaya orang jangan kebanyakan makan, karena itu akan mengeraskan hati, hingga mata hati jadi gelap, kalau mengurangi makan orang akan terang mata hatinya.

07. Kangieng Nabi bersabda agar tidak menulis waktu hari telah malam sebab akan membuat orang pelupa, demikian juga dalam hal belajar mengaji.

08. Bilamana belajar yang belum diketahui, i lmu tersebut akan mudah hilang dari ingatannya, lebih baik mengulangi ilmu yang sudah diketahui agar tidak lupa, dengan demikian ilmu yang dicari tidak mudah hilang.

09/10/11/12. Sebagaimana disebut dalam hadist taksirah agar tidak menulis setelah asar karena menyebabkan sakit pada mata, sebaliknya saat itu supaya diperbanyak berdikir dan berdoa kepada Tuhan, kangjeng rasul bersabda : “siapa yang banyak salahnya akan hidup sengsara dan merana baik di dunia dan di akherat, orang yang hanya diani raja dan tidak ingat kepada Tuhan itu disebutnya setan, dalam kitab Al-Qur’an surat rabinas setan yang menyusup dalam hati manusia akan segera meninggalkan orang itu apabila sedang dibacakan dikir, dengan bacaan itu iblis cepat-cepat pergi, sebagai diceriterakan dalam kitab Juwahir bahwa iblis akan berlari dari anak cucuAadam masuk dalam badan seperti jalannya darah.

13. Ada kabar yang lain, manusia yang suka tidur, badannya tampak lesu, hatinya jelas kelihatan dan mudah dimasuki iblis hatinya, maka agar jangan suka tidur.

14/15. Dalam kitab Juwahir disebutkan, apabila orang terlalu kenyang setan pun mudah masuk dalam hati orang kenyang perutnya, sebaliknya apabila orang yang perutnya lapar, badannya tampak ramping setan tak dapat masuk ke dalamnya. Nabi bersabda, bahwa orang yang lapar waktu di dunia sebenarnya merupakan aural bakti kepada Tuhan.

16/17. Dalam kitab Juwahir disebut pula, bahwa orang yang lapar dan banyak bakti kepada Tuhan badannya menjadi lincah, menurut sabda Nabi sebagaimana disebut dalam kita mustahal orang yang serba baik dalam yang selalu beramal ditujukan kepada Tuhan, demikian juga baik dalam berpakaian tidak memalukan lafalnya, orang itu akan dikasihi oleh Tuhan dan dikabulkan segala keinginannya.

18/19/20. Wajib menjalankan sembahyang ada empat golongan : pertama, orang Islam, kedua orang yang Islam itu dewasa, ketiga wajib bagi orang yang berakal, keempat wanita yang telah Islam, dewasa, telah suci dari hait, merupakan kewajiban mengganti sholatnya bagi wanita yang sedang hait, bila telah dalam keadaan suci wajib perempuan tersebut menjalankan sholat, sahnya sholat antara lain dalam melakukan-nya perlu memahami ketentuan-ketentuannya.

21/22. Dalam kitab sitin disebutkan kewajiban sholat baik laki­-laki maupun perempuan yang telah baliq yang semula ada delapan be as menjadi dua ratus empat puluh empat.

23/24/25. Bagi mereka yang telah berumur 9 tahun tampak telah baliq, bila mereka telah keluar mani baik laki-laki maupun perempuan sesuatu pertanda mereka sampai pada kedewasaannya, mengenai hal tersebut dari dirinya keluar warna putih, lembut dan kering seperti tepung, lamun sira iku nora weruh ya sira tutura yen durung wruh satuhune, aja nyana sireku, abecike teka tireki bila anda ditanya dan anda tidak tahu, janganlah anda merasa mengerti, seyogyanya berterus terang bahwa sesungguhnya anda belum mengerti, sebaiknya anda berketetapan hati, bahwa jika anda menganggap baik sesuatu yang tiada melalui empat jalan, melalui dalil, hadis rasul, kiyas dan ijemak, anda akan menjadi kafir.



SULUK MULANG NGELMI


Bismillahirahmanirrahim

Punika Cariyosipun Pandhita Mustakim, Mulang Ngelmi Dhatng Kang Rayi Nama Dewi Sujinah.

Mawi Skar.

PUPUH I
ASMARADANA

1. Ingsun miwiti amuji / anebut namaning Suksma / kang murah ing donya mangke / ingkang asih ing ngakerat / kang pinuji tan pegat / kang rumaksa alam iku / kang asih Nabi Mustapa //

Saya memulai dengan memuji, menyebut namanya Suksma, yang bermurah (hati) saat didunia, (serta) yang menyayangi di akhirat,  tiada putus dalam memuji, kepada yang menjaga alam ini, dan yang menyayangi Nabi Muhammad SAW.

2. Sampune muji Tuhan / amuji Nabi Mukhamat / rasululloh sayktine / kang sinung dening Hyang Suksma / nabi wekasan mulya / jinurung karsa Hyang Agung / kinarya nayakaning rat //

Setelah memuji Tuhan, (lalu) memuji Nabi Muhammad, rasululloh sesungguhnya, telah sesuai dengan Hyang Suksma, Nabi terakhir (yang) mulia, yang dikehendaki oleh Hyang Agung, sebagai pengasuh didunia.

3. Sakabatira jng nabi / sakawan kang sinung rahmat / Abubakar Umar rane / Ngusman lan Ngali Murtala / gagedhuging ngayuda / tan ana wani kang mungsuh / kinarya prajuritira //

Sahabatnya nabi, (ada) empat yang mendapatkan rahmat, Abu Bakar Umar namanya, Usman dan Ali Murtadha, menguasai ilmu peperangan, tidak ada yang berani yang memusuhi, (jika) dijadikan prajuritnya.

4. Sigegen ingkang winarni / anenggih raja pandhita / Mustakim iku arane / langkung bekti ing Pangeran / tetep ngibadahira / asalat kang gangsal wktu / miwah asalat jumungah //

Dihentikan sementara yang diceritakan, yaitu raja Pandita, Mustakim itu namanya, lebih berbakti pada Pangeran, tetap ibadahnya, sholat yang lima waktu serta sholat jum’at.

5. Kang garwa ayu linuwih / parab Retna Sujinah / langkung bakti ing lakine / amrih kacangking ing priya / dunya prapteng ngakerat / wanodya wajib tiniru / iku kang aran wanita //

Dan istrinya sangat cantik sekali, bernama Retna Sujinah, sangat berbakti kepada suaminya, supaya dapat mengikuti suami, didunia sampai akhirat, (itulah) wanita yang wajib dicontoh, itu yang dinamakan wanita. 

6. Kang garwa umatur aris / aneng sajroning papreman / paduka krama mring ingong / lah inggih kadi punapa / kawula jarwanana / sapatmon lawan ulun / ing pundi gening panggiha //

Istrinya berkata dengan lembut, pada saat berada di tempat tidur, Tuan menikah dengan saya, sebenarnya seperti apakah, mohon saya dikasih tahu, ketika berjumpa dengan saya, dimanakah tepat kita berjumpa.

7. Inggih lamun tuan panggih / punapa kang tuan aras / lawan kang dinulu mangke / kang tuan cepeng punapa / mila kula atanya / wong lanang panutan ingsun / kula anggguru tuan //

Ya jika tuan berjumpa, apakah yang tuan cium, dan yang dilihat nanti, serta yang tuan pegang apa, maka saya bertanya, seorang laki-laki yang menjadi panutan saya, saya berguru kepada tuan.

8. Mojar Pandhita Mustakim / kang sun cekel ananira / sihira sun dulu mangke / datira kang sun tingalana / lawan sipat kang mulya / suksmane sun aras iku / pinanggih ing rahmatullah //

Berkata Pandita Mustakim, yang saya pegang (adalah) adanya dirimu, kasih sayangmu yang saya lihat nanti, dzatmu yang saya perhatikan, serta sifat yang mulia, suksmanya yang saya cium, berjumpa didalam rahmatullah.

9. Lawan kang sun grayang yayi / kanyataan rasa tunggal / lawan ingsun iku mangke / panggih siphat tri prakara / kalawan wujut tunggal / nora loro ingkang wujud / iya jati kang wasesa //

Serta yang saya pegang adinda, kenyataannya rasa tunggal, dan saya nanti, bertemu sifat 3 (tiga) macam, dengan wujud tunggal, tiada dua wujudnya, yaitu sesungguhnya berkuasa.

10. Dewi Sujinah nauri / inggih leres guru amba / mung paduka guruning ngong / kawula nuwun tuduhna / prenatane tiyang salat / mila kawula umatur / sampurnaa kadi tuan //

Dewi Sujinah menjawab, ya benar tuan guru, hanya tuan guru saya, saya mohon dijelaskan, rukunnya orang sholat, maka saya berkata, sempurnalah seperti tuan.

11. Mojar Pandhita Mustakim / yayi prenatane salat / limang prakara kathahe / iku sajatine tekat / angadeg lungguh ika / arukuk lawan sujud / aniyat lawan sampurna //

Berkata Pandita Mustakim, adinda rukunnya sholat, lima macam jumlahnya, itu sebenarnya tekad, berdiri duduk itu, rukuk dengan sujud, berniyatlah dengan sempurna.

12. Alon ature kang rayi / pundi sajatine niyat / raja pandhita wuwuse / yayi sajatine salat / kang niyat langgeng ika / Retna Sujinah umatur / tegese ngadeg punika //

Pelan ucapnya sang adinda, manakah sebenarnya niyat, raja pandita ucapnya, adinda sesungguhnya sholat, dan niyat yang kekal itu, Dewi Sujinah berkata, artinya berdiri itu.

13. Angadeg asale api / dudu api kena pjah / dudu api kang ginawe / dudu api kena rusak / dudu api naraka / sajatine api iku / aksara alip kang mulya //

Berdiri berasal dari api, bukan api yang dapat mati, bukan api yang dibuat, bukan api yang bisa rusak, bukan api neraka, sesunggunhnya api itu, aksara alif yang mulia.

14. Alip tegese ngaurip / uripe tan kena pejah / iku cahya sajatine / apadhang aran sirullah / yayi pamejang ingwang / kang garwa nungkmi suku / inggih leres guru amba //

Alif artinya hidup, hidup yang tidak terkena mati, itulah cahaya sesungguhnya, sangat terang disebut sirullah, adinda itu nasehat saya, istrinya bersujud di kaki, ya benar guru hamba.

15. Wonten atur amba malih / tegese rukuk punika / raja pandhita wuwuse / yayi manira miyarsa / tegese rukuk ika / amung sira rabiningsun / prayoga ingsun wejanga //

Hamba ada pertanyaan lagi, maksudnya rukuk itu, raja pandita ucapnya, adinda saya memang mengetahui, hanya kamu istriku, lebih baik saya beri nasehat.

16. Kang rukuk asale angin / dudu angin sangking wiyat / dudu angin pejah mangke / dudu angin ngrusak omah / dudu angin punika / dudu angin barat lesus / pan dudu angin prahara //

Dan rukuk itu berasal dari angin, bukan angin yang berasal dari udara, bukan angin yang nanti bisa mati, bukan angin yang bisa merusak rumah, bukan angin itu, bukan angin badai dan topan, dan bukan angin malapetaka.

17. Dudu angin angatisi / dudu angin sangking arga / kang ngrebahaken kekayon / dudu angin mengkonoa / jatine angin mulya / nora kendhat siyang dalu / yen owah rusak jagatnya //

Bukan angin yang mendinginkan, bukan angin dari gunung, yang merobohkan tumbuh-tumbuhan, bukan angin yang seperti itu, sesungguhnya angin yang mulia, tiada putus siyang dan malam, jika berubah rusak jagadnya.

18. Kang pinuji rina wngi / iku angin kang sampurna / lir toya mili lampahe / nora pegat sanalika / jatine angin napas / iku yayi Suksma luhur / ingkang masesa ing jagat //

Yang dipuji siang dan malam, itu adalah angin yang sempurna, ibarat air yang mengalir jalannya, tidak putus seketika, sebenarnya angin nafas, itu adinda yang disebut Suksma luhur, yang berkuasa di dunia.

19. Iku tetaline urip / kathahe patang prakara / napas kang rumiyin mangke / ampas kaping kalihira / kaping tiga tanapas / kaping sekawane nupus / ingkang ijo iku napas //

Itu merupakan talinya hidup, jumlahny 4 (empat) macam, yang pertama nafas, anfas yang kedua, yang ketiga tanapas, yang keempat nufus, yang berwarna hijau itu napas.

20. Pujine napas puniki / robani robani ika / ilalloh ampas pujine / nenggih tanapas  punika / laillaha illollah / pujine nupus riningsun / ya hualloh kang sampurna //

Pujinya nafas itu, robani robani itu, ilallah pujinya anfas, lalu tanafas itu, laillaha illallah, pujinya nufus adalah, ya hu allah yang sempurna.

21. Kaya ngapa sira yayi / yaiku pamanggih ingwang / Retna Sujinah ature / inggih leres guru amba / wonten atur kawula / dika wejang wong asujud / raja pandhita ngandika //

Seperti apakah kamu adinda, yaitu pendapat saya, Dewi Sujinah ucapnya, ya benar guru hamba, ada perkataan saya, berilah tuan nasehat tentang orang bersujud, raja pandita berkata.

22. Kang sujud asale warih / dudu warih agung asat / dudu we bengawan lepen / dudu toya kna rusak / dudu toya samodra / dudu banyu sumbr sumur / pan dudu toyaning rawa //

Sujud itu berasal dari air, tetapi bukan air besar yang dapat kering, bukan dari sungai, bukan air yang dapat rusak, bukan air samudra, bukan air didalam sumur, dan bukan air yang dirawa-rawa.

23. Dudu banyu owah gingsir / dudu banyu sangking jawah / sayktine banyu mangke / abiru wau warnanya / tegese banyu ika / nora buthek nora surut / siyang dalu datan samar //

Bukan air yang bisa berubah-ubah, buka air yang berasal dari hujan, sesungguhnya air itu, yang berwarna biru, artinya air itu, tidak keruh dan tidak berkurang, siang malam tidak samar.

24. Sajatine warih yayi / annggih patang prakara / wadi kang rumiyin mangke / madi kaping kalihira / cinatur kaping tiga / iya mani aranipun / maningkem kaping sekawan //

Sesungguhnya air adinda, yaitu empat macam, wadi yang pertama, madi yang kedua, yang ketiga adalah, mani sebutannya, manikem yang keempat.

25. Kaya ngapa ta sira yayi / iku pamanggih manira / Dewi Sujinah ature / inggih leres guru amba / sangking wejang paduka / kadospundi yen alungguh / raja pandhita ngandika //

Seperti itulah adinda, itu pendapat saya, Dewi Sujinah ucapnya, ya benar guru hamba, dari semua nasehat paduka, seperti apakah jika duduk, Raja Pandhita berkata.

26. Kang lungguh asale bumi / dudu bumi kena gempal / dudu bumi brangkal mangke / lan dudu bumi ing donya / dudu bumi tegalan / dudu bumi sangking gunung / dudu bumi kena rusak //

Dan duduk berasal dari tanah/bumi, bukan tanah/bumi yang dapat longsor, bukan tanah/bumi yang berbatuan, dan bukan tanah/bumi yang ada dinunia, bukan tanah/bumi sawah, bukan tanah/bumi yang berasal dari gunung, bukan tanah/bumi yang dapat rusak.

27. Yayi ingkang ingsun panggih / sajatine bumi ika / jisim nakirah arane / iku bumi nyawa suksma / sajatine iku jagat / iya yayi bumi luhung / kang amot syarga naraka //

Adinda yang saya ketahui, sebenarnya bumi itu, jisim nakirah namanya, itu bumi nyawa atau suksma, sebenarnya itu jagad, yaitu adinda bumi yang mulia, yang memuat surga dan neraka.

28. Paran karsanira yayi / iku pamejang manira / kang garwa nembah turnya lon / pan sarwi nungkmi pada / leres pamejang tuan / amung tuan guru ulun / ing dunya prapteng ngakerat //

Semua kembali pada kehandak adinda, itulah nasehat saya, istrinya menghormat sambil berkata pelan, dan sambil menyembah kakinya, benar nasihat tuan, hannya tuan guru saya, didunia sampai akhirat.

29. Yayi murat ingsun malih / sajatine ati iya / roh ilapi sayktine / ratune nyawa sedaya / wenang aran datulah / langgeng pamisesanipun / iku tersandhaning Allah //

Adinda maksud saya selanjutnya, sebenarnya hati yaitu, ruh ilafi yang sesungguhnya, rajanya nyawa semua, berhak disebut dzatullah, langgeng kekuasaannya, itulah tanda atau bukti kekuasaannya Allah.

30. Yayi tersandhaning angin / rokhani kang ngadeg karya / ingkang muwuhi anane / kang sinung rasa surasa / pan ingaran sirullah / ananira iku wimbuh / tersandhane rasulullah //

Adinda berdasarkan bukti pada angin, rukhani yang bekerja, yang melengkapi adanya, yang berjodoh makna rasa, yaitu yang disebut sirullah, adanya itu dapat menambah, bukti adanya rasulullah.

31. Sajatine warih yayi / iya roh robani ika / kang nganggo purbane mangke / roh kang luwih sampurna / ingkang mundhi ing rasa / kang nugraha purbana gung / wnang ingaran sirullah //

Sebenarnya air adinda, yaitu ruh rabani, yang memakai kekuasaannya, yaitu ruh yang lebih sempurna, yang mendapatkan perintah dari rasa, yaitu karunia kekuasaan yang besar, berhak disebut sirullah.

32. Sajatine  bumi yayi / iya roh jasmani ingkang / apan kawimbuhan mangke / kang aran hidayatulah / kang datanpa gatranya / kang misesa marang ingsun / ingaranan wujudolah //

Sebenarnya tanah/bumi adinda, yaitu ruh jasmani yang, apabila mendapatpatkan kelebihan nantinya, disebut hidayatullah, yang tidak berbentuk atau berwujud, yang berkuasa pada diri saya, disebut wujudullah.

33. Murade kang asal api / uripe iku pan sadrah / kang asal api mangke / uriping napsu punika / mung ingkang asal toya / uripe mangke kadulu / langgeng ing paningalira //

Maksudnya yang berasal dari api, hidupnya pasrah, yang berasal dari api, itu hidupnya nafsu, sedangkan yang berasal dari api, hidupnya nanti terlihat langgeng/abadi pada pengelihatannya.

34. Murade kang asal bumi / mesthi uripipun rasa / lan murade iku mangke / kang asal api punika / makmur mangke ing dunya / lir kumala cahyanipun / medal ati putih ika //

Maksudnya yang berasal dari tanah/bumi, pasti hidupnya rasa, dan maksudnya itu, yang berasal dari api itu, sejahtera nantinya didunia, ibarat emas cahayanya, yang keluar dari hati yang bersih.

35. Ingkang ttingalireki / kang asal angin punika / sedarahe rabe mangke / cahyane mancur gumilang / kadya wulan purnama / metu sangking ati dadu / puniku dipun waspada //

Yang terlihat pada penglihatanmu, yang berasal dari angin itu, semua keturunannya nanti, cahayanya bersinar terang, seperti bulan purnama, yang keluar dari hati merah muda, itu harus diwaspadai.

36. Ingkang asal sangking warih / pasthi uripe lan iman / ati puat ing margane / ijo warnane punika / kang asal bumi iya / imane reke puniku / yayi datollah namanya //

Yang berasal dari air, pasti hidupnya dengan iman, hati puat merupakan jalannya, hijau warnannya, yang berasal dari bumi yaitu, imannya dirimu itu, adinda dzatullah namanya.

37. Pan endah warnanireki / lir damar murup warnanya / ing ati putih margane / murade ati punika / langgeng tan kena owah /cahyane uripe iku / kadi ingaran cinlautan //

Sangat indah warnanya, ibarat warna lampu yang menyala, didalam hati yang bersih asalnya, maksudnya hati itu, langgeng/abadi tidak boleh berubah, cahaya hidupnya, bia disebut cinlautan.

38. Murade kang asal angin / tingal madhep ing sirollah / pan kadya lintang cahyane / gumilang-gilang apadhang / kadi sasi purnama / murade kang asal banyu / madhep marang rasa mulya //

Maksudnya yang berasal dari angin, penglihatan menghadap pada sirullah, dan seperti bintang cahayanya, bercahaya sangat terang, seperti bulan purnama, maksudnya yang berasal dari air, menghadap pada rasa mulia.

39. Datan kena owah gingsir / kang cahya kadi hernawa / ingkang asal api mangke / ngaturaken ingkang cahya / nurani ingkang nama / kang asal banyu puniku / burhana kang katur ika //

Tidak boleh berubah-ubah, dan sinarnya seperti hati yang lapang, yang berasal dari api, yang memberikan cahaya, nurani namanya, yang berasal dari air itu, burhana yang diberikan.

40. Ana muradipun malih / annggih patang prakara / wujude kang api mangke / ingkang angin wada rupa / manubari ping kalihnya / dadi adg kaping telu / kaping sekawane dat //

Ada maksudnya lagi, yaitu ada empat perkara, wujudnya api, dan angin wada rupa, manubari yang kedua, menjadi tegak/berdiri yang ketiga, dan yang keempat dzat.

41. Anenggih murade angin / limang prakara kathahnya / asma lawan apngale / jinem ta lawan lalimpa / annggih kaping lima / ing puat dununge iku / yktine rasa sekawan //

Yaitu maksudnya angin, lima hal macamnya, asma dan af’al, jinem (tempat) serta limpa, sedangkan yang kelima, di puat tempatnya, sesungguhnya empat macam rasa.

42. Ana muradipun malih / annggih patang prakara / kang asal bumi wujude / kang ana kelawan siphat / dadi bebalung ika / tegese kaanan iku / ingkang amadhep ing keblat //

Ada maksudnya lagi, yaitu empat hal, yang berasal dari bumi wujudnya, yang berasal dari bumi, yang adanya dengan sifat, menjadi tulang, artinya keadaan itu, yang menghadap kearah keblat.

43. Dhadha tanapi ing gigir / tangan klawan sukunya / lambung kiwa lan tengene / irung lawan kupingira / tutuk kalawan  sirah / sakathahe kena lebur / yaiku aran kaanan //

Dada atau di punggung/pinggir, tangan dengan kakinya, labung kiri dan lambung kanannya, hidung dengan telinganmu, mulut dengan kepala, semuanya dapat hancur, yaitu disebut keadaan.

44. Sira kawruhana malih / yayi ana wartaningwang / kang ingaran salat mangke / arang kang anglakonana / satus tan ana satunggal / sewu tan ana tatelu / aran salat awor ika //

Kamu ketahui lagi, adinda ada kabar/berita yang saya ketahui, yang disebut sholat sekarang ini, jarang yang melaksanakan, seratus, satupun tidak ada, seribu, tiga pun  tidak ada, disebut sholat yang telah bersatu.

45. Awore tingkah puniki / sadat tininggal ing polah / takbir usali namane / lan ngawruhana ta sira / satuhune kang salat / salat daim aranipun / yen tan wruh gurokna //

Bersatunya tingkah laku itu, shahadat terlihat pada prilaku, takbir usoli namanya, dan ketahuilah kamu, sesungguhnya sholat, sholat daim namanya, bila tidak mengetahui tanyakanlah pada ahlinya (bergurulah).

46. Aja ningali kang wajib / lampahna kang rumksa / waktu lalima kathahe / iku panggawene Suksma / nyatane rasululah / iya salat limang waktu / iku margane sinihan //

Jangan melihat yang wajib, lakukanlah yang menjaga, lima waktu jumlahnya, itu perbuatannya suksma, kenyataannya rasulullah, yaitu sholat lima waktu, itulah jalannya dikasihi.

47. Kasrah mring nabi sinelir / milane kinen asalat / anglairaken wektune / pepak panggaotanira / sangking waktu lalima / asta kalih lawan suku / waktu luhur gone nyata //

Diserahkan kepada Nabi terpilih, maka diperintah sholat, serta mengucapkan pada saat waktunya, lengkap dengan perbuatannya, dari kelima waktu, kedua tangan serta kaki, waktu zhuhur nyata tempanya.

48. Patang rekaat puniki / asta kalih lawan muka / lawan pupu karo mangke / anenggih waktu ngasar / inggih patang rekaat / gigir lawan dhadha iku / lambung tengen lawan kiwa //

Empat rekaat itu, dua tangan serta muka (wajah), serta kedua pahanya, yaitu waktu ashar, yaitu empat rekaat, punggung serta dada, lambung kanan dan kiri.

49. Kaping tiga waktu mahrib / tigang rekaat asalat / iya datulah tandhane / grana kalih lawan muka / waktu ngisa punika / sekawan rekaatipun / pandulu miwah pamyarsa //

Yang ketiga maghrib, tiga rekaat sholatnya, dzatullah tandanya, dua lubang hidung serta muka/wajah, waktu Isya itu, empat rekaatnya, penglihatan/mata serta pendengaran (telinga).

50. Ing sarira nabi singgih / waktu subuh rong rkaat / punika iya anane / ing roh kelawan jasat / milane asembahyang / waktu lalima puniku / pan dumunung ing sarira //

Didalam diri nabi sesungguhnya, waktu subuh dua rekaat, yaitu adanya, didalam roh dan jasad, maka bersebahyanglah, lima waktu, itu terletak didalam diri sendiri.

51. Nyatane nabi kekasih / salat limang waktu ika / pan rumeksa ing umate / anganut marang sarengat / madhep marang ing keblat / anglampahi limang waktu / yaiku lampah kang mulya //

Kenyataanya pada Nabi yang terkasih, sholat lima waktu, dijaga oleh umatnya, yang menganut pada syareat, menghadap kearah keblat, menjalankan lima waktu, yaitu jalan yang mulia.

52. Kang garwa sinambut aglis / kang aran Retna Sujinah / pandhita rahmat wuwuse / amung sira rabiningwang / donya tekeng ngakerat / pasthi sira garwaningsun / prayoga ingsun wejanga //

Istrinya segera disambut, yang bernama Retna Sujinah, pandita Rahmat ucapnya, hanya kamu istriku, dunia sampai akhirat, pasti kamu tetap istriku, sebaiknya saya nasihati.

53. Lamun sira anglampahi / yayi pamejang manira / manggih sawarga ing tembe / kalamun aneng naraka / ingsun kang ngentasna / sakathahe wulang ingsun / yaiku lampah mertobat //

Jika kamu menjalankan, adinda nasehatku, akan mendapatkan surga akhirnya, jika kamu di neraka, saya yang akan mengambilmu, semua ajaran saya, yaitu menjalani taubat.

54. Sagunge kang amiyarsi / sanak-sanak sun sedaya / den sami anggraitane / tuture janma utama / aja watak sembrana / pawarta puniku luhung / pilih ingkang ngawruhana //

Semua yang melihat, sanak saudaraku semua, jika tidak mengetahui, maka harus berfikirlah, ucapnya manusia utama,, jangan bertabiat ceroboh, kabar itu baik, tapi pilih yang kamu telah mengetahui.

55. Ana wangsite Tuhan / kang ahlul nglampahi salat / yen tan wruh sajatine / sembahyang tanpa gawea / angur padha turua / yen tan wruh jatinipun / padha sira rungokna //

Ada isyaratnya Tuhan, yang ahli menjalankan sholat, jika tidak mengetahui sebenarnya, sembahyang tanpa hasil, lebih baik tidur saja, jika tidak mengetahui sesungguhnya, kamu dengarkanlah.

56. Yen sira ayun ngabkti / angimana ing pawarta / pawarta kang kocap kiye / yen sira ayun sampurna / wilangn wragatira / sampurnane niyat iku / angadeg lir guladrawa //

Jika kamu hendak berbakti, mempercayai pada warta tersebut, warta yang telah diceritakan, jika kamu mengetahui secara sempurna, hitunglah biayanya, sempurnanya niyat itu, berdiri ibarat dhandhanggula.

PUPUH II
DHANDHANGGULA

1. Yen sira wus iktidal puniki / kawruhana waktu kang lalima / ing pundi wau prenahe / waktu luhur puniku / pundi reke ing prenahneki / miwah ing waktu ngasar / pundi nyatanipun / miwah waktu mahrib ika / waktu ngisa lan subuhe iku yayi / ing pundi gene nyata //

Jika kamu sudah iktidal, ketahuilah kelima waktu tersebut, dimanakah tadi tempatnya, waktu zhuhur itu, dimanakah tempat dan letaknya, serta diwaktu asyar, mana kenyataanya, serta di waktu maghrib, waktu isya dan shubuh itu adinda, dimanakah tempat untuk menyatakan.

2. Yen tan wruha sembahyang kang yekti / tanpa gawe angur aturua / tiwas kangelan badane / lan sira mangke iku / kawruhana dipun sayekti / iku jatine sembah / iya nyatanipun / aja katungkul sembahyang / jengkang-jengking kadya janma nginjen jangkrik / tan wruh dunungira //

Jika tidak mengetahui sembahyang yang sesungguhnya, tidak ada gunanya lebih baik tidur, daripada menyengsarakan badan, dan kamu nantinya, harus mengetahui yang sesungguhnya, itu sejatinya sembah, iya kenyataannya, jangan lengah dalam sembahyang, naik turun seperti orang yang mencari jangkrik, tidak mengetahui tempatnya.

3. Sucenira agama puniki / den wuninga wilangane raga / kang manjing limang waktune / waktu luhur puniku / rekaate kawan prakawis / iya alis makripat / iku dunungipun / dene kang darbeni iya / Nabi Brahim malaekate Jabarail / sekabat Abubakar //

Sucinya agama itu, ketahuilah hitungannya raga, yang masuk kelima waktunya, waktu zhuhur itu, rekaatnya empat perkara, yaitu alis (?) makrifat, itu tempatnya, sedangkan yang mempunyai adalah, Nabi Ibrahim dan Malaekatnya Jibril, serta sahabat Abu Bakar.

4. Waktu ngasar ya kawan prakawis / dunungipun grana lawan karna / Jeng Nabi Usup kang darbe / de malaekatipun / yayi Malaekat Mikail / sekabat Bagendha Umar / iya kang winuwus / dene waktu mahrib ika / apan tiga rekaate iku yayi / cangkem lan suku ika //

Waktu asyar empat rekaat, letaknya pada hidung dan telingan, Nabi Yusuf yang mempunyai, dan malaekatnya, adinda Malaekat Mikail, sahabatnya Baginda Umar, itulah yang terucap, sedangkan waktu maghrib, yaitu tiga rekaat adinda, terletak pada mulut dan kaki.

5. Nabi Ngisa iku kang darbeni / Malaekat Ngijrail kang nyata / Bagendha Ngali sabate / waktu ngisa puniku / rekaate kawan prakawis / dununge aneng asta / kalih lawan suku / kang darbeni Nabi Musa / nenggih yayi malaekate Ngisrapil / sakhabat Bagendha Ngusman //

Nabi Isa yang memiliki, Malaekat Ijroil sesungguhnya, Baginda Ali sahabatnya, sedankan waktu Isya yaitu, rekaatnya empat perkara, terletak pada tangan, -keduanya serta kaki, yang mempunyai Nabi Musa, dan malaekat Isropil adindia, sahabatnya Baginda Usman.

6. Waktu subuh rekaate kalih / panjingipun badan lawan nyawa / Jeng Nabi Adam kang darbe / sakhabatipun Harun / marmanira puniku yayi / ana waktu lalima / duk ing purwanipun / nalika jeng nabi duta / tinimbalan marang Hyang Kang Maha Suci / minggah marang ing sawarga //

Waktu shubuh dua rekaat, letaknya pada badan dan nyawa, Nabi Adam yang memiliki, sahabatnya Harun, itulah awal mulanya dinda, adanya lima waktu, awal mulanya, ketika Rasulullah, dipanggil oleh Hyang Kang Maha Suci, naik ke surga.

7. Sapraptane dinangu mring Tuhan / pan mangkene pandangune Pangeran / lah sira bagea mangke / Mukhamad satekamu / sangking donya prapteng sawargi / apa leh-olehira / sira marang ingsun / jeng nabi duta turira / watahyatu angsal-angsal amba gusti / kaatura ing tuan //

Ketika datAng ditannya oleh Tuhan, seperti ini pertanyaannya Pangeran, apakah kamu selamat, kedatanganmu Muhammad, dari dunia menuju surga, apakah oleh-olehmu, kepada-KU, Kanjeng Nabi jawabnya, watahyatu oleh-oleh hamba Gusti, untuk tuan.

8. Hyang Wasesa nulya amangsuli / ya Mukhamad asalamungalaeka / jeng nabi duta sujude / ping lima gennya sujud / Jabarail anulya angling / marang jeng nabi duta / tuan nabi rasul / wus pinasthi dika tuan / lan saumat limang waktu antpi / wau kalane tuan //

Hyang Wasesa lalu menjawab, ya Muhammad assalamualaeka, Kanjeng Nabi lalu sujud, sebanyak lima kali sujud, Jibril lalu bersabda, kepada Kanjeng Nabi, Tuan Nabi Rasul, sudah ditentukan kamu tuan, dan beserta umatnya menjalankan lima waktu, tadi ketika tuan.

9. Duk dinangu ing Hyang Maha Suci / gupuh tuan sujud kaping lima / puniku tuan mulane / benjang tuan sedarum / malah dhateng ing dina akir / sami anetepana / salat limang waktu / nulya nabi sinugatan / dhedhaharan sawarnine ing sawargi / Jabrail gya angatak //

Ketika ditanya oleh Hyang Maha Suci, tuan sibuk melakukan sujud lima kali, itulah tuan asalnya, nanti tuan semua, sampai saatnya tiba hari akhir (kiamat), sama-sama menjalani, sholat lima waktu, lalu Nabi di jamu, bermacam-mancam makanan surga, Jibril segara memberitahu.

10. Nedha tuan dhinahara nuli / pasihane Gusti Maha Mulya / jeng nabi adhahar age / nulya dhinahar sampun / Jabarail angatak malih / nedha tuan telasna / suguhe Hyang Agung / jeng nabi rasul saurnya / sampun tuwuk kisanak gen kula bukti / Jabrail alon mujar //

Makanlah segera tuan lalu, pemberian Gusti Maha Mulya, Kanjeng Nabi segera makan, lulu dimakan, Jibril mengingatkan lagi, tuan silahkan dimakan lagi dan habiskan, pemberian Yang Agung, Kanjeng Nabi ucapnya, sudah kenyang kisanak makan saya, Jibril lalu berkata.

11. Wus pinasthi umat tuan binjing / mung saduman kang manjing sawarga / dene kang kalih dumane / manjing naraka besuk / margi tuan genira bukti / amung telas saduman / iku mulanipun / jeng nabi gupuh ngandika / pundi sanak kula telasne malih / Jabrail nulya menggak //

Sudah ditentukan umat tuan nanti, hanya sepertiga bagian yang masuk surga, sedangkan yang dua pertiga, masuk neraka nantinya, itulah awal mulanya, Kanjeng Nabi tergesa-gesa berkata, mana kisanak akan saya habiskan lagi, Jibril lalu mencegah.

12. Boten kenging lamun wali-wali / wau tuan inggih kula atak / jare wus tuwuk saure / jeng nabi rasul gagetun / ngemu waspa sajroning ati / sarwi amenggah-menggah / tobat mring Hyang Agung / duk kalanira samana / waktu ngisa ngandikan marang Tuhan / subuh prapta ing wisma //

Tidak boleh kalau diulang-ulang, tadi tuan juga saya beritahu, katanya sudah kenyang jawabnya, Kanjeng Nabi Rasul menyesal, kelihatan menangis didalam hati,  serba gelisah, lalu tobat kepada Hyang Agung, ketika pada waktu itu, waktu Isya bercakap-cakap dengan Tuhan, dan waktu Shubuh  sudah dirumah.

Tamat pamulange Pandhita Mustakim.

Tamat nasehatnya Pandita Mustakim.

Wallahu a’lam

@@@

Semoga terjemahan ini dapat membantu untuk mempelajari makna-makna ajaran yang terkandung dalam “Suluk Mulang Ngelmi” karya Raden Sastradipura, dan mohon maaf apabila dalam menterjemahkan masih banyak kekurangan. Nuwun.

SULUK SEMBAH PUJI


K I N A N T H I

01. Kinanthi sembah punika, miwah pujine yen puji, pan ika turing sapa, pen katura mring Hyang Widhi, dene nora warna rupa, yen tan katur tanpa kardi.

Dengan  sembah ini, serta pujinya apabila di puji, dan itu ucapannya siapa, kalau dipersembahkan kepada Hyang Widdi (Tuhan), yang tiada berupa dan berwarna, jikalau tidak dipersembahkan tiada gunanya.

02. Tawang towang pujinipun, angar aja nembah muji, yen tan katur maring Allah, sumantana tan wring dhiri, kawula pan nara gadhah, mapan kapurba ing gusti.

Setinggi langit pujinya, agar jangan menyembah dan memuji, jikalau tidak dipersembahkan kepada Allah,  jangan lancang dan  tidak tahu diri, hamba itu tidak mempunyai apa-apa, karena dikuasai oleh Gusti.

03. Lan kawisesa sireki, weruha lakuning puji, ya kang sembah lan sinambah, iya sapa kang duweni, puji pan pujining Allah, kawula tan darbe puji.

Dan engkau dikuasai, dan ketahuilah jalan memuji,   yang menyembah dan disembah, ya siapa yang mempunyai, puji adalah pujinya Allah, hamba tidak mempunyai puji.

04. Tan kawawi paminipun, miwah penggawe nireki, tumrap badane sedaya, anging Allah kang darbeni, endi aran puji sembah, tegesing sembah lan puji.

Tidak kuasa umpamanya, serta perbutanmu, terhadap seluruh badannya, hannya Allah yang memiliki, manakah yang dinamakan memuji dan menyembah, artinya sembah dan memuji.

05. Kanugrahan jatinipun,  kang tumiba marang dasih, endi aran kanugrahan, iya sajaning urip, pan urip-uriping sapa, lamun uriping Hyang Widhi.

Kanugrahan (anugrah) sesungguhnya, yang diberikan kepada hamba, manakah yang dinamakan kanugrahan, yaitu sejatinya hidup, dan hidup-hidupnya siapa, kalau hidupnya Hyang Widdi (Tuhan).
 
06.  Urip tandhane nyaweku, pan urip-uripe pribadi, uripen tan kena pejah, beda lan uriping dasih, uripe kalawan nyawa, kang tiba ing kawuleki.

Hidup tandanya nyawamu, dan hidup itu hidupnya sendiri, hidupnya tidak terkena mati, berbeda dengan hidupnya hamba, hidupnya dengan nyawa, yang jatuh kepada hambanNya.
 
09. Kanugrahaning Hyang Agung, lire kanugrahan urip, iya uriping manungsa, kayatakaning Hyang Widhi, dalile Allah kang murba, dipun padha angawruhi.
 
Kanugrahannya (anugrahnya) Hyang Agung (Tuhan), seperti kanugrahan hidup, yaitu hidupnya manusia, merupakan kenyataannya Hyang Widdi (Tuhan), dalilnya Allah yang menguasai, itu yang sama-sama harus diketahui.

10. Endi urip jatiningipun, kauripan tri prakawis, den becik tarimanira, angel jinenging urip, tegese kangtri prakara, maripate imam Tokid.

Dimanakah hidup yang sesungguhnya, kehidupan tiga perkara, terimalah dengan baik, susah yang namanya hidup, artinya yang ketiga perkara, makrifat iman tauhid.

11. Saya tunggal sajatinipun, pangleburan papat tulis, tan ana gusti kawula, kaya ngapa kaum tunggil, yen beda di bedanira, pan nora pisah sayekti.

Sesungguhnya telah bersatu, meleburnya antara papan dan tulisan, tidak ada lagi Gusti dan hamba, seperti apakah jika telah bersatu, jika berbeda dimana perbedaannya, sungguh tiada berpisah.
 
12. Dene salamet ing kawruh, tegese kang iman tokid, tegese wus nyata tunggal, tunggal kawula gusti, apan jenenging kawula, sajati jatining sepi.

Dan selamat dalam pengetahuan, artinya yang iman tauhid, artinya sudah nyata bersatu, bersatu hamba dan Gusti, dan yang namanya hamba, yaitu sesungguh-sungguhnya kehampaan.
 
13. Tanpa salah tingkah iku,  tegese makripat nenggih, ingkang awas mring pangeran, tegese awas kang pundi, kang awas punika sapa, kawula pan duta tuli.

Tanpa salah tingkah itu, artinya makrifat yang benar, yang waspada kepada Pangeran, artinya waspada yang manakah, yang waspada itu siapa, hamba adalah utusan yang tuli.

14. Bisa lumpuh lawan suwung, kuwasa nora nyadani, katur ing puji lan sembah, pan nora ngulati malih, katur marang dhewekira.

Bisa lumpuh dan hampa, berkuasa namun tidak berhak, diberikan dalam puji dan sembah, dan tidak melihat lagi, diberikan kepedaNya.
 
15. Pan iya manembah iku, puji pinuji pribadi, sarake dadya lantaran, kanyatahaning Dat Tallah, dudu unine pribadi.

Serta manembah itu, memuji dan dipuji pribadi, syariatnya menjadi perantara, kenyataannya Dzat Allah, dan bukan ucapannya pribadi.
 
16. Mantep jeneng kawuleki, tegese paranimeki, tanpa wujud tanpa salah, lir larah aneng jaladri, amuji lawan anembah, denira pasrah kang becik.

Yakin yang namanya hamba, artinya tujuannya, tanpa wujud tanpa salah, seperti sampah di lautan, memuji dan menyembah, dan engkau lebih baik pasrah.
 
17. Marang tarina wruhipun, dene kawruhan sekalir, wruh Pangeran ingkang mulya, lire kawruh tan ngawruhi, yen kang narima den trima, anyata yen sira pribadi.

Menerima kepada yang mengetahui, sedangkan semua pengetahuan, mengetahui Pangeran yang mulia, seperti pengetahuan namun tidak mengetahui, jika yang menerima diterima, ternyata itu kamu sendiri.

@@@

%d bloggers like this: