alangalangkumitir

Javanese Manuscripts

RAHASIA KALIMAT SAHADAT DAN HANACARAKA (CARAKAN)


Bab 6

RAHASIA KALIMAT SAHADAT DAN
HANACARAKA (CARAKAN)

Sebenarnya Ma’rifat itu terdapat pada kata kehendak, itu kehendaknya Allah, gerak, sabda, semua itu kemauan Allah (Makarti – Jawa), menurut kenyataan yang dikehendaki sebelum dikerjakan sudah siap, sebelum ditunggu sudah datang; umpama orang akan pergi ke Yogyakarta, baru berfikir mencari angkot, angkot datang mencari sewa dan tanya dimana Yogyakarta ya mas?, lalu orang tadi naik angkot ke Yogya, perjalanan itu berarti kehendak Allah, orang itu menyatu dengan Dat tadi (Allah), sehingga satu sama lain tidak merasakan hanya menurut kehendaknya. Jadi Dat yang ada pada orang tadi tidak susah-susah. Yang tadi sudah diterangkan bila Hakikatnya Dat itu ya Afhngal dan Asmanya, artinya ya aku ya kamu adalah satu, maka tidak mengherankan bila orang itu dikuasai oleh Dat Allah, kuasa mempercepat, kuasa membelokan tujuan, maka dari orang sebenarnya utusan Dat (sifat Dat), maka dari itu merasa menjadi utusan, lalu memiliki sifat kuasa-Nya, jadi harus menyembah dan memuliakan terhadap Dat Allah.

Bisa melaksanakan apa saja dasar kekuasaan, jika makhluk itu utusan Dat yang wajib adanya. Dibawah ini adanya Wiridan itu artinya kalimat Sahadat yang sudah cocok dengan kebudayaan Jawa akan diterangkan untuk rumah tangga (tingkatan).

Ucapan Rasullullah terhadap Muaz : “Ma Min Ahadin Yashaduan la illaha illallahu washadu anna muhammadan rasullullahi sidqan min qalbihi illa ahrramahu allahu alla annari “, satu-satunya orang yang mengucapkan kalimat Sahadat samapai kehati terhadap Allah pasti tidak akan tersiksa dineraka.

Wiridan (ajaran) Sahadat begini : “Asyhadu alla illaha illallah wa asyhadu anna muhammadan rasullullah”, yang artinya aku bersaksi sebenarnya tidak ada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi sebenarnya Muhammad itu utusan Allah.

Wiridan (ajaran) rahasia Carakan HO-NO-CO-RO-KO; “Honocoroko Dotosowolo Podojoyonya Mogobothongo”, artinya ada utusan dua, laki dan perempuan (wanita) berebut kekuatan, sama saktinya (kuatnya) bergumul mati sama-sama menjadi bangkai (terpuruk) lunglai.

Yang akan diterangkan terlebih dahulu tentang dua kalimat Sahadat dulu, dan selanjutnya disusul dengan Carakan;

I. Kalimat Sahadat

Di tanah Jawa jika ada temukan (mempertemukan) pengantin umumnya mengucapkan Kalimat Sahadat, walaupun bukan bahsa Jawa tetapi sudah tradisi menjadi kebudayaan dari masa terdahulu pada zaman para wali. Dan kalimat Sahadat itu ucapan orang Islam yang belum mengetahui (pelajaran) rukun-rukun Islam. Jadi mengakui menyembah kepada Allah itu harus mengetahui arti kalimat Sahadat, lalu di zaman wali kalimat Sahadat itu dipakai pertamanya mendapat wejangan terhadap siapapun orangnya yang mau berguru, walaupun bahasa Arab kalimat Sahadat itu menjadi saksi Dat Maha Agung dan Muhammad itu utusan-Nya, arinya sudah meliputi alam semesta. Di tanah Jawa bahasa Arab itu tinggal memakai (pinjam) dan bisa dengan bahasa apa saja yang artinya sama. Dan bahasa-bahasa tadi hanya sebagai tanda. Di kalimat tadi ada kata Muhammad yan mempunyai makna sendiri, sebenarnya Nabi Muhammad namanya ada 4, dan kata syair kata Hamdun (memuji) Hamida (di puji) lengkap nama-nama tadi seperti dibawah ini :

a. Hamid, artimya yang di puji.
b. Mahmud, artinya yang mendapat pujian.
c. Ahmad, artinya yang lebih di puji.
d. Muhammad, artinya yang memiliki pujian.

Di dalam kalimat Sahadat tadi Muhammad tidak bisa di ganti dengan kata lain, walaupun ada akan tetapi artinya yang dipakai ada 2 (dua) unsur :
1. Mengartikan Umpama.
2. Mengartikan Nama.

Diwirid disebut kata-kata (nama-nama) tadi Nur Muhammad, artinya cahaya yang terpuji atau cahaya yang sempurna. Kata Muhammad itu sifat yang mempunyai pujian. Kalimat mengatakan Muhammad Rasullullas, siapa yang menjadi utusan Allah , apa Muhammad putra Sayidina Abdullah di Mekah (Arab), apa Muhammad atau Nur Muhammad?. Keterangannya : pada citra (Hakikat Allah) dan pecah-pecah hanya orang hidup. Sebenarnya yang dipuji itu sifat orang hidup yang memiliki sifat 20. jadi yang begitu para Nabi, Wali, Ulama yang mukmin, orang itu semua sifat Muhammad. Dan keterangan tentang utusan (Rasul) seperti dibawah ini :

Muhammad lalu menjadi utusan Allah , dan Allah itu bisa menjadi Allah-ku, Allah-mu, Allah kita semua dan seluruh alam. Jadi yang disebut utusan itu ialah utusan Allah-nya sendiri-sendiri, langsung mengakui mempunyai Allah. Utusan itu sifat hidup, kalau sudah mati (meninggal) tidak bisa menjadi utusan karena orang mati tidak mempunyai Allah. karena sifat-sifat Dat yang menghidupi sudah musnah (lihat keterangan Bab Sifat 20).

Di kitab Injil Mutheus 22 (31,52,33) disebut begini : belum pernah membaca kata-kata Allah kepadamu, Allah ini Allah-nya Abraham, Ishak dan Yakub, Allah itu bukan Allah-nya orang mati tetapi Allah-nya orang hidup.

Yang menjadi pertanyaan, walaupun mempunyai sifat Muhammad atau Rasul, kenapa bisa menjadi utusan Nafsu (Syetan) makhluk halus (perewangan-Jawa) atau utusan angkara murka. Semua itu bagi orang yang belum dalam ilmunya hanya sok (merasa sudah) tahu saja, hanya baru mencapai tingkat Tarikat, lalu umpama benar mengerjakan membuktikan bahwa menjadi Utusan Allah, dan harus menjadi Ma’rifat (Islam). Jadi orang itu sebetulnya sudah At-tauhid (menyatu dengan kehendak Allah), kemudian disebut seorang Islam Sejati (sarino batoro – Jawa) dan juga menjadi utusan, zaman dulu disebut Nabi, Wali dan cukup disebut Ma’rifatullah.

Pendapat yang salah golongan Wirid mengatakan Muhammad diartikan sebenarnya Muhammad itu sifatku, Rasul itu rasaku (Rahso-sangsekerta). Rasul itu utusan asal dari bahasa Arab, Rahso (rasa) asal dari bahasa Sangsekerta (sang sekrit) jadi tidak sesuai. Muhammad itu Rasul tetapi rasa (rahso) itu rasaku jadi tidak sama. Maka dari itu sudah jelas kalau Muhammad itu sifat hidup yang lengkap dan menjadi utusan.

Sifat Muhammad sudah lengkap, memiliki sifat 20; Rasa, Perasaan, Pekerjaan, Pikiran (akal yang sempurna) dan lain-lain. Kenapa bermacam-macam diartikan, Allah itu tidak bisa disamakan dengan makhluk-makhluk/benda-benda lain, jadi pendapat-pendapat yang salah harus dijauhi.

Kata-kata tadi terdapat juga di Hidayat jati (buku hidayat jati). Jadi pengarang Hidayat jati mengutip pendapat para Wali.

Kalau begitu pendapat para Wali tadi yang sudah dianut pada zaman sekarang itu apakah salah atau tidak? Tetapi semua itu harus bersandar kepada hukum Qiyas (meneliti) pendapat itu begini :

Muhammad = Rasul.
Rasul = Sifatnya Muhammad.
Sifat Muhammad = Sifatnya Dat.
Sifatnya Dat = menyertai sifat seluruh yang diciptakan dan hidup (kayu, batu, manusia dan lain-lainnya).
Sifatnya Dat = Hakikatnya Dat.
Hakikatnya Dat = Wujud Sempurna.
Wujud Sempurna = Manusia Hidup.
Manusia Hidup = Memiliki sifatnya Dat / Sifat 20.

Jadi yang merasakan orang hidup (utusan) yang diutus. Jadi bukan salah satunya sifat-sifat tadi yang disebut utusan, Rasa sejati (Rosone Ingsun – jawa), sifat pribadi (Sipate Ingsun-jawa), semua itu milik Dat yang wajib adanya (Allah). Kalau diteliti atau dikaji-kaji kata-kata yang diatas tadi sama dengan Qiyasan Esa, Widhatul Wujud, artinya Chaliq dan makhluk itu satu (lihat keterangan Bab Dat, Sifat, Asma, Afhngal terdahulu)

II. Carakan.

Sampai sekarang masih menjadi bahan pertanyaan para sejarah dan belum mendapat yang tepat, contohnya tentang Aji Saka itu siapa dan apa? Apa maknanya Carakan itu?, walaupun jumlah huruf hanya 20 (dua puluh) tetapi kenyataan bisa mencakup semua makna huruf bahasa sendiri dan bahasa asing,, karena kata-kata itu berhubungan dengan kalimat Sahadat maka jumlahnya 20, bisa dijelaskan dengan sifat 20, maka artinya kalimat Carakan seperti dibawah ini :

a. Wiridan (Pelajaran)
Aku bersaksi tidak ada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi Muhammad utusan Allah.

b. Carakan, ada 2 utusan; laki dan wanita asik perang tanding sampai mati:

Keterangannya begini: ada 2 utusan laki dan perempuan (hidup laki dan perempuan) sama menjadi utusan Allah supaya berkembang anak beranak. Laki dan perempuan (wanita), bukan manusia saja tetapi seluruh makhluk didunia ini semua berpasang-pasang menjadi saksi Dat (Allah), maka dari itu tidak ada barang yang tidak ada, artinya keadaan DAT itu kekal adanya. Sebenarnya utusan dua jumlahnya, sama jaya, artinya lebih sempurna dari pada makhluk lain, tidak lain adalah manusia yang diluhurkan dari sifat kekurangan, lengkap terhadap sifat 20 sama-sama memiliki, disebut juga sama kuatnya, artinya walaupun laki atau perempuan sama-sama umat luhur dan sempurna.

Carakan tadi mengatakan sama-sama tidak berdaya (kehabisan tenaga) atau mati, apa sebabnya sama-sama menjadi bangkai (tidak berdaya), sehabis perang tanding atau bersetubuh, tusuk menusuk hingga mati tanpa ada yang melerai, jadi sama mati seperti bangkai, terpuruk kehabisan tenaga tidak bergerak dan lemas. Laki dan perempuan jadi sumbernya manusia berkembang. Mengembangakan manusia itu tidak ada putusnya, berdasarkan Qodrat dan Irodat (sifat 20), lalu menghasilkan kenikmatan (merasakan enak). Keadaan seperti itu tidak berlangsung lama, jadi mati seperti bangkai itu sebentar kalau terus mati itu bukan utusan untuk mengembangkan manusia (umat-Nya). Orang Jawa setiap saat menyebut kata-kata (Kalimat-kalimat jawa) yang terdapat pada Carakan, terbukti setiap berkata pasti memakai kata HA. NA. KA. PA. RA. WA. Jadi orang Jawa setiap hari tidak ketinggalan mengatakan Carakan, setiap kata pasti memakai salah satu dari Carakan tentang berfikir, bertengkar tetap memakai huruf yang 20 / Carakan seperti ini : HA-NA-CA-RA-KA DA-TA-SA-WA-LA PA-DA-JA-YA-NYA MA-GA-BA-THA-NGA.

Rahasia yang tersimpan dicarakan itu tidak akan hilang tetapi tetap laki perempuan semua menyebutkan kata-kata yang ada pada Carakan 20 (jumlah 20 itu sifat Allah).

Keadaan nama Muhammad itu Hakikatnya DAT itu yang mencari orang yang sudah mempunyai ilmu atau orang yang sudah mengetahui rahasia hidup, artinya begini : apa saja yang yang tertulis dikitab-kitab suci (Al-Qur’an, Injil, Jabur dll) pasti bisa dicari, dipelajari, diteliti karena kitab itu untuk orang-orang yang hidup. Jadi artinya pendapat itu sangat sulit, susah sekali. Rahasia isi kitab Qur’an dan kitab-kitab lainnya bisa diketahui oleh orang yang berilmu. kita ulang lagi tentang kalimat Carakan, semua itu kalau bukan orang kaya ilmu tidak bisa mencari (meneliti). Kalimat Sahadat untuk agama Islam itu sebenarnya kalimat yang tidak abadi, oleh karena menurut umum orang-orang kalau menyebut kalimat Sahadat itu hanya bertepatan pesta perkawinan, mengkhitankan (sunat) anaknya, kalau tidak, tidak pernah diucapkan. Kalau kata Carakan tiap menit tiap detik diucapkan selama hidup, maka untuk menjadi utusan lalu memiliki sifat Muhammmad atau menjadi penanam, penangkar, mengadakan, membuktikan adanya utusan-utusan itu abadi, dan kalau perlu harus di ingatkan;

1. Kalimat Sahadat, rukun Islam itu saksi adanya Dat Allah, walaupun tidak dipanggil, di bicarakan, dipikir-pikir dan lain-lain. Dat tetap adanya dan berubah-ubah dan sifat Muhammad itu tetap ada dan pasti ujud (bentuk nyata), tetapi jika masih hidup bergerak-gerak. Jadi yang memngucap dan menyaksikan itu orang hidup.

2. Carakan itu rahasia, sulit, artinya rahasianya yang mengatakan; ada Muhammad, ada ujud sifat 20. adanya abadinya Dat (Allah) tetap tarik menarik dan setiap hari kita merasakan, kita buktikan tetap bergerak (makarti – Jawa), tidak mati, masih bisa berberbicara dan melanjutkan dua-duanya yang tersebut diatas tadi saling bantu membantu, satu diantara dua bersatu (Widhatul Wujud), Esa, artinya tidak ada, dua tetapi satu (menyatu-At’tauhid).

Rahasia yang terdapat di Carakan, sebuah buku karangan seorang Mangku negaran, diterangkan begini :

1. Hananira Sejatine Wahananing Hyang,
2. Nadyan ora kasat-kasat pasti ana,
3. Careming Hyang yekti tan ceta wineca,
4. Rasakena rakete lan angganira,
5. Kawruhana ywa kongsi kurang weweka,
6. Dadi sasar yen sira nora waspada,
7. Tamatna prahaning Hyang sung sasmita,
8. Sasmitane kang kongsi bisa karasa,
9. Waspadakna wewadi kang sira gawa (sipat Rasul / Muhammad),
10. Lalekna yen sira tumekeng lalis (sekarat) (5),
11. Pati sasar tan wun manggya papa,
12. Dasar beda lan kang wus kalis ing goda; (Islam / Ma’rifat),
13. Jangkane mung jenak jenjeming jiwarja,
14. Yitnanana liyep luyuting pralaya (angracuta yen pinuju sekarat ),
15. Nyata sonya nyenyet labeting kadonyan,
16. Madyeng ngalam paruntunan (?) aywa samar,
17. Gayuhane tanalijan (tan ana lijan) mung sarwa arga,
18. Bali Murba Misesa ing njero-njaba (Widhatulwujud, Esa, Suwiji),
19. Tukulane wida darja tebah nista,
20. Ngarah-arah ing reh mardi-mardiningrat.

Artinya :

1. Asalmu karena kehendak Allah,
2. Walaupun tidak nampak tetapi ada,
3. Allah yang Kuasa tidak bisa ditebak (dinyatakan),
4. Rasakan dalam tubuhmu,
5. Ketahui sampai kurang waspada,
6. Jadi salah kalau kurang waspada,
7. Nyatakan Allah memberi petunjuk,
8. Petunjuk sampai bisa merasakan,
9. Waspadalah rahasia yang kau bawa (sifat Rasul/Muhammad),
10. Lupakan sampai sekaratil maut (menjelang ajal/koma),
11. Mati yang salah menjadi susah,
12. Dan beda bagi yang tidak tergoda (Islam/Mari’fat),
13. Tujuannya hanya tentram jiwanya,
14. At’tauhid atau khusyuk waktu sekaratil maut,
15. Ternyata sepi (hilang) sifat dunia,
16. Dalam alam barzah ternyata samar (gaib),
17. Tujuan tidak lain hanya satu,
18. Pulang menguasai Lahir Batin (Esa),
19. Tumbuhnya benih menjauhkan aniaya,
20. Hati-hati manuju jalan kedunia.

Bersambung…………………….

Sumber buku Wedaran Wirid I, Ki R.S. Yoedi Parto Yoewono. Surabaja : Djojobojo, 1962-64.
—————————
Alang Alang Kumitir

About these ads

54 Comments

  1. heriyanto

    Nuwun sewu…..

    Apakah diri kita sendiri atau Mas Kyai Seberang Lor ataupun siapa saja merasa sudah mumpuni dalam hal tauhid…..dari Pesan Kya sendiri aja sudah menunjukkan kalau belum mengenal tauhid dalam tingkah laku………..ingatlah “Makin pintar orang makin bodoh orang itu, makin tau orang itu makin tidak tau orang itu KARENA Semua itu hanya ALLOH yang HAQ”

    Banyak orang bisa baca, ngerti tauhid tapi belum tentu bisa menjalankannya, Ingat syirik itu dekat………….

    Di forum ini bukan untuk berdebat……..tapi saling mengisi….

    Rahayu mas Kumitir
    Salam buat semua

  2. WINARNO

    Salam kenal Mas Ludiroseto. kalau boleh nanya apa sih artinya SAHIR dan
    KABIR ? maturnuwun.

  3. WINARNO

    Mengenai kyai sebrang lor,saya teringat adegan wayang kulit pada jejeran per
    tama dikerajaan Amarta. tiba2 datang tamu dari tanah sebrang,komplit dg ting
    kah polahnya yg tidak sesuai dg adat jawa. Di awal cerita memang tamu ini ung
    gul. Tapi di akhir cerita ia babak belur dihajar anak2 Amarta. TANCEP KAYON

  4. WINARNO

    Arena ini sudah kelihatan rame,semangat untuk menambah ilmu sudah kelihat
    an jelas,sosok orang yg bisa mendingikan suasana perdebatan yg panas sang
    at diperlukan agar penggemar arena ini tidak lari. Saya suka ilmu jawa, cuma
    hambatannya banyak istilah2 yg belum tahu artinya. Misalnya bab Sahir dan Ka
    bir. Sahir itu apa Kabir itu apa..,saya nggak tahu. Mungkin penggemar2 yg lain juga mengalami hal yg sama dg yg saya alami. Solusinya bagaimana Mas Kumi
    tir ? Tulisan2 yg Mas Kumitir suguhkan itu sangat banyak dan bagus2..,tapi ka
    lau pembacanya mengalami kesulitan dlm mempelajarinya kan sayang. Ibarat sudah menggenggam senjata sakti tapi tidak tahu cara menggunakan
    nya kan kasihan…sedih lah Mas Kumitir…tolong diberi solusinya. Matur nuwun.

  5. MULYO

    Kawula sarujuk. Ingkang manunggil ing ngriki ateges mlebet “arena bawa raos”. Ngaturaken utawi pados pamanggih kanti santun ing ngriki papanipun. Dados sanes papan paben adu argumen utawi lungiting pamanggih. Upamia makaten badhe langkung asrep katampi ing manah menawi benten pamanggih kala wau dipun wedaraken kanti cara tuwin basa ingkang manis. Sepindah malih, menawi kepareng anyebat, plataripun ki alang alang kumitir punika plataran informasi lan bawa raos, nuwun sewu ki menawi kirang trep. Dipun keparengaken nyalap menu, ngicipi saha meresapi. Komentar mangga, wah nek sing iki kanggo ilatku kurang asin sitik, lha yen kuwi upama didahar anget2 luwih jos, lha yen kae jan pas yen nganggo brambang goreng. Ning wong akeh kuwi ya beda2 selerane, pramila inggih sampun kirang ing pamengku. Sentuhan kejawen ki jan pinter pintere wong jawa olehe ngramu samubarang kalir. Mr. dead man saha mbah satroe kula aturi sareh. Matur nuwun

  6. Mbah Sastroe

    maaf bukan sok tau n sok tua….kyai seberang lor,klo bisa namanya d ganti aja ya….KYAI,pastinya mumpuni,sabar,taat,tunduk. Kenapa hanya dengan belum di jawabnya pertanyaan anda kok malah emosi? Apa gunanya menamai diri anda kyai seberang lor? Klo mang lom d jawab seharusnya anda itu mencari jawaban pertanyaan anda ke orang lain yg mungkin bs menjawab lebih cepat. Di sini forum untuk berbagi dan belajar bersama. Disini tidak ada merasa lebih pintar ato lebih mnguasai. Ingatlah di atas langit masih ada langit……Hanya Allah Maha Guru dari smua Guru…..

  7. senopatijayadi

    sugeng rawuh…
    saat kita telah mengenal kebaikan dalam setiap tindakan dan perbuatan sesungguhnya kita telah belajar dari setiap kesalahan-kesalahan yang kita alami dalam kehidupan yang pernah kita jalani. memahami setiap kesalahan yang dilakukan orang lain merupakan kebesaran hati atas kesalahan2 yang pernah kita lewati. perbedaan itu indah. karena dengan perbedaan kita bisa memahami kehadiranNYA di dalam diri setiap mahluknya…
    hatur al fatihah kepada Kanjeng Nabi MUHAMMAD S.A.W dan para sedulur
    amien…

  8. Pake pade ribet….nikmatin aje yg indah2, rasakan kenikmatannya klo dah pada bisa ngarasakan nikmatnye dunia…susah dan senang tetep nikmat…itu berati ade die dihati kite……sang pembuat nikmat dan sang rasa…..nikmatnye keliatan ..susahnye keliatan…yaudeh semua bersaksi ade Allah, n Muhammad utusan Allah…..

    Ilmu nikmat>>Mencapai Hakikat
    Ilmu sombong>>kya Mcan Ompong>>>

    Lanjutkan Mas Kumitir>>>>budaya adalah karya>>karya nikmat karna Rasa>>>Rasa adalah gaib>>Gaib adalah kuasanya>>ngga ada yg kuasa selain dia

  9. satriowijaya30@yahoo.com

    perang hati sudah dimulai,hatimu hatiku hati semuanya,rasamu,rasaku,rasa emuanya,tunggal dan menunggal 1…2…dan…2…1 selamet yg mati dalam hidup nafasmu,nafasku,nafas semuannya SAT ASAT ONO ,hati hati saudaraku ,dulurku kabeh,leremno 4 ……1 yo…mung 1 tunggal jagat gede lan jagat cilik,dadio talineng jagad,hamngku buwono,aqyo podo daio cahyoneng nur,nurcahyoneng cahyo AKU saksine lang ngelakoni Urep. RAHAYU RASANOLOGI exsium java indonesia mercusuar dunia

  10. eling s

    as wr wb
    Sedikit memberi masukan buat semua sodara” yg aktif di sini(krn sy sendiri jarang bisa aktif di sini krn keterbatasan sarana) menurut hemat saya: ketika kita berbicara soal iman, berarti kita berbicara soal keyakinan, dan ketika kita berbicara soal keyakinan sebenarnya kita berbicara sesuatu yang “tiada dasarnya”. Keilmuan yg berhubungan dg iman, hanyalah sebagai penguat atau penebal keyakinan kita saja. Jgn sampai pertanyaan yg kita sampiakan jusrtu akan memojokkan orang lain yg hanya ingin sekedar berbagi, karena pertanyaan” itu hanyalah senjata yg akan kita gunakan untuk membunuh rasa penasaran yg ada pd diri kita,dan penasaran itu adl salah satu sifat yg kita miliki. jadi lbh baik, baca, rasakan,nikmati dan tanyakan bila msh blm jelas,tentunya dg kesantunan yg kita miliki.
    ws.wr.wb

  11. aku dudu dewa

    SETUJU jg mas, btul itu intinya saling mencari kbenaran bkn menyalahkan….. sma spt hamemayu ayuning bawono atau manusia sbg kholifah. mju terus mas alang-alang

  12. Dhens

    Subhanallah semakin menambah wawasan bg sy yg baru belajar memahami ini semua…terimakasi dgn yg telah membuat blog ini

  13. Anonymous

    .. I ya yah,. Y wis bismillah aja.

  14. LudiroSeto

    Syeh Al-Arobiyi adalah ” Sulthonut-Tauhid ” ( raja / Guru besar ilmu Tauhid ). dan Syeh Abu Yazid AlBusthami adalah ” Sulthonul Afifiin ” ( Guru besar ilmu Ma’rifat ). imam Ahmad AlGhozali adalah ” Sulthonus Sufiya’ ” ( Guru besar Sufi/ ilmu Tasawwuf ). dan Syeh Abdul Qodir Al_Jailani adalah ” Sultonul Auliya’ ” ( Guru besar para Wali ).
    * Bagi para sohabat yg ingin belajar semua kitab dari timur tengah bisa launching ke ” Almaktabah” disitu ada lebih dari 150.000. kitab yg sudah terkumpul diperpus Pemerintahan Mesir, dari berbagai macam aliran.
    dan ada hampir ratusan kitab yg membahas tentang ” Insan Kamil” atau ” Ilmu Kema’rifatan”.
    * Dan Bagi Sohib-Shohib semua yang ingin belajar “ilmu kasempurnaan” versi Jawa, saya kira dari semua Artikelnya mas Kumitir itu sudah cukup membantu sebagai bahan perbendaharaan, walaupun masih banyak pustaka peninggalan Eyang & para wali jawa yang laennya.

    * Perlu dipahami ‘ Bahwa peninggalan aliran kejawen yang sesungguhnya adalah dari Eyang Ismoyo atau Semar atau Embah Saptodoyo yang hidup pada zaman nabi Musa sekitar 1500 tahun sebelum masehi ( sebelum lahirnya Agama Islam ), karena pada masa itu sudah ada peradaban Jawa.
    dan karena sudah berjalan ber Abad-abad lamanya dan akhirnya sejarah dan ajaran semar menjadi punah, lalu setelah masuknya Hindu Budha ketanah jawa, saat itu sosok Semar hanya menjadi ” Filsafah”nya saja ( ajaran Filsafah Semar). Fakta historisnya sdh tdk meninggalkan berkas Sejara dan Hanya Orang-orang yang memiliki Ritual tinggi yg bisa menggapainya saja.
    * Ilmu kejawen Sekarang Sudah bercampur Hindu Budha dan islam.

    * ” Tentang Guru Pembimbing atau Mursyid “.
    dlm kitabnya Sunan Kalijaga dan Syeh Geseng, disebutkan :
    Seseorang dlm mencari Ilmu, walaupun memiliki Guru Seratus dengan Pusaka kitab Se_Gerobak banyaknya, tetapi jika Guru tersebut itu tidak bisa mewujudkan Qodim Alloh AlHaQ kepada muridnya, maka semuanya itu di anggap Batal & dianggap Kafir semua atau ( msh golongan Iblis alaihi La’natulloh).
    * Jadi berhati-hatilah mencari Guru Pembimbing krn tdk mudah.
    dan lagi menurut Beliau , ” Bergurulah dengan Sukma Jati karena itu Guru Sejatimu Sebenarnya dan Juga carilah Pembimbing dari Golongan ” Waliyan Mursyidan” karena hanya dengan Dia yang bisa Menshokhihkn/ mentaskhehkan semua ilmumu agar tdk tersesat dijalan.
    “. Salam Syurga Untuk Mas Kumitir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: